Search:
Email:     Password:        
 





14 CEO PILIHAN

By Iqbal Ramdani () - 19 February 2018 | telah dibaca 1406 kali

Aas Asikin Idat Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Ikut Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Naskah: Iqbal, Foto: Istimewa

Tak banyak orang yang mengenal sosok Aas Asikin Idat, namun kiprahnya sebagai Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) patut diacungi jempol. Berkat kegigihannya, Pupuk Indonesia berhasil menorehkan prestasi dalam membantu program pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional dengan menyalurkan pupuk sebesar 11,4 juta ton sepanjang 2017 kepada para petani.

 

Memiliki pengalaman yang mumpuni di bidang tata kelola pupuk, tidak heran Aas dipercaya oleh Menteri BUMN Rini Soemarno untuk memimpin Pupuk Indonesia. Di bawah nakhoda Aas, perusahaan plat merah tersebut terus mengepakan sayap dengan mempersiapkan sejumlah proyek, seperti pembangunan pabrik NPK di PT Pupuk Iskandar Muda sebesar 1 juta ton per tahun, PT Pupuk Kujang Cikampek sebesar 200.000 ton per tahun, PT Petrokimia Gresik sebesar 500.000 ton per tahun, dan PT Pupuk Kalimantan Timur sebesar 1 juta ton per tahun.

 

Hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan pabrik yang ada agar memenuhi kebutuhan domestik dan sebagai bahan baku pupuk NPK. Upaya lain untuk meningkatkan daya saing perusahaan adalah melalui peningkatan efisensi pabrik dengan melakukan revitalisasi pabrik. Sejauh ini, Pupuk Indonesia telah merevitalisasi tiga pabrik, salah satunya pabrik Pusri 2B. Pusri 2B ini menggantikan Pabrik Pusri 2 yang telah berumur lebih dari 40 tahun. Pabrik Pusri 2B selain menerapkan teknologi baru juga dapat menghemat bahan baku gas alam hingga 14 MMBTU per ton urea, sehingga menurunkan harga pokok produksi agar dapat bersaing dan kompetitif.

 

 

Pupuk Indonesia juga akan mulai merambah bisnis petrokimia lainnya yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan dengan urea. Saat ini Pupuk Indonesia tengah menjajaki kemungkinan pengembangan produk petrokimia di Bintuni seperti methanol, ethylene, dan sebagainya. “Pengembangan NPK menjadi prioritas Pupuk Indonesia ke depan telah terbukti memberikan hasil yang optimal dalam meningkatkan produktivitas tanaman, baik itu tanaman pangan maupun perkebunan,” tutur Aas.

 

Selama 2017, Pupuk Indonesia menemui banyak tantangan salah satunya kenaikan harga gas, tapi di tangan Aas hal itu tidak menjadi masalah karena pihaknya telah mempersiapkan berbagai langkah untuk menghadapi hal tersebut di antaranya dengan melakukan efisiensi dalam operasional dan meningkatkan reliabilitas pabrik, perseroan juga mengganti unit steam dan energi dari gas menjadi batu bara serta mengembangkan produk-produk pupuk yang persentase kebutuhan gasnya sedikit, seperti NPK. Saat diberikan amanah untuk menjabat sebagai Dirut, Aas terus berkomitmen untuk menyukseskan program ketahanan pangan melalui jaminan pasokan pupuk di tanah air, dibuktikan dengan menyalurkan pupuk hingga ke seluruh pelosok tanah air untuk melayani daerah terpencil yang sulit dijangkau.

 

Selain itu, Pupuk Indonesia menambah gudang penyangga dan menyediakan sarana transportasi untuk ke kios remote serta menginvertarisir kebutuhan pupuk yang akan ditangani di wilayah terpencil. Pupuk Indonesia melalui anak usahanya PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP) mengembangkan Rice Center, bertujuan untuk dapat turut berperan meningkatkan kesejahteraan petani melalui penyediaan bimbingan teknis dan jaminan pembelian hasil panen, serta berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah melalui kerjasama dengan Perusahaan Daerah.

 

Penghargaan demi penghargaan didapatkan selama Aas memimpin, di antaranya penghargaan sebagai TOP CSR Improvement 2017. TOP CSR adalah kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan tertinggi kepada perusahaanperusahaan yang beroperasional di Indonesia yang dinilai telah menjalankan program CSR terbaik. Aas juga didaulat sebagai ‘Top Leader CSR Commitment'. Pupuk Indonesia pun berhasil meraih penghargaan ‘The Best of The Best ICCA II 2017’ dalam ajang Penghargaan Indonesia Corporate Secretary-Communication Award (ICCA) II 2017 yang diselenggarakan oleh Economic Review. Tak berhenti disitu, selain menjadi juara umum, Pupuk Indonesia juga menyabet gelar lainnya, seperti Lima Besar Perusahaan Terbaik ICCA II 2017, Peringkat I Kategori BUMN, Peringkat I Kategori Organization Structure, dan Peringkat I Kategori Corporate Secretary. Ajang ini diikuti oleh 23 perusahaan peserta berasal dari perusahaan BUMN, Anak Perusahaan BUMN, Pemerintahan, BUMD, Swasta Tbk dan non-Tbk.

 

Pupuk Indonesia juga mendapat penghargaan gratifikasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kategori “BUMN/D dengan Unit Pengendali Gratifikasi Terbaik Harapan II Tahun 2015. Tidak berhenti di situ, untuk mendukung penerapan kebijakan tersebut, Pupuk Indonesia pun telah membentuk Whistlebolwing System (WBS) yang digunakan untuk mengoptimalkan peran serta insan Perseroan maupun mitra kerja dalam mengungkap pelanggaran yang terjadi di lingkungan Perusahaan.

 

Pupuk Indonesia juga diganjar penghargaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2017 kategori Instansi dengan LHKPN Terbaik. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada perusahaan yang telah berkomitmen tinggi dalam pencegahan korupsi melalui LHKPN. Tidak berhenti disitu, Pupuk Indonesia juga meraih penghargaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Performance Excellence Award 2017, dari Forum Ekselen BUMN (FEB) dengan predikat “Good Performance”.

 

BUMN Performance Excellence Award merupakan ajang penghargaan yang menilai pencapaian kinerja bisnis perusahaan berbasis Performance Excellence System. Penghargaan tersebut digelar untuk mencapai core value BUMN, yaitu integrity, strong national leadership, dan global mindset, untuk menuju perusahaan kelas dunia. Saat ini, Pupuk Indonesia telah memiliki 10 anak perusahaan yang bergerak di bidang Pupuk dan Kimia, EPC, Perdagangan, Utilitas, Logistik, dan Pengolaan Pangan, yaitu PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Rekayasa Industri, PT Mega Eltra, PT Pupuk Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Energi, dan PT Pupuk Indonesia Pangan.

Agus Susanto Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Fokus Di Fase Operational Excelent

Naskah: Giattri F.P., Foto: Edwin B./Dok.Humas BPJS Ketenagakerjaan

Nama Agus Susanto mencuat takkala Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan periode 2016-2021. Di bawah komandonya, Badan Hukum Publik itu berhasil mencetak kinerja progresif untuk menjadi kebanggaan Indonesia.

