Search:
Email:     Password:        
 





71 Tokoh Berpengaruh 2016

By Benny Kumbang (Editor) - 12 August 2016 | telah dibaca 4783 kali

71 Tokoh Berpengaruh 2016

Sudah menjadi tradisi, setiap kali memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Majalah Men’s Obsession hadir dengan edisi yang menghadirkan tokoh-tokoh yang memberi peran dalam mengisi hari kemerdekaan. Hal ini merupakan bentuk konsistensi kami. Untuk itu, di edisi HUT ke-71 Republik Indonesia ini kami kembali menampilkan profil tokoh-tokoh berprestasi dan inspiratif. Dalam edisi kali ini menyusun daftar 71 Tokoh Berpengaruh di Indonesia 2016.


Para tokoh-tokoh tersebut, berasal dari berbagai latar belakang yang kami nilai memiliki peran dan pengaruh besar bagi khalayak luas. Baik karena aspek ketokohannya, penguasaan sumberdaya ekonomi yang dimiliki, maupun karena predikat jabatan atau kedudukan yang diembannya.


Kami memahami, masih sangat banyak tokoh di negeri ini yang juga layak masuk dalam daftar. Namun jumlah 71 kami pilih untuk menyesuaikan dengan momentum usia Republik Indonesia.  Kami juga mengakui bahwa penyusunan daftar bersifat subyektif, sehingga boleh disebut sebagai daftar tokoh berpengaruh versi Men’s Obsession.


Meski demikian, penyusunan daftar sudah melalui tahap seleksi ketat dan perdebatan sengit di dapur redaksi. Satu hal penting, kami berharap dengan kehadiran 71 tokoh berpengaruh ini dapat mengalirkan inspirasi kepada masyarakat khususnya pembaca setia. Sehingga kelak akan lahir ribuan tokoh-tokoh berpengaruh lainnya  di republik ini yang mewarnai wajah Indonesia di masa mendatang untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Dirgahayu Indonesia!

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo

Tak terbantahkan bahwa posisi sebagai orang nomor satu di negeri ini telah menjadikan Presiden Joko Widodo tokoh paling berpengaruh di Indonesia. Kemampuan mengonsolidasikan kekuatan politik nasional dalam
satu koalisi besar, juga menjadi bukti kekuatan pengaruhnya.

 

Ketika baru terpilih sebagai Presiden RI dan dilantik pada Oktober 2014, tak  sedikit kalangan yang meragukan mampukah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertahan menghadapi gempuran lawan-lawan politiknya, terlebih di tengah situasi ekonomi nasional, regional, bahkan global yang melesu.


Berbagai tantangan datang silih berganti, baik yang terjadi secara murni maupun by design oleh aktor-aktor politik. Terutama dalam setahun pertama pemerintahannya. Tapi berkat kepiawaian politiknya, Jokowi perlahan mampu melakukan konsolidasi dan memperkuat dukungan politiknya, sekaligus sukses menundukkan lawan-lawan politiknya.


Dalam tempo satu tahun semenjak berkuasa, posisi politik Presiden Jokowi makin di atas angin. Dengan masuknya PAN dan Golkar, pemerintahan Jokowi sudah didukung tujuh parpol, dari awalnya hanya empat.


Saat maju dalam pilpres 2014, parpol yang mendukung Jokowi hanyalah PDI Perjuangan, Nasdem, PKB, dan Hanura yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat alias KIH. Lawan politiknya adalah KMP atau Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo.


Anggota KMP ini adalah Gerindra, Golkar, PKS, PAN, PPP, plus Demokrat. Untuk Demokrat memang tidak secara resmi masuk KMP. Tapi, saat pemilihan ketua DPR dan MPR, Demokrat gabung dalam KMP.


Tapi, kini KMP yang didengung-dengungkan sebagai koalisi permanen, akhirnya bubar. Satu per satu pesertanya menyatakan dukungan ke pemerintahan Jokowi. Dimulai dari PPP, kemudian PAN, dan yang terakhir Golkar.


“Ini memperlihatkan Pak Jokowi benar-benar kuat, sehingga lawan-lawannya memilih masuk daripada melawan secara frontal,” ungkap peneliti Lingkaran Survei Indonesia Adji Alfaraby dalam sebuah wawancara.


Lantas di mana letak kekuatan Jokowi? Adji melihat setidaknya ada empat faktor yang membuat lawan politik Jokowi tidak berdaya. Pertama, Jokowi tidak terpengaruh dengan manuver politik kelompok oposisi. Kebijakannya, seperti kartu sakti, vonis mati bandar narkoba, dan juga kenaikan BBM terus dilakukan meski kencang diprotes oleh lawan politiknya.


Kedua, Jokowi punya sikap terbuka untuk berkomunikasi dengan semua parpol. Bahkan, dengan Prabowo, lawannya di Pilpres 2014, Jokowi tetap menjalin komunikasi dengan baik. Ketiga, kisruh internal parpol yang diikuti perlawanan frontal mereka ke pemerintahan Jokowi untuk dapat pengesahan selalu kandas. Akhirnya, tidak punya pilihan kecuali mendukung pemerintahan Jokowi.


Keempat, Jokowi punya operator politik yang andal. Operator ini mampu menghubungkan Jokowi dengan parpol oposisi. Operator ini juga yang mampu menjinakkan manuver-manuver politik di DPR.


Selain memiliki stamina politik yang tinggi, Jokowi juga dinilai andal dalam melakukan konsolidasi dan komunikasi politik. Menurut Direktur Eksekutif Akar Rumput Strategic Consulting, Dimas Oky Nugroho, di tengah tekanan yang hebat di awal pemerintahan, Jokowi mampu melakukan konsolidasi politik.

Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla

Sebagai orang kedua di pusat kekuasaan dan pemerintahan, posisi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) jelas sangat berpengaruh. Terlebih jika mengingat bahwa dia adalah seorang pengusaha, birokrat, dan politisi senior yang sangat berpengalaman.

 

Semenjak era reformasi, posisi Wakil Presiden RI bukan lagi sekadar pelengkap seperti zaman Orde Baru. Wakil Presiden RI memiliki pengaruh yang besar dalam ikut mengendalikan jalannya roda pemerintahan, khususnya di bidang-bidang yang dipercayakan oleh presiden.


Publik mencatat, memang sempat terjadi beberapa kali ‘kegaduhan’ dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya perbedaan pandangan antara Wapres JK dengan Menko Perekonomian Rizal Ramli atau dengan menteri lain.


Namun pada akhirnya, JK berada di atas angin dan mempertegas posisinya. Dalam sebuah sidang kabinet, Presiden Jokowi mempertegas posisi Wapres JK. Kata presiden, seperti dikutip luas di media massa, proses pengambilan keputusan dalam kabinet pertama kali berkaitan dengan presiden. Sementara, arah kebijakan dan target, tugas kementerian, akan terus disampaikan saat sidang-sidang kabinet.


“Kemudian dalam pelaksanaan program dan mengontrol program itu akan dikontrol oleh wapres. Kemudian menko mengkoordinasi tugas-tugas kementerian di bawahnya, juga implementasi target presiden dan wapres harus dikoordinasi menko,” kata Jokowi.


Sesuai Undang-undang Dasar 1945, wakil presiden bertugas membantu presiden dalam menjalankan tugas kenegaraan. Dalam praktiknya seorang wakil presiden di Indonesia terkadang mendapat tugas khusus dari presiden. Misalnya, mengawal di bidang ekonomi, atau menjadi ketua dari Tim Penilai Akhir bagi calon pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


Menurut pakar hukum tata negara Refly Harun, seorang wakil presiden adalah ‘pembantu’ presiden dengan jabatan tertinggi. “Menteri-menteri membidangi urusan tertentu, urusan spesifik. Kalau wakil presiden itu tidak. Seluruh urusan presiden itu urusan wakil presiden. Bahkan wapres menggantikan presiden saat presiden berhalangan,” tandas Refly.


Sebagai tokoh senior dalam perpolitikan nasional, khususnya sebagai mantan Wakil Presiden RI 2004-2009, dan juga sebagai sesepuh dan mantan Ketua Umum Partai Golkar, jejaring politik JK tentulah sangat luas.


Sebelum terpilih menjadi ketua umum Partai Golkar pada tahun 2004, JK sempat terpilih menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid selama enam bulan (1999-2000). 

Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie

Siapa yang tak mengenal Prof Dr Ing H Bacharuddin Jusuf Habibie? Putra Indonesia yang berpengaruh tidak hanya di dalam, tapi juga di luar negeri. Betapa tidak, track record-nya di dunia politik, penerbangan, hingga perfilman boleh dibilang melegenda.

 

BJ Habibie adalah tokoh yang tak pernah tenggelam oleh zaman. Sejak menjadi Menteri Riset dan Teknologi di era Orde Baru hingga menjadi Presiden ke-3 Republik Indonesia dan hingga sekarang ia selalu menjadi perhatian, teladan, inspirasi bagi masyarakat Indonesia.


Awalnya dikenal sebagai pakar dirgantara. Mengenyam pendidikan di salah satu universitas terkemuka di Jerman, pria yang akrab disapa Habibie ini menerapkan konsep ciptaannya di penerbangan (pesawat). Kala itu, tidak ada satu pun ilmuan dan profesor yang bisa mengerjakan hal yang sama sepertinya.


Konsep ciptaannya adalah menghitung crack propragation on random. Dari situlah ia dikenal sebagai Mr Crack Dengan teorinya, Habibie berhasil menghitung crack dengan rinci sampai pada hitungan atomnya. Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah.


Dengan ditemukannya teori crack progression atau lebih dikenal dengan Faktor Habibie, porsi rangka baja pesawat bisa dikurangi dan diganti dengan dominasi alumunium dalam bodi pesawat terbang. Di samping itu bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) sampai 10 persen dari bobot konvensionalnya.


Faktor Habibie ternyata juga memiliki peran dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara ketika pesawat take off. Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear jauh lebih kokoh, sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat. Faktor mesin jet yang menjadi penambah potensi fatique menjadi turun.


Pria peraih gelar diplom ingenieur dan doktor ingenieur dengan predikat summa cum laude di universitas RWTH Aachen, Jerman Barat ini disebut juga sebagai “Manusia Multidimensional”. Setelah beberapa waktu sebelumnya, ia meraih medali penghargaan “Theodore van Karman” pada ajang bergengsi di tingkat internasional tempat berkumpulnya pakar-pakar terkemuka konstruksi pesawat terbang.

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri

Sebagai satu-satunya pemimpin partai politik perempuan yang tetap eksis dan disegani saat ini, Megawati Soekarnoputri tak hanya memiliki pengaruh besar di lingkaran PDI Perjuangan, tapi juga di jagat perpolitikan nasional.

 

Satu hal yang tak disangkal, sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) Megawati Soekarnoputri memiliki kharisma yang kuat. Putri sulung Bung Karno ini sukses mengantarkan PDI-Perjuangan menjadi partai politik yang besar. Lewat kendaraan partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ini pun Megawati berhasil menjadi Presiden RI periode 2001-2004. Selanjutnya partai ini juga berhasil mengantarkan seorang kadernya, Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden RI periode 2014-2019.


Perempuan bernama asli Dyah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri tak hanya mewarisi kharisma ayahnya, Bung Karno, tetapi juga menjadi simbol perjuangan. Jika Sukarno menjadi simbol perjuangan gigih melawan penjajah, Belanda dan Jepang, sekaligus bersama Mohammad Hatta menjadi proklamator Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, sedangkan Mega menjadi simbol perjuangan membela rakyat kecil seperti selalu dikatakan bahwa PDI Perjuangan adalah partai wong cilik.


Mega terjun ke dunia politik dan  bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) tahun 1987. Pada masa pemerintahan Orba hanya terdapat tiga partai, yakni Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan PDI. Golkar mesin utama Orba. Partai beringin ini didirikan oleh Presiden Soeharto. Jenderal Besar ini juga duduk sebagai Ketua Dewan Pembina Golkar. Oleh karena itu, Orba identik dengan Golkar dan Soeharto. Dalam enam kali pemilu di era Orba, yakni Pemilu 1971, Pemilu 1977,  Pemilu 1982, Pemilu 1987, Pemilu 1992, dan Pemilu 1997, Golkar selalu keluar sebagai pemenang. Sedangkan PPP dan PDI harus puas menduduki peringkat kedua dan ketiga.


Perjalanan menjadi sosok pemimpin berpengaruh tidak dilewati Megawati dengan mudah. Karena terpilihnya ia menjadi ketua umum PDI Perjuangan harus dilalui lewat perjuangan, darah, dan air mata. Sampai kemudian pada Minggu 14 Februari 1999, PDI Perjuangan dideklarasikan dan dihadiri ratusan ribu orang. Pada tahun itu juga PDI Perjuangan memenangkan Pemilu. Kemudian pada Pemilu 2004 PDI Perjuangan menduduki peringkat kedua. Pada Pemilu 2009 PDI Perjuangan menempati posisi ketiga. Dan pada Pemilu 2014 PDI Perjuangan tampil sebagai jawara, sekaligus sukses mengantarkan Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden RI periode 2014-2019.

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono

Kharisma dan pengaruhnya masih diakui di dalam dan luar negeri. Setelah tak menjabat  Presiden RI, dunia meminta Dr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi  Presiden Global Green Growth Institute (GGGI). Sejumlah forum internasional dan kampus di dalam dan luar negeri  rajin mengundangnya sebagai pembicara dan dosen tamu.

 

Meski pernah menduduki kursi Presiden RI selama dua periode, tak membuat SBY berhenti beraktifitas tatkala ia harus kembali ke masyarakat biasa. Pengaruhnya yang cukup besar baik di dalam maupun di luar negeri, membuat  Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini tak bisa berdiam diri untuk ikut urun rembug memberikan pendapat bahkan solusi. Sekalipun melalui media sosial.


Dunia juga mengakui eksistensi putra Pacitan ini. Terbukti, banyak tawaran yang ditujukan kepada SBY dari lembaga, organisasi maupun non-organisasi internasional.  


Bahkan di antara tawaran-tawaran tersebut ada permintaan juga dari Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa, Ban Ki-Moon. Namun bagi SBY, untuk berkontribusi di dunia tidak harus menduduki jabatan tertentu, karena ia bisa secara individu mengungkapkan pemikiran-pemikirannya terhadap permasalahan internasional.


Namun ketika Direktur Jenderal Global Green Growth Institute,  Yvo De Boer dan sejumlah tokoh dunia lainnya meminta SBY memimpin lembaga dunia itu, ia tak bisa menampik. Pasalnya organisasi yang didirikan oleh berbagai pemimpin dunia yang fokus terhadap isu ekonomi dan lingkungan di negara-negara yang sedang berkembang ini menilai SBY adalah sosok yang tepat. SBY pun harus berkiprah di organisasi internasional yang bermarkas di Seoul, Korea Selatan.


Kenapa SBY? Menurut Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Yun Byung Se, SBY adalah sosok yang paling cocok untuk memimpin organisasi besar tersebut. Dikatakan Yun Byung Se, SBY adalah sosok pemimpin yang memilki kepribadian yang santun dan telah sukses mengubah Indonesia menjadi negara yang sangat maju pesat dalam sistem demokratis.


Soal SBY masih punya pengaruh di dunia, tentu tak lepas dari kepemimpinannya saat menjadi Presiden dimana Indonesia dipandang dunia sebagai tauladan demokrasi dan sukses menjadi anggota G20.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Ade Komarudin

Ia adalah politisi karier yang sudah hampir 20 tahun menjadi wakil rakyat. Jejaring politik yang kuat membawanya ke kursi Ketua DPR. Posisi sebagai orang nomor satu di legislatif membuatnya masuk dalam daftar ini.

 

Akom, panggilan akrabnya, semula menduduki posisi Ketua Fraksi Partai Golkar (PG) DPR.  Ia dipercaya sebagai Ketua DPR pada Januari 2016, menggantikan Setya Novanto yang mengundurkan diri karena tersandung kasus “Papa Minta Saham”. Setya selanjutnya menjadi Ketua Fraksi PG DPR.


Akom tak membuang-buang waktu. Ia  langsung tancap gas. Tiga fungsi legislatif, yakni pengawasan, penganggaran dan legislasi, digenjot begitu menduduki kursi ketua DPR. Pengawasan dilakukan dengan memilih cara-cara produktif. Bukan mencari-cari kesalahan yang ujungnya membuat gaduh. Sebab, hubungan legislatif dengan eksekutif adalah setara. Pengawasan haruslah mendorong kinerja eksekutif lebih baik.


Penganggaran juga didorong untuk sebesar-besarnya terarah bagi kepentingan rakyat. Akom mengatakan, setiap rupiah anggaran negara yang ada dalam APBN haruslah bermanfaat untuk menyejahterakan rakyat.


Di internal DPR Akom melalui tangan pimpinan fraksi juga mulai ‘menertibkan’ anggota. Baik dalam hal kedisiplinan mengikuti rapat-rapat maupun aktivitas lainnnya. Perjalanan dinas ke luar negeri diefektifkan dan diefisienkan.

 

Menurutnya, tanpa peran serta para anggota menjalankan tugas kedewanan secara disiplin, maka rasanya target tersebut hanya akan berada diatas kertas saja.


Ia berobsesi lembaga yang dipimpinnya tidak akan lagi mengulangi kinerja pada periode 2015 yang hanya bisa meloloskan tiga Rancangan Undang-Undang (RUU). Pada Januari 2016 rapat paripurna menyetujui 40 RUU untuk diselesaikan menjadi UU tahun ini. Akom bertekad DPR menyelesaikan 30-37 dari 40 RUU tersebut menjadi UU. Selesai atau tidaknya target UU sebanyak itu bukan hanya di DPR. Sebab ada peran eksekutif dalam pembahasan RUU.
Akom berharap semua anggota DPR bisa bekerja sama bersama memenuhi target tersebut. Ia menegaskan tak ada lagi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) atau Koalisi Merah Putih (KMP). Semuanya harus selalu duduk bersama menyelesaikan masalah-masalah yang muncul.


Seperti diketahui KIH adalah koalisi parpol yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) dalam Pilpres 2014, yakni PDI-P, NasDem, PKB, dan Hanura. Sedangkan KMP yang terdiri dari Gerindra, PAN, PKS, PPP, dan Golkar pendukung duet Prabowo Subianto – Hatta Rajasa dalam Pilpres itu.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Irman Gusman

Dua kali terpilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI membuktikan Irman Gusman memiliki pengaruh kuat. Sempat digoyang, namun Irman mampu mempertahankan jabatannya tersebut.

 

Irman cukup banyak makan asam garam dalam perpolitikan nasional. Kematangannya dalam berpolitik itu mengantarkannya menduduki Ketua DPD pada tahun 2010 untuk periode 2010 - 2014, menggantikan Ginandjar Kartasasmita yang diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Sebelumnya Irman menduduki posisi Wakil Ketua DPD.


Senator ini kembali mendapat amanah sebagai Ketua DPD periode 2014 – 2019. Terpilihnya Irman dua kali memimpin DPD karena dinilai berhasil mengangkat citra DPD. Di bawah kepemimpinannya, keberadaan DPD mampu sejajar dengan DPR. Kini DPD telah dilibatkan dalam hal legislasi, khususnya terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) yang menyangkut daerah, yang sebelumnya hanya dikerjakan oleh DPR.


Kemudian dari sisi kewibawaan lembaga, Irman berhasil menguatkannya dengan semakin dilihatnya peran DPD dalam kontribusinya membangun daerah. Dalam hal pembahasan suatu RUU misalnya, menteri-menteri juga memberikan respek kepada DPD.


Irman mengawali karier politiknya sebagai anggota Fraksi Utusan Daerah MPR pada tahun 1999. Kemudian secara berturut-turut pada Pemilu 2004, Pemilu 2009, dan Pemilu 2014 terpilih sebagai anggota DPD dari daerah pemilihan Sumatera Barat.


Ia mencurahkan perhatiannya untuk membangun DPD dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan daerah-daerah. Irman dikenal sebagai pejuang daerah yang konsisten pada pemikiran dan cita-citanya yaitu membangun negeri dari daerah.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Zulkifli Hasan

Terpilih sebagai Ketua MPR periode 2014-2019 membuktikan ia punya pengaruh kuat di lembaga legislatif. Pengaruhnya kian besar ketika terpilih menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional 2015-2020, dan merapat ke koalisi pendukung pemerintah.

 

Sebagai Ketua MPR, Zulkifli melakukan gebrakan, yakni kembali kepada UUD 1945 untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara besar yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia dengan memberikan peran yang besar kepada MPR.

 

Terobosan Zulkifli itu diwujudkan gencarnya melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Prestasi lainnya adalah menjadikan lembaga tertinggi negara tersebut berwibawa, dan mampu mengontrol lembaga-lembaga tinggi negara.


Belum setahun menduduki kursi Ketua MPR, Zulkifli mendapat amanah memimpin PAN, yang dalam Pemilu 2014 menduduki peringkat kelima dengan meraih 9.481.621 suara atau 7,59%. Dalam pemilu tersebut PAN mendapat 49 kursi di DPR. Terpilihnya Zulkifli menjadi orang nomor satu di PAN sungguh mengejutkan banyak pihak, termasuk pengamat politik. Di luar dugaan Zulkifli menaklukkan ketum petahana Hatta Radjasa.


Belum hilang rasa kaget yang menghinggapi banyak kalangan atas terpilihnya Zulkifli menjadi Ketum PAN, ia kembali membuat kejutan. Yakni membawa gerbong PAN mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Dukungan resmi PAN kepada pemerintah diungkapkan Zulkifli dalam konferensi pers bersama Presiden Jokowi, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PAN Soetrisno Bachir,  Sekretaris Jenderal  (Sekjen) PAN Eddy Soeparno, dan Ketum Partai Hanura Wiranto, pada awal September 2015.


Zulkifli mengatakan ada kesamaan pandang antara PAN dengan kelompok partai pendukung pemerintah dalam menghadapi kondisi ekonomi global. “Kesamaan pandang kita adalah perlu ada ketahanan nasional yang didukung seluruh komponen bangsa agar kita dapat mempertahankan kelangsungan hidup bernegara dan berbangsa Indonesia,” katanya.


Sebelumnya PAN menjadi bagian dari Koalisi Merah Putih (KMP) yang mengusung duet Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PAN Hatta Radjasa dalam Pilpres 2014. Pasangan ini dikalahkan oleh duet Jokowi – Jusuf Kalla (JK) yang diusung oleh Koalisi Indonesia Hebat (KIH).


Zulkifli menegaskan, dukungan PAN terhadap pemerintah berlaku tanpa syarat, yakni PAN tidak minta jatah menteri. Namun, dalam praktiknya, Jokowi memberikan apresiasi terhadap langkah PAN tersebut. Jokowi merekrut seorang kader PAN, Asman Abnur, dalam Kabinet Kerja.


