Search:
Email:     Password:        
 





Dedikasi Terbaik Untuk Negeri

By Benny Kumbang (Editor) - 21 September 2017 | telah dibaca 172 kali

Dedikasi Terbaik Untuk Negeri

Di usia yang ke-16 tahun Partai Demokrat telah membuktikan dirinya sebagai sebuah partai politik yang telah banyak berkiprah dan mengabdi untuk negeri.


Ketika menjadi the ruling party, kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua periode begitu sangat dirasakan rakyat. Baik di bidang sosial, pendidikan, kesehatan serta di bidang umum lainnya.


Kini, Partai Demokrat tetap menjadi tonggak utama dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat di seluruh tanah air. Terbukti, Partai Demokrat masih menjadi partai yang diperhitungkan dalam Pilkada serentak.
Sementara itu, kader-kader andalan Partai Demokrat yang berada di lembaga legislatif, telah menjadi kepanjangan tangan partai yang mampu menyampaikan garis perjuangan partai dalam rangka membangun dan menyejahterakan rakyat.


Karena itulah, menginjak usia 16 tahun Partai Demokrat, majalah Men’s Obsession menghadirkan profil dan kiprah beberapa kader Partai Demokrat yang dipercaya rakyat duduk di parlemen.

DR. Ir. E. Herman Khaeron, MSi. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI

Berjuang Wujudkan Percepatan kemandirian Pangan

DR. Ir. E. Herman Khaeron, MSi. Wakil Ketua Komisi IV DPR RINaskah: Giattri F.P., Foto: Sutanto

Sebagai wakil rakyat,? E. Herman Khaeron dikenal kritis dan tegas terutama dalam memperjuangkan ketahanan pangan, kesejahteraan petani dan nelayan.? Maka tak ayal, politisi Partai Demokrat tersebut dua kali berturut-turut diberi kepercayaan menjadi pimpinan komisi IV yang ruang lingkupnya meliputi bidang?pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan.?

Herman menjabat Wakil Ketua Komisi IV pada periode 2009-2014 dan berikutnya 2014-2019 dari daerah pemilihan yang sama, Jawa Barat VIII (Kab. Indramayu, Kab. Cirebon dan Kota Cirebon). ?Saya tidak pernah membayangkan akan menjadi wakil rakyat, tapi sudah jalan yang digariskan Allah SWT, saya terpilih menjadi anggota DPR RI bahkan dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi IV,? ungkapnya.


Herman mengisahkan, ia menjadi simpatisan Partai Demokrat ?sejak Susilo Bambang Yudhoyono mendirikan partai tersebut pada 9 September 2001 lalu, dan turut menjadi relawan SBY-JK pada pilpres tahun 2004, kemudian menjadi pengurus DPP Partai Demokrat pada tahun 2005 sebagai Ketua Departemen Kelautan dan Perikanan.


Kematangannya dan penguasaan isu-isu pertanian, kehutanan dan perikanan membuat Herman terus diberi kepercayaan. Terlebih saat menjadi pimpinan komisi IV DPR RI, ia betul-betul memanfaatkan posisi strategisnya untuk? mewujudkan percepatan ketahanan pangan nasional yang mandiri dan berdaulat. Salah satu yang prestisius, ia diberi tugas khusus menjadi Ketua Panja (Panitia Kerja) UU No. 18 Tahun 2012 tentang pangan.


?Hal yang substantif dalam Undang-Undang tersebut adalah bagaimana pangan sampai kepada tingkat individu sebagai hak azasi manusia, secara cukup, bergizi seimbang dan beragam. Prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan spirit Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan yang dicanangkan pemerintahan Pak SBY di Purwakarta pada tahun 2005 lalu,? jelasnya.


Masyarakat Indonesia sangat bergantung terhadap sektor pangan yang basisnya adalah pertanian, sambung Herman, tentu masyarakat harus bersyukur indonesia sebagai negara agraris dan beriklim tropis. ?Produktivitas kita bisa jauh lebih tinggi dibanding negara lain. Asalkan kelima instrumen, yakni lahan, air, benih, pupuk, dan manajemen tanam yang baik bisa dipenuhi,? jelasnya.