 

Sejak dilantik pada Februari 2016 silam, Agus mengaku ada beberapa tantangan yang dihadapi BPJS Ketenagakerjaan di antaranya perluasan kepesertaan. Hal ini, sambungnya, berkaitan dengan pendanaan jaminan sosial Indonesia yang bersifat self funding. “Kami juga wajib meregulasi seluruh pekerja yang tersebar di seluruh Indonesia dengan beragam latar belakang budaya untuk menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan dan mewajibkan mereka membayar iuran,” tutur Agus. Tantangan lain, bagaimana manfaat prioritas BPJS Ketenagakerjaan yang diatur dalam undang – undang BPJS, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun bisa dinikmati para pekerja. 

 

Tahun 2018, imbuh Agus, BPJS Ketenagakerjaan fokus kepada fase Operational Excellent. “Kita akan melakukan pembaharuan dan pengembangan besarbesaran terhadap sistem teknologi mulai dari core system sampai ke e-channel. Salah satu langkah yang sudah digulirkan adalah menyempurnakan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI) dengan sistem aplikasi digital berbasis internet yang dioperasikan melalui smartphone. Aplikasi ini mengintegrasikan sistem yang ada di BPJS Ketenagakerjaan dengan sistem di Bank. Dengan aplikasi digital tersebut seluruh proses ditangani secara Elektronis, Straight Trough Processing (STP), Single Sign On, dan Paperless.

 

“Aplikasi ini tidak hanya mempermudah sistem kerja Perisai dalam mengakuisisi peserta, namun juga memudahkan pemantauan secara real time oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, aplikasi ini juga digunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk meminimalisir risiko terjadinya fraud,” jelas Agus.

 

Sistem Perisai sendiri sudah diimplementasikan sejak November 2017 lalu dan telah berhasil mengakuisisi 55.000 tenaga kerja baru. Sebagai bentuk apresiasi pelaksanaan tugasnya, agen PERISAI akan mendapatkan insentif yang menarik dari BPJS Ketenagakerjaan. Pada tahun 2018, BPJS Ketenagakerjaan berencana merekrut secara bertahap 5.000 orang Perisai untuk melakukan akuisisi 3 juta peserta baru. Agen Perisai tersebut akan direkrut dari berbagai kalangan atau komunitas seperti dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kantor Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Serikat Pekerja, Serikat Buruh dan Asosiasi serta Komunitas lainnya. 

 

Di bawah nakhoda Agus, sepanjang 2017, BPJS Ketenagakerjaan menorehkan kinerja cemerlang. Hingga Desember 2017 (unaudited), total tenaga kerja yang telah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 44,99 juta orang. Dari jumlah tersebut, peserta aktif mencapai 26,24 juta orang tumbuh 15,95 persen dari 2016 sebesar 22,63 juta orang. Ia mengklaim, pencapaian jumlah kepesertaan itu menunjukkan sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan telah berjalan baik. “Kami juga mendorong kerja sama lebih erat dengan lembaga pemerintah atau perusahaan swasta untuk mendongkrak jumlah peserta,” ujarnya.

 

Dari sisi jumlah pemberi kerja aktif sebanyak 488.188, melampaui target rencana kerja yang ditetapkan sebesar 425.000. Kemudian dari sisi pencapaian iuran, realisasi tahun 2017 mencapai Rp56,41 triliun naik 16,02 persen dibanding tahun sebelumnya Rp48,62 triliun. Hasil investasi mencapai Rp26,71 triliun dari target hasil investasi sebesar Rp24,84 triliun. “Pengelolaan dana investasi tersebut memberikan tingkat pengembalian atau Yield on Investment (YOI) sebesar 9,4 persen,” ungkap Agus.

 

Untuk pembayaran klaim dan jaminan yang dilakukan sepanjang tahun 2017 mencapai Rp25,36 triliun dengan total klaim sebanyak 2,04 juta dari 4 program yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan juga menyabet berbagai penghargaan, antara lain mendapatkan apresiasi dari ASEAN Social Security Association (ASSA) kategori 'Insurance Coverage', khususnya dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kini juga mencakup perlindungan pekerja migran di luar negeri.

 

Meraih ‘Best Career Management’, ‘Best Change Management’, ‘Best Employee NPS’, dan ‘Best All HC Criteria’ dalam ajang Dunamis Study Awards 2017. BPJS Ketenagakerjaan juga mendapat Penilaian Dewan Jaminan Sosial Nasional, Kinerja Tahun 2016 Predikat ‘Sehat Sekali’. Penghargaan KPK ‘Lembaga Pengendalian Gratifikasi Terbaik’. Lebih lanjut Agus menuturkan jiwa leadership sangat penting dalam membangun team work di perusahaan. Idealnya harus tercipta suatu interaksi antara atasan dan bawahan secara sinergi, efektif, dan tanpa beban. “Seorang leader harus bisa memanage dan merangkul bawahannya untuk melaksanakan visi dan misi perusahaan. Layaknya dirigen yang memimpin sebuah orkestra, harus mampu mengorganisir kelompoknya agar harmonis dalam menyuguhkan karya,” jelasnya.

 

 

Ahmad Irfan Direktur Utama Bank BJB Bankir Visioner

Naskah: Giattri F.P., Foto: Istimewa

Dialah sosok pemimpin visioner yang dimiliki negeri ini. Betapa tidak? Sebagai nakhoda PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB), ia sukses menggulirkan berbagai gebrakan sehingga Bank BJB yang semula berskala daerah menjelma menjadi bank skala pasar nasional. Kini, bank berkode emiten BJBR itu menduduki peringkat ke-18 dari 130 bank di Indonesia.

 

Berbekal ilmu yang diserapnya dari para bankir tangguh di masa sebelum dan setelah krisis ekonomi 1998, kemampuan Ahmad Irfan kian teruji terutama di masamasa awal kariernya di industri perbankan. Berkat ilmu dan pengalamannya, sejak 2015 lalu ia dipercaya sebagai Direktur Utama Bank BJB. Kala itu, ia menerima tantangan cukup besar salah satunya rasio kredit bermasalah (Non-performing loan/NPL) yang sangat tinggi, hampir menyentuh 5%. Berkat tangan dingginnya, Bank BJB berhasil menjaga NPL di level 1,5% selama tiga tahun terakhir. Bank BJB juga sukses menunjukkan catatan prestasi yang membanggakan di tahun 2017, di tengah-tengah tekanan perekonomian global maupun ekonomi nasional yang masih bergejolak. 

 

Hingga triwulan III/2017 Bank BJB mencatatakan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun. Raihan ini ditopang dari hasil ekspansi kredit yang tumbuh sebesar 11,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu (year on year/yoy). Total kredit yang disalurkan Bank BJB sebesar Rp70,5 triliun dan diimbangi dengan kenaikan fee based income 18,5% (yoy). Total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun hingga triwulan III/2017 tercatat sebesar Rp86,6 triliun, tumbuh 18,6 persen (yoy). Adapun dari total aset Bank BJB tercatat sebesar Rp114,2 triliun atau tumbuh 12,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Kinerja tersebut ditopang kualitas pelayanan yang terus mengalami peningkatan.