Dalam perombakan atau reshuffle kabinet jilid II, Rabu 27 Juli lalu, Jokowi memberi amanah kepada Asman Abnur sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menggantikan Yuddy Chrisnandi. Masuknya kader PAN dalam Kabinet Kerja tersebut merupakan bukti kepiawaian Zulkifli dalam berpolitik.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo

Sebagai Gubernur Bank Indonesia, ia memiliki pengaruh besar dalam mengatur pergerakan ekonomi di Tanah Air. Kecintaannya akan dunia perbankan membawa banyak manfaat, sementara pengalamannya di industri perbankan membuat perjalanan BI seolah aman terkendali.

 

Menjabat Gubernur BI periode 2013-2018, Agus Dermawan Wintarto Martowardojo, meyakini inflasi masih bisa dikendalikan dengan kisaran empat plus minus satu persen hingga akhir tahun 2016 mendatang, meski Federal Reserve AS mempringatkan kemungkinan terjadinya inflasi global.


BI di bawah kepemimpinan Agus juga terus melakukan antisipasi dari terjadinya fenomena La Nina yang dapat membuat terjadinya gejolak harga pangan dunia. Ia juga memantau perkembangan kebijakan pemerintah yang hendak melakukan penyesuaian harga listrik 900 VA yang kelak dapat mempengaruhi inflasi. “Kalau itu dilakukan, memang membantu fiskal, juga membantu keuangan sektor energi kita, tetapi juga memberikan tekanan pada inflasi,” ujar Agus Martowardojo.


Selain itu, Dana repatriasi atas kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) membuat BI pada Agustus 2016 mendatang akan mengeluarkan structured product, terutama jenis call spread. Aturan tersebut masuk dalam salah satu instrumen hedging yang berfungsi mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar dana repatriasi yang masuk ke Indonesia.


Structured product jenis call spread  ini juga berfungsi untuk menekan biaya lindung nilai bank-bank di Indonesia yang  masih tergolong mahal berkisar 6 persen sampai 7 persen, dan  diharapkan bisa menekan menjadi 2 persen sampai 3 persen.


Solusi cepat dan strategi yang dilakukan Agus menghadapi pergolakan ekonomi membawa BI mampu terus berjalan menghadapi berbagai tantangan. Langkah yang dibuatnya pun tidak pernah ragu, dan atas segala tindakannya selama ini ia banyak meraih penghargaan.


Saat menjabat menteri keuangan periode 2010-2013, Agus terpilih sebagai menteri keuangan terbaik se-Asia Pasifik dari sebuah majalah keuangan internasional “The Banker” edisi Januari 2012.


Majalah tersebut menilai Agus berhasil dalam menyokong pertumbuhan ekonomi mencapai 6,46 persen dan membawa perubahan pada pelaksanaan anggaran dan perencanaan keuangan. Ia juga dianggap berhasil meningkatkan iklim investasi di Indonesia serta mengatur anggaran secara hati-hati pada 2011.

Menteri Koperasi dan UKM RI AAGN Puspayoga

Eksistensi koperasi, usaha kecil menengah di Indonesia adalah penggerak utama bagi pembangunan perekonomian nasional. Karena itu, siapapun yang menduduki posisi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI, harus diakui sebagai figur yang memiliki pengaruh besar bagi setidaknya 57,9 juta pelaku usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) di negeri ini.

 

Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang mengemban amanah sebagai Menteri Koperasi dan UKM RI pada Oktober 2014 lalu adalah sosok yang peduli membina koperasi dan UKM di Indonesia. Dalam pembinaan koperasi, Ia telah melakukan penataan kembali data koperasi dan UMKM dengan bersinergi dengan K/L Pusat dan Pemerintah Daerah serta stake holder melalui Online Data Base System (ODS) dengan pemberian Nomor Induk Koperasi (NIK) bagi Koperasi Aktif yang melaksanakan RAT. Kemudian bagi pelaku usaha mikro, pria kelahiran 7 Juli 1965 ini, juga membuat program pembebasan biaya pembuatan akta koperasi dalam rangka memberikan legalitas, kepastian hukum yang bekerjasama dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI).


Bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia, Puspayoga juga mendukung peran Koperasi Unit Desa (KUD) sebagai penyalur (distributor pupuk bersubsidi).


Untuk memudahkan pelaku koperasi UKM, Puspayoga juga melakukan deregulasi Peraturan Perundang-Undangan melalui Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 10 Tentang Kelembagaan Koperasi dengan Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Sistem Badan Hukum Koperasi Secara Online, yang semula dilakukan secara manual yang diproses di setiap Dinas Kabupaten/Kota dan Provinsi dengan memakan waktu 90 hari). Dengan sistem online, maka pengesahan dapat dilakukan dalam waktu kurang lebih 5 hari kerja.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya

Di tangan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, dunia pariwisata di Indonesia yang selama ini tenggelam, kini telah bersinar. Putra Banyuwangi ini telah berhasil membangkitkan industri pariwisata Indonesia hingga tingkat internasional. Melalui tagline “Wonderful Indonesia”, yang gencar dipasarkan, Indonesia kini dikenal di seluruh dunia.

 

Menyadari bahwa negeri tercinta Indonesia memiliki sejuta potensi wisata yang tersebar di 34 propinsi, sayang rasanya jika dunia pariwisata tidak dimaksimalkan. Terlebih menurut Arief, industri pariwisata menjadi salah satu sumber devisa terbesar di Indonesia. Selain itu, jika dibandingkan dengan industri lain, bisa dikatakan industri pariwisata memiliki pertumbuhan yang lebih tinggi, serta memiliki multiplier effect yang besar. “Kemudian employment. Pariwisata itu menyumbang sekitar 9 – 10% employment di Indonesia,” terang Arief.


Untuk itu, Arief beserta tim nya bekerja keras membenahi industri pariwisata yang selama ini jauh tertinggal. Tanpa butuh waktu lama baginya, hanya dalam hitungan dua tahun, ia berhasil meningkatkan posisi Indonesia di dunia yang semula pada 2013 berada di posisi ranking 70 dari 141 negara, melesat menjadi ranking 50 pada 2015. “Alhamdulillah, dan kita proyeksikan sampai 2019 kita akan berada di ranking 30,”
tegas Arief.


Yang juga membanggakan, slogan “Wonderful Indonesia” yang dibawa dan dipasarkan ke seluruh dunia, tak hanya membuat nama Indonesia berkibar di kancah internasional serta mampu membawa wisatawan semakin banyak ke negeri tercinta ini saja. Lebih dari itu, Kementerian Pariwisata RI mampu menorehkan prestasi di tingkat dunia, antara lain mendapat penghargaan di berbagai travel mart event, seperti misalnya penghargaan sebagai the best exhibitor di pameran pariwisata terbesar yang digelar di Berlin beberapa waktu lalu. “Kita juga terpilih dari pemerintah Malaysia sebagai yang terbaik dalam destination marketing, juga terpilih sebagai menteri terbaik, ya kebetulan Menteri Pariwisata Republik Indonesia. Itu bisa dikatakan sebagai penghargaan tertinggi,” ungkap Arief tanpa bermaksud membanggakan diri.


Melihat potensi wisata Indonesia yang sangat bagus, ke depan, Arief masih memiliki target dan obsesi untuk bisa lebih meningkatkan lagi dunia pariwisata di Indonesia, minimal target 2017 Indonesia bisa mengalahkan negara tetangga. Apalagi menurutnya, industri pariwisata merupakan industri yang paling mudah serta paling murah untuk bisa meningkatkan PDB dan devisa, serta ketenagakerjaan.

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Memegang tongkat komando operasional sebagai panglima TNI, posisi Gatot sangat sentral dalam menggerakkan pasukan atau alat pertahanan negara. Tegaknya Negara Keatuan Republik Indonesia (NKRI), juga menjadi salah satu tugas beratnya.

 

Tak lama setelah menjabat Panglima TNI, Gatot segera mengidentifikasi salah satu masalah yang dihadapi prajurit TNI selama ini, yaitu perkara kesejahteraan. Tahun ini, Gatot berhasil meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI dalam bentuk pemberian gaji ke-13, ke-14 serta tunjangan kinerja ke-13.


Menurut Jenderal Gatot, perhatian pemerintah atas kesejahteraan tersebut diberikan karena disiplin, loyalitas, dan kinerja TNI. “Oleh karena itu sudah seharusnya TNI menjawab perhatian pemerintah dengan meningkatkan kedisiplinan, soliditas, dan kinerja. Institusi TNI harus lebih mendedikasikan jiwa raganya untuk NKRI,” tandasnya.


Lahir di Tegal, Jawa Tengah, 13 Maret 1960, Gatot resmi menjabat sejak 8 Juli 2015. Kariernya naik ke puncak komando institusi TNI dari posisi Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-30, yang mulai dijabatnya sejak tanggal 25 Juli 2014.
Jenderal Gatot sebelumnya pernah menjabat Panglima Kostrad. Pada Juni 2015, ia diajukan oleh Presiden Jokowi sebagai calon Panglima TNI, menggantikan Jenderal Moeldoko yang tengah masuk waktu purna baktinya. Tanpa banyak halangan DPR RI menyetujui penunjukan ini.


Gatot merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1982 yang berpengalaman di kecabangan infanteri baret hijau Kostrad. Gatot pernah menjadi Komandan Kodiklat TNI-AD, Pangdam V/Brawijaya dan Gubernur Akmil.


Rekam jejak kariernya di dunia militer tergolong cukup moncer. Ia tergolong tentara profesional dengan banyak prestasi. Gatot dikenal memiliki gaya kepemimpinannya yang dekat dengan prajurit. Gaya kepemimpinan seperti itu pula yang membuat Presiden Joko Widodo memilihnya.


Meski berada di puncak pimpinan Angkatan Darat saat menjabat KSAD, Gatot tak segan turun dan bersama-sama anak buahnya di lapangan. Ia bukan tipe jenderal di belakang meja. Salah satunya adalah keterlibatan TNI AD yang terjun langsung untuk membangun rumah murah, perbaikan jalan rusak, membersihkan sungai dan pantai. Gatot bahkan ikut turun ke sawah membantu petani menanam padi.


Jenderal Gatot pun bukan prajurit karbitan. Ia tiba pada kursi pucuk pimpinan karena kinerja dan capaian-capaian lainnya. Bahkan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, menilai Gatot tidak memiliki catatan pelanggaran HAM, suatu momok yang biasanya dilekatkan para pegiat HAM kepada petinggi militer.


Sukses Polri yang didukung TNI dalam menumpas gerombolan teroris pimpinan Santoso di Poso, Sulawesi Tengah, juga bisa dimasukkan dalam daftar prestasi Gatot. Tak heran jika masyarakat Poso mengucapkan terima kasih kepadanya, dan juga kepada Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.


Saat dipercaya sebagai KSAD, Gatot dikenal sebagai The Rising Star dalam TNI, sebuah predikat sama yang pernah disandang Letjen TNI Prabowo Subianto saat menjabat Danjen Kopassus menggantikan Letjen TNI Subagio HS, Desember 1995.


Secara pribadi, Gatot dikenal sebagai muslim yang taat beribadah. Saat masih menjabat Pangdam Brawijaya (2010-2011), ia rutin menjalankan ibadah shalat Subuh berjamaah di Masjid Al-Falah, Surabaya tanpa pengawalan khusus.
Sejumlah jabatan strategis di jajaran TNI Angkatan Darat yang pernah diembannya, yaitu Kasdivif 2/Kostrad (2007-2008), Dirlat Kodiklatad (2008-2009), Gubernur Akmil (2009-2010), Pangdam V/Brawijaya (2010-2011), Komandan Kodiklat TNI AD (2011-2013), Pangkostrad (2013-2014).


Dalam menjalankan tugas-tugasnya, khususnya saat memimpin TNI AD, Gatot membuktikan TNI mampu bersikap netral, profesional, dan tegas. Sikap itu sudah ditunjukkan saat mengamankan proses pemilu presiden (Pilpres) 2014.
Selain dikenal sebagai jenderal lapangan, penyandang DAN IV Karate ini juga dikenal sebagai sosok prajurit intelektual yang memiliki pandangan dan wawasan luas terhadap pembangunan pertahanan nasional.


Ia tampil beberapa kali sebagai pembicara di perguruan tinggi. Pemikirannya mengenai antisipasi proxy war sangat menarik. Ia juga memiliki banyak wawasan dan ide-ide segar tentang pertahanan nasional, yang banyak dimuat oleh media cetak dan online. Pul

Menteri Koordinator Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan

Ia masuk ke episentrum kekuasaan semenjak Presiden Joko Widodo melangkah ke Istana pada 2014. Meski bergeser dari posisi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, ke Menteri Koordinator Kemaritiman, sosok Luhut Pandjaitan tetaplah memiliki pengaruh luas.

 

Luhut masuk Kabinet Kerja sebagai Menko Polhukam hasil reshuffle Jilid I. Sebelumya, ia dipercaya sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Pada perombakan kabinet jilid dua, 27 Juli 2016, ia bergeser ke posisi Menko Kemaritiman.


Posisi ini begitu strategis, terutama mengingat pemerintahan Presiden Jokowi memilih berpaling ke laut dan bertekad menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Proyek-proyek percepatan infrastruktur untuk mendukung visi itu terus digiatkan oleh sejumlah kementerian terkait, dan tentu saja berada di bawah koordinasi Kemenko Kemaritiman yang dipimpin Luhut.


Perjalanan hidup Luhut tergolong lengkap. Dunia organisasi, olah raga, militer, dunia usaha, dan politik telah ia lakoni. Lulusan terbaik Akmil 1970 ini, oleh rekan-rekannya di akademi dikenal sebagai sosok cerdas dan pelobi ulung. Ia terlibat pertempuran saat menjadi Komandan Kompi A Denpur 1 yang memimpin Tim C untuk merebut pelabuhan udara Dili.


Purnawirawan Jenderal bintang empat ini lama menghabiskan karier militernya di Kopassus. Ia pernah menjabat Komandan Pusat Pendidikan Kopassus di Batujajar, Bandung, Asisten Operasi pada Markas Kopassus, dan komandan pertama Detasemen 81 yang sekarang disebut Detasemen Penanggulangan Teror atau Gultor 81, satuan sangat disegani yang khusus menangani masalah teroris.


Luhut membangun detasemen ini mulai dari nol, saat Panglima ABRI dijabat Jenderal LB Benny Moerdani. Ia juga pernah menjadi Komandan Pusat Kesenjataan Infantri di Bandung. Saat menjabat Danrem di Madiun, dia meraih prestasi sebagai Danrem terbaik.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki tugas mengatur, menyelidiki, dan mengawasi seluruh kegiatan sektor jasa keuangan di Indonesia. Lembaga ini bersifat independen, bebas campur tangan pihak lain. Posisinya memiliki pengaruh yang sangat luas.

 

Muliaman lolos dalam tes tahap terakhir calon Dewan Komisioner OJK pada 2012 di komisi XI DPR. Sejak itu mulai mengelola OJK, banyak prestasi nyata yang telah diraihnya. Berbagai kebijakan yang lahir dari OJK memiliki dampak yang sangat luas di sektor keuangan di Tanah Air.


Pria kelahiran Bekasi tahun 1960 ini sedang sibuk mengawal berjalannya dana repatriasi dari pengampunan pajak (Tax Amnesty) bersama Polri dan Ditjen Pajak. Menyikapi kebijakan tax amnesty, Muliaman optimis perekonomian Indonesia akan semakin tumbuh lebih baik. Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di posisi 4,9% - 5,2%, didukung pertumbuhan kredit Indonesia di kisaran 10% -12%.


Muliaman sendiri sudah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan agar sektor jasa keuangan dapat menyerap dan menyalurkan potensi aliran dana repatriasi agar tax amnesty dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.


Hasil kerja nyatanya di OJK mendapat banyak apresiasi. Di Bulan Mei 2016 lalu, misalnya,  ia mendapatkan pernghargaan Global Good Governance (3G) untuk kategori Government and Politics-Civil Service Award dari Cambridge IF Analytica.


Penghargaan itu diberikan karena ia dinilai telah menjadi inspirasi dalam upaya menjunjung tinggi aspek profesionalisme dan mendorong penerapan tata kelola yang baik pada area pelayanan publik.
Pria yang aktif berorganisasi ini mengungkapkan, penghargaan tersebut tidak hanya pengakuan untuk kerja pribadinya, tetapi juga merupakan pengakuan atas komitmen kuat OJK dalam meningkatkan praktik good governance di Indonesia.


Menurut Muliaman, keberhasilan suatu perusahaan tidak semata-mata berdasarkan prestasi kinerja keuangannya saja, tetapi juga implementasi dari good governance. “Fokus OJK pada penerapan governance ini sama intensifnya dengan fokus OJK pada penguatan aspek keuangan,” tegasnya.

Menteri Sekretaris Negara RI Pratikno

Ketika Joko Widodo (Jokowi) dilantik sebagai Presiden RI, maka pada saat itu pula Pratikno menjadi sosok terdekat dan paling dipercaya Presiden dalam melakukan penataan kesekretariatan negara. Sebagai Menteri Sekretaris Negara RI (Mensesneg), ia memiliki pengaruh besar dalam menata segala hal terkait protokoler kepresidenan.

 

Jauh sebelum Jokowi  menetapkan Pratikno sebagai Mensesneg, ia sudah berkontribusi untuk membantu Presiden Jokowi. Mulai dari perannya  menyelesaikan kerja Tim Transisi dan berlanjut terlibat  dalam penyusunan struktur kabinet kerja hingga pelantikan menteri.


Jika para menteri lain dalam Kabinet Jokowi JK baru ‘bekerja’ setelah pelantikan, lain lagi Pratikno yang disebut-sebut sudah berkiprah di pemerintahan baru beberapa hari sebelumnya.


Maka tak diragukan lagi mengapa mantan rektor Universitas Gadjah Mada ini ditunjuk untuk posisi sekretaris negara. Pengalaman, disiplin, serta kecekatan kerja dalam mengatur rencana kerja di lingkup pemerintahan merupakan point pada kriteria seorang mensesneg.


Dalam perombakan atau reshuffle kabinet jilid II yang diumumkan oleh Presiden Jokowi, Pratikno mendapat kesempatan mengumumkan profil 5 (lima) menteri yang berlatar belakang profesional.


“Pokoknya kami ini setiap hari kerja keras enggak karuan. Agenda Presiden setiap hari banyak. Ada rapat terbatas, panggil menteri dan seterusnya,” ujar Pratikno.


Dalam perkenalan kepada rakyat Indonesia, Presiden Jokowi menyebut, “Beliau (Pratikno) anak desa yang juga sama dengan saya, masuk kota. Sekarang anak desa masuk Jakarta.”


Ia memang berasal dari keluarga sederhana, kedua orangtuanya berprofesi sebagai guru SD. Menurut orang-orang terdekatnya, Pratikno dikenal selalu mementingkan pendidikan serta pemberdayaan sosial. Pratikno kecil tinggal di Dolokgede, tepatnya 40 kilometer dari kota Bojonegoro, desa yang dikelilingi hutan jati dan pertanian tembakau ini baru dialiri listrik pada 1994.


Karena tidak ada satu pun gedung sekolah, bersama dengan 13 temannya, Pratikno harus bersekolah dengan menumpang di rumah seorang kepala desa. Lokasi SMP yang berjarak 20 kilometer dari kampungnya, tidak lantas meluluhkan keinginan Pratikno untuk melanjutkan sekolah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno

Mendapat kepercayaan memimpin perusahaan BUMN dengan kapitalisasi pasar 24,4%, aset Rp5.395 trilyun, setoran pajak dan dividen lebih dari Rp200 trilyun, dan mengerjakan proyek strategis senilai Rp347,22 T, tentu sangat berpengaruh.

 

Sepanjang tahun lalu, mayoritas belanja modal BUMN difokuskan pada proyek infrastruktur untuk membantu program pemerintah. Total nilai proyek 2015 mencapai Rp795,99 trilyun, dengan serapan tenaga kerja langsung mencapai 184.179 orang.


Tahun 2016, terdapat  62 proyek strategis yang dikerjakan oleh BUMN yang dijadwalkan groundbreaking dengan total nilai proyek sebesar ± Rp347,22 trilyun. Proyek strategis yang akan selesai dan diresmikan tahun ini sebanyak 73 proyek, dengan total nilai sebesar ± Rp 109,65 trilyun.


Keberhasilan proyek-proyek strategis itu berada di pundak Rini. Bukan hanya itu, mempertahankan kinerja BUMN-BUMN andalan agar tetap bersinar, sekaligus melakukan penyehatan terhadap BUMN yang masih redup, juga tak kalah pentingnya.


Dari sebanyak 500 perusahaan yang listing di pasar modal hingga akhir 2015, sebanyak 20 di antaranya adalah BUMN. Akan tetapi, dari jumlah itu, nilai kapitalisasi pasarnya mencapai Rp1.189 trilyun, atau 24,4%, dari total kapitalisasi pasar.


Perusahaan-perusahaan pelat merah yang berada di bawah koordinasinya, juga merupakan salah satu pundi-pundi utama Negara. Tahun lalu, total setoran pajak dan dividen BUMN mencapai Rp202 atau 96%. Hingga pertengahan tahun ini, setoran pajak BUMN sudah menyentuh Rp172 trilyun, dengan kontribusi dividen Rp34 trilyun.


Kehadiran Rini Mariani Soemarno, atau akrab disapa Rini Soemarno, memang telah membuat BUMN terus bergerak cepat. Sosok profesional kaya pengalaman sebagai CEO di perusahaan-perusahaan besar, ini, adalah orang kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak heran jika namanya tetap aman dalam dua kali reshuffle kabinet, meski kalangan politisi terus mendesak dirinya dicopot.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti

Kebijakannya menenggelamkan puluhan ribu kapal asing pencuri ikan tak hanya membuat efek jera bagi para pencuri tapi juga meningkatkan sektor perikanan nasional  tumbuh dari 6% ke 8.96%.

 

Bicara tentang Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti adalah bicara tentang perempuan tangguh, berani, bersahaja dan apa adanya. Baik dari gesture, gaya bicara, dan sikapnya, menunjukkan Susi tak pernah menyembunyikan kesejatiannya. Tapi justru sikap itulah yang membuat ia begitu berpengaruh, berwibawa dan berkinerja luar biasa. Inilah yang menjadi inspiratif bagi kaum perempuan.


Banyak pujian mengalir untuk dirinya, tapi bukan Susi kalau dia merasa ‘besar kepala’. Buatnya, pujian itu tak masuk hitungan hidupnya. Karena baginya bekerja dengan baik dan professional adalah sesuatu yang biasa saja.  


Pujian mantan atasan Susi memang bukan sekadar basa-basi atau pepesan kosong semata. Terbukti, pada saat ekonomi melemah, Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP, justru menyumbang deflasi dengan harga ikan yang turun, sementara harga komoditi lainnya yang naik dan menyumbang inflasi.