Sehingga di dalam pembangunan pangan khususnya sektor pertanian, menganut tiga strategi pokok, yakni intensifikasi, bagaimana dengan input teknologi dan manajemen tanam bisa menghasilkan produktifitas pangan lebih tinggi daripada pertumbuhan konsumsi rata-rata masyarakat Indonesia per kapita per tahun.

Putu Supadma Rudana

Antara Seni Budaya dan Politik

Putu Supadma RudanaNaskah: Suci Yulianita, Foto: Edwin Budiarso

Puluhan tahun lamanya mengabdikan diri pada dunia seni dan budaya di tanah air, Putu Supadma Rudana pada akhirnya memilih berkecimpung dalam dunia politik dengan membawa misi besar, Politik Dharma, yakni politik melalui jalan kebaikan. Mulai bergabung di Partai Demokrat sejak 2008 lalu, kini Ia menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, dan baru saja dilantik sebagai anggota komisi III DPR RI pada Agustus 2017 lalu. 

 

Ketika ditemui di perpustakaan MPR RI, gedung DPR MPR RI Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu, Putu yang tampil sangat rapih dan menawan mengenakan setelan jas, bercerita dengan penuh semangat mengenai perjalanan karier, baik di seni budaya, politik, hingga visi misi serta harapan-harapannya untuk kedua bidang yang berbeda namun saling bersinergi itu.


Terlahir dari keluarga seniman yang begitu mencintai seni dan budaya Indonesia, khususnya Bali, otomatis membuatnya jatuh hati pada dunia itu. Apalagi sebagai pecinta karya seni, keluarga Putu juga memilih menjadikan seni budaya sebagai dedikasi dengan mendirikan sebuah Museum Seni Rupa, Museum Rudana di Bali. Kecintaannya yang besar serta pengalamannya dalam mengelola karya seni dan budaya, membuatnya didapuk sebagai Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) yang membawahi lebih dari 400 museum di seluruh Indonesia.   


Selain karena latar belakang keluarga, satu hal yang membuatnya semakin mencintai seni dan budaya Indonesia, adalah, pada saat Ia merantau menyelesaikan pendidikan tingginya di negeri orang. “Ketika saya mendapatkan pendidikan di luar, justru saya semakin mencintai Indonesia lebih jauh lagi. Karena di sana justru kita melihat banyak kelebihan yang Indonesia miliki, khususnya dalam bidang seni, budaya, dan warisan budaya serta nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Selain itu warisan yang terbesar yang memang kita miliki adalah rasa toleransi, kebersamaan, dan juga kekuatan empati, kekeluargaan, itu kuat sekali di Indonesia,” ujar peraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Webster University of St. Louis, USA ini.


Tahapan demi tahapan telah dilaluinya, sampai pada akhirnya di usianya yang ke-34 tahun tepatnya pada tahun 2008 lalu, Putu memilih ingin mengabdikan hidupnya bagi masyarakat dan bangsa negara ini lebih luas lagi dengan memilih berpolitik, bergabung di Partai Demokrat. Ia mengaku, keputusan yang sulit tersebut telah menjadi tahapan besar dalam hidupnya. Apalagi banyak masyarakat yang memandang remeh politik, image politik masih kurang bagus di mata masyarakat.


Namun justru di situlah tantangannya! Putu hadir ingin membawa politik ke arah jalan kebaikan melalui ‘politik dharma’, yaitu sebuah filosofi Bali yang berarti membawa politik pada jalan kebaikan. “Dharma itu adalah perbuatan yang baik, jadi saya selalu berusaha untuk tetap di track yang baik dan benar,” selorohnya. Memulai dunia politik dengan menjabat Ketua Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Partai Demokrat, Putu kini terpilih sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat masa bakti 2015 – 2020.

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

 

 

Popular

 

Photo Gallery

 

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250