 

Atas berbagai catatan positif itu, Bank BJB meraih berbagai penghargaan prestisius dan membanggakan sepanjang 2017 dari berbagai instansi, masyarakat, serta stakeholder. Di antaranya Penghargaan Markplus. Inc – Ahmad Irfan as 'Bandung Marketing Champion' dan Ahmad Irfan as 'Marketeer of the Year', 'Top IT Implementation on Payment of Local Government Taxes 2017' – itech, 'Top Leader in IT Leadership 2017' – itech. Penghargaan Majalah Forbes Indonesia ‘Best of the Best Award Top 50 Companies 2017' – Peringkat 18, IICD Corporate Governance Conference & Award – 'TOP 50 of the Biggest Market Capitalization Public Listed Companies', International Council for Small Business (ICBS), Indonesia Presidential Award 2017 'Category Business Practioner', Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) – BUMD Dengan Sistem Pengendalian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) – Lembaga Dengan Tingkat Kepatuhan LHKPN Terbaik Tahun 2017.

 

Di lantai bursa saham, Bank BJB masuk kategori LQ45, yakni kategori bergengsi dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari investor kepada Bank BJB. Dalam menjalankan bisnisnya, Bank BJB senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku dan selalu mengimplementasikan penerapan Good Corporate Governance (GCG) dengan baik, untuk menghindari praktek korupsi, dan kolusi. ”Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan Bank BJB dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan azas prudential banking,” ujar Ahmad Irfan.

 

Berbagai pencapaian tersebut juga tak lepas dari kesigapan dalam melakukan penyesuaian terhadap perkembangan zaman. Adopsi teknologi, inovasi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi tiga aspek penting yang selalu ditekankan manajemen Bank BJB. “Kini dunia dikuasai oleh generasi Y dan Z yang mengedepankan teknologi. Artinya bank akan ketinggalan jika tidak melakukan pemutakhiran teknologi,” tegas pria yang meraih gelar Doktor atas disertasinya berjudul “Model Strategi Bersaing: Studi Empiris pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia itu.

 

Bank BJB kini sudah mengambil langkah strategis dengan melakukan pendekatan produk dan jasa yang sesuai perkembangan zaman. Alasan yang tetap menjadikan Bank BJB sebagai Regional Champions.  Salah satunya, berkomitmen meningkatkan inovasi pada produk dan jasa melalui layanan berbasis digital, seperti bjb mobile, bjb sms, bjb digi, e-money server based hingga card based. Salah satu wujud teknologi terdapat pada layanan fintech yang dalam kurun waktu dua tahun terakhir telah mampu meraup transaksi hingga Rp3 triliun. Ahmad Irfan memprediksi di tahun 2020 fintech akan mampu menghasilkan Rp7 triliun. Artinya jika perbankan dan regulator tidak bergerak cepat maka akan tertinggal dari sisi payment.  

 

 

Alex J Sinaga Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tiga Tahun Sarat Prestasi

Naskah: Purnomo, Foto: Dok.Humas PT Telkom

Tiga tahun memimpin PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Alex J Sinaga terus menunjukkan kinerja yang mengkilap. Ia membawa BUMN tersebut tidak hanya menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia tetapi juga membawa Telkom bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital (digital telecommunication company) yang disegani di Asia Tenggara.

 

Setelah diumumkan sebagai Direktur Utama pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) pada Desember 2014, Alex J. Sinaga yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Telkomsel, tanpa membuang-buang waktu, ia langsung tancap gas. Di bawah nakhodanya, perusahaan plat merah tersebut semakin gencar dalam meningkatkan inovasinya, terutama dalam menyongsong era of integrity, di mana segala sesuatu saling terhubung satu sama lain.

 

Dengan ditetapkannya Alex sebagai Direktur Utama, Telkom bisa dibilang semakin agresif dalam meningkatkan pertumbuhan bisnisnya, sebut saja seperti target pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan rata-rata industri telekomunikasi, peningkatan market capitalization dan mengoptimalkan perannya di 10 kawasan luar Indonesia yang akan dibarengi perluasan area bisnisnya. Di akhir tahun 2015, Alex berhasil membawa Telkom menembus market capitalization Rp300 triliun dan pendapatan di atas Rp100 triliun.

 

Setahun berikutnya, Alex berani menargetkan pertumbuhan Triple Double Digit untuk pendapatan, laba bersih dan EBITDA perseroan. Alex juga memfokuskan kinerja perusahaan pada sektor Data, Internet, dan IT Services. Dengan pertimbangan bahwa nantinya akan ada realisasi pengembangan 4G LTE yang sudah bisa dirasakan pada pertengahan tahun 2015. Untuk mempertahankan dan meningkatkan pencapaian itu, ia mencanangkan 3 program utama. Pertama, mempertahankan pertumbuhan Triple Double Digit bisnis seluler Telkomsel. Kedua, mendorong bisnis digital TelkomGroup melalui program Indonesia Digital Network (IDN) yang bertujuan membangun masyarakat digital Indonesia serta meningkatkan produktivitas di segala sektor. Ketiga, mengembangkan bisnis internasional untuk memperkuat posisi Telkom di pasar regional maupun global.

 

Tiga tahun kinerja cemerlang

Tiga tahun telah berlalu sejak Alex mendapat tanggung jawab menakhodai kapal besar yang bernama Telkom, kinerja perusahaan tersebut ternyata semakin moncer. Sepanjang Januari - September 2017 lalu, Alex berhasil membawa Telkom meraup pendapatan senilai Rp97 triliun atau naik 12,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp86,18 triliun. Telkom mampu membukukan laba bersih senilai Rp17,92 triliun atau tumbuh 21,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp14,73 triliun dengan EBITDA perseroan tercatat Rp50 triliun atau tumbuh 12,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Data, Internet & IT Services tumbuh sebesar 30,5% dan menjadi kontributor dominan dengan menyumbang sebesar 43,8% terhadap total pendapatan. Hal ini menunjukkan hasil transformasi Telkom menjadi digital telecommunication company. Di sisi infrastruktur Telkom juga mencatatkan sejarah yang cukup penting. TelkomGroup telah menggelar jaringan tulang punggung fiber optic sepanjang 153,6 ribu km atau setara dengan 4x keliling Bumi yang terdiri dari 88,9 ribu km di domestik dan 64,7 ribu km di luar negeri. Selain itu, khusus untuk mendukung program pemerintah dalam hal penetrasi pita lebar, Telkom tengah melakukan penetrasi fiber optic ke 457 kabupaten/kota atau 88% dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia.

 

Kabel bawah laut yang baru saja diselesaikan adalah kabel South East AsiaUnited States (SEA-US) yang beroperasi pada awal Agustus 2017 lalu, menghubungkan langsung Manado ke Los Angeles, melewati Guam dan Hawaii sepanjang kurang lebih 15 ribu km. Sebelumnya, pada akhir tahun 2016, TelkomGroup bersama konsorsium juga berhasil menyelesaikan pembangunan kabel South East Asia - Middle East - Western Europe - 5 ( SEA-ME-WE-5) yang menghubungkan Dumai dengan Marseille Prancis sepanjang kurang lebih 20 ribu km.

 

Saat ini, TelkomGroup juga sedang menggelar kabel Indonesia Global Gateway (IGG), yang akan menghubungkan kabel SEAMEWE-5 dan SEA-US melalui jalur tengah Indonesia sehingga posisi Indonesia menjadi sangat strategis sebagai international hub yang menghubungkan Amerika dan Eropa.