“Indonesia ini adalah bangsa yang besar. Negara dengan luas laut kedua terbesar di dunia serta sumber daya laut kita terbesar kedua di dunia. KKP ini adalah prioritasnya tujuan Pemerintah. Karena Presiden ingin menjadikan laut masa depan bangsa, ingin menjadikan Indonesia poros maritim dunia. Poros itu menjadi titik pusat yang nantinya berinteraksi dengan semua group social global line. Saat ekonomi cooling down, dua tahun terakhir ini kantor ini malah dinaikkan angarannya jadi 4 triliunan kurang lebih,” ujar Susi di kantornya, baru-baru ini.


Susi juga mengaku lega, akhirnya seluruh dunia sudah mulai sadar soal larangan pencurian ikan. Bahkan lembaga pangan dunia FAO mendukung langkahnya, memasukkan illegal fishing ke dalam rapat-rapat perjanjian.


“Kita sekarang sudah punya kemampuan mengolah perikanan, dana ada, penduduk ada, tingggal memakainya yang benar. Jalankan amanah. Saya ingin, selain kita saling memaafkan, juga mereflesksikan kepada diri kita. Jangan sampai anggaran KKP tidak tepat sasaran,” demikian pesan Susi saat berlebaran dengan karyawannya.


Tantangan Susi tentu saja bukan menghilangkan illegal fishing, tapi yang utama meningkatkan kesejahteraan nelayan. Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan, total panjang garis pantai Indonesia adalah 99.093 kilometer. Di sisi lain, taraf hidup atau tingkat kesejahteraan para nelayan dan pembudidaya ikan masih menjadi sorotan. Nelayan kecil yang merupakan golongan terbesar dari para nelayan di Indonesia, masih lekat dengan kemiskinan.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso

Seperti di banyak negara, eksistensi lembaga intelijen adalah lembaga vital dan strategis yang harus dipimpin oleh sosok berpengalaman dan berintegritas. Di Indonesia, Badan Intelijen Negara (BIN) pun demikian. Letjen (Purn) Sutiyoso, adalah sosok militer yang cukup berpengaruh yang kini dipercaya memimpin BIN.

 

Ditunjuknya Letjen TNI (Purn) Sutiyoso atau Bang Yos sebagai Kepala BIN oleh Presiden Jokowi, menurut banyak kalangan karena Bang Yos paham betul tentang masalah intelijen mengingat ia pernah lama menjabat perwira intelijen di pasukan elit TNI AD, Kopassus sehingga faktor kearifan, kematangan dan pengalaman itu membuat ia diyakini mampu membangun institusi intelijen lebih professional.


Sekadar diketahui, kiprah BIN mengalami pasang surut seiring dengan perubahan rezim sejak berdiri  tahun 1945 mulai sejak bernama Badan Rahasia Negara Indonesia (BRANI) hingga kini menjadi Badan Intelijen Negara.


Tugas utama BIN, sebagai lembaga negara setingkat kementerian, sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, yakni mengkoordinasi data intelijen dari seluruh kementerian dan lembaga.


Karena itulah, untuk mencapai kinerja yang tinggi, Sutiyoso bertekad akan membangun BIN untuk lebih tangguh dan profesional. Tak hanya itu, dirinya turut akan membuat BIN mampu menyediakan intelijen secara cepat, tepat dan akurat dalam rangka mendeteksi, menangkal dan menanggulangi segala bentuk ancaman yang membahayakan eksistensi, keutuhan, keamanan dan kepentingan nasional.


Bang Yos, sapaan Sutiyoso, mengatakan dalam kepemimpinannya, seluruh aspek di internal BIN akan dibangun secara modern, agar mendapatkan standar terbaik seperti intelijen lainnya.


“Mulai dari struktur organisasi, sumber daya manusia, kegiatan, operasi hingga peralatannya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih dan politik pertahanan dunia yang semakin kompleks, maka semakin banyak diwarnai perang proxy,” katanya.


Bang Yos juga menjelaskan, pertumbuhan penduduk dunia dan perkembangan ekonomi dunia yang semakin maju maka semakin meningkatkan persaingan antarnegara untuk mempertahankan sumber energi dan kekuatan ekonomi.

Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo

Lebih dari separuh usianya yang menginjak 58 tahun menuju 59 tahun dihabiskan di dunia politik dan organisasi, khususnya di DPR RI. Ia kini dipercaya menduduki jabatan yang sangat strategis untuk menyukseskan program pemerintah di daerah. Membuktikan pengaruhnya tak lekang oleh zaman.

 

Dalam masa 100 hari sejak dilantik sebagai menteri pada 27 Oktober 2014, Tjahjo sudah lebih maju dibanding kinerja kementerian lainnya. Ia telah mengeluarkan PP tentang tata cara pengusulan/pengangkatan kepala daerah, mengeluarkan 33 Permendagri, 67 Kepmendagri, dan mengembalikan 100 Perda bermasalah ke pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia.


Kemendagri juga telah melakukan kebijakan revisi anggaran Kemendagri dan APBD agar lebih efisien dan efektif. Begitu juga kebijakan pemotongan dan memperpendek jalur-jalur perizinan, sekaligus mendorong terbentuknya perizinan satu atap di tiap Provinsi/Kabupaten/Kota. Semua bertujuan demi optimalisasi pembangunan infrastruktur daerah sebagaimana fokus Presiden.


Pada tahun 2016 ini, Tjahjo telah membatalkan 3.143 Perda Propinsi, Kabupaten/Kota untuk mendukung investasi. Selain itu, Kemendagri juga telah membuat 23 nota kesepahaman (MoU), menerbitkan tiga Peraturan Presiden (Perpres), dan menyelesaikan dua undang-undang yakni UU Pilkada dan UU Pemda.


Kepada PNS yang selama ini dikeluhkan malas, Tjahjo secara tegas mengambil langkah sanksi peringatan, skors, bahkan pemecatan, kepada mereka yang melanggar hukum dan disiplin. Termasuk PNS yang ikut terlibat dalam kegiatan kampanye politik.  Padahal, sebagai politisi PDI Perjuangan, bisa saja Tjahjo menggunakan wewenangnya untuk kepentingan partainya.


Tjahjo bahkan bersikap tegas kepada para calon PNS. Dalam setahun terakhir, Kemendagri sudah memecat sedikitnya 89 Pamong Praja Muda atau Praja IPDN. Alasannya, mereka terbukti melakukan pelanggaran, mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga berkelahi.


Untuk penerimaan Pamong Praja Muda periode berikutnya, Tjahjo memastikan akan dilakukan secara selektif dan transparan. “Tahun ini penerimaan dilakukan secara transparan, sebetulnya sejak tahun lalu. Peneriman dilakukan terpusat, tidak ada titip menitip, kuota daerah dan sebagainya sudah dihilangkan,” tandas Tjahjo.


Lahir di Solo, 1 Desember 1957, Tjahjo menghabiskan masa sekolah dasar, menengah, bahkan pendidikan tinggi di Semarang. Ia lulus dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang pada 1985.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Triawan Munaf

Sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), sosok Triawan Munaf tentu memiliki andil besar untuk membantu mewujudkan visi Presiden Joko Widodo menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

 

Memimpin sebuah lembaga baru seperti Bekraf, memang bukan perkara gampang. Triawan pun memahami dan menghadapi itu dengan professional. Betapa tidak, ia harus memikirkan mulai dari gedung untuk aktivitas Bekraf hingga anggaran untuk lembaganya. Seiring waktu berjalan, musisi ini berhasil menata satu persatu persoalan di Bekraf sampai kemudian hingga sekarang semuanya boleh dikata teelah tertata dengan baik.


Pengalaman dan kapasitasnya sebagai seorang pekerja seni kreatiflah yang tampaknya membuat Triawan mampu melakukan semua itu. Dan itu semua menjadikan Triawan bisa tampil sebagai sosok yang berpengaruh di lingkungan pekerja seni kreatif saat ini. Terbukti ia mampu mengembangkan kurang lebih 16 sub sektor ekonomi kreatif yang berhasil dikembangkan.


Ke-16 subsektor itu adalah aplikasi dan pengembangan game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi video, fotografi, kriya atau kerajinan, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio. Ke 16 subsektor industri kreatif itu akan mendapat bimbingan agar tumbuh dan berkembang pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).


Tahun ini, Bekraf berencana mengucurkan dana untuk pelaku ekonomi kreatif sebesar Rp1 triliun. Dana tersebut berasal dari dana program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp120 triliun sepanjang 2016.


Bekraf juga memiliki inisiatif untuk membentuk Bekraf Start Up, akan ada lima subsektor yang difokuskan untuk start up, yakni aplikasi, game, animasi, fashion, dan desain. Meskipun Bekraf berfokus pada lima sektor tersebut, namun bukan berarti sektor lain akan ditinggalkan. Subsektor lain juga ada programnya, seperti dana ekonomi kreatif, pendaftaran HKI gratis untuk semua subsektor asal memiliki produk dan di bidang ekonomi kreatif.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI Wiranto

Mendirikan dan memimpin Partai Hanura dengan solid selama tiga periode, lalu ikut mengantar Joko Widodo sebagai Presiden RI, membuat Wiranto layak masuk dalam daftar ini. Mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), kian menegaskan pengaruhnya.

 

Pengalaman kepemimpinan dalam dunia militer telah mengantarkan Wiranto dalam puncak kesuksesannya dalam dunia politik. Ia mampu membuat warna baru dalam perkembangan demokrasi di Indonesia dengan membentuk Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).


Ia menjabat Ketua Umum Partai Hanura sejak 2006. Bahkan pada Munas ke II di Solo 13-15 Februari 2015, Wiranto terpilih secara aklamasi. Meski tergolong partai baru, Wiranto dinilai berhasil karena mampu membawa Hanura ikut Pemilu 2009 dan kembali lolos Pemilu 2014. Pada Pemilu 2009, Hanura hanya mampu mendapatkan suara 3,21 persen (18 kursi di DPR). Sementara pada Pemilu 2014 ia tetap mampu menempatkan 16 kadernya di parlemen.
Di tengah kondisi yang sulit, Wiranto tetap mampu memainkan perannya di kancah politik nasional. Bersama tiga parpol lainya PDI-P, PKB dan Nasdem, Hanura berhasil mengantar Joko Widodo - Jusuf Kalla sebagai Presiden RI dan Wakil Presiden RI 2014-2019.


Hanura juga mampu menempatkan dua kader terbaiknya untuk duduk dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK, yakni Saleh Husin (Menteri Perindustrian) dan Yuddy Chrisnandi (Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi).
Pada reshuffle Kabinet Kerja yang kedua, 27 Juli 2016, Wiranto dipercaya menduduki jabatan sangat strategis sebagai Menko Polhukam. Ia menggantikan Luhut Pandjaitan, sosok berpengaruh yang dikenal sangat dekat dengan Presiden Jokowi.


Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, presiden menunjuk Wiranto karena dianggap mampu mengatasi masalah keamanan karena segudang pengalamannya. Ia pernah menjabat Menhankam Pangab saat kondisi politik Indonesia terguncang pada 1998.


“Beliau teruji dan berpengalaman ketika periode sangat penting, transisi masa Orde Baru ke Reformasi. Saat itu menjabat Menhankam Pangab dan mampu mengawal proses perubahan itu,” katanya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

Sejak Ahmad Heryawan atau Aher menjadi gubernur, ratusan penghargaan telah diraih Pemprov Jawa Barat. Tentu bukan sekadar prestise, penghargaan itu membuktikan kinerja cemerlang dan kepemimpinan Aher yang disegani. Piawai memimpin, pandai meihat peluang, dan berdedikasi penuh untuk warga menjadikannya sebagai gubernur sarat prestasi.

 

Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat yang diterima Pemprov Jabar pada Kamis (28/7/2016), menjadi prestasi teranyar. Tak cuma Pemprov, nyatanya, ada 8 Kepala Daerah di Jawa Barat dan dua orang tenaga medis serta akademisi yang menerima penghargaan serupa.


Prestasi ini menunjukkan betapa Aher memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan keluarga sejahtera di daerahnya. Hebatnya, Aher menjadi sosok berpengaruh yang mampu menyalurkan semangat itu ke seluruh kabupaten/kota untuk bekerja dalam visi dan misi yang sama.


Hal yang sama berlaku di bidang laporan keuangan. Tahun ini, Pemprov Jabar kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran (TA) 2015. Prestasi ini merupakan kali kelima secara berturut-turut sejak 2011. Tak hanya Pemprov, 11 pemerintah daerah di Jawa Barat juga meraih pretasi serupa, yakni Banjar, Ciamis, Cianjur, Cimahi, Majalengka, Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bogor, Garut, Karawang, dan Purwakarta.


Gebrakan Aher sudah terasa sejak ia menjabat gubernur pada 2008. Di awal pemerintahannya, misalnya, Aher mengalokasikan 20 persen APBD untuk pendidikan di Jawa Barat dan tersebar ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Biaya pendidikan sekolah dasar dan menengah akan gratis, dan SLTA berkurang biayanya.


Sebagai pemimpin di provinsi agraris, Aher memiliki prioritas pembangunan di bidang pertanian. Di bidang ini, fokus utama diarahkan pada penguatan fungsi Jawa Barat sebagai penghasil pangan nasional. Berbagai kucuran dana dikeluarkan untuk membantu kawasan yang dikategorikan miskin dan rawan pangan sehingga bangkit dan memberikan kontribusi bagi kawasan sekitarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas

Terpilih sebagai Bupati Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), untuk kedua kalinya adalah bukti pemimpin muda ini memiliki pengaruh besar. Banyuwangi yang semula dipandang sebelah mata, kini menjadi daerah maju.

 

Pada periode pertamanya (2010–2015), politisi muda ini bekerja keras membangun daerahnya dengan gencar mempromosikan berbagai potensi yang ada, seperti, pertanian, perikanan, dan pariwisata. Tujuannya jelas, demi mendatangkan investasi sebanyak mungkin.


Dinilai berhasil memajukan Banyuwangi, Anas, sapaan akrabnya, terpilih kembali dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2015, masih bersama pasangannya, Yusuf Widyatmoko,.


Berbagai terobosan ia gagas untuk lebih memajukan daerah yang dipimpinnya. Di bidang pendidikan, selain melakukan peningkatan fasilitas, Pemkab Banyuwangi juga memberi beasiswa kepada anak-anak muda hingga bangku perguruan tinggi. Tercatat lebih dari 700 anak muda dibiayai kuliah di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan total dana mencapai Rp14,4 miliar.


“Kami ingin pendidikan ini menjadi jangkar. Siapapun bupatinya kelak, pengembangan SDM lewat pendidikan tidak boleh berhenti. Oleh karena itu, kami mendorong terwujudnya kampus negeri di Banyuwangi,” kata mantan anggota DPR RI itu.


Kini sudah berdiri tiga kampus negeri di Banyuwangi, yaitu Universitas Airlangga Kampus Banyuwangi, Politeknik Negeri, dan sekolah pilot negeri (LP3B). Universitas Airlangga Kampus Banyuwangi, sudah berjalan dua tahun, mahasiswanya berasal dari 17 provinsi di seluruh Indonesia.


“Kami juga mengembangkan pendidikan yang selaras dengan program pembangunan ekonomi daerah. Misalnya, mengembangkan batik untuk menopang sektor pariwisata, maka kami bangun SMK batik,” ungkap Anas.


Di bidang kesehatan, infrastruktur terus diperbaiki. Dua rumah sakit milik pemda banyak melakukan upgrade fasilitas. Ada beberapa penyakit yang dulu harus dirujuk ke Surabaya, kini sudah bisa diobati di Banyuwangi seiring penambahan fasilitas rumah sakit. “Kami juga sudah beri beasiswa sejumlah dokter untuk mengambil spesialisasi, jadi setelah lulus jadi dokter spesialis, mereka langsung mengabdi di Banyuwangi,” cetusnya.


Di bidang pertanian, Pemkab Banyuwangi melakukan sejumlah langkah. Ia berupaya melakukannya secara terintegrasi, mulai dari hulu ke hilir, meski belum ideal. Banyuwangi dikenal sebagai salah satu sentra pangan dan hortikultura di Jatim. Potensinya luar biasa besar. Tiap tahun surplus lebih dari 220.000 ton beras, termasuk yang organik.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Keberhasilan menggalang relawan Teman Ahok untuk maju di Pilkada DKI Jakarta 2017, serta dukungan dari Partai Golkar, NasDem, dan Hanura, menunjukkan Ahok memiliki pengaruh besar dalam peta perpolitikan di DKI. Jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, tentu saja kian memperkuat pengaruhnya.

 

Basuki Tjahaja Purnama, yang populer di sapa Ahok, disukai kawula muda karena dinilai bersih dari korupsi dan banyak melakukan terobosan untuk kemajuan DKI. Anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas relawan Teman Ahok menginginkan Ahok maju di Pilkada DKI melalui jalur independen.


Alasannya, sejak angkat koper dari Partai Gerindra pada tahun 2014, Ahok tidak menjadi kader partai politik (parpol) apapun. Untuk maju di Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen dibutuhkan syarat dukungan sejuta KTP.


Ahok menggandeng Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI, Heru Budi Hartono, sebagai wakilnya dalam Pilkada mendatang. Duet Ahok-Heru yang diusung Teman Ahok, dideklarasikan pada Senin (7/3/2016). Setelah itu dilakukan aksi penggalangan sejuta KTP. Hasilnya luar biasa. Hanya dalam tempo tiga bulan, telah terkumpul 1.034.773 KTP, melebihi target.


Hasil survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei menunjukkan popularitas Ahok lebih tinggi dibandingkan dengan para calon gubernur DKI lainnya. Selain itu tingkat elektabilitasnya  juga tinggi.


Kian populernya nama Ahok membuat NasDem, Hanura, dan Golkar kepincut pada mantan Bupati Belitung Timur itu. Ketiga parpol itu kemudian sepakat mendukung Ahok dalam Pilkada DKI 2017 melalui jalur partai politik.


Sejak menjabat Gubernur, menggantikan Joko Widodo (Jokowi) yang terpilih sebagai Presiden RI pada Pilpres 2014, Ahok memimpin Jakarta dengan “keras” dan tidak segan-segan memecat PNS yang dinilai korupsi, pungli, dan bolos kerja. Sejak duduk di kursi DKI-1 pada November 2014, ia sudah memecat 120 PNS hingga November 2015. Selain itu sekitar 2.500 pejabat sudah distafkan.


Sebelum dilantik menjadi orang nomor satu di DKI, Ahok angkat kaki dari partainya, Gerindra. Penyebabnya, ia tidak setuju sikap Gerindra terkait Pilkada 2015. Gerindra menginginkan pilkada dipilih oleh DPRD, sedangkan Ahok berkeinginan pilkada dipilih langsung oleh rakyat. Pada akhirnya pemerintah dan DPR memutuskan pilkada dipilih langsung oleh rakyat.


Ahok dilahirkan di Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966. Ia mengawali kariernya di pentas politik pada tahun 2004 dan bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB). Dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009.

Wali Kota Bandung Mochamad Ridwan Kamil

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) memasukkan Kota Bandung sebagai salah satu dalam jaringan kota kreatif atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Sukses tersebut tak lepas dari nama Ridwan Kamil, sang Walikota. 

 

Tepatnya, Kota Bandung dipilih sebagai Kota Kreatif di bidang desain dan menjadi salah satu dari 47 kota di 33 negara dalam jaringan ini. Bandung menjadi kota kedua di Indonesia yang terdaftar di UCCN, setelah setahun sebelumnya Pekalongan terdaftar pula di UCCN di bidang Craft and Folk Art.


UNESCO menilai, Bandung memiliki sejumlah indikator sehingga terpilih sebagai kota kreatif di bidang Design. Beberapa indikator tersebut di antaranya, Bandung memiliki institusi bisnis di bidang desain, memiliki institusi pendidikan di bidang desain, dan tingginya komitmen pemerintah untuk menyokong indikator-indikator tersebut.


Keberhasilan Bandung meraih penghargaan ini tak bisa dilepaskan dari peran Kang Emil, sebutan Ridwan Kamil, sebagai wali kota. Tak hanya karena program dan kebijakan yang dikeluarkannya, nyatanya Kang Emil juga memiliki concern yang tinggi terhadap tata kota di Kota Kembang.


Ya, Kang Emil memang sosok piawai dalam hal desain dan arsitektur. Sebelum menjadi pejabat publik, pria kelahiran Bandung 4 Oktober 1971 ini pernah berkarir sebagai seorang arsitek dan dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung (ITB), serta menjadi Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong Kong & San Francisco), dan SAA (Singapura).


Kariernya sebagai arsitek dimulai tak lama setelah ia lulus S2 dari University of California, Berkeley, dengan bekerja di berbagai firma di Amerika Serikat. Sebelumnya, sambil kuliah S2, Kang Emil bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Berkeley. Pada tahun 2002, saat kembali ke tanah air, Kang Emil mendirikan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain.

Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari

Terpilih sebagai Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur selama dua periode (2010-2015 dan 2016-2021) dengan dukungan 89,43 persen suara, adalah bukti Rita Widyasari merupakan figur perempuan paling berpengaruh saat ini. Prestasinya juga diakui dunia.   

 

Ia berpengaruh bukan karena sekadar putri almarhum Syaukani HR yang tokoh sekaligus  mantan Bupati Kutai Kartanegara. Tapi juga karena jiwa kepemimpinan yang dipadu dengan program kerja yang tulus ia sajikan untuk rakyatnya.

 

Misalnya dengan program “Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera” (Gerbang Raja) yang selama ini telah dijalankan. Tujuan dari “Gerbang Raja” adalah mencapai rakyat Kutai Kartanegara yang maju, mandiri, dan sejahtera.


Gerbang Raja merupakan program pembangunan yang diusulkan Rita ketika terpilih sebagai Bupati Kutai Kartanegara sejak periode pertama. Program ini memiliki beberapa misi untuk memajukan Kutai Kartanegara, seperti pelaksanaan good governance, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memajukan sektor perekonomian dan pengembangan usaha rakyat. Termasuk mengembangkan potensi agribisnis, industri, dan pariwisata, hingga meningkatkan peran maupun  partisipasi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.


Melalui Gerbang Raja, Rita juga memperkenalkan konsep kesejahteraan untuk masa depan rakyat Kutai Kartanegara. Sejahtera menunjukkan kondisi kemakmuran masyarakat Kabupaten Kukar, yaitu masyarakat yang terpenuhi kebutuhan ekonomi (material) maupun sosial (spiritual) secara adil dan merata. Konsep kesejahteraan dalam program Gerbang Raja menerapkan kebijakan umum pencapaian keseimbangan. Artinya, tidak menghentikan yang besar agar tidak berkembang  dan memberikan dorongan lebih besar kepada yang kecil, agar terus berkembang.


“Ke depan, saya akan terus mewujudkan mimpi dalam membangun Kutai Kartanegara yang tertuang dalam 7 misi program Gerbang Raja, yang tinggal ditambahkan profesional dan mandiri,” ujar Rita Widyasari.


Prestasi sebagai figur pemimpin perempuan yang sukses membangun daerahnya, juga telah diakui internasional. Sekali lagi, ini membuktikan bahwa keterpengaruhannya juga diakui dunia. Sebut misalnya penghargaan internasional Global Leadership Awards 2016 untuk kategori Woman Icon Of The Year dari majalah bisnis asal Malaysia, The Leaders International yang bekerjasama dengan American Leadership Development Association (ALDA).