 

 

Edi Sukmoro Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bisnis Menguat, Pelayanan Meningkat

Naskah: Purnomo., Foto: Anto/Dok. Humas PT KAI

Sebagai pucuk pimpinan tertinggi di PT Kereta Api Indonesia (Persero)/PT KAI, sejatinya kinerja Edi Sukmoro sudah tidak diragukan lagi. Betapa tidak, di tangannyalah sepanjang tahun 2017, PT KAI berhasil mencetak kinerja mengkilap dengan meraih laba bersih (unaudited) sebesar Rp1,4 triliun. Capaian tersebut melonjak sekitar 40 persen dari raupan tahun sebelumnya sebesar Rp1 triliun.

 

Pertumbuhan bisnis yang menguat ini tentu saja akan berimplikasi kepada masyarakat pengguna kereta api. “Pertumbuhan laba tahun lalu tinggi karena PT KAI adalah perusahaan pelayanaan publik bukan bisnis. Sehingga keuntungan yang kami dapatkan akan dikembalikan lagi kepada pelayanan,” ungkap Edi. Sebagai catatan, meroketnya laba perseroan tersebut sangat ditunjang oleh pendapatan angkutan dan barang. Di tahun 2017 sektor angkutan penumpang mampu melebihi target karena berhasil mengangkut 389 juta penumpang atau naik 11 persen dari tahun 2016 sebesar 352 juta penumpang. Kenaikan jumlah penumpang tahun 2017 disebabkan bertambahnya jumlah perjalanan. 

 

Sedangkan untuk angkutan barang tahun 2017 juga dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 13 persen. Jika tahun 2016, PT KAI hanya berhasil mengangkut barang sejumlah 32 juta ton, maka tahun 2017 jumlahnya meningkat jadi 36 juta ton. Itu dikarenakan kontribusi laba PT KAI dari sektor penumpang dan angkutan barang relatif sama. Secara keseluruhan, untuk angkutan penumpang pada tahun 2017 mengalami peningkatan 11 persen dibandingkan 2016. Sementara, untuk angkutan barang, meski terjadi peningkatan, namun pencapaian itu menurut Edi masih di bawah target perseroan, yaitu 39 juta ton setahun. Namun Kinerja 2017 secara umum meningkat, baik dari sisi kinerja keuangan maupun operasi, termasuk juga angka kecelakaan yang menurun signifikan hingga 62 persen.

 

Oleh sebab itu, Chief Executive Officer (CEO) PT KAI ini yakin jika di tahun 2018 angkutan massal penumpang tersebut bisa kembali meningkat. Ke depan, PT KAI optimistis akan ada pertumbuhan, baik jumlah penumpang dan angkutan barang. Salah satu indikatornya ialah makin bertambahnya jumlah penumpang di sektor kereta api listrik atau PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Tahun sebelumnya per hari KCI mengangkut 500 ribu penumpang. Kinerja angkutan barang pun bisa ditingkatkan lagi. Relasi jalur JakartaSurabaya dan Surabaya-Semarang masih bisa ditingkatkan. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan membangun jalur kereta yang akan memasuki Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang. 

 

Di sisi angkutan barang, Edi mengaku tengah melakukan pembicaraan dengan pemerintah terkait upaya mengurangi biaya pengangkutan barang dengan cara me-review pengenaan pajak sepuluh persen yang membuat moda angkutan kereta kalah bersaing dengan angkutan berbasis jalan raya. Terkait pembiayaan, pihak PT KAI telah memperoleh izin untuk menerbitkan obligasi kembali tahun 2018 ini. Kalau dilihat dari hasil RUPS, PT KAI hanya diizinkan menerbitkan obligasi maksimal Rp2 triliun. Tujuan PT KAI sengaja menerbitkan obligasi untuk mendanai rencana pengembangan bisnisnya pada tahun ini.

 

PT KAI hanya mengharapkan agar penerbitan obligasi PT KAI bisa dilakukan pada semester I tahun 2018. Melihat kesuksesan penerbitan pertama kemarin seharusnya perusahaan bisa lebih percaya diri lagi. Namun langkah mengeluarkan obligasi di 2018 mesti memerhatikan waktu penerbitan. Menurut dia, penerbitan di semester I 2018 merupakan waktu yang tepat karena biasanya kondisi pasar sedang positif. Selain itu juga tergantung besaran kupon yang ditawarkan. Sebagai BUMN sektor angkutan, kelak dana hasil obligasi yang didapat akan dimaksimalkan untuk melakukan peremajaan kereta api yang telah berusia tua. Tahap pertama peremajaan kereta api itu sebanyak 480 kereta. PT KAI membutuhkan setidaknya 800 gerbong kereta api, sementara kapasitas produksi PT INKA (Persero) terbatas.

 

 

 

Elvyn G. Masassya Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II IPC 2018 Menuju Fase Establishment

Naskah: Suci Yulianita, Foto: Sutanto/Dok. Humas IPC

Memimpin IPC sejak 2016 lalu, Elvyn melakukan second round transformation, serta penajaman visi untuk menuju World Class Port Operator yang telah disusun dalam roadmap lima tahun (2016 – 2020) dengan tahapan fase fit infrastructure, fase enhancement, fase establishment, dan fase sustainable superior performance.

 

Mengawali fase Establishment pada 2018 ini, Elvyn beserta timnya fokus pada beberapa program kerja berbasis volume growth, holding establishment, dan profitability growth. Sebelumnya di tahun kedua kepemimpinannya, Elvyn telah banyak melakukan langkah strategis untuk mewujudkan IPC menuju World Class Port Operator. Pada 2018 ini, meneruskan fase Establishment, program kerja Elvyn dan seluruh tim IPC terfokus pada beberapa hal, yakni Volume Growth, antara lain pada peningkatan pangsa pasar pelabuhan, peningkatan efektifitas operasi di cabang pelabuhan, serta operasi terminal baru.

 

Kemudian Profitability Growth yang terfokus pada Volume growth serta naiknya tarif di beberapa cabang pelabuhan, kerja sama dengan pihak eksternal, program cost effectiveness, serta IPO untuk dua anak perusahaan (PT. PTP dan PT. IKT). Setelah itu, Holding Establishment (Synergize Among BUMN), yaitu berupa Standarisasi Operasi & Infrastruktur pelabuhan di Indonesia guna mendukung program integrated port network/tol laut), kerja sama dengan Kawasan Industri, kerja sama antar anak perusahaan BUMN, serta penjajakan operasi PT1 & PT2 dengan BUMN.

 

Sementara untuk kinerja keuangan pada fase ini, terutama pada 2018, IPC menargetkan mengalami peningkatan sebesar 11,02% dari tahun sebelumnya, laba usaha diharapkan naik menjadi Rp2,05 triliun, sementara EBITDA Margin ditargetkan tumbuh menjadi 37,05% dan BOPO diharapkan bisa turun 1,6% dari tahun sebelumnya. Untuk kinerja operasional throughput petikemas diharapkan naik menjadi 7,10 juta TEUs atau meningkat 2,7% dari tahun sebelumnya, throughput non petikemas naik menjadi 72,86 juta ton atau 27,7% dari tahun sebelumnya utamanya untuk curah cair dan curah kering. Sementara kunjungan kapal diharapkan turun 15,8% dan arus penumpang kapal tercapai 511,7 ribu orang.