Gubernur Jawa Timur Soekarwo

Terpilihnya Soekarwo dua kali dalam pemilihan gubernur Jawa Timur dengan suara mutlak,  membuktikan ia memiliki pengaruh yang besar di masyarakat Jawa Timur (Jatim) yang berpenduduk lebih dari dari 37,4 juta jiwa.

 

Pakde Karwo, begitu sapaan akrabnya, yang berpasangan dengan Saifullah Yusuf, memenangi  Pilkada Jatim 2008, dan dilantik pada tahun 2009 untuk periode 2009-2014. Pada Pilkada 2014 Pakde Karwo kembali berduet dengan Saifullah, dan kembali meraih kesuksesan untuk memimpin Jatim masa bakti 2014-2019.


Berbagai terobosan besar dilakukan Pakde Karwo untuk memajukan Jatim yang terdiri dari 38 kabupaten/kota. Ia sukses menjadikan Jatim sebagai tujuan utama investasi di Indonesia. Investasi tersebut meliputi sektor perdagangan, perindustrian, pertambangan, kelautan, perikanan, jasa, dan lain sebagainya.


Nilai investasi di Jatim meningkat tajam dari Rp 25,41 triliun tahun 2009 menjadi Rp 67,91 triliun pada tahun 2015. Sementara investasi triwulan pertama 2016 sebesar Rp 146,5 triliun, dan ditargetkan tahun ini investasi mencapai Rp75 triliun.


Salah satu kiat sukses Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim meraih investasi dalam jumlah besar adalah memberikan kemudahan dalam perizinan melalui Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T). P2T  pada dasarnya bertujuan untuk menyederhanakan birokasi pelayanan perizinan dalam berbagai bentuk.


“Fungsinya mempercepat waktu pelayanan dengan mengurangi tahapan-tahapan dalam pelayanan dan pengurangan biaya yang dapat dilakukan dengan membuat prosedur pelayanan sehingga biaya resmi menjadi lebih transparan,” katanya.


Pada P2T tersebut  terdapat 17 sektor satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan melayani lebih dari 179 perizinan dan nonperizinan. Tidak itu saja, P2T juga telah menerapkan prosedur standar operasional sehingga memiliki kepastian dalam layanan, yakni kepastian waktu, kepastian biaya, serta kepastian prosedur atau persyaratan.


Maraknya investasi tersebut berhasil menciptakan banyaknya lapangan kerja, dan hal ini berdampak terhadap turunnya angka pengangguran dan kemiskinan. Pada tahun 2009 angka pengangguran sebanyak 5,08% lalu turun menjadi 4,47%  pada tahun 2015.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X

Meski jabatannya sama dengan kepala daerah provinsi lain di Tanah Air, namun dengan jabatan kulturalnya sebagai Raja ‘kerajaan’ peninggalan Majapahit, membuat Sri Sultan Hamengkubuwono X memiliki pengaruh kuat.

 

Sang Ngarso Dalem boleh dibilang sukses memimpin Yogyakarta menjadi sebagai lumbungnya pendidikan dan sebagai negeri tak goyah bencana. Selama hampir 18 tahun menjadi panutan, sang Sultan membawa Daerah Istimewa Yogyakarta melewati berbagai tantangan.


Sebagai Raja dari sebuah kerajaan yang memiliki otoritas di bidang pemerintahan, lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ini berperan besar menyatukan berbagai macam suku dibawah naungan Pancasila, serta memeluk perkembangan zaman, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai adat.


Contoh sangat menonjol, di mana banyak masyarakat berbeda warna kulit dan bahasa menimba ilmu di lumbungnya pendidikan Indonesia tersebut. Pria bernama asli Bendara Raden Mas Herjuno Darpito ini memang getol menyuarakan pentingnya kejujuran di kalangan pelajar.


Pendidikan di Yogyakarta memiliki visi center of excellent. Pada masa dekade 60-an, Yogya dipilih banyak pelajar untuk berguru kepada suhu-suhu yang ada. Julukan surga bagi penelitian, pengembangan wawasan dan kajian keilmuan memang tak salah.  Bukti pendidikan Yogyakarta sukses dapat dilihat dari raihan Provinsi Yogyakarta atas skor tertinggi sebagai daerah dengan Indeks Integritas Ujian Nasional jenjang SMA tertinggi se-Indonesia tahun 2014.


Belum berhenti di situ saja, Sultan juga memimpin Yogyakarta hingga menyabet kembali penghargaan Ki Hajar 2014 dengan kategori Kebijakan Terbaik dalam Pendayagunaan TIK untuk Pendidikan. Tahun berikutnya Yogya juga menerima anugerah Ki Hajar dalam kategori kebijakan dan program tingkat utama.


Julukan sebagai Negeri Tak Goyah Bencana lagaknya pantas disematkan kepada Yogyakarta. Semenjak berkuasa, ia selalu mendampingi rakyatnya melewati masa-masa sulit menghadapi gemuruh Gunung Merapi.


Letusan terparah terjadi tanggal 26 Oktober 2010. Rakyat Yogyakarta diuji dengan meletusnya Merapi yang disebut-sebut vulkanolog sebagai letusan ‘yang hampir menyamai letusan terdahsyat Merapi’ seribu tahun silam. Debu vulkanik bertebaran hingga mencapai luar provinsi seperti Tasikmalaya dan Bandung.


Dengant taktis, Sultan langsung menginstruksikan rehabilitasi dan rekonstruksi, paska Merapi meletus. Sekurang-kurangnya Rp 1 triliun digelontorkan pemerintah Yogya guna memulihkan kondisi terdampak Merapi seperti semula.


Tidak hanya letusan Gunung Merapi yang mengancam kerajaan itu. Provinsi Yogyakarta juga pernah mengalami goncangan gempa bumi yang meluluhlantakkan hampir seluruh daerah tersebut. Wilayah DIY memang berpotensi gempa karena berdekatan dengan kawasan tumbukan lempeng di dasar Samudra Indonesia yang berada di sebelah selatan.


Akan tetapi, rakyat dan Sultan Yogyakarta terbukti memiliki mental sangat kuat. Hanya butuh dua tahun, pemerintah provinsi telah memulihkan kondisi seperti sedia kala. Pemerintah daerah berhasil membangun 173.000 rumah bagi korban gempa.


Dunia internasional berdecak kagum melihat cepatnya proses pemulihan Yogyakarta. World Bank mengakui proses rekonstruksi salah satu yang tercepat di dunia. Alih-alih berserah kepada kontraktor, Sultan menyerahkan langsung perbaikan bersama masyarakat atau community base. Dan faktanya kearifan lokal menjadi poin penting dalam proses pemulihan DIY.


Seluruh rumah warga dibangun hanya menggunakan dana stimultan yang digulirkan langsung. Keberhasilan Yogyakarta bertarung dengan bencana menghantarkan provinsi kecil ini menjadi tuan rumah latihan Search and Rescue se-ASEAN yang dihelat bulan Juli 2016.


Dalam hal kesetaraan gender, Sri Sultan adalah seorang pendobrak yang sukses. Melalui pemberian nama gelar kepada sang putri sulung, berimplikasi pada dibolehkannya anak pertamanya itu menjadi penggantinya kelak. Ini menjadi terobosan luar biasa di kalangan Keraton yang memiliki suksesi tersendiri dan berpotensi sebagai tradisi baru, mendobrak kebiasaan. Ihy

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Dua kali terpilih menjadi Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, sebenarnya sudah menjadi bukti bahwa Tri Rismaharini adalah perempuan paling berpengaruh dan sangat inspiratif di Kota Surabaya.

 

Risma, tentu tidak akan sehebat itu jika tidak memiliki kemampuan leadership dan visi membangun yang luar biasa. Talenta kepmimpinannya itulah yang membuat ia mudah ‘menaklukan’ warganya untuk mau bergotong royong membangun Surabaya menjadi lebih baik.


Tak hanya di Surabaya, dunia juga mengakuinya. World Mayor, organisasi nonprofit bertaraf internasional mengganjarnya sebagai wali kota terbaik ketiga sedunia. Dia dianggap sukses mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik.


Sebelumnya Risma juga mendapatkan tujuh penghargaan internasional selama memimpin Surabaya, yakni Kota Terbaik Se-Asia Pasifik versi Citynet pada tahun 2012, penghargaan Kota Berkelanjutan ASEAN, Enviromentally Award 2012, dan masuk nominasi 10 wanita paling inspiratif 2013 versi Majalah Forbes pada tahun 2013. Ia juga menyabet dua kategori penghargaan tingkat Asia Pasifik dalam ajang FutureGov Award 2013, yakni data center melalui Data Center Pemerintah Kota Surabaya dan Data Inclusion melalui Broadband Learning Center (BLC). Surabaya menyingkirkan 800 kota di Asia Pasifik. Prestasi lainnya adalah Taman Bungkul mendapatkan penghargaan pada tahun 2013 The Asian Townscape Award dari PBB. Di samping itu Risma juga memperoleh penghargaan Mayor of the Month sebagai wali kota terbaik pada Februari 2014, dan mendapat penghargaan Socrates Award kategori Future City dari European Business Assembly (EBA) pada April 2014.


Salah satu gebrakan besar Risma dalam menata Surabaya adalah tahun 2014 ia berhasil menutup lokalisasi Gang Dolly dan Jarak, yang merupakan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara. Bukan hal yang mudah untuk menutup kedua lokalisasi tersebut, karena banyak pihak yang berkepentingan meraup keuntungan di tempat tersebut. Namun, Risma berani menutup tempat maksiat atas dukungan mayoritas warga. Ia tidak gentar menghadapi ancaman dari pihak-pihak yang merasa dirugikan. Ia memiliki semangat ingin mewujudkan kota Surabaya yang bersih dan terhindar dari penyakit masyarakat.


Satu lagi yang patut dicontoh dari Risma sebagai  kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahannya, ia tidak lagi menggunakan berlembar-lembar kertas untuk  menetapkan kebijakan proyek pembangunan lantaran semua prosedur dengan  sistem online. Maksudnya agar  lebih mudah mengontrol pengeluaran dinas. Sistem ini diterapkan pada seluruh sektor. Mulai dari kesehatan, pendidikan, perbaikan jalan, pajak, sampai kenaikan pangkat pegawai.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Agus Rahardjo

Menduduki posisi utama di sebuah lembaga yang paling ditakuti para pejabat publik seperti KPK, jelas membuat Agus Rahardjo memiliki pengaruh besar. Keberhasilan KPK dalam memberantas korupsi pun akan memberi pengaruh luas bagi kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.

 

Tidak lama setelah terpilih melalui voting Komisi III DPR RI, Kamis, 17 Desember 2015, Agus Rahardjo mampu menjadikan nama KPK sebagai salah satu lembaga yang tegas dalam hal pemberantasan korupsi. Tahun 2015, KPK hanya melakukan lima kali operasi tangkap tangan. Tidak sampai setengah tahun 2016, KPK telah lakukan delapan operasi tangkap tangan.


Di bawah komandonya, upaya penindakan yang dilakukan KPK pada beberapa waktu terakhir banyak melibatkan oknum yang bertugas di lembaga peradilan, mulai dari pejabat di Mahkamah Agung, hakim, hingga panitera pengadilan terjaring dalam operasi tangkap tangan.


Belum genap dua bulan, dua panitera pengadilan ditangkap KPK. Setelah sebelumnya panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution, kini giliran panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi yang ditangkap KPK karena diduga terlibat dalam kasus suap perkara.


Pada Februari lalu, KPK juga telah menangkap Kasubdit Kasasi Perdata Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata Mahkamah Agung, Andri Tristianto Sutrisna, atas keterlibatan dalam kasus suap. Sementara Sekretaris MA Nurhadi terus diperiksa oleh penyidik KPK karena diduga terlibat dalam kasus suap di PN Jakpus.


Agus Rahardjo mengatakan, peristiwa tertangkapnya seorang panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam kasus dugaan suap beberapa waktu lalu menjadi indikator bahwa lembaga peradilan Indonesia perlu dibenahi. Dia menampik anggapan bahwa KPK hanya berani menangani kasus dengan jumlah suap yang relatif kecil dan mengabaikan kasus-kasus lain yang lebih besar.


“Justru KPK sebenarnya ingin menunjukkan situasi yang sedang dialami oleh institusi penegak hukum saat ini. Sebenarnya KPK ingin memberi pesan bahwa dunia peradilan kita masih belepotan,” tandasnya.

Kepala Badan Keamanan Laut RI Ari Soedewo

Ketika Presiden Joko Widodo menegaskan kembali jati diri Indonesia sebagai Negara maritim dan harus menjadi “Poros Maritim Dunia”, maka pada saat itulah keamanan laut menjadi sesuatu yang strategis dan signifikan untuk mendukung sektor maritim sebagai tulang punggung perekonomian bangsa. Maka, hadirnya Badan Keamanan Laut RI (Bakamla) adalah sesuatu yang niscaya.

 

Sebagai badan yang bertugas melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia, Bakamla yang sebelumnya bernama Badan Koordinasi Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakorkamla) pun disokong oleh payung hukum Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014 tentang Badan Keamanan Laut dan saat ini RUU Keamanan Laut yang sedang digodok antara pemerintah dan DPR RI akan memperkuat kehadiran lembaga ini.


Namun begitu, Kepala Bakamla Laksmana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., tegas mengatakan bahwa Bakamla adalah lembaga yang didalamnya ada sinergi 14 stakeholder bidang kemaritiman dan keamanan untuk bersama-sama menjaga laut negeri ini.


“Kalau mengambil istilah sepak bola, kami tidak memposisikan diri sebagai kapten. Jadi tidak ada overlapping wewenang disana,” tegas mantan Assisten Operasional Kepala Staf TNI Angkatan Laut ini. Kenapa? “Karena laut Indonesia menyimpan sumber daya alam yang melimpah dan merupakan perlintasan niaga dunia. Maka dari itu, apabila kita dapat memaksimalkan pengelolaan sumber daya kelautan dan menjaganya dengan baik maka kedepannya Indonesia dapat menjadi Negara yang maju. Perlu kita pahami Negara-negara adidaya di dunia sangat bergantung terhadap sektor maritimnya sehingga apabila sektor maritim dapat kita kembangkan dengan baik maka tidak ada alasan Indonesia tidak bisa menjadi Negara yang maju di kemudian hari,” ujarnya.


Ari yakin, untuk mewujudkan agar laut Indonesia selalu aman adalah meningkatkan sinergitas antar instansi penegak hukum di laut. “Mengamankan wilayah perairan Indonesia yang sangat luas ini tidak mungkin dilakukan sendirian dan Bakamla dibentuk oleh pemerintah bukan untuk menjadi pesaing dari instansi yang sudah ada, namun kehadiran Bakamla diharapkan dapat mensinergikan seluruh instansi yang memiliki kewenangan di laut. Sehingga dengan kehadiran Bakamla diharapkan dapat mendukung kekuatan pertahanan dan keamanan maritim Indonesia sebagaimana pilar kelima dari konsep “Poros Maritim Dunia”, yakni “membangun kekuatan pertahanan maritim,” bebernya lagi.Sehingga operasi yang dilaksanakan oleh Bakamla merupakan operasi yang terintegrasi dengan perlibatan seluruh unsur patrol yang dimiliki oleh kementerian dan lembaga.

Ketua Mahkamah Konstitusi RI Arief Hidayat

Siapapun yang memimpin Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI), dapat dipastikan dia adalah sosok yang mendapat mandat dan berpengaruh. Karena ia harus mampu memimpin sebuah lembaga yang mengkaji dan membatalkan Undang-Undang jika bertentangan dengan UUD 1945. Mahkamah Konstitusi dikatakan sebagai the guardian of the constitution bahkan dapat dikatakan pula sebagai the guardian of the ideology. Dan posisi pucuk pimpinan itu kini dipercayakan kepada Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S.

 

Mantan Dekan Fakultas Hukum Undip ini terpilih menjadi Ketua MK periode 2015-2017 menggantikan Hamdan Zoelva yang habis masa jabatannya pada 7 Januari 2015. Pria kelahiran Semarang, 3 Februari 1956 ini selalu berusaha menjaga MK sebagai lembaga yang berintegritas, independen dan bergengsi yang mampu menjadi pengawal utama negara hukum yang demokratis.


Pertama kali duduk sebagai Ketua MK, satu hal yang dilakukannya adalah membenahi lembaga itu secara internal. Ia mengajak semua hakim konstitusi dan seluruh pegawai MK untuk bekerja dengan amanah yang diajarkan agamanya masing-masing. “Karena kerja kami memutuskan perkara, dan putusan MK atas perkara yang diujikan haruslah untuk kepentingan bangsa dan negara serta dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT.,” tegasnya.


Tak berlebihan mengingat MK adalah lembaga negara yang diberi kewenangan sangat besar. MK yang hanya beranggotakan 9 orang dapat membatalkan Undang-Undang (UU) yang telah dibuat oleh Presiden dan 560 orang anggota DPR RI, apabila UU tersebut dinilai bertentangan dengan UUD 1945. Bahkan, MK dapat membatalkan pemenang Pilkada (pemilihan kepala daerah) yang telah dipilih oleh jutaan pemilih jika terbukti terdapat pelanggaran dalam proses pelaksanaannya. Selain itu, MK juga dapat membubarkan partai politik dan memutuskan impeachment Presiden dan/atau Wakil Presiden.


Maka, sosok Ketua MK haruslah orang yang amanah, jujur dan kredibel. MK pernah terpuruk di mata publik ketika ketuanya saat itu Akil Mochtar terlibat kasus korupsi dan ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK.  Menurut Arief, kepercayaan publik terhadap MK saat itu yang semula di angka 70% dari responden, anjlok alias turun di angka terendah 15 %. MK hancur! Syukurlah MK bisa bangkit kembali di bawah kepemimpinan Ketua MK Hamdan Zoelva dan Wakilnya Arief Hidayat. Terlebih lagi, MK mampu menyelesaikan perkara Pileg (pemilihan anggota legislatif) dalam waktu 30 hari dan Pilpres (pemilihan Presiden dan Wakil Presiden) tahun 2014 meski hanya diberi waktu 14 hari. Kepercayaan publik terhadap MK kembali meningkat, karena MK telah menyelesaikan perkara-perkara Pilkada serentak tahun 2015 dengan baik.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso

Jabatannya sebagai Kepala BNN menempatkan Budi Waseso di posisi yang sangat strategis dan berpengaruh. Terlebih dengan gaya dan cara kerjanya yang cepat, tegas, dan tanpa kompromi.

 

Sejak memimpin, BNN telah mengungkap 1.015 kasus narkotika dari 72 jaringan sindikat selama periode 2015 hingga Juni 2016. Seluruh kasus tersebut menjerat 1.681 orang tersangka yang terdiri dari warga negara Indonesia maupun Warga Negara Asing (WNA).


BNN juga mengungkap tindak pidana pencucian uang yang berasal dari kejahatan narkotika dengan nilai aset yang disita sebesar Rp142 miliar lebih, dengan alat bukti yang disita dalam satu setengah tahun terakhir, mencapai 2,8 ton sabu, 707.864 butir pil ekstasi, 4,1 ton ganja kering dan lahan ganja seluas 69 hektare.


Dalam upaya mengurangi jumlah pengguna narkoba, BNN telah merehabilitasi 42.429 pecandu narkoba sepanjang periode 2015 hingga Juni 2016. Sebanyak 2.500 pecandu dari jumlah keseluruhan direhabilitasi di balai besar rehabilitasi BNN di Lido Bogor, Baddoka Makasar, Tanah Merah Samarinda, dan Batam Kepulauan Riau.


Kemudian, dalam rangka deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan dan lingkungan kerja, sejak tahun 2015 sampai dengan Juni 2016, BNN telah melakukan tes urine terhadap 186.533 orang. Dari jumlah tersebut teridentifikasi positif pengguna narkotika sebanyak 1.175 orang atau 0,63 persen.


Di samping itu, BNN juga melakukan langkah pemberdayaan alternatif dengan melatih 705 warga di kawasan rawan narkotika dengan beragam keterampilan life skill. BNN juga telah membentuk satgas anti narkoba di seluruh daerah di Indonesia dengan total 19.854 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, swasta, instansi pemerintah, dan masyarakat.


Kerja keras BNN Pusat dalam mengungkap peredaran narkoba dari kelompok jaringan internasional, juga banyak membuahkan hasil. Hal itu berkat kerja sama dengan berbagai pihak untuk saling bahu membahu, akhirnya informasi awal soal kemungkinan adanya penyelundupan narkoba dalam jumlah besar ke Indonesia dengan memanfaatkan barang impor bisa ditindaklanjuti bersama Bea dan Cukai.

Jaksa Agung RI Muhammad Prasetyo

Kehadirannya sebagai Jaksa Agung RI memberikan gairah baru di panggung hukum nasional. Dalam soal ketegasan melaksanakan eksekusi hukuman mati bagi para bandar besar narkoba, misalnya, ia tak main-main. Tak pelak, langkahnya memberikan pengaruh dan efek jera bagi para pelaku peredaran narkoba.

 

Belum genap tiga bulan menjabat Jaksa Agung, Muhammad  Prasetyo sudah mengeluarkan pernyataan keras melawan para pengedar besar narkoba di Indonesia. Ia mengatakan hukuman mati harus dilakukan terhadap mereka.

 

Alasannya sederhana saja, jika hukuman mati dilakukan saja masih terjadi kejahatan besar seperti narkoba atau pembunuhan berencana, apalagi tidak. Karena itu,  mereka yang bersalah sebagai bandar dan memenuhi syarat, pidana mati harus dilakukan. Meskipun dia mengakui ada pro kontra soal hak asasi manusia atau HAM.


Langkah tegas Prasetyo sangat beralasan. Mengingat saat ini di Indonesia dalam kondisi darurat bahaya narkoba. Setidaknya sudah 4 juta orang menjadi korban penyalahgunaan narkoba.  


“Tiap hari 30 meninggal dunia karena narkoba. Pengguna ada aturan, pengedar dan bandar perlu diperlakukan lain, ancamannya hukuman mati itu. Hukum positif kita masih menyatakan hukuman tertinggi itu hukuman mati,” katanya lagi.


Ketegasan Prasetyo patut diacungi jempol karena pilihannya untuk mengeksekusi para Bandar besar narkoba itu bukan tidak mendapatkan tantangan hebat. Setidaknya, sejumlah tokoh dunia telah meminta Indonesia tidak melakukan eksekusi tersebut. Mulai dari  Australia, Brazil dan sejumlah negara lainnya termasuk imbauan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. “Kita jalan terus. Jalan terus. Tidak ada yang menghambat. Sama sekali bukan karena itu (protes dari beberapa negara). Itu wajar. Negara yang membela kepentingan warganya itu wajar. Tapi masing-masing punya kedaulatan hukum. Kita menghargai kedaulatan mereka, tentunya diharapkan menghargai kedaulatan hukum kita. Ya, itu (pernyataan keberatan dari PBB) himbauan saja. Bukan larangan,” tegas Prasetyo. Hasilnya, telah dilakukan eksekusi secara bertahap mulai tahun lalu hingga eksekusi tahap kedua di tahun 2016 ini.