 

Untuk mencapai apa yang menjadi tujuan IPC tersebut tentu tak mudah, ada tantangan dan kendala yang harus dihadapi perusahaan. Untuk mengatasi hal tersebut, IPC telah mengambil langkah-langkah strategis dalam rangka redefinisi posisi perusahaan dan reorientasi arah perusahaan, termasuk penajaman visi, nilai dan karakter perusahaan, penentuan arah kebijakan Direksi hingga penyusunan corporate roadmap menuju cita-cita perusahaan sebagai pengelola pelabuhan kelas dunia di tahun 2020. Adapun tiga bidang yang menjadi fokus dalam peningkatan kinerja ke depan adalah persiapan Fondasi Governance, Revenue Enhancement, dan Cost Effectiveness. 

 

Sementara untuk pengembangan bisnis, IPC juga akan melakukan pengembangan pelabuhan-pelabuhan baru dengan tujuan mempercepat dan meningkatkan pelayanan, serta pengelolaan organisasi yang best practices dikelola by system. Dengan demikian, IPC telah melakukan inovasiinovasi yang bertujuan untuk perbaikan pelayanan dan operasional, diantaranya adalah upaya menekan angka Dweling Time melalui pembuatan Integrated Container Freight Station (CFS Center), modernisasi infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan serta optimalisasi penggunaan teknologi informasi yang dilaksanakan dalam bentuk implementasi VTS (Vessel Traffic System), MOS (Marine Operating System), Inaportnet, NPK dan PK TOS, Auto Tally dan Auto Gate serta E-Service. Optimalisasi penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan jasa kepelabuhanan selain bertujuan untuk memudahkan pengguna jasa dalam bertransaksi, juga untuk mendukung pelaksanaan good corporate governance (GCG) terhadap transparansi biaya pelayanan jasa.

 

Di samping itu, IPC juga akan melakukan modernisasi pelabuhanpelabuhan yang sudah ada. Semua itu telah dimulai dengan persiapan program seperti memodernisasi peralatan, review layout kompleks pelabuhan, traffic management dan juga estetikanya agar pelabuhan ini lebih terstruktur dan tersistemisasi seperti world class ports pada umumnya. Sementara untuk menekan biayabiaya logistik, IPC juga telah melakukan beberapa langkah-langkah strategis yang diimplementasikan dalam program Integrated Port Network. Program ini merupakan
solusi yang tepat untuk mengintegrasikan kawasan pelabuhan dan industri. Program ini bertujuan agar kegiatan supply chain dapat dikontrol dan dipastikan menjadi menjadi lebih luas, dari pemilik barang ke tujuan ‘Door to Door’ (end to end process).

 

Selain itu dengan adanya inisiatif Harmonisasi antar stakeholder supply chain mengakibatkan konektivitas multimoda semakin meningkat. Hal ini tentu akan berdampak positif dalam perbaikan konektivitas jalur darat. Akan ada tujuh pelabuhan yang dilibatkan dalam mendukung konsep ini, antara lain, pelabuhan Tanjung Priok, Surabaya, Pontianak, Belawan/Kuala Tanjung, Makassar, Bitung dan Sorong/Seget. Tak hanya itu, saat ini IPC juga tengah mengembangkan gagasan “Pelabuhan Indonesia Incorporated”, yaitu sebuah inisiasi sinergi dalam lingkungan seluruh Pelindo, mulai dari Pelindo I hingga Pelindo IV. Pelindo merencanakan konsolidasi atau holding anak perusahaan dalam bidang sejenis atau yang memiliki segmentasi usaha yang sama di lingkungan Pelindo I-IV.

 

Misalnya menggabungkan anak perusahaan yang bergerak di bidang handling petikemas yang dimiliki oleh Pelindo I – IV, atau anak perusahaan yang bergerak dalam bidang handling logistik dengan sesamanya. Anak perusahaan tersebut rencananya akan dilakukan pemetaan menurut segmentasi usahanya yang dibagi menjadi 14 segmen, difokuskan menjadi empat bidang usaha yakni container, multi-purpose, logistic, marine and shipyard, dan developer. Dan untuk saat ini Pelindo Incorporated masih dalam proses Feasibility Studies (FS), termasuk di dalamnya mempersiapkan seluruh kesepakatan bersama antara Pelindo I – IV untuk menggodog pola operasi dan opsi restrukturasi dari Pelindo Incorporated.

Garibaldi Thohir Presiden Direktur PT Adaro Energy TBK Komitmen Membangun Negeri Lewat Batu Bara

Naskah: Albar, Foto: Istimewa

Sebagai orang nomor satu di PT Adaro Energy Tbk, Garibaldi Thohir mampu membawa perubahan besar di perusahaan pertambangan itu ke arah yang lebih maju. Kinerja baik terus ia catatkan karena sektor usaha pertambangan batu bara diyakini pria yang akrab disapa Boy Thohir ini masih menjadi bisnis paling prospektif di Indonesia untuk terus dikembangkan. Sehingga bisa membawa keuntungan bukan hanya untuk perusahaan, tapi juga masyarakat dan negara.

 

Pria Pemegang gelar MBA dari Northrop University, Amerika Serikat ini sebenarnya dari awal tidak pernah bercita-cita sebagai pengusaha. Di era Orde Baru ia mengaku lebih senang bekerja sebagai karyawan di perusahaan beken masa itu seperti IBM, Citibank, American Express. Namun karier Boy tidak lama, setelah sempat kerja di Citibank, ia beralih untuk melakoni bisnis properti pada tahun 1991 dengan menggarap proyek Apartemen Casablanca. Tidak lama di situ, setelah berkenalan dengan pengusaha asal Australia, Boy baru menjajal bisnis pertambangan pada 1992, sampai sekarang. 

 

Bisa dibilang karier Boy di dunia pertambangan benar-benar dimulai dari bawah. Sebab, di era 90-an bisnis pertambangan marketnya belum sebesar saat ini. Namun, ia sudah yakin bisnis ini akan menjadi besar karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah terutama tambang batu bara. Jatuh bangun menjalankan bisnis ini terus ia lakoni. Boy bahkan pernah merasakan ditinggal para investor pada saat krisis moneter pada 1988, kondisi sulit itu terus ia rasakan sampai tahun 2000. Namun karena ketabahan, dan ketekunannya, Boy saat ini mampu membawa Adaro sebagai perusahaan tambang swasta paling besar di Indonesia. 

 

Besarnya Adaro bukan hanya dalam segi pendapat, perusahaan saat ini memiliki cadangan batu bara sebesar 13,5 miliar ton, Adaro memproduksi 52,5 juta ton batu bara tahun 2016, dan dalam sembilan bulan pertama 2017 memproduksi 39,36 juta ton. Sekitar 20% produksi diserap dalam negeri, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik Adaro sendiri. Sedangkan 80% produksi batu bara diekspor ke luar negeri. Batu bara Adaro diekspor ke Tiongkok (14%), Malaysia (10%), Jepang (10%), Korsel (10%), India (7%), Taiwan (6%), Spanyol (5%), Flipina (3%), dan lainlain %, termasuk ke Thailand.

 

Perusahaan mencatat laba sebesar US$495 juta atau sekitar Rp6,6 triliun (kurs Rp13.500/dolar AS) di triwulan III/2017. Angkanya naik 76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tidak hanya itu, pendapatan bersih perseroan juga naik, sebesar 37% menjadi US$2,4 miliar di akhir September 2017. Bandingkan tahun sebelumnya yang hanya US$1,7 miliar. Lalu EBITDA operasional Adaro juga naik 61% menjadi US$1 miliar. Sampai akhir September 2017, emiten berkode ADRO itu telah berkontribusi US$254 juta dalam bentuk royalti dan US$325 juta dalam bentuk pajak kepada negara. 

 

“Pencapaian kinerja yang baik ini mencerminkan fokus Adaro yang berkelanjutan terhadap keunggulan operasional di seluruh bisnisnya serta peningkatan harga batu bara seiring semakin baiknya kondisi pasar. Kontribusi Adaro terhadap negara yang diberikan melalui royalti maupun pajak juga meningkat dan perusahaan tetap memegang komitmen untuk mendukung pembangunan negara melalui semua pilar pertumbuhannya,” ujar Boy

 

Di bawah kepemimpinannya Adaro juga sudah menuai hasil dengan mengakuisisi 75% saham IndoMet Coal Project dari BHP Billiton dengan nilai US$120 juta pada Juni 2016. Sebelumnya Adaro sudah memiliki saham 25% di perusahaan tambang asal Australia itu sejak tahun 2010. Alhasil, 100% saham tujuh tambang BHP Billiton itu pada 2018 ini sudah dikuasai oleh Adaro. Saham Adaro dengan nama ADRO selama satu tahun belakangan ini telah melompat tinggi sebesar 49% menjadi Rp2.560 dari sebelumnya Rp1.715 per saham. Saham sektor komoditas tambang diyakini masih akan melanjutkan kenaikan pada tahun ini.

 

Iqbal Latanro Direktur Utama PT Taspen (Persero) Mampu Melampaui Target

Naskah: Iqbal R., Foto: Sutanto/Istimewa

Dialah sosok di balik kesuksesan PT Taspen (Persero). Betapa tidak, sejak dipercaya menjadi orang nomer satu di Taspen, ia tak pernah henti berinovasi, tak ayal kinerja BUMN pengelola dana pensiun PNS tersebut dari tahun ke tahun terus bertumbuh. Seperti, sepanjang 2017, Taspen meraih laba sebesar Rp721,73 miliar, naik 192% dibandingkan perolehan laba tahun lalu.

 

Pencapaian tersebut melebihi target awal yang ditetapkan Taspen, yakni 104% dari RKAP tahun 2017. Aset Taspen juga bertambah 16% dari tahun lalu. Pertumbuhan aset Taspen di tahun 2017 ini mengungguli pertumbuhan aset industri asuransi dan BPJS sebesar 6,5% sesuai laporan triwulan III/2017 OJK. Pertumbuhan aset tersebut salah satunya ditopang oleh pertumbuhan aset investasi sebesar 25% yang merupakan akumulasi dari pertumbuhan aset investasi pada instrumen obligasi, sukuk& KIK-EBA sebesar 19%; Deposito tumbuh sebesar 54% dan saham, reksadana, dan lain-lain tumbuh sebesar 18% seiring dengan peningkatan pertumbuhan aset investasi, hasil investasi yang dicapai pada tahun 2017 tercatat senilai Rp16,81triliun, tumbuh 11% dibandingkan pada tahun 2016 sebesar Rp15,21 triliun.

 

“Penopang laba, yaitu hasil investasi langsung dan fee based income. Pendapatan yang signifikan itu karena juga ada penyesuaian premi,” tutur Iqbal Latanro, Sang Direktur Utama.

 

Selain itu, keuntungan lain berasal dari pendapatan anak perusahaan yang mencetak pertumbuhan mengkilap. Saat ini, Taspen memiliki beberapa anak perusahaan seperti PT Taspen Life, Taspen Property, dan beberapa anak perusahaan yang lain. Meskipun di tengah kebijakan moratorium rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN), jumlah premi/iuran yang berhasil dihimpun pada tahun 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 4% dari Rp7,47 triliun di tahun 2016 menjadi Rp7,81 triliun di tahun 2017. Berbanding lurus dengan peningkatan premi/iuran, pembayaran klaim di tahun 2017 tercatat sebesar Rp9,61 triliun atau meningkat 18% dibandingkan dengan tahun 2016. Peningkatan klaim Program Jaminan Kecelakaan Kerja tercatat sebesar 242%, Jaminan Kematian meningkat sebesar 18% dan Tabungan Hari Tua meningkat sebesar 19%.

 

Terlepas dari berbagai peningkatan kinerja yang diraih sepanjang tahun 2017, Taspen juga berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan bagi ASN. Peningkatan layanan ini di antaranya akan direalisasikan melalui penyediaan hunian bagi peserta Taspen, implementasi perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015 dan kepesertaan anggota pegawai pemerintah bukan aparatur sipil Negara (P2BASN) dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, digitalisasi pelayanan melalui otentikasi by phone dan pengembangan smartcard yang akan diimplementasikan pada April 2018 dan integrasi sistem data base dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. 

 

Selain meningkatkan kinerja keuangan, Iqbal juga melakukan banyak inovasi untuk meningkatkan layanan Taspen. Misal, inovasi sistem pengembangan karier dan inovasi pada layanan. Disamping itu, pada tahun 2017 Taspen menjadi Top 40 dalam ajang SINOVIK (Inovasi Pelayanan Publik) yang diselenggarakan oleh Kementerian PAN-RB dengan 3 inovasi berupa layanan satu jam, layanan klaim otomatis, dan Simgaji. Selain itu, Iqbal juga memiliki inovasi yang diterapkan pada tahun ini, gebrakan itu antara lain penyediaan hunian bagi peserta Taspen yang bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN), Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap), dan Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI).

 

Gebrakan kedua adalah pengembangan dari sisi teknologi informasi untuk sistem otentikasi demi pembuktian yang lebih valid apakah penerima pensiun masih hidup atau sudah meninggal adalah dengan memanfaatkan metode biometrik berupa sidik jari, face recognition dan voice recognition. Proses otentikasi tersebut akan menggunakan aplikasi mobile yang di-install pada smartphone milik penerima pensiun atau mitra bayar. Otentikasi dilakukan dengan menggunakan kamera smartphone untuk merekam wajah, suara, dan sidik jari peserta secara biometrik dan akan dicocokkan dengan data server. Digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun tidak berhenti pada inovasi-inovasi di atas saja, akan tetapi masih ada lagi, yaitu pengoptimalan fungsi dari Kartu Identitas Pensiun (KARIP). KARIP dapat dioptimalkan dengan menambahkan fungsi sebagai alat pembayaran (ATM) serta sebagai kartu diskon untuk beberapa merchant. KARIP ini disebut dengan istilah Smart Card.