Namun demikian, selain itu, Prasetyo juga merupakan sosok berpengaruh di Kejaksaan Agung. Karena jauh sebelum menjadi petinggi Partai NasDem dan sempat duduk sebagai anggota DPR RI ia adalah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI dan Direktur Upaya Hukum Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Agung RI.

Kepala Badan Nasioanl Penanggulangan Terorisme RI Suhardi Alius

Lahirnya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI atau BNPT tak lepas dari kesigapan pemerintah dalam mengamankan rakyatnya dari aksi teror. Siapapun yang memimpin BNPT, ia adalah sosok berpengaruh dan piawai dalam menangani aksi teror di negeri ini.

 

Orang nomor satu di BNPT kini dijabat oleh Komjen Suhardi Alius menggantikan Jenderal Polisi Tito Karnavian yang dipromosikan sebagai Kapolri.  Tugas berat yang dititipkan Tito kepada penggantinya adalah menanggulangi masalah terorisme yang menjadi ancaman global, yang memiliki jaringan lokal hingga internasional.


“Kami harapkan beliau juga mampu membangun hubungan juga dengan regional karena ini ada jaringan-jaringan yang sudah terbangun. Misalnya di Malaysia ada serangan teror, kelompok Abu Sayyaf di Filipina, Thailand juga diserang. Saya yakin beliau akan segera bekerja sama di tingkat regional,” imbuh Tito.


Tak hanya itu, Tito menuturkan jaringan teroris yang sekarang adalah jaringan global. Kalau dulu ada Al Qaeda, sekarang ancaman datang dari ISIS. “Beliau perlu membangun hubungan dengan dunia internasional,” ujarnya.
Salah satunya, Tito menyarankan agar Suhardi banyak safari ke luar negeri untuk membina hubungan dengan lembaga-lembaga penanggulangan teroris internasional termasuk badan-badan intelijennya.


“Dan saya yakin dengan kemampuan beliau, beliau sudah banyak berkecimpung di dalam hubungan-hubungan dengan counterpart-counterpart asing itu. Saat kabareskrim, saat beliau sekolah di luar negeri, ini akan membantu beliau menjadi modal besar beliau menangani BNPT,” papar Tito.


Sementara secara internal, Tito berharap Suhardi dapat membangun soliditas di BNPT. Dengan kemampuan manajerial dan leadership Suhardi, Tito yakin mantan Kabareskrim itu dengan cepat bisa beradaptasi.


Suhardi juga bergerak cepat, setelah gembong teroris Santoso tewas ditembak, pihaknya telah memetakan jejaring terorisme, termasuk yang melibatkan mantan narapidana, dalam upaya mencegah dan menindak aksi teror. Aparat akan mengawasi dan memberikan sentuhan persuasif kepada narapidana yang masuk jejaring itu. Pihaknya juga akan menggunakan teknologi canggih dalam melakukan pemantauan tersebut.  Pihaknya juga akan merangkul para pemuka agama, tokoh masyarakat dan mempererat kerjasama dengan sejumlah kementerian atau lembaga yang mempunyai keterkaitan dengan penanggulangan terorisme.


Sosok Suhardi yang kalem dan mudah bergaul, rasanya pas dalam merangkul banyak pihak dalam menangkal gerakan radikalisme. Kebiasaannya blusukan saat menjabat sebagai Kadiv Humas Polri, tampaknya akan dilanjutkan di BNPT.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Tito Karnavian

Rekam jejaknya yang bersih didukung seabrek prestasi menjadikan sosok Tito diyakini mampu melakukan reformasi yang fokus mengatasi budaya korupsi, hedonis, dan konsumtif tersebut. Penguatan reformasi kultural di tubuh Polri menjadi agenda yang akan dilakukan Kapolri baru ini.

 

Tampil sebagai Kapolri termuda sepanjang sejarah Polri tak menyurutkan langkah Tito Karnavian. Kinerja Tito yang brilian, yang tercatat dalam rekam jejaknya, mendapat apresiasi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Selama ini Tito dinilai telah bekerja dengan cerdas, taktis, tegas, berani, dan tak tebang pilih. Hal itu seolah menggenapi gaya pemerintahan Presiden Jokowi yang kreatif, profesional, dan terus bergerak.


Ditetapkannya Tito sebagai Kapolri pada 14 Maret 2016 pun tak banyak mengundang kontroversi. Kehadiran Tito dinilai sebagai langkah berani untuk menerapkan Revolusi Mental di tubuh Polri. Terlebih lagi, Tito memang berkehendak untuk memperkuat reformasi yang dianggapnya stagnan sepanjang 18 tahun ini.


Salah satu bidikan Tito untuk melakukan reformasi kultural adalah dari sektor anggaran. Tito menilai, proporsi anggaran saat ini menunjukkan Polri bukan institusi yang baik. Pasalnya, 62 persen anggaran dihabiskan untuk belanja pegawai, 28 persen belanja operasional, dan 10 persen belanja modal. Alhasil, terlihat banyak uang habis untuk gaji.


Sementara untuk menekan belanja pegawai, Tito menerapkan kebijakan dengan melakukan prinsip pengetatan rekrutmen, yaitu hanya akan mengganti anggota yang sudah pensiun dan tak akan ada rekrutmen berdasarkan rasio.
Pola rekrutmen berdasarkan rasio disinyalir memiliki potensi menimbulkan penyalahgunaan wewenang. Sebab, 50 ribu orang anggota Polri tidak diberi rumah dan belanja operasional. Perumahan bagi anggota Polri saat ini baru mencukupi sekitar 14 persen. Ujung-ujungnya, dikhawatirkan ada anggota Polri yang cari ‘sampingan’ koruptif.


Untuk menunjang keberhasilan reformasi di tubuh Polri tersebut, Tito berharap tunjangan kinerja Polri dapat dinaikkan hingga 100 persen pada 2019, dengan belanja operasional naik secara bertahap menjadi 40-45 persen. Bila itu dipenuhi, Tito yakin tidak ada lagi anggota Polri yang hidup mencari sampingan.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Adityawarman

Nama Adityawarman tak bisa dilepaskan dari jalan tol di Indonesia. Ia merupakan sosok yang turut berkomitmen terhadap pengembangan jalan bebas hambatan di negeri ini. Karena itulah pemerintah memercayakan Adityawarman memimpin Jasa Marga hingga dua periode.

 

Lebih dari separuh usianya ia sudah curahkan untuk membangun jalan tol di berbagai wilayah di Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, selain panjang jalan yang terus bertambah juga terjadinya modernisasi jalan tol seperti diterapkannya pembayaran tol elektronik multibank, penambahan Variable-Massage Signs (VMS) dan Closed-Circuit Television (CCTV) digitalisasi Call Centre Jasa Marga 14080, serta juga integrasi transaksi dengan operator jalan tol lain.


Dengan cara itulah Adityawarman bersama Jasa Marga ikut berperan besar dalam mengisi pembangunan Republik Indonesia yang kini telah berusia 71 tahun.


Dalam pandangannya, di usia negeri ini yang ke-71 tahun, terbukti bahwa pembangunan infrastruktur sejak kemerdekaan Indonesia khususnya pembangunan jalan tol semakin terus meningkat dari tahun ke tahun. “Namun demikian kebutuhan masyarakat akan layanan jalan sedemikian besarnya seiring dengan pertumbuhan ekonomi, dimana pertumbuhan lalu lintas lebih tinggi dari pertumbuhan pembangunan jalan baru,” akunya.


Dengan kebutuhan masyarakat akan infrastruktur yang sangat tinggi saat ini, ia tak menampik bahwa pihaknya masih membutuhkan banyak sekali jalan tol-jalan tol baru yang akan dibangun. Sebagai contohnya, jaringan jalan tol di Pulau Jawa masih harus terus digenjot pembangunannya demikian pula di luar Pulau Jawa.


“Trans Jawa sepanjang 1193 km, yang sudah beroperasi sepanjang 523 km. Untuk Jalan Tol Trans Sumatera dibutuhkan 2.865 km dan saat ini beroperasi sekitar 42,7 km yaitu Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa,” paparnya.


Untuk itulah, alumnus Fakultas Teknik Sipil Universitas Diponegoro, Semarang ini berobsesi agar cita-cita kemerdekaan yang dicanangkan oleh Proklamator RI untuk menciptakan kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, dapat terwujud. “Oleh sebab itu yang pertama, melalui Jasa Marga saya berobsesi agar Jasa Marga terus dapat melakukan percepatan pembangunan jalan tol di Indonesia yang menurut hemat saya mempunyai peran penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas dan menciptakan lapangan kerja,” tekadnya.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto

Kurang lebih tiga bulan menyandang jabatan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan), Agus Susanto sudah memperlihatkan kinerja yang luar biasa dimana pencapaian keuangan BPJS Ketenagakerjaan per Mei 2016 mencapai Rp223triliun lebih. Sosoknya memang memiliki pengaruh besar di lingkungan BUMN ini.

 

Dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) per Februari 2016 menggantikan Elvyn G. Masassaya sebagai Direktur Utama, bukan tanpa alasan. Ia dikenal sebagai orang yang berprinsip kuat dalam menjalankan amanahnya.  Meski sebelumnya ia bukan pejabat dari internal BPJS Ketenagakerjaan. Agus sebelumnya adalah  Senior Vice President PT Bank CIMB Niaga Tbk. Sebelumnya ia bekerja sebagai Presiden Komisaris PT Niaga Managemen Citra dan Presiden Direktur Dana Pensiun Bank CIMB Niaga.


Hal itu membuat pria 52 tahun ini kaya dengan keahlian di bidang perbankan dan pasar modal. Ia juga memiliki banyak pengalaman menangani seluruh kegiatan produk perbankan yang berhubungan dengan pasar modal.


 Agus pernah menapaki kakinya dalam berbagai kegiatan seperti Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI), Asosiasi Bank Kustodia Indonesia (ABKI), Asosiasi Wali Amanat Indonesia (AWAI), Perbanas, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), dan International Securities Services Association (ISSA) Luxemburg.


Langkah pertama di BPJS Ketenagakerjaan diawali dengan memetakan kembali portofolio investasi BPJS Ketenagakerjaan. Jika melihat tahun 2015 lalu BPJS Ketenagakerjaan mengelola dana sebesar Rp 2016 triliun. “Kami akan lihat posisi portofolio idealnya seperti apa. Dengan pengalaman masing-masing, kami akan coba sinergi dan memikirkan yang lebih baik bagi pekerja maupun ekonomi nasional,” ungkapnya saat mengawali jabatannya pada Februari lalu.


Tidak melepaskan prinsip roadmap yang dijalankan direksi sebelumnya, Agus membawa hasil lebih baik. Statementnya terbukti saat laporan kinerja keuangan per Mei 2016 mencapai Rp223triliun lebih dari target tahun 2016 sebesar Rp 246 triliun.

Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Alex Janangkih Sinaga

Telkom sukses membukukan triple double growth pada sektor pendapatan, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) dan laba bersih. Ini berkat bisnis digital, sesuatu yang jeli diantisipasi oleh sang dirigen.

 

Selama enam bulan pertama 2016, Telkom meraup pendapatan Rp56,45 triliun, atau tumbuh 15,6%.  EBITDA tercatat Rp28,80 triliun (melesat 22,8%), sementara laba bersih tercatat Rp9,93 trilyun, atau tumbuh 33,3%.
Bisnis data, internet, dan layanan IT menjadi kontributor terkuat dalam pertumbuhan perseroan. Kedua layanan bisnis yang digarap Telkom itu tumbuh 50,7% dengan kontribusi sebesar Rp22,64 triliun atau 40,1% dari keseluruhan pendapatan perseroan.


Pertumbuhan pada pendapatan data, internet dan layanan IT tak lepas dari perluasan infrastruktur fiber optic dan BTS 3G/4G, sesuai arah strategi yang ditetapkan Alex demi menuju positioning sebagai digital company. Memahami situasi perkembangan, Alex merancang bisnis digital sebagai engine of growth perusahaan di masa-masa mendatang.


Adapun layanan IndiHome Triple Play yang diluncurkan pada awal 2015 kini telah memiliki 1,5 juta pelanggan hingga akhir Semester 1 2016. Dengan didukung infrastruktur jaringan fiber optic, Alex bertekad akan terus meningkatkan kualitas layanan IndiHome, di antaranya dengan meningkatkan jumlah dan kemampuan teknisi untuk mendukung permintaan layanan IndiHome yang berkualitas di rumah pelanggan.


Pengakuan atas kinerja Telkom di bawah kepemimpinan Alex ibarat air yang terus mengalir. Yang terbaru, Alex dianugerahi penghargaan paling bergengsi sebagai Telecom CEO of The Year dalam ajang Asia Pacific ICT Award 2016 yang diselenggarakan Konsultan Manajemen Bisnis terkemuka, Frost & Sullivan.


Sebelumnya, Telkom menyabet tiga penghargaan pada ajang “6th Asian Excellence Award 2016” yang diselenggarakan oleh Corporate Governance Asia yang berbasis di Hong Kong. Tiga penghargaan tersebut meliputi Asia’s Best CEO untuk Direktur Utama Telkom Alex J Sinaga, Asia’s Best CFO, serta Asia’s Best Investor Relations Company.

Presiden Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthony Salim

Memimpin konglomerasi dengan jejaring usaha yang begitu luas, jelas membuat sosok ini layak masuk dalam daftar tokoh berpengaruh dari tahun ke tahun.

 

Sebagai putra mahkota konglomerat papan atas di era Orde Baru, Lim Soe Liong, Anthony sudah dipersiapkan sejak muda. Oleh sebab itu, ketika Grup Salim mengalami masa suram di era krisis moneter 1998, ia mampu membalikkan keadaan.


Diwajibkan harus membayar hutang sebesar Rp 55 triliun, Grup Salim terpaksa harus menjual beberapa perusahaannya. Dari sinilah, satu per satu “permata” Salim lepas. Salim tak lagi menjadi pemilik mayoritas di sejumlah perusahaan yang dulu menjadi tambang uangnya.


Sebut saja PT Indocement Tunggal Prakarsa dan PT Indomobil Sukses Internasional. Yang paling menyakitkan, Salim harus kehilangan BCA, yang hampir sepenuhnya jatuh ke tangan Grup Djarum dan Farallon Capital (Amerika Serikat).


Namun Antony tetap mempertahankan PT Indofood Sukses Makmur (Indofood) dan PT Bogasari Flour Mills. Setelah beberapa tahun, di bawah kepemimpinan Anthony, Grup Salim kembali menunjukkan taringnya.


Pada 2004 ia kembali ke tampuk kepemimpinan Indofood yang sebelumnya dipegang oleh Eva Riyanti Hutapea. Ia pun mampu membuat perusahaan mi instan dan tepung terigu ini menjadi yang terbesar di dunia.


Tak hanya itu. Sebab, krisis ekonomi global pada 2008 juga kembali membuat Grup Salim  terombang-ambing karena laju inflasi. Akibatnya, industri agrobisnis Indofood merosot tajam. Begitupun penjualan Bogasari yang ikut menurun akibat harga tepung yang juga turun.


Dengan kondisi tersebut tidak membuat Anthony berputus asa. Malah sebaliknya, ia menilai kondisi turunnya harga komoditas justru membuka peluang. Ia lantas berinovasi menciptakan produk baru, produk gula. Permintaan domestik akan produk gula terbukti semakin meningkat, bahkan permintaan melebihi jumlah produksi.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Arif Wibowo

Keberhasilan membawa Garuda Indonesia kembali meraih penghargaan Maskapai Bintang Lima oleh Skytrax tahun ini, menunjukkan maskapai nasional ini sudah ‘diurus’ dengan baik. Tentu bukan orang biasa yang mampu melakukan ini di tengah persaingan ketat industri penerbangan global.

 

Dari total lebih dari 200 maskapai penerbangan di seluruh dunia saat ini, hanya ada tujuh maskapai bintang lima yang dipilih Skytrax. Tujuh maskapai tersebut selain Garuda Indonesia, yakni Singapore Airlines, Cathay Pacific, Qatar Airways, Asiana Airline, All Nippon Airlines, dan Hainan Airlines.


“Pencapaian ini merupakan milestone penting bagi Garuda Indonesia di awal tahun 2016, sekaligus menjadi tantangan lebih besar bagi Garuda Indonesia untuk secara terus-menerus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa,” sebut Arif dalam siaran pers.


Sekadar informasi, Skytrax adalah perusahaan konsultan Inggris yang melakukan riset mengenai maskapai penerbangan global. Perusahaan ini melakukan survei untuk menentukan maskapai, bandar udara, hiburan dalam pesawat, staff, dan elemen perjalanan udara terbaik lainnya.


Sejak tahun 2014, Arif dipercaya untuk memimpin Garuda Indonesia. Banyak prestasi lain yang telah diraih di bawah kepemimpinannya, seperti, pada bulan Mei 2016 lalu, berhasil meraih penghargaan “Indonesia Green Awards” terdiri dari tiga kategori “Penyelamatan Sumber Daya Air” untuk program Biopori dan Konservasi Air, kategori “Pengembangan Keanekaragaman Hayati” untuk program Bali Beach Clean Up, Bali Eco Weekend, Penghijauan Area Garuda City, dan Kampanye penyelamatan Hiu #SOShark, serta kategori “Pengembangan Pengelolahan Sampah Terpadu” melalui program Paper Recycling.

Direktur UTAMA PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Asmawi Syam

Mengorbitnya satelit BRI atau BRIsat tak pelak mengorbitkan nama Asmawi Syam, juga. Wajar saja, karena di era Asmawi lah BRI sukses mengirim satelitnya di orbit langit Papua, Geostationary titik koordinat 150.5 derajat Lintang Timur.

 

Suka tak suka, peluncuran BRIsat ini merupakan momen membanggakan bagi Bank BRI dan rakyat Indonesia. Bobot kesejarahannya pun mengingatkan kita pada saat peluncuran Satelit Palapa pada tahun 1976.


Jika Satelit Palapa yang diluncurkan pada tahun 1976 merupakan satelit pertama yang dimiliki oleh rakyat Indonesia, maka BRIsat merupakan satelit pertama dan satu-satunya yang dimiliki dan dioperasikan sendiri oleh Bank milik rakyat Indonesia yakni Bank BRI.


Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah pembangunan perbankan negeri ini dengan peluncuran BRIsat. Inilah inovasi teknologi terdahsyat yang dilakukan bank pribumi. Tidak sekadar menjadi negara satu-satunya yang memiliki satelit perbankan di dunia, tapi juga menjadi langkah menuju kehidupan yang lebih baik, dengan memajukan digital banking di Indonesia. BRI kini menjadi Best of the Best Application Technology of Community Banking.


Ketokohan Asmawi sebagai bankir di BRI tak hanya ditakar dari peluncuran satelit semata. Ia sudah lama dikenal sebagai sosok bankir profesional yang sudah kenyang ‘makan asam garam’ dunia perbankan nasional karena mengawali karier di bank ini mulai dari bawah.


Tak heran kalau banyak staf dan karyawan BRI menilai Asmawi sebagai pemimpin yang penuh tanggung jawab serta pekerja keras. Baginya, pekerjaan dan posisi yang diraihnya merupakan ibadah yang diamanahkan kepadanya. Untuk itu, ia tak main-main. Sejak dulu ia selalu berusaha dan bekerja keras untuk bisa melampaui target yang diharapkan. Dan, itu terlihat dari performa yang bagus dari BRI selama kepemimpinannya.


Seperti misalnya, sejak ia diberi amanah dan tanggung jawab sebagai Direktur Utama BRI, tugas dan tanggung jawabnya tak hanya membesarkan BRI semata, namun merasa memiliki tugas yang lebih besar lagi, yakni ia ingin seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan manfaat kehadiran BRI, “Bagi saya adalah salah apabila saya hanya bertanggungjawab membesarkan BRI tanpa rakyat Indonesia merasakan manfaat kehadiran BRI,” tegasnya.

CEO CT Corp Chairul Tanjung

Memulai usaha dengan hanya satu karyawan dan kini mencapai lebih dari 100 ribu karyawan yang tersebar di gurita bisnis, membuat sosok satu ini jelas memiliki pengaruh kuat. Dibanding konglomerat lain, orang terkaya nomor 5 di Tanah Air ini merengkuh puncak sukses di usia muda, 54 tahun.

 

Rekam jejak CT, sapaan akrabnya, bukan hanya di kancah bisnis. Sebab ia juga pernah dipercaya di bidang pemerintahan. Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, CT dipercaya menjabat Menko Perekonomian, dan menjadi pelaksana tugas dua kementerian: Kementerian Kehutanan dan Kementerian ESDM. Sebelumnya diserahi tugas sebagai Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN).


Di dunia bisnis, langkah-langkah CT tergolong agresif.  Pada 2010, ia mengambil alih Carrefour, salah satu raksasa ritel asal Prancis. Ia mengambilalih 40% saham, yang berarti menjadi single majority di perusahaan itu.


Pengambilalihan Carrefour dilakukan dalam proses negosiasi yang berlangsung hanya tiga bulan. Itupun terjadi hanya beberapa bulan setelah ia mendirikan Trans Studio, pusat hiburan keluarga di Makassar, yang menambah perbendaharaan bisnisnya, sekaligus mengukuhkan CT Corp sebagai pemain yang disegani di Indonesia.


Membeli Carrefour berarti membeli jaringan bisnis dan jaringan distribusi. Di balik penguasaan Carrefour, CT memiliki misi Merah Putih, yakni membuka pasar selebar-lebarnya bagi produk yang dihasilkan para pengusaha UMKM untuk dapat menembus pasar dunia.


Ia melabrak pakem umum bahwa bisnis dan idealisme tak bisa disatukan. “Saya bilang, no way!  Kenapa? Kalau you bisnis dengan idealisme, maka akan sustain. Kalau you cuma bisnis doang tanpa idealisme, nggak akan bisa sustain.

 

Ini benar, demi Allah, saya ambil Carrefour niatnya baik, yang pasti untuk bangsa ini. I will do everythings untuk make sure bahwa ini bisa jadi alat saya untuk membuat bangsa ini lebih baik,” tandas CT.

Pendiri Mayapada Group Dato' Sri Tahir

Sukses di belantara bisnis dan menjadi salah seorang terkaya di Indonesia, tidak membuat Dato’ Sri Tahir lupa daratan. Pendiri Mayapada Group ini mendermakan harta bendanya untuk membantu orang-orang miskin. Ya, Tahir memiliki pengaruh besar dalam berbagai kegiatan sosial di tanah air.

 

Membuat orang lain bahagia dan hidup sejahtera adalah obsesi Tahir. Salah satu upaya yang dilakukannya adalah mengembangkan wirausaha kecil dan menengah. Melalui  bank yang didirikannya, Bank Mayapada, ia tanpa kenal lelah memacu semangat masyarakat untuk berwirausaha. Bank tersebut memberikan pinjaman dana untuk memperkuat modal masyarakat berwirausaha. Berkat perjuangannya tersebut Tahir mendapat gelar Honoris Causa (HC) atau Doktor Kehormatan dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya beberapa waktu lalu.


Tahir pun menaruh kepedulian pada tenaga kerja wanita (TKW). Ia mengucurkan dana sebesar Rp1triliun untuk pelatihan calon TKW yang akan bekerja di luar negeri.


Kiprahnya yang juga menonjol adalah pada tahun 2014 Tahir mengucurkan dana USD3,27 juta dalam rangka pemberian beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu yang tersebar di sepuluh perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Selain itu untuk bantuan di dunia pendidikan menengah se-Nusantara, Tahir membeli 10.000 laptop dengan total nilai USD 3 juta bagi lima bintang kelas teratas yang berasal dari keluarga tidak mampu. Ia juga memberi beasiswa bagi mahasiswa-mahasiswa Peking University dan Haas School of Business yang berasal dari Asia Pasifik.


Sementara itu aktivitasnya di bidang kesehatan Tahir membangun rumah sakit Mayapada di Tangerang, Banten, dan Jakarta Selatan. Rumah sakit tersebut mempermudah akses pelayanan bagi orang-orang miskin.


Gebrakannya yang sangat terkenal adalah pada tahun 2013 Tahir memberikan sumbangan sebesar US$ 75 juta untuk The Global Fund untuk melawan TBC, HIV, dan malaria di Indonesia. Ia bermitra dengan Bill & Melinda Gates Foundation, yayasan sosial milik konglomerat Amerika Serikat, Bill Gates. US$ 10 Juta di antaranya digunakan untuk memperluas akses kontrasepsi. Dengan bermitra bersama Bill & Melinda Gates Foundation, sumbangannya dilipatgandakan menjadi US$ 150 Juta.

Presiden Direktu XL Axiata Dian Siswarini

Ia adalah sedikit dari perempuan di Indonesia yang mau bergelut di bidang industri telekomunikasi dari level terbawah hingga meraih jabatan CEO.

 

Setelah bekerja sebagai engineer di bidang satelite communication di PT Citra Sari Makmur (CSM). Dia kemudian pindah ke PT Satelindo dan bergabung ke XL saat masih di bawah naungan PT Excelcomindo sebagai radio engineer. Setelah 20 tahun berkarier di dunia ini, per 1 April 2015 Dian Siswarini dipercaya sebagai CEO PT XL Axiata.


Pengakuan sebagai CEO tersebut tentu menjadi parameter kehebatan seorang Dian Siswarini. Setidaknya, dia mampu memberikan inspirasi kepada kaum perempuan di Indonesia yang selama ini lebih banyak melirik sektor lain ketimbang dunia IT.


Bagi seorang Dian Siswarini alasan  tertarik mendalami bidang telekomunikasi, lebih karena bidang tersebut selalu berkembang, dinamis, dan cepat berubah. Itulah sebabnya, dia memutuskan untuk fokus pada bidang ini, setelah lulus dari Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1991. Bekerja sebagai engineer di bidang satelite communication di PT Citra Sari Makmur (CSM).


Dia kemudian pindah ke PT Satelindo dan bergabung ke XL saat masih di bawah naungan PT Excelcomindo sebagai radio engineer sampai setelah 20 tahun berkarier di dunia ini, per 1 April 2015 dia dipercaya sebagai CEO PT XL Axiata.


Dia menerangkan, “Perusahaan kami telah melakukan transformasi bisnis yang dijalankan melalui implementasi strategi 3R sejak awal tahun 2015, yaitu Revamp, Rise & Reinvent. Revamp, mengubah model bisnis pencapaian jumlah pelanggan dari volume ke value dan strategi bisnis untuk meningkatkan profitabilitas produk. Rise, meningkatkan nilai brand XL melalui pendekatan dual-brand dengan AXIS, guna menyasar segmen pasar yang berbeda. Sementara, Reinvent akan menstimulasi dan menumbuhkan berbagai inovasi-inovasi bisnis.”


Brand produk layanan seluler AXIS kembali hadir dengan ‘wajah segar’ pasca merger dengan XL. Menawarkan gaya hidup baru dalam menggunakan layanan telekomunikasi melalui penyediaan service yang simple, terutama untuk jasa telepon, SMS, dan data/internet sesuai kebutuhan dengan tarif irit.

Rektor Universitas Komputer (UNIKOM) Bandung Eddy Soegoto

Tak berlebihan jika menyebut Eddy Soegoto sebagai salah satu sosok berpengaruh di bidang pendidikan. Betapa tidak, sebagai Rektor dan Pendiri Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), ia berhasil membawa kampus yang dipimpinnya meraih prestasi gemilang bukan hanya di kancah nasional melainkan juga di skala global.

 

Meski tidak berlokasi di Ibu Kota Negara, tapi kampus modern bervisi masa depan ini sudah sangat dikenal di beberapa kota dunia. Dikenal karena kehebatan para mahasiswanya di bidang informasi teknologi (IT) khususnya rancang bangun robot dengan teknologi tinggi.


Sejumlah karya mahasiswanya selalu menyabet gelar juara dunia di kompetisi teknologi tinggi pada beberapa Negara, diantaranya TOP 100 Asia University Repositori 2015 (Webometrics); 5 tahun Top 100 Universitas Asia Tenggara (Webometrics); satu-satunya Perguruan Tinggi Indonesia yang dikirim Microsoft ke ajang kompetisi ICT Dunia; World Wide Microsoft Imagine Cup 2015 di Seattle, Amerika Serikat; Indonesia Best Private University 2013; dan Top 3 Nasional Kompetisi Microsoft, Innovation 2016.


Di sisi lain, karya-karya penelitian yang lahir dari kampus ini sudah dipatenkan. Jadi, wajar kalau kemudian kampus ini dilirik oleh sejumlah perusahaan untuk diajak bekerja sama.UNIKOM saat ini memiliki 7 Fakultas dengan 29 Program Studi termasuk Pasca Sarjana, selalu mendorong para dosen dan mahasiswanya agar bisa berprestasi dari sisi keilmuan mereka.


Di balik sukses UNIKOM itulah Eddy Soegoto, Rektor sekaligus pendiri UNIKOM adalah orang yang paling inspiratif dan memberi pengaruh besar bagi perkembangan kampus berbasis IT tersebut.  


Eddy memahami pada bidang apapun, teknologi IT tidak bisa dihindarkan. Hal itu bukan hanya monopoli orang teknik saja, tapi juga sosial, ekonomi, hukum, sastra, dan desain juga sangat dituntut untuk memahami hal ini.


Edy menambahkan, sertifikasi nasional dan uji kompetensi di bidang IT oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi RI itu kini sudah dimiliki oleh UNIKOM, sehingga mampu mendorong elemen penggerak bisnis ini, seperti industri kreatif maupun aplikasi e-commerce. Untuk industri kreatif, Indonesia mempunyai potensi besar, walau saat ini industri game Tanah Air masih didominasi oleh game dari luar negeri.

Pendiri dan Chairman Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja

Ia mendirikan dan memimpin grup konglomerasi terbesar di Indonesia. Tahun lalu, ia diposisikan sebagai orang terkaya ke-4 di Indonesia, dengan kekayaan ditaksir sebesar Rp 74,7 triliun.

 

Kelahiran Tiongkok, 3 Oktober 1923, Eka Tjipta adalah pendiri sekaligus pemilik Sinarmas Group. Lewat perusahaan ini, lini bisnisnya menyasar bidang properti, tekstil, agribisnis, dan keuangan.


Berkat kepiawaiannya, kerajaan bisnis Eka Tjipta semakin berkembang seperti sekarang ini. Mulai dari Sinar Mas Multiartha Tbk dengan puluhan anak dan ‘cicit’ usaha, Sinar Mas Land, Golden Energy Mines, Smartfren Telecom, SMART, Tjiwi Kimia, Sinar Mas Agro Resources and Technology, dan lain sebagainya.


Belakangan santer dikabarkan, Sinarmas Group juga mengakuisisi PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) dari Grup Bakrie. Meski kabar ini dibantah, Eka Tjipta dikenal rajin mengoleksi aset-aset Grup Bakrie sejak 2013. Melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk, misalnya, Sinarmas membeli lahan seluas 3 Hektare di kawasan Rasuna Epicentrum Kuningan Jakarta milik PT Bakrieland Development Tbk.


Pada bisnis perkebunan, Golden Agri Resources Ltd., membeli lahan sawit seluas 16.000 Ha milik PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk. Pada akhir 2014, perusahaan telekomunikasi milik Sinarmas, Smartfren Telecom juga merangsek ke dalam Grup Bakrie dengan menjalin kerjasama pemakaian jaringan dengan PT Bakrie Telecom Tbk. Terakhir, konglomerasi ini menguasai bisnis batu bara yang sebelumnya digenggam oleh Grup Bakrie melalui PT Berau Coal Energy Tbk.


Sinar Mas Group juga membeli gedung ikonik di London, Alphabeta Building, dengan nilai transaksi hampir USD 400 juta pada bulan Oktober 2015. Tak hanya itu, dilansir dari situs orangterkayaindonesia.com, Sinarmas Land juga merambah Asia Timur dengan membangun proyek perumahan di Shenyang, Chengdu, di China. Selain itu Sinarmas Land juga membangun proyek komersial dan bisnis yakni Orchard Tower di Singapura.


Eka Tjipta dilahirkan dari keluarga miskin di Coan Ciu, Hokian. Pada 1931 dia migrasi ke Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam wawancara dengan tim Eka Tjipta Foundation, dia mengaku hidup dari keluarga susah. Setiap hari hanya bisa makam bubur dan ubi. Karena keadaan sulit, ia tidak bisa menyelesaikan pendidikan sekolah dasar.


 Ia harus membantu ayahnya berdagang kelontong. Sejak usia sembilan tahun, berbekal sepeda dan barang eceran dari toko milik ayahnya, ia menjual barang-barang makanan dari pintu ke pintu. Ia juga mengaku berbagai pekerjaan pernak dilakoni, termasuk kerja non-stop selama 24 jam tanpa tidur.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/ IPC Elvyn G Masassya

Bisa dibilang Elvyn G Masassya adalah profesional berpengaruh di negeri ini. Betapa tidak, ia dikenal sebagai  CEO ‘spesialis memoles korporasi’.  Sebelum bergabung di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC,  tiga perusahaan yang pernah ditanganinya mampu ia ‘poles’ dengan mengkilat hingga berkembang pesat.

 

Karena itulah, ketika masuk IPC, satu hal yang dilakukan Elvyn adalah melakukan langkah-langkah manajerial. Seperti memetakan kompleksitas industri kepelabuhanan secara luas dan melakukan penajaman visi untuk membawa IPC menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia.


Untuk itu ia akan fokus pada kinerja dan pelayanan, efektivitas proses bisnis beserta kelengkapan pendukungnya dengan perbaikan speed, akses, fasilitas pendukung dan ramah kepada stakeholder. Di sisi lain juga memastikan kontinuitas dari manajemen sebelumnya.


Mantan Dirut BPJS Ketenagakerjaan ini menginisiasi perumusan arah perusahaan menjadi empat bagian, yakni going concern, governance, pending matters, dan business development untuk mencapai visi melalui redefinisi corporate roadmap yang akan dilaksanakan dalam timeframe, pentahapan, dan milestones yang jelas. “Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengoptimalkan biaya logistik dan nilai tambah industri,” tegasnya.


Elvyn menggarisbawahi pemerintah telah menekankan pentingnya pengembangan sektor maritim termasuk menetapkan berbagai proyek strategis nasional di antaranya dilaksanakan oleh IPC untuk melahirkan kembali kejayaan Indonesia sebagai poros maritim.


Tahun ini, tutur Elvyn, IPC akan memulai operasi fasilitas terminal terbaru dalam proyek greenfield, yakni New Priok Container Terminal (NPCT1) sebagai bagian dari Proyek New Priok Port Fase 1A.


“Diharapkan terminal ini dapat mendatangkan kapal-kapal besar untuk melakukan direct calls ke pelabuhan-pelabuhan besar dunia lainnya, sekaligus merefleksikan cost saving dari skala ekonomi yang terbentuk hingga menjadi optimalisasi biaya logistik dan akhirnya pada kesejahteraan bangsa,” ungkapnya. Untuk mewujudkan hal itu, IPC telah mencatatkan sejumlah investasi dan mewujudkan pengembangan-pengembangan pada sejumlah pelabuhan. “Ke depannya, pengelolaan pelabuhan akan mengacu pada konsep green port dan smart terminal, termasuk mengembangkan penggunaan daya listrik untuk kegiatan operasional yang efisien dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris

Lepas dari kekurangan dan kelebihan implementasi pelaksanaan jaminan sosial kesehatan saat ini, bangsa Indonesia telah merasakan kehadiran negara ketika mereka sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan. Dan, Fachmi adalah tokoh yang bertanggung jawab atas keberhasilan BPJS Kesehatan.

 

Kerja keras penuh totalitas dilakukan Fachmi bukan hanya ketika ia dipercaya memimpin BPJS Kesehatan, tapi jauh sebelumnya ketika kepemimpinannya diuji di PT. Askes (Persero), Fachmi juga merupakan sosok penting yang terlibat langsung dalam transformasi dari PT. Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan. Banyak perjuangan yang sangat menantang dari tekanan yang ada kala transformasi harus terjadi.


Kini, dengan inovasi dan kreativitas yang ditopang dengan kerja keras dan cerdas itu pula yang kemudian membuat banyak kemajuan di BPJS Kesehatan, khususnya di bidang pelayanan. Hasilnya, pada 2015 lalu BPJS Kesehatan sukses meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-24 kalinya berturut-turut jika dihitung sejak BPJS Kesehatan masih berstatus sebagai PT. Askes (Persero). Tak hanya itu, dari hasil pengukuran Good Governance, BPJS Kesehatan memperoleh penilaian sangat baik dengan skor aktual 88,96 dari skor maksimal 100. BPJS Kesehatan juga sukses mendulang rapor hijau dari Kantor Staf Presiden (KSP) atas capaian Cetak dan Distribusi KIS melalui pihak ketiga sebanyak 100,7%.


BPJS Kesehatan telah memberikan begitu banyak manfaat bagi masyarakat. Selama tahun 2015 program JKN-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 19.969 fasilitas kesehatan tingkat pertama dan 1.847 RS serta 2.813 faskes penunjang (apotik, optik, dll). Keberadaan program ini sangat menolong masyarakat yang membutuhkan upaya memulihkan kondisi kesehatannya dan mencegah kecacatan atas penyakit yang dideritanya.


Hal ini terlihat dari jumlah pemanfaatannya di fasilitas kesehatan oleh peserta BPJS Kesehatan, yaitu: sebanyak 100,62 juta kunjungan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas, Dokter Praktik Perorangan, dan Klinik Pratama/Swasta), serta 39,81 juta kunjungan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (Poliklinik RS) dan 6,31 juta kasus Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RS). Dengan demikian kehadiran program JKN-KIS ini sangat dirasakan masyarakat.

 

Program ini selain melakukan upaya kuratif dan rehabilitatif, juga menekankan pada upaya promotif preventif untuk kesehatan perorangan, antara lain: senam sehat, deteksi dini kanker leher rahim dan screening kesehatan.

Direktur Utama PT Bank Bukopin tbk Glen Glenardi

30 Tahun terjun di dunia perbankan, Glen Glenardi saat ini merupakan salah satu banker yang cukup berpengaruh di Tanah Air. Komitmen yang diberikan Direktur Utama Bank Bukopin tersebut terhadap pengembangan sektor UKM dan mikro tak perlu diragukan lagi. Di tangannya, Bank Bukopin juga terus meraih kinerja cemerlang.

 

Mari kita tengok prestasinya yang terkini di Bank Bukopin. Pada semester I tahun 2016, misalnya, Perseroan sukses meraup laba bersih Rp 581 miliar, meningkat 14,13%dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 509 miliar.


“Dengan kinerja positif pada semester pertama tahun 2016, kami optismistis target yang telah ditetapkan untuk tahun ini dapat tercapai dan kami akan terus mengembangkan bisnis-bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat, nasabah dan pemangku kepentingan lainnya,” ungkapnya.


Yang lebih menarik adalah pada tahun 2015.Saat itu tekanan yang di hadapi sektor perbankan sangat tinggi. Tetapi, hasilnya, Bank Bukopin justru berhasil tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan industri.
Sebelumnya, Bank Bukopin juga telah berkali-kali berhasil sukses menghadapi berkali-kali gelombang krisis di Tanah Air.


Kemampuan Bank Bukopin mengakselerasi pertumbuhan tentu tidak datang begitu saja.


Dalam periode kepemimpinannya, Glen Glenardi telah berhasil membangun fondasi bagi Perseroan untuk dapat tumbuh berkelanjutan. Pria kelahiran Cirebon, 30 Oktober 1960, tersebut mengungkapkan bahwa langkah untuk membangun budaya kerja yang solid merupakan salah satu kunci yang berhasil membuat Bank Bukopin terus tumbuh.


“Saya kira strategi yang ditempuh manajemen dalam melakukan perubahan organisasi dan membangun budaya perusahaan telah membuahkan hasil yang baik.”


Hal penting lainnya yang dilakukan Bank Bukopin di era kepemimpinan Glen adalah menciptakan organisasi yang dinamis seiring dengan perkembangan industri. Strategi ini menjadikan perusahaan lebih efektif dalam menjalankan proses pengambilan keputusan, di samping juga mengurangi rentang kendali yang panjang.


Perubahan tersebut sangat mendasar, di satu sisi memberikan efisiensi dan efektivitas organisasi, di sisi lain juga menciptakan career path yang lebih jelas dan terukur.

CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo

Menjadi salah satu raja media massa nasional sekaligus memimpin sebuah partai politik, jelas menjadikan pengusaha dan politisi Hary Tanoesoedibjo salah satu sosok berpengaruh di negeri ini.

 

Hary adalah pemilik industri media di bawah bendera Media Nusantara Citra (MNC) Group, salah satu perusahaan media terbesar di Indonesia yang terintegrasi. Media-media yang berada di bawah MNC, antara lain, stasiun televisi RCTI, MNCTV, Global TV, iNews TV, MNC Networks, Global Radio, V Radio, Trijaya FM, media cetak Koran Sindo, Genie, Mom & Kiddie, Realita, HighEnd, HighEnd Teen, Just for Kids Magazine. Belum lagi situs web seperti OkeZone.


Di bawah grup ini juga ada bidang usaha agensi periklanan (PT Cross Media Internasional, PT Mediate Indonesia, PT Multi Advertensi Xambani, PT Citra Komunikasi Gagasan Semesta), manajemen artis PT Star Media Nusantara, hingga perusahaan rekaman (Hits Records), rumah produksi (SinemArt), dan saluran televisi kabel.


Hary bukan orang baru dalam industri media. Saat menjabat Direktur PT Bhakti Investama TBK tahun 1989, ia kerap membeli kepemilikan berbagai perusahaan, kemudian ia benahi dan dijual kembali. Salah satunya, tahun 2000 Hary mengambil alih sebagian saham PT Bimantara Citra TBK dan mengubahnya menjadi PT Global Medicom TBK. Sejak saat itulah Hary fokus terjun dalam dunia media penyiaran dan telekomunikasi.
Kiprahnya dalam dunia usaha, Hary tentu punya pengaruh besar. Sebab, bisnis media yang dirintis olehnya telah menguasai pasar Indonesia. Majalah Forbes pernah menobatkan Hary sebagai Businessman of the Year, orang terkaya nomor lima di Indonesia.


Untuk mendukung usahanya, setiap tahun Hary harus merekrut tenaga kerja baru 1.000 hingga 2.000 orang. Bahkan, saat ini Hary sudah mempekerjakan 30.000 karyawan. Jumlah ini tentu sangat besar, karena Hary harus bisa memberikan jaminan kesejahteraan terhadap seluruh karyawannya. Terlebih, selain bisnis media Hary juga mengembangkan usaha lain dalam bidang properti, perumahan, hotel dan bisnis jasa keuangan yakni MNC Bank.

Direktur Utama PT Taspen (Persero) Iqbal Latanro

Sulit disangkal jika Iqbal Latanro adalah sosok di balik eksistensi PT Taspen (Persero) yang terus menunjukkan kemajuan signifikan. Betapa tidak, dibawah kepemimpinannya, inovasi Taspen bergerak maju.

 

Dalam soal pelayanan, Taspen semakin mampu mendekatkan dan memudahkan nasabahnya untuk mengakses, bahkan di daerah yang jauh dari Jakarta sekalipun. Dengan layanan Taspen keliling, misalnya, bisa memudahkan para nasabah mengurus kepentingan terkait Taspen.


“Orang nggak perlu bingung, kalau ke Taspen. Kalau dulu ada biaya. Taspen sekarang tanpa biaya, nggak lebih dari satu jam, kami jemput bola,” bebernya, seraya menambahkan, dengan sertifikasi ISO 9001:2008 TUV NORD, Taspen menjamin untuk layanan Klaim 1 jam dengan data akurat.


Iqbal juga rajin menggalang kerjasama dengan pihak eksternal sebagai upaya pemberian pelayanan terbaik seperti melakukan kerjasama dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengenai sinergi penempatan dana investasi, dengan PT Bank Mandiri, dan PT Pos dalam membentuk Bank Mantap.


Kerjasama ini dilakukan guna membayarkan tunjangan hari tua (THT), THT Multiguna, dan pensiun bulanan dan diharapkan dapat mempermudah pensiunan dalam mendapatkan akses layanan ketika hari tua. Sehingga, pihak terkait dalam kerjasama ini dapat memahami produk-produk Taspen.


Aksi pelayanan yang juga paling dirasakan dalam kepemimpinan Iqbal Latanro adalah penambahan kantor cabang di berbagai daerah. Hingga akhir tahun 2015 jumlah kantor cabang Taspen ada di 53 daerah. Kantor cabang yang ke-53 belum lama ini diresmikan di Lhokseumawe, Aceh.


“Peresmian ini merupakan upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan mendekatkan dengan peserta di 10 kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Aceh, dengan harapan para peserta pensiun dan PNS aktif akan mendapatkan pelayanan yang lebih mudah, aman dan nyaman,” tegas Iqbal.


Pembukaan cabang tersebut, diakui bukan sekadar aksi bisnis.“Kalau cuma melihat sisi bisnis, kami jelas tidak akan membuka kantor cabang di sini. Namun yang kami utamakan adalah dari sisi pelayanan. Strategi ini akan terus kami lanjutkan untuk mengurangi overhead size, skala cabang diperkecil sehingga bisa dikelola pegawai dalam jumlah yang tidak terlalu banyak,” kata Iqbal.

Pendiri Kelompok Kompas Gramedia (KKG) Jakob Oetama

Kiprahnya dalam ikut mencerdaskan bangsa selama lima dekade tak bisa dipungkiri. Dari tangan dingin Jakob Oetama dan PK Ojong itulah lahir majalah Intisari tahun 1963 yang disusul harian Kompas tahun 1965. Kini, Jakob Oetama adalah figur paling berpengaruh di Kelompok Kompas Gramedia yang melahirkan banyak media dan buku-buku berkualitas.