 

Harapan yang diinginkan dengan adanya digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun ini adalah memberikan kemudahan pelayanan kepada pensiunan, laporan pertanggung jawaban uang pensiun realtime dan cepat, tepat orang, dan meminimalisir adanya selisih dengan mitra bayar. Selain itu, yang paling penting adalah dapat membayarkan hak pensiun kepada penerima pensiun yang benar-benar masih berhak, sesuai dengan salah satu prinsip Taspen, yaitu Tepat Orang. Atas prestasinya dalam mempertahankan peningkatan kinerja dari tahun ketahun, Taspen meraih penghargaan ‘The Best Enterprise’ yang diserahkan oleh Europe Business Assembly di Swiss, TASPEN juga meraih ‘Best Company’ pada ajang Indonesia Human Capital Award dan ‘The Most Admired Company' dalam Indonesia Most Admired Company Award.

 

Sebagai wujud komitmen TASPEN dalam terus meningkatkan layanan bagi peserta, TASPEN menjadi satu-satunya Badan Usaha Milik Negara yang meraih TOP 40 Inovasi Layanan Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Menutup tahun 2017 lalu, Taspen untuk ketiga kali berturut-turut meraih peringkat Pertama dalam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat dan diberikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla. Sebelumnya, BUMN yang mengelola jaminan sosial bagi ASN tersebut meraih prestasi serupa pada 2015 dan 2016. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Taspen untuk terus menjaga keberlangsungan transparansi dalam pengelolaan informasi umumnya di lingkungan BUMN.

Jahja Setiaatmadja Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Bankir “Bertangan Dingin”

Naskah: Giattri F.P., Foto: Sutanto

Dialah bankir bertangan dingin. Betapa tidak? Sebagai pucuk pimpinan PT Bank Cental Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja berhasil membawa institusinya konsisten mematri prestasi. Ukurannya sederhana: jumlah nasabah, kapitasilasi pasar BCA, bahkan reputasi Top 3 bank beraset terbesar di tanah air tersebut diakui dunia sebagai bank terbaik di Indonesia dan di Asia menurut majalah Finance Asia tahun 2017 dan 2016.

 

Pria yang menakhodai BCA sejak 2011 lalu itu berhasil mengusung inovasi dan strategi baru pada bisnis perbankan sehingga tetap menuai kinerja positif di tengah perlambatan ekonomi dunia. Di masa kepemimpinan tahun 2017, BCA berhasil menutup periode sembilan bulan pertama dengan manis. Bank swasta terbesar di Indonesia itu mencatat laba bersih sebesar Rp16,8 triliun hingga kuartal III/2017 atau meningkat 11,3 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang berada di posisi Rp15,1 triliun.

 

Pendapatan operasional perseroan terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 5,2 persen menjadi Rp41,7 triliun pada kuartal III/2017 dibanding periode sebelumnya yang berada di angka Rp39,7 triliun. Menurut Jahja, BCA berhasil membukukan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga di tengah kondisi bisnis sektor perbankan yang belum sepenuhnya pulih. “Pertumbuhan tersebut ditopang oleh layanan nasabah, penawaran suku bunga kredit, dan penyediaan solusi perbankan yang komprehensif,” tutur pria humble tersebut. Penyaluran kredit mencapai Rp440.

 

triliun pada akhir September 2017, naik 13,9 persen year on year yang didorong oleh segmen korporasi dan konsumer. Sebagai bank yang berusia lebih dari enam dasawarsa, BCA tidak pernah berhenti untuk terus belajar, demi menjadi bank yang lebih baik. Melalui semangat Melayani Lebih Baik, BCA terinspirasi dari kebutuhan nasabah dan diwujudnyatakan melalui inovasi produk dan layanan sehingga bisa memenuhi kebutuhan perbankan nasabah. Pada 2017, BCA menghadirkan produk dan layanan terbaru, di antaranya Wajah Baru Paspor BCA untuk kemudahan transaksi dalam satu kartu. Memiliki teknologi chip sesuai dengan standar nasional Indonesia dan dapat diterima di 210 negara serta digunakan di 40 juta gerai merchant Mastercard di seluruh dunia.

 

Selanjutnya ada eBranch merupakan aplikasi yang bertujuan untuk melakukan simplifikasi layanan perbankan menjadi cepat dan nyaman, dengan penggunaan mobile form serta reservasi di cabang-cabang tertentu. Kedepannya pengembangan layanan aplikasi ini masih akan terus dilakukan. Pelayanan Halo BCA yang tadinya melalui telepon, email dan twitter, kini berkembang dengan adanya fasilitas web chat disebut Halo BCA Chat. Nasabah bisa berkomunikasi dengan Agent Halo BCA dengan cara mengakses chat widget di website www.bca.co.id dan memperoleh informasi seputar perbankan dan fasilitas BCA, seperti Informasi produk, kantor cabang atau ATM terdekat, solusi perbankan, penawaran atau promosi.

 

Vira adalah Virtual Assistant Chat Banking BCA yang dapat diakses melalui beberapa aplikasi chat populer, yaitu: Facebook Messenger, LINE dan Kaskus Chat. Saat ini VIRA dapat membantu mengetahui informasi dan promosi seputar BCA kepada pengguna aplikasi chat tersebut. Cara menggunakannya juga cukup mudah, cukup menambahkan akun resmi (official account) BCA, yaitu: “Bank BCA”, di Facebook Messenger, LINE dan Kaskus Chat. Selanjutnya pengguna dapat mulai masuk ke menu chat. Vira dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Senantiasa hadirkan solusi perbankan berbasis digital yang mutakhir dan terdepan, BCA meraih penghargaan Digital Innovation Award Kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 4 dalam ajang Digital Innovation Award for Financial Industry 2017.

 

Di bawah kepemimpinan Jahja, BCA banyak meraih penghargaan, reputasinya bahkan diakui dunia, di antaranya BCA didaulat sebagai ‘Best Indonesian Bank’ dan ‘Best Asian Bank’ untuk kedua kalinya dalam ajang FinanceAsia Country Awards for Achievement 2017 di Hong Kong. Melalui penghargaan ini, di kategori regional, BCA menang mengungguli bankbank dari negara lain seperti Tiongkok, Hong Kong, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, Korea, Vietnam, India , Bangladesh, Taiwan, Myanmar, Mongolia, dan Pakistan. Di tahun ayam api tersebut, BCA pun menjadi bank terbesar kedua di Asia Tenggara dari sisi kapitalisasi pasar (market capitalisation) dengan nilai 39,7 miliar dollar AS per 31 Desember 2017 Terkait dengan posisi tersebut, Jahja mengungkapkan, pihaknya tidak memiliki ambisi untuk menjadi bank dengan kapitalisasi pasar terbesar. “Bahwa hasilnya itu kami syukuri,” ungkap Jahja.

 

 

Maryono Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbl Sukseskan Program Satu Juta Rumah

Naskah: Giattri F.P., Foto: Sutanto/Dok. Bank BTN

Dialah salah satu bankir jempolan di negeri ini lantaran di bawah nakhodanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus bertransformasi untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat. Bank berkode emiten BBTN tersebut juga berhasil mempertahankan reputasinya sebagai pemeran utama dalam pembiayaan perumahan nasional.