 

Jakob  memulai karirnya sebagai guru, menyambi sebagai wartawan selepas mengajar. Niat mulianya berawal untuk membuka cakrawala masyarakat Indonesia. Filosofinya sangat sederhana, namun penuh makna.


“Kami ingin terus menemani serta mencerahkan masyarakat dan bangsa Indonesia dengan berbagai aktivitasnya, menyebarkan semangat positif bagi sesama. Pohon yang kita tanam berbuah, mekar, berkembang sehingga jadi berkat yang bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang. Miliki dulu harga diri, tanpa itu kita akan menjadi robot,” ujar Jakob.


Gaya kepemimpinannya terkesan konservatif, sangat hati-hati, dan ngemong terhadap anak buahnya. Ia mengembangkan budaya organisasi (corporate culture) yang sulit bisa dicapai perusahaan pers yang lain. Sehingga KKG, lewat Kompas dan kelompok medianya,  sangat berpengaruh terhadap opini publik dan bisa diterima semua kalangan, tanpa mengenal suku, agama, ras dan antar golongan. Sesuai dengan moto Kompas, amanat hati nurani rakyat.


“Masuk akal jika Kompas Gramedia telah bersosok, atau mengutip ungkapan Prof De Volder sebagai lembaga yang organik sekaligus yang organis. Ingin membangun Indonesia Kecil. Indonesia bukanlah kotak-kotak yang terbagi-bagi dalam sektor-sektor dan bagian-bagian yang terpisah secara rigid, melainkan Indonesia yang satu berwarna-warni, beragam dalam segala hal.” ujar pria kelahiran Borobudur, Magelang, 27 September 1930.

 

Dalam statusnya yang organik sekaligus organis itulah hidup, berkembang, dan berfungsi KKG, dinamis dan senantiasa berubah sejalan dengan perkembangan masyarakat (medium is the extension of man). Sejalan dengan itu, bidang yang menjadi perhatian dan sarana pun beragam.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja

Dialah salah satu bankir paling berpengaruh di Indonesia. Ukurannya sederhana: jumlah nasabah, kapitalisasi  pasar BCA, dan secara umum pencapaian mengagumkan yang dicapai bank ini sejak dipimpin Jahja.

 

Di bawah kepemimpinannya, BCA berkembang begitu pesat bahkan menjadi bank swasta nasional terbesar di Indonesia dengan lebih dari 14 juta nasabah. BCA juga memuncaki kapitalisasi perbankan Asia Tenggara. Laporan yang dirilis Bloomberg  pada Februari lalu menyebutkan nilai kapitalisasi BCA melampaui the Development Bank of Singapore (DBS).


Perjalanan Jahja meniti karier di BCA cukup panjang. Ia mulai bekerja di BCA pada tahun 1990 sebagai Wakil Kepala Divisi, lalu pada tahun 1999, ia dipercaya menjadi Direktur. Pada tahun 2005, bank yang fokus pada consumer banking ini menunjuk dirinya sebagai Wakil Direktur Utama BCA yang bertanggung jawab pada divisi treasury, perbankan internasional, dan kantor-kantor di luar negeri. Berikutnya, ia diangkat menjadi Presiden Direktur BCA berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham dan resmi menjabat pada 17 Juni 2011.


Ketika Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2015 yang digelar pada 7 April 2016 lalu, Jahja kembali dipercaya menjadi Presiden Direktur BCA. Prestasi gemilang ini berhasil diraih berkat konsistensi pertumbuhan kinerja positif dari tahun ke tahun. Sukses kinerja terus berlanjut pada paruh pertama 2016.

Bank dengan kode emiten BBCA itu mencatat laba bersih semester I 2016 sebesar Rp 9,6 triliun, meningkat 12,1% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 8,5 triliun. Pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya dilaporkan tumbuh 15,5% menjadi Rp 26,1 triliun pada semester I 2016.

Pada periode yang sama tahun 2015, pendapatan operasional BCA mencapai Rp 22,6 triliun. “BCA berhasil mencapai hasil kinerja positif melalui penyaluran kredit secara berhati-hati dan pengelolaan aktif dana pihak ketiga (DPK),” Jahja.

Jahja mengungkapkan, BCA juga mencatat kinerja positif di bidang perbankan transaksi. Ini tercermin dari pertumbuhan saldo rekening transaksi, yaitu rekening giro dan tabungan (CASA), menjelang hari raya Idul Fitri.
Pada semester I 2016, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) BCA mencapai 20,3%. Dana pihak ketiga (DPK) naik 7,8% secara tahunan menjadi Rp 490,6 triliun, ditopang pertumbuhan rekening giro dan tabungan (CASA).

Dana CASA tumbuh 10,2% secara tahunan mencapai Rp 381,3 triliun, berkontribusi 77,7% terhadap total DPK BCA pada akhir Juni 2016. Dana tabungan tumbuh 12,6% secara tahunan menjadi Rp 260,9 triliun. Dana giro meningkat 5,4% secara tahunan menjadi Rp 120,4 triliun.

Vice Chairman Lippo Group James Tjahaja Riady

Meskipun posisinya masih berstatus Vice Chairman, namun dialah yang ‘mengurus’ Lippo Group, konglomerasi raksasa yang didirikan sang ayah, Mochtar Riady. Pengaruhnya terhadap negeri ini tergolong besar. Mengingat, Lippo merambah berbagai lini, mulai properti, perbankan, asuransi, rumah sakit, ritail, ICT, e-commerce, perhotelan, perkebunan, media, hingga sekolah dan perguruan tinggi.

 

Selain berkontribusi terhadap pajak, anak-anak usaha Lippo juga menyerap lapangan kerja dan ikut menggerakan ekonomi nasional. Taipan muda James T. Riady ini, tak hanya mewarisi dan meneruskan imperium bisnis, melainkan ikut membesarkannya.


Di tangan James, Lippo Group memang semakin melesat di tengah persaingan ketat dunia usaha. Ia memandang  sekarang adalah dunia Asia, karena Barat sedang mundur, Asia naik. Indonesia memiliki kesempatan bekerja lebih keras lagi untuk mengambil momentum di saat seperti itu. Segala kemajuan di dunia, ia coba formulasikan dan terapkan di Indoensia dan ternyata sukses.  


Saat ini, Lippo Group telah memiliki tidak kurang dari 50 entitas perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti keuangan, properti, serta infrastruktur, bahkan merambah hingga ke Guang Zho, Fujian, Shanghai, Hong Kong, bahkan AS.


Inovasi dari kelompok usaha ini, misalnya, Lippo Group mengucurkan dana sebesar USD500 juta untuk membangun Mataharimall.com demi menguasai pasar e-commerce Indonesia. Kemudian terus mengembangkan sayap di bisnis eCommerce dengan meluncurkan website eCommerce, Mbiz.co.id. Mbiz.co.id yang berfungsi sebagai laman untuk melakukan proses pengadaan barang (procurement) antara mitra penjual dengan perusahaan (bussines to bussines/B2B) dan mitra penjual dengan pemerintah (bussines to goverment /B2G).


Di bisnis kesehatan,  Lippo mendirikan jaringan rumah sakit Siloam Hospitals lima tahun lalu dan kini memiliki 23 rumah sakit yang dikelola PT Siloam International Hospitals Tbk. Ke depan, Siloam Hospitals menargetkan membangun 10 rumah sakit per tahun, sehingga nantinya memiliki total 300 rumah sakit.


Selain di kawasan Jabodetabek, rumah sakit yang dikelola emiten berkode saham SILO tersebut tersebar di wilayah lain di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Rumah sakit tersebut sudah banyak yang melayani pasien program asuransi nasional BPJS.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. Kartika Wirjoatmodjo

Dipercaya memimpin salah satu bank terbesar di Tanah Air, dengan kapitalisasi pasar saham per Februari 2016 mencapai Rp220 triliun lebih, tentu bukan orang biasa. Target perusahaan menjadi ikon perbankan Indonesia
di ASEAN, kini berada di pundaknya.

 

Dipercaya menduduki posisi nomor satu di Bank Mandiri pada Maret 2016, bukan tanpa alasan kuat. Kinerja kinclong perusahaan tahun lalu, tak lepas dari kinerjanya sebagai Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri.
Pria kelahiran Surabaya, 18 Juli 1973 ini, mencatatkan namanya sebagai Dirut BUMN termuda saat ini. Meski tergolong muda dibanding Dirut BUMN besar lainnya, Tiko, demikian sapaan akrabnya, bukan anak bawang di industri keuangan.


Ia memulai karier sebagai konsultan pajak dan akuntansi di RSM AAJ (1995-1996), sebelum menghabiskan dua tahun bekerja sebagai analis kredit pada Industrial Bank of Japan, sekaligus konsultan senior pada PwC Financial Advisory Services. Tiga tahun berikutnya (2000-2003), ia berkarier di Boston Consulting Group.


Setelah itu, Tiko bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Kepala Departemen Strategi dan Analisis Finansial, kemudian memimpin sebagai Group Head. Pada 2008, Tiko diangkat sebagai Managing Director Mandiri Sekuritas.


Berikutnya, ia memimpin Indonesia Infrastructure Finance selama tiga tahun, sebelum Prersiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2014 hingga 2015. RUPS Tahunan Bank Mandiri pada 2015 kemudian mempercayakan Tiko sebagai Direktur Keuangan dan Strategi.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk Maryono

Sebagai nakhoda PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN), Maryono berhasil membawa institusinya berlari kencang dan menjadi motor penggerak pembangunan perumahan negeri ini. Tak salah jika kiprahnya itu mampu memberikan pengaruh besar pada kebijakan pembiayaan perumahan rakyat.

 

Program sejuta rumah yang menjadi target pemerintahan saat ini sangat menaruh harapan besar kepada Maryono dan BTN untuk dapat ikut berperan menyukseskannya. Pasalnya, BTN sudah didaulat sebagai pemeran utama dalam merealisasikan pembangunan rumah bagi rakyat kecil di Indonesia tersebut. Bagi Maryono bersama BTN, tentu tak perlu waktu lama untuk menyatakan kesiapannya.


“Ini adalah program pemerintah dan menjadi tugas mulia bagi kami untuk merealisasikannya. Ini juga menjadi obsesi kami, bagaimana masyarakat mendapatkan rumah yang layak dengan mudah dan murah,” ujar Maryono.
Seperti yang tertuang dalam UUD 1945, tambah Maryono, kebutuhan papan  merupakan kebutuhan pokok di antara sandang dan pangan.
“Saat ini masih ada backlog 14 juta,” kata Maryono.


Komitmen tersebut pun Maryono buktikan, kinerja Perseroan semester I 2016 masih menunjukan konsistensi Bank BTN pada bisnis utamanya itu.


“Bank BTN masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia dengan pangsa pasar 31% dan posisi ini akan kami pertahankan dan terus diupayakan peningkatannya,” tandas Maryono.


Kredit yang disalurkan Bank BTN semester I 2016, tumbuh 18,39% dari Rp 126,12 triliun pada tahun 2015 menjadi sebesar Rp 149,31 triliun.


“Pertumbuhan kredit ini didukung oleh penyaluran kredit ke sektor perumahan sebesar Rp 135,74 triliun yang tumbuh 20,23% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 112,91 triliun. Sementara kredit non perumahan sebesar Rp 13,57 triliun atau tumbuh 2,64% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 13,22 triliun,” papar Maryono.


Kredit ke sektor perumahan disalurkan untuk dukungan kredit perumahan subsidi dan kredit perumahan non subsidi. Kredit subsidi mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi sebesar Rp 49,81 triliun atau tumbuh 31,18% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 38,01 triliun. Sementara kredit non subsidi tercatat tumbuh 14,88% dari sebesar Rp 49,75 triliun menjadi Rp 57,15 triliun di semester I 2016.

Pengusaha Nasional Robert Budi Hartono

Di usianya yang menginjak ke -76 tahun, Robert Budi Hartono mengantongi kekayaan hingga miliaran dolar AS. Namanya masuk ke dalam jajaran orang terkaya di Indonesia bahkan dunia. Ia juga memiliki pengaruh besar terhadap bidang sosial, pendidikan, olahraga, lingkungan, dan budaya di tanah air.

 

Situs Forbes merilis jajaran orang terkaya di Indonesia pada 2015. Nama keluarga Hartono selalu berada dalam peringkat puncak daftar orang terkaya di Indonesia. Kekayaan Budi Hartono dan kakaknya Michael Hartono mencapai US$ 15,7 miliar atau sekitar Rp 208 triliun. Di Asia keduanya jadi orang paling kaya ke-12. Budi dan Michael adalah pemilik Grup Djarum dan salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, BCA.


Secara real time, Budi sendiri punya kekayaan pribadi di luar saudaranya, Michael Hartono, senilai USD 8,6 miliar atau sekitar Rp 119,1 triliun (kurs Rp 13.860/dolar). Angka tersebut naik dari tahun 2014, USD 7,6 miliar. Di dunia, Budi Hartono adalah orang terkaya ke-142.


Kekayaan keduanya terus naik turun tergantung dari pergerakan saham dan bisnis perusahaan yang mereka jalankan.


Melalui Farindo Holding Ltd. mereka menguasai 51 % saham BCA. Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak 2008, serta sejumlah properti, di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik.


Perusahaan rokok yang kini menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di dunia adalah warisan dari sang ayah, Oei Wie Gwan. Gwan mendirikan perusahaan Djarum pada 1951 di Kudus, Jawa Tengah, dengan hanya 10 pekerja. Bisnisnya kian berkembang hingga Gwan melepas usia pada 1963 dan mewariskan perusahaannya kepada Michael dan Budi.


Di tangan dua bersaudara Hartono, Djarum bisa bertumbuh menjadi perusahaan raksasa. Djarum yang diambil dari nama jarum dengan ejaan baru kini punya puluhan ribu orang karyawan.


Ibarat air laut yang dalam, riak bisnis Grup Djarum bisa jadi tak terlihat mencolok dibandingkan dengan konglomerasi bisnis lain. Namun, grup perusahaan milik Keluarga Hartono tersebut menjalankan sejumlah strategi di luar bisnis utamanya. Setidaknya ada bisnis sampingan yang Grup Djarum seriusi. Pertama, mengembangkan bisnis perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI).

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani

Memimpin organisasi pengusaha paling bergengsi di Tanah Air, menempatkan Rosan sebagai salah satu tokoh dalam daftar ini. Apalagi, grup usaha miliknya, Recapital, kini terus berkibar dan merambah ke mana-mana.

 

Namanya sempat kondang saat bersama pengusaha Erick Tohir dan Handy Soetedjo membeli 70% saham klub Liga Italia, Inter Milan pada 2013. Kiprahnya di dunia bisnis, membuat dipercaya memimpin Kamar Dagang dan Industri atau Kadin. Organisasi yang berperan besar menggerakan roda ekonomi Indonesia.


Sebelumnya, Chairman Grup Recapital ini menjabat Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, yang kemudian terpilih menjadi Ketua Kadin periode 2015 – 2020.


Di saat banyak perusahaan ambruk diterjang badai krisis moneter tahun 1997, usaha yang dirintis Rosan bersama Sandiaga Uno dan Elvin Ramli, yakni PT Republik Indonesia Funding malah berkibar. Maklum, usahanya adalah penasihat keuangan, atau menyehatkan perusahaan yang sedang sakit secara keuangan akibat krisis moneter.


Pada 2002, Indonesia Finance berganti nama menjadi Recapital.  Kini bisnis Recapital semakin menggurita, jadi perusahaan besar, terkemuka, dan kompeten dalam hal kerja sama strategis, manajemen aset keuangan dan investor.


Dengan finansial dan perbankan sebagai leading sector, bisnis Recapital terus merambah sektor-sektor lain di bidang industri. Pertambangan, infrastruktur, properti, hingga media dan komunikasi menjadi sektor yang kini ditangani.


Di sektor finansial, Recapital hadir melalui Recapital Securities, Recapital Asset Management, Global Sarana Lintas Artha, Recapital Life Insurance (Relife), Recapital General Insurance (Reguard), Bank Pundi. Selain itu, Recapital pun merupakan salah satu pemilik Bank Kesejahteraan Ekonomi dan Capitalinc Investment.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi

Di tengah pelemahan industri otomotif di Tanah Air, Gaikindo mempercayakan pucuk pimpinan organisasi ke pundaknya. Masa depan otomotif di Tanah Air, kini banyak tergantung pada kepemimpinannya.

 

Gaikindo berharap banyak pada sosok satu ini. Rekam jejaknya yang bagus di dunia otomotif, diyakni mampu menggairahkan kembali industri otomotif di Tanah Air yang pada dua tahun terakhir mengalami penurunan.


Salah satu prestasi warga Pak Yo, sapaan akrab Yohanes Nangoi, adalah ketika berhasil menarik investasi sebesar Rp 1,7 triliun untuk membangun pabrik baru Isuzu di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat, yang diresmikan April 2015.


Pabrik ini dijadikan basis produksi global Isuzu di luar Jepang. Berdiri di atas lahan seluas 300 ribu meter persegi dan memiliki fasilitas terintegrasi, mulai body building, painting, general assembling, dan lainnya, pabrik berkapasitas produksi hingga 52 ribu unit per tahun,  dan dapat dikembangkan menjadi 80 ribu unit.


Usai menerima tongkat komando sebagai nakhoda baru Gaikindo pada 23 Februari 2016, Pak Yo pensiun dari jabatan Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, namun tetap diberi kepercayaan sebagai komisaris di perusahaan itu.


Karier Pak Yo memang banyak dihabiskan di Isuzu, 20 tahun. Bahkan, namanya nyaris identik dengan Isuzu di Indonesia. Dialah yang membesarkan Isuzu dari tadinya hanya dikenal sebagai produsen truk sampah dan tinja.


Mendapat amanat besar memimpin Gaikindo, Pak Yo bertekad memajukan industri kendaraan bermotor di Indonesia tanpa membeda-bedakan produsen, merek, negara, ataupun grup tertentu.  “Kami berpihak kepada kemajuan industri otomotif nasional. Tujuan kami ke arah sana,”ungkap Pak Yo, pria kelahiran Purbalingga 13 November 1957. Ia juga berkomitmen akan terus menggalang kemitraan yang saling mengisi dengan pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir

Memimpin organisasi massa berusia lebih dari satu abad dengan 50 juta anggota dengan belasan lembaga dan organisasi otonom, menempatkan Haedar Nashir pada posisi sangat berpengaruh.

 

Para aktivis Muhammadiyah memberi predikat “Ensiklopedia Muhammadiyah Berjalan” padanya. Julukan tersebut tak lain karena dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu paham betul sejarah dan arah organisasi bentukan KH Ahmad Dahlan tersebut.


Hampir setahun menjabat Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020, Haedar Nashir telah meretas jalan cerah. Di awal kepemimpinannya, Haedar meletakkan garis tegas Muhammadiyah sebagai organisasi massa Islam yang tak ingin terjebak dalam kepentingan proyek.


Haedar berpendapat, Muhammadiyah sebagai gerakan keagamaan sudah seharusnya tidak terjebak dengan hal-hal yang kelihatannya menguntungkan. Pasalnya, boleh jadi proyek yang menguntungkan itu sejatinya hanya berdampak merugikan bangsa dan Negara sendiri.


Untuk itulah, Haedar tetap ingin meneruskan perjuangan Muhammadiyah sebelumnya, yakni meneruskan jihad kebangsaan dan jihad konstitusi. Hal itu sesuai dengan misi Muhammadiyah lima tahun ke depan, yakni menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang membawa pencerahan, serta mengelola Muhammadiyah dengan menggunakan sistem dinamis dan dapat mensinergikan dengan program-program pemerintah.


Sejumlah program berkaitan kemasyarakatan memang lebih tampak pada Muhammadiyah di era Haedar ini. Maklum saja, Haedar merupakan doktor di bidang sosiologi sehingga tampak mempengaruhi program dan kebijakannya ke depan. Salah satu programnya adalah mensinergikan kekuatan amal usaha dan ekonomi Muhammadiyah. Program unggulan tersebut diyakini mampu memberdayakan masyarakat akar rumput sekaligus melahirkan kekuatan produktif.


Pada tataran yang lebih luas, Haedar meletakkan tiga prioritas program. Pertama, dalam konteks keumatan, Muhammadiyah ingin mendorong umat beragama agar semakin mengembangkan dan meningkatkan nilai-nilai toleransi, kemajuan, dan perdamaian.


Kedua, dalam konteks kebangsaan, Muhammadiyah mendorong pemerintah agar menyediakan program sesuai kebutuhan mendasar dan segera mengentaskan kemiskinan, marginalisasi, dan juga Muhammadiyah akan melakukan gerakan keilmuan sehingga bisa bersaing dengan bangsa lain. Ketiga, dalam konteks universal, Muhammadiyah akan menyinergikan peran perdamaian sehingga bisa meningkatkan etika global.

Ketua Umum MPH PGI Henriette Tabita Hutabarat-Lebang

Tak salah menempatkan Henriette Tabita Hutabarat-Lebang sebagai tokoh perempuan berpengaruh dan inspiratif saat ini, setidaknya bagi umat Kristen Protestan di Indonesia. Betapa tidak, Henriette saat ini dipercaya sebagai Ketua Umum MPH Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

 

Ia telah menorehkan sejarah baru, dimana kaum perempuan menjadi pemimpin tertinggi organisasi keagamaan untuk  periode 2014-1019. Pendeta asal Toraja ini juga dikenal sebagai perempuan pertama Asia yang pernah menjadi pemimpin tertinggi sebagai Sekretaris Jenderal di Dewan Gereja-gereja (Christian Conference of Asia (CCA). Ini berarti, terpilihnya Henriette yang menggantikan Pendeta Dr. Andreas Anangguru Yewangoe, tak boleh dianggap enteng.


Kiprah tokoh agama yang akrab disapa Pendeta Eri Lebang memang tak asing di lingkungan PGI, karena ia memulai pelayanan sejak 1980 sebagai asisten Sekretaris Jenderal, lalu terpilih menjadi Ketua Departemen Perempuan PGI sejak 1984-1986. Tak cukup ditingkat nasional, Pdt. Eri Lebang pun mulai terlibat dalam pelayanan tingkat Asia sebagai Sekretaris Jenderal di Dewan Gereja-gereja (Christian Conference of Asia (CCA)) hingga 2015.


Selain aktif di CCA, Pdt Eri Lebang juga aktif dalam World Council of Chruches (WCC) atau Dewan Gereja-gereja Sedunia. Keterlibatannya dalam pelayanan ini dimulai sejak dirinya terpilih sebagai anggota Central Committee and Executive Committee dari lembaga oikumene global pada Sidang Raya ke-10 WWC di Busan, Korea Selatan tahun 2013 silam. Pdt Eri Lebang pun masih akan tetap aktif dalam pelayanan ini hingga 2021 yang akan datang.


Dengan sederet pengalaman itu, kemampuan pendeta perempuan ini dalam mengemban tugas sebagai Ketua Umum PGI yang baru tentu tak lagi diragukan. Adalah harapan besar agar PGI di bawah pimpinan kaum feminis kali ini semakin mampu merangkul gereja-gereja di Indonesia dalam tujuan dan semangat yang sama.


Apalagi, salah satu agenda besarnya adalah menciptakan keharmonisan antarumat beragama.Baginya, konflik terjadi di beberapa daerah seperti di Kabupaten Tolikara, Papua, Juli 2015, peristiwa kekerasan di Karubaga, Tolikara, Papua, saat salat Idul Fitri 1436 H yang dilaksanakan umat Islam setempat. Ini mengindikasikan mulai lunturnya sifat toleransi antar umat beragama.

Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mohammad Mahfud MD

Bicara soal sosok penuh integritas, rasanya sulit untuk tidak menyebutkan nama Mohammad Mahfud Mahmodin atau Mahfud MD. Betapa tidak, putra Sampang, Madura ini dikenal lurus dan apa adanya. Jadi, selain kecerdasan, integritas itulah yang mengantarkannya menduduki sejumlah jabatan strategis mulai dari Menteri Pertahanan, Menteri Kehakiman, hingga Ketua Mahkamah Konstitusi.

 

Hal itu membuktikan bahwa di balik kebersahajaannya, pria yang kini menjadi Ketua Presidium KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Pusat periode 2012-2017 ini ternyata memiliki pengaruh yang kuat dan menjadi inspirasi bagi siapapun yang rindu dengan sosok pemimpin yang idealis.


Pria kelahiran Sampang, 13 Mei 1957 yang menyabet gelar Magister Ilmu Politik dan menggondol gelar doktor ilmu hukum tata negara, semuanya di Universitras Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Mahfud MD dikenal wartawan sebagai sosok yang ramah, akrab dan sangat gampang untuk diwawancara baik berhadapan langsung ataupun melalui telepon. Pakar hukum tata negara ini juga sering memposting cuitan di media sosial, twitter, sehingga bisa dijadikan narasumber bagi media massa.


Di sisi lain, tulisan Mahfud MD juga memberi banyak pengaruh besar bagi para mahasiswa dan kalangan akademisi pada khususnya. Terbukti banyak dibuat referensi oleh mahasiswa untuk menyelesaikan tugas studi hukumnya di universitas. Diantaranya: Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi Isu (2009), Politik Hukum di Indonesia (2009), Dasar-Dasar dan Struktur Ke Tatanegaraan Indonesia (2001), Potret Akademisi dan Politisi (2006), Membangun politik hukum, menegakkan konstitusi (2006) dan lainnya. Diskursus tentang politik hukum juga selalu menghadirkan pikiran-pikiran Mahfud MD yang terangkum dalam bukunya Politik Hukum di Indonesia. Buku hasil disertasi Mahfud pada program S3 UGM tahun 1993 ini berpijak dari asumsi bahwa politik determinan atas hukum karena hukum merupakan produk politik.


Prestasi dalam berbagai bidang, terutama hukum, dia capai karena sikapnya sebagai praktisi/akademisi/intelektual/penegak hukum yang tegas, rasional, ilmiah dan konsisten. Mahfud terbukti pernah melakukan terobosan-terobosan yang sangat radikal dan berani, terutama dalam hal memberantas mafia hukum dan makelar kasus (markus). Seperti usaha memutar rekaman kasus KPK waktu lalu adalah sikap yang penuh resiko terhadap dirinya.


Dia juga yang berani melawan formalisme hukum yang kaku sehingga menafikan aspek keadilan sebagai tujuan ultim hukum. Mahfud sangat anti terhadap tatanan hukum yang hanya menjunjung tinggi formalitas –verbal hukum, tetapi miskin nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Dengan terang-terangan dia pernah mengatakan bahwa MK adalah lembaga untuk menegakkan keadilan, bukan untuk menegakkan formalitas hukum. Terkait dengan mafia hukum, Mahfud juga paling keras mengecamnya. Ia menyatakan, para penegak hukum yang mudah disuruh oleh penguasa, maka persis seperti binatang. Mahfud juga pernah mengeluarkan pernyataan yang menyentil ‘pengacara hitam’. Ia ungkapkan, para pengacara yang memenangkan perkara di pengadilan tidak semuanya memakai cara-cara yang baik dan jujur, tetapi lebih disebabkan oleh kemampuannya dalam melakukan lobi di berbagai lembaga hukum.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Ma'ruf Amin

Keterlibatannya di Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dari tahun 2000 sampai 2007, menandakan posisi KH Ma’ruf Amin begitu penting di tubuh organisasi para ulama tersebut. Cicit Syekh Nawawi Banten ini memang ulama ahli fiqh yang disegani, responsif menghadapi berbagai persoalan umat, dan ulama multitalenta yang menguasai banyak persoalan.

 

Ditetapkan sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat periode 2015-2020 menggantikan Din Syamsuddin, Kiai Ma’ruf ingin menjadikan MUI sebagai tenda besar bagi umat Islam di Indonesia. Sebuah tekad yang menghendaki MUI menjadi rujukan utama umat Islam agar terhindar dari penyimpangan yang datang dari dalam maupun luar umat.


Di balik tekad itu, sejatinya, terbersit kekhawatiran Kiai Ma’ruf. Pasalnya, umat Islam di Indonesia saat ini berada di tengah gangguan-gangguan kelompok radikalisme, ekstrimisme, separatisme, dan terorisme. Kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Islam tetapi sesungguhnya berpikir dan bertindak jauh dan sangat menyimpang dari ajaran Islam.


Sebagai langkah untuk menangkalnya, sejak awal kepemimpinannya, Kiai Ma’ruf menggiring MUI untuk bekerja serius menyebarkan Islam Wasathiyah di Tanah Air. Implementasinya, antara lain, dengan menyiapkan tidak kurang dari 50.000 da’i di tiap provinsi. Kampanye Islam Wasathiyah ini disebarkan secara sistematis untuk menciptakan perilaku islami tidak radikal, santun, tidak keras, tidak galak, tidak memaksa, saling menebarkan cinta kasih dan sayang, tawasut, tasamuh, i’tidal, tawazun, dan memegang teguh prinsip ukhuwah Islamiyah.


Agar kampanye tersebut berjalan lancar, Kiai Ma’ruf mengajak keterlibatan ulama untuk berdiri di garda terdepan. Menurutnya, ulama adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Kiai Ma’ruf yang juga merupakan Rais Aam PBNU ini mengajak para ulama untuk kembali membangkitkan semangat jihad untuk melindungi dan memperbaiki umat.


Di bawah kepemimpinan Kiai Ma’ruf, MUI sungguh sangat beruntung karena setiap programnya bisa jadi mendapat dukungan luas dari para ulama. Faktor ketokohan pengasuh Pondok Pesantren “An-Nawawi” Tanara Banten ini menjadi garansinya. Demikian juga bagi masyarakat, dimana sosok Kiai Ma’ruf sudah sangat dikenal luas.  

 

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar

Nama Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin melejit dipangung politik setelah ia berhasil menduduki jabatan Ketua Umum PKB selama tiga periode 2005-2010, 2010-2014, 2014-2009. Prestasinya menjadikan dia layak masuk dalam daftar tokoh berpengaruh di Indonesia 2016.

 

Pemilu 2014 menjadi puncak dari keberhasilan Muhaimin memimpin PKB. Dengan semangat mudanya, ia mampu meningkatkan suara partai dua kali lipat menjadi 9,04% (11.298.957) dengan mendapatkan 47 kursi di DPR-RI, di mana pada Pemilu 2009 PKB hanya mendapatkan suara 4,94 persen (27 kursi).


Di mata koleganya, Cak Imin dinilai berhasil membawa PKB menjadi partai besar, mengubah watak kerja menjadi profesional, memperbaiki hubungan dengan Nahdlatul Ulama (NU), serta membangun soliditas. Karena itu, pada Muktamar PKB 1 September 2014 ia terpilih kembali sebagai Ketua Umum secara aklamasi.


Melalui strategi politiknya yang kreatif, ia sukses dalam Pilpres 2014 dengan ikut mengantarkan Joko Widodo - Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019 bersama parpol pendukung lainnya, yakni PDI-P, Nasdem, dan Hanura.


Kemampuan komunikasi politik yang bagus juga menjadikan PKB berhasil mendistribusikan kader terbaiknya di Kabinet Kerja Jokowi JK. Setidaknya ada empat kader PKB yang duduk di kabinet, yakni Hanif Dhakiri (Menteri Tenaga Kerja), Muhammad Nasir (Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi), Marwan Jafar (Menteri Desa, Pembangunan Daerah Teringgal dan Transmigrasi), serta Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga).


Sebagai partai yang memperoleh suara 9 persen, PKB jelas punya pengaruh besar dalam mengawal kebijakan pemerintah. Di penghujung tahun 2015 saat Indonesia mengalami krisis keuangan, Muhaimin melalui bendera PKB memberikan catatan kritis terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.


Saat itu, ia  menyampaikan ada tiga hal yang perlu dikritik oleh partainya sebagai bentuk evaluasi terhadap pemerintah. Pertama, antarkabinet tidak solid alias muncul kegaduhan. Kedua, adanya faktor eksternal global seperti perang, krisis, dan sebagainya. Ketiga, pemerintah tidak memanfaatkan jumlah uang besar di APBN secara cermat dan tepat.


Selain itu, PKB juga mengkritik Paket Kebijakan Ekonomi Jilid I hingga Jilid VIII yang digagas untuk menyelamatkan perekonomian nasional. Muhaimin menilai, kebijakan tersebut lebih kepada jangka menengah hingga panjang, bukan untuk jangka pendek yang berdampak pada masyarakat luas, khususnya rakyat menengah ke bawah.

Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus

Posisinya sebagai Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) telah membuktikan Muhammad Rifai Darus adalah sosok muda yang cukup berpengaruh saat ini. Betapa tidak, di organisasi beranggotakan kurang lebih 62,6 juta pemuda, itulah ia mengelola  potensi pemuda untuk menyongsong masa depan Indonesia.

 

Karena itulah, pria yang akrab disapa MRD, ini ingin berperan total dalam ikut memajukan anak-anak muda Indonesia. Bersama KNPI, ia  bertekad memajukan pemuda lewat program unggulan di bidang maritim, industri  kreatif, pertanian dan bela negara.


Ia ingin membuang stigma di masa lalu, bahwa organisasi kepemudaan ini hanya bergerak di bidang politik dan kepanjangan tangan penguasa.


Sejumlah langkah yang ia lakukan adalah membentuk Satgas Pemuda Maritim Indonesia di 9 provinsi. Bekerjasama dengan Bakamla RI, KNPI melatih para pemuda setempat untuk bisa mengolah hasil laut. “Juga mengandeng perusahaan swasta, sehingga hasil ikan olahan tersebut bisa langsung dipasarkan ke Pasar Luar dan Dalam Negeri,” ujar pria kelahiran Jayapura, 8 Juni 1976 itu.


Para pemuda juga dilatih menjaga kelestarian laut dari kerusakan, misalnya dilatih menjaga terumbu karang, menanam mangrove di pantai dan melestarikan penyu.  


Di sektor ekonomi kreatif, MRD membuat koneksitas dengan komunitas-komunitas ekonomi kreatif, baik di dalam maupun luar negeri. Sehingga bisa semakin sinergi dan berdaya guna.

Presiden DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Sohibul Iman

Memimpin partai kader sebesar PKS tentu menyematkan pengaruh yang besar bagi Sohibul Iman, yang resmi menjabat 10 Agustus 2015 melalui Musyawarah Majelis Syuro di Bandung.

 

Saat itu,  sebanyak 69 anggota Majelis Syuro PKS yang berasal dari 34 provinsi di seluruh Indonesia, sepakat memilih Sohibul sebagai Presiden PKS menggantikan Anis Matta. Sebagai Presiden partai, Sohibul memiliki pengaruh besar di tingkat nasional maupun di lingkup partainya. Sebab, sebagai partai yang relatif baru, PKS sudah memiliki kader lebih dari 900 ribu di Indonesia, dan 7000 di luar negeri.


Dalam tiga kali pemilihan umum, PKS juga sudah mampu tampil sebagai partai berbasis Islam terbesar. Faktanya di Pemilu 2004 mampu memperoleh 8,325 juta suara atau 7,34 persen, dengan jatah 45 kursi di DPR. Pada Pemilu 2009 naik dengan mendapatkan 57 kursi di DPR.


Namun, di Pemilu 2014 tahun lalu, suara PKS menurun menjadi 6,79 persen dengan hanya memperoleh 40 kursi di DPR. Ini menjadi cobaan berat bagi PKS setelah diterpa berbagai isu miring menyusul tertangkapnya Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK dalam kasus korupsi suap impor daging sapi pada tahun 2013.


Kasus itu sempat menyeret nama-nama petinggi PKS seperti mantan Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin dan Suswono, kader PKS yang menjabat sebagai Menteri Pertanian.


Tangung jawab itu sekarang ada di tangan Sohibul, Presiden DPP PKS. Sikap politiknya yang konsisten berada di luar pemerintahan bersama Partai Gerindra, dinilai membawa nilai positif untuk menambah suara PKS dalam Pemilu 2019 mendatang.


PKS kerap punya pandangan kritis terhadap kebijakan pemerintah. Misalnya, terkait UU Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty. PKS menilai UU itu tidak tepat guna untuk menyelesaikan solusi devisit keuangan Negara. PKS mengkritisi dengan tajam empat pasal dan dua catatan yang dianggap bermasalah dalam UU tersebut.

Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy

Politisi muda ini telah membuktikan kepiawaiannya dalam membangun paradigma Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai partai kaum muda, setelah lama terperangkap dalam anggapan sebagai partai old crack yang hanya berisi generasi lama.

 

Ya, Muhammad Romahurmuziy atau akrab disapa Rommy adalah tokoh fenomenal di PPP yang telah berhasil melakukan  revolusi di tubuh PPP. Ia terpilih sebagai Ketua Umum DPP PPP periode 2016-2021 secara aklamasi pada gelaran Muktamar VIII PPP di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Sebanyak 1.062 anggota PPP menyatakan setuju Rommy memimpin partai berlambang Ka’bah itu.


Rommy terpilih sebagai ketua umum setelah sebagian besar dari tujuh zona PPP mengusulkan agar PPP mendatang dipimpin oleh generasi muda. Bahkan ada zona yang secara terus terang menyebutkan nama Rommy agar ditetapkan sebagai ketua umum secara aklamasi.


Tak pelak, keterpilihannya membuat pria kelahiran Yogyakarta, 10 September 1974 itu sebagai ketua umum partai politik dengan usia termuda di antara ketua umum partai politik lain yang ada di tanah air. Dan, tentunya juga sebuah terobosan kepercayaan yang diberikan para kader dan tokoh PPP sebagai partai Islam tertua di Indonesia. Sesuatu yang tentunya sulit didapat jika orang tersebut tidak memiliki kapasitas dan kemampuan kepemimpinan yang tangguh.


Meski di tengah konflik PPP yang mendera, keterpilihan Rommy  menyiratkan betapa Anggota DPR RI itu piawai berpolitik karena mampu mengorganisir para pihak yang menginginkan pembaruan di tubuh PPP. Di sisi lain membuktikan bahwa Rommy benar-benar memahami tradisi politik yang secara turun-temurun mengalir di keluarganya. Ia tak  menjauh dari lawan politik. Rommy justru mencoba untuk merangkul kubu lawan. Inilah kekuatan politik yang membuatnya begitu berpengaruh di kalangan partai berlambang Ka’bah tersebut.


Dia selalu mengaku bukanlah yang terbaik di antara kader PPP yang ada. “Tetapi bila amanah ini diberikan ke saya, maka sebagai kader akan saya terima. PPP telah kembali ke khittah dengan memilih ketua umum secara musyawarah mufakat,” kata Rommy, suatu ketika.

Ketua Umum PB Nahdatul Ulama Said Aqil Siradj

Menggawangi sebuah organisasi besar seperti NU, tentu bukan perkara mudah. Apalagi, NU selalu disorot kiprahnya karena merupakan representasi umat Islam di Indonesia. Posisi inilah yang kini diemban Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj sejak 2010 silam.

 

Sebagai garda terdepan umat Islam, tokoh yang akrab disapa Kang Said, ini menilai, NU harus tampil menjadi pengawal model ‘Islam Nusantara’. Istilah model ini merujuk pada fakta sejarah penyebaran Islam di wilayah Nusantara, yang disebut Kang Said melalui cara pendekatan budaya, tidak dengan doktrin yang kaku dan keras.


“Para wali atau ulama leluhur kita berhasil menyebarkan Islam ke seluruh Nusantara berhadapan dengan Majapahit, Sriwijaya, tanpa kekerasan. Menunjukkan Islam itu berperadaban, bermartabat, disiplin, dan bersih penampilannya,” kata Kang Said dalam sebuah wawancara dengan sebuah media di kantor PBNU, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Pengaruh seorang Said Aqil di NU, tentu tak perlu diragukan lagi. Terbukti, gagasannya itu sontak didukung para petinggi negara, tak terkecuali Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan tentu saja jutaan kaum Nahdliyin. Bahkan Cendekiawan Muslim, Azyumardi Azra, pun menilai model Islam Nusantara dibutuhkan masyarakat dunia saat ini karena ciri khasnya mengedepankan “jalan tengah”.


Meski ada yang menentang Kang Said bersama NU tetap bergeming. Baginya, ‘Islam Nusantara’ bukanlah terminologi baru, bahkan menjadi ciri khas Islam di tanah air sejak lama. Islam yang dicirikan dengan tradisi Nusantara yang menjunjung tinggi toleransi, saling menghormati, beradab, dan berbudaya.


Tradisi ini tentu saja dipandang berbeda jika diletakkan beririsan dengan kondisi umat Islam di Timur Tengah saat ini, dimana perang terus berkecamuk tak berkesudahan. Dan belakangan, dampak kekerasan yang dituding Barat berasal dari ‘Islam garis keras’ itu merembet masuk ke tanah air.


“Islam Nusantara itu artinya Islam yang tidak menghapus budaya, Islam yang tidak memusuhi tradisi, Islam yang tidak menafikan atau menghilangkan kultur. Islam Nusantara adalah Islam yang mensinergikan nilai-nilai universal bersifat teologis dari Tuhan yang ilahiyah dengan kultur budaya tradisi yang bersifat kreativitas manusia atau insaniyah,” tegas Kang Said.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto

Meski sosoknya dinilai kontroversial, dan kerap mendapat serangan politik bertubi-tubi, namun kepiawaian politik Setya Novanto selalu mampu menempatkannya dalam posisi yang strategis. Jabatan sebagai Ketua Umum Partai Golkar membuatnya masuk dalam daftar ini.

 

Memimpin salah satu partai tertua dan terbesar di Indonesia, tentulah membuat Setya Novanto bisa ikut mempengaruhi dinamika politik nasional. Melalui kemampuan komunikasi dan siasat politiknya yang jitu, ia mampu dengan mulus membawa partainya merapat ke pemerintah. Sebuah posisi politik yang kuat untuk mempengaruhi berbagai kebijakan.


Setya Novanto tergolong seorang politisi ulung. Meski beberapa kali mendapat serangan politik yang keras, ia selalu berhasil lolos dan survive, bahkan terkesan mampu membalikkan keadaan. Kasus “papa minta saham”, misalnya, tak membuat karier politik Setya padam. Sebaliknya, ia malah berhasil terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2016-2019 dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar di Nusa Dua, Bali, 16 Mei 2016.


Perjalanan politik Setya dimulai dari bawah. Ia meniti karier di dunia politik  sebagai anggota Kosgoro, organisasi sayap Golkar, pada 1957. Berkat kelihaiannya bergaul, ia berhasil dipercaya di berbagai posisi strategis, termasuk menjadi Bendahara Umum Kosgoro selama beberapa periode hingga akhirnya menjadi Bendahara Umum Partai Golkar.


Di tengah krisis internal Partai Golkar dengan adanya dualisme kepengurusan, ia mendapat kepercayaan oleh Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie, untuk menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2019. Walaupun mundur di tahun 2015.


Meski banyak diliputi kontroversi, dukungan dan kepercayaan terhadap Setya tidak pernah surut. Lepas dari Ketua DPR, ia dipercaya sebagai Ketua Fraksi Golkar kemudian puncaknya menjadi Ketua Umum.


Sebagai partai yang menempati urutan suara kedua di Pemilu 2014, Golkar jelas punya pengaruh dalam menentukan peta politik nasional. Kendali itu sekarang berada di tangan Setya Novanto. Ia berani membawa partainya keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan beralih sebagai partai pendukung pemerintah. Keputusan itu diambil dalam forum resmi Munaslub Partai Golkar, setelah ia terpilih sebagai Ketua Umum.

Ketua Umum DPP Partai Nasional Demokrat Surya Dharma Paloh

Selain sebagai seorang pebisnis, pegiat sosial dan tokoh pers, Surya Dharma Paloh adalah politisi papan atas di episentrum kekuasaan dengan Partai NasDem yang dibesutnya.  

 

Bicara tentang pria kharismatis, ini adalah bicara tentang seseorang yang memiliki pengaruh besar di banyak sektor kehidupan. Kita mulai dari bidang politik. Pada Pemilu 2014 silam, Surya Paloh membuat gebrakan besar dalam Pemilu 2014. Partai yang resmi didirikannya pada 26 Juli 2011, Nasional Demokrat (NasDem), secara mengejutkan unjuk gigi dalam Pemilu tersebut dengan menyabet 6,72% suara atau 35 kursi di DPR, mengalahkan tiga partai lama, yakni Hanura, PBB, dan PKPI. Gebrakan akbar lainnya adalah sukses mengantarkan duet Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) memenangi Pilpres 2014.


Kesuksesan NasDem meraih suara yang cukup signifikan pada Pemilu 2014 tidak lepas dari popularitas dan pengaruh Surya Paloh. Pria bernama lengkap Surya Dharma Paloh ini memang populer sebagai politisi dan pengusaha media. Di pentas politik, Surya sejak muda telah aktif di Golkar, dan bahkan memegang jabatan strategis sebagai Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar periode 2004 – 2009. Saat itu yang menjadi Ketua Umum Golkar adalah JK.


Sebagai tokoh pers, pengaruh Surya berkibar dengan keberadaan grup media massa miliknya yang semakin membesar dan berpengaruh dalam dunia pertelevisian. Pemberitaan-pemberitaan Metro TV dan Media Indonesia, dua media yang berada di bawah payung Media Group, mampu mempengaruhi kebijakan publik.


Tahun 2009 Surya bertarung melawan Aburizal Bakrie alias Ical memperebutkan posisi Ketua Umum dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar tahun 2009 di Pekanbaru, Riau. Dalam Munas Golkar tersebut Surya bertekuk lutut. Setelah itu, ia mendirikan NasDem yang mendapat sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat.

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

 

 

 

Popular

   

Photo Gallery

   

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250