 

Sejak Maryono menjadi Direktur Utama, Bank BTN terus melakukan transformasi untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Digitalisasi perbankan merupakan wujud nyata dari transformasi tersebut. Dengan transformasi ini diharapkan bank yang dulunya bernama Bank Tabungan Pos tersebut dapat memberikan peran lebih dalam mendukung program satu juta rumah Bank BTN tak henti mening katkan kualitas layanan kepada masyarakat, terlebih kepada masyarakat yang sedang membutuhkan pembiayaan untuk kepemilikan rumah tinggal. Bahkan, melalui produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), peran Bank BTN tak sekadar memfasilitasi pembiayaan rumah, tapi mendukung penuh tercapainya program satu juta rumah yang dicanangkan pemerintah.

 

Berbagai strategi dilakukan Bank BTN untuk mendukung program pemerintah tersebut agar seluruh masyarakat Indonesia memiliki rumah layak huni. Karena itu, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-68 pada 9 Februari 2018, Bank BTN menetapkan visi dan misi baru untuk lebih fokus dalam menyukseskan program satu juta rumah. Maryono mengatakan program satu juta rumah di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan angin segar dalam suasana menumbuhkan perumahan, khususnya pertumbuhan KPR subsidi. Apalagi pihaknya melihat Presiden Joko Widodo sangat serius bagaimana program yang diinisiasi sejak 2015 lalu tersebut dapat berjalan dengan cepat dan didukung oleh semua pihak di mana Bank BTN sebagai integratornya.

 

Pria berkaca mata ini juga menyinggung tantangan yang dihadapi Bank BTN dalam menyukseskan program satu juta rumah, yakni bagaimana Bank BTN mampu menyiapkan pembiayaan KPR agar program satu juta rumah bisa terealisasi sehingga masalah backlog bisa teratasi. “Saat ini backlog sebesar 11,3 juta unit. Makanya, developer diminta mempercepat pembuatan rumah. Ini yang harus kita imbangi dengan kemampuan kita menyediakan KPR untuk masyarakat,” terangnya.

 

Perizinan terkait dengan pemerintah daerah, peme rintah pusat, dan lainlain. “Namun, pemerintah telah banyak melakukan terobosan baru (memangkas perizinan baru),” ujarnya. Lalu Landbank, ini sangat penting karena rumah yang dijual sudah ditetapkan pemerintah. Yang terjadi harga tanah semakin hari semakin naik. Di sinilah perlunya peran landbank. Pemerintah juga telah menjembatani mengenai peraturan pemerintah yang dapat mendorong percepatan dari landbank ini. Dengan visi dan misi baru agar lebih fokus dalam menyuk seskan program satu juta rumah, Bank BTN telah menyiapkan berbagai strategi untuk mempermudah dan mempercepat proses layanan kepada masyarakat, khususnya dalam hal layanan KPR. Misalnya menyediakan layanan portal yang bisa diakses 24 jam. Sehingga, semua approval kredit rumah dapat diproses lebih cepat.

 

Bank BTN juga terus memperluas jaringan, antara lain dengan menggandeng PT Pos Indonesia dalam penyediaan outletoutlet Bank BTN di PT Pos Indonesia, serta membuat outlet mobile agar semakin dekat dengan masyarakat. Bank BTN pun mempercepat proses pembiayaan kepada nasabah. Misalnya, approval KPR dapat diputus dalam lima hari kerja, sehingga nasabah bisa dengan cepat mendapat kepastian pengajuan KPR-nya. Percepatan ini menggunakan sistem digital banking. Melalui sistem ini, Bank BTN mengoptimalkan peran kantor wilayah dan kantor cabang di seluruh Indonesia agar melakukan pelayanan lebih cepat.

 

Menyikapi semakin tingginya harga rumah, Bank BTN berinisiatif membangun housing financial center, yakni sebuah unit yang disebut dengan biro riset. Inisiatif ini menjembatani kebutuhan masyarakat akan informasi lokasi dan harga rumah di berbagai pelosok Tanah Air. Dalam memasarkan KPR kepada masyarakat, Bank BTN sangat terbantu oleh regulasi dan kebijakan pemerintah. Regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) banyak memberikan kemudahan. Misalnya aturan loan to value (LTV) yang meringankan masyarakat saat mengajukan KPR. Demikian juga kemudahan perhitungan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR).

 

 

Muhammad Awalludin Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Memperbaiki Layanan, Meningkatkan Pendapatan

Naskah: Albar, Foto: Istimewa

Dialah salah satu Chief Executive Officer terbaik di negeri ini. Betapa tidak, sejak PT Angkasa Pura II (Persero)/ AP II dipimpinnya, aksi korporasi perusahaan pelat merah tersebut semakin dinamis. Ia tak hanya mendorong modernisasi pengelolaan bandara sehingga world class airport, tetapi juga menyebabkan ekspansi bisnisnya lebih berkembang.

 

Seiring dengan kenaikan jumlah penumpang pesawat dari tahun ke tahun, AP II terus berupaya melakukan transformasi guna menciptakan perbaikan di segala aspek bisnisnya. Termasuk mengoptimalkan pelayanan bagi para penumpang di sejumlah bandara yang dikelola AP II. Inilah tugas berat Muhammad Awalludin sebagai Direktur Utama AP II untuk terus merumuskan pelayanan yang baik di bandara miliknya sesuai dengan kebutuhan jaman. Sebab, pelayanan yang baik dari segala aspek diyakini Awalludin bisa meningkatkan jumlah pendapatan perusahaan. 

 

Untuk merealisasikan itu, strategi fokus pada customer centric organisation sengaja diambil AP II sebagai langkah besar untuk menyesuaikan diri pada dinamika bisnis yang berkembang saat ini. AP II  menjalankan lini bisnisnya untuk memberikan infrastruktur bandara terbaik di Indonesia dan mempertajam kompetisinya dari  sisi pelayanan yang diberikan. Indikator keberhasilan AP II bisa dilihat dari tiga hal pertama, level of service, kedua tingkat kenyamanan, dan nilai tambah atau pendapatan.

 

Di bawah kepemimpinan Awalludin pendapatan AP II sebesar Rp8,2 triliun sepanjang tahun 2017. Jumlah ini naik dari target yang ditentukan, yaitu Rp7,6 triliun. Pada 2018, Awalludin menargetkan pendapatan sebesar Rp9,2 triliun atau naik sekitar 20% dari tahun 2017. Pertumbuhan pendapatan pada tahun 2018 menurutnya akan didorong terutama dari melonjaknya porsi pendapatan dari jasa komersial (nonaero) menjadi sekitar 45%, dari sebelumnya kurang dari 40%, Penilaian customer services satisfication index AP II juga mencapai angka 4,30, melampaui target. Visi AP II menjadi to be connected smart airport in the region, mengacu pada standar internasional, salah satunya Airpot Service Quality. Dampaknya dari 13 bandara yang dikelola, rata-rata AP II mendapatkan nilai di Q3 sebesar 4,4. Ada 3 bandara berstandar internasional yang dikelola AP II, yaitu bandara di Pontianak, Jambi, dan Tanjung Pinang. Tiga bandara ini berdasarkan kategori ASQ mendapat ranking 1 dan 2 dunia.

 

Untuk kategori yang dilansir Skytrax, AP II memiliki berapa bandara yang mendapatkan ranking internasional, seperti Soekarno-Hatta sebagai 'The Most Improve Airport' yang mendapatkan bintang 3, Kualanamu bintang 4, Pekanbaru bintang 4, Palembang bintang 4. Awalludin menyebut setidaknya saat ini sudah ada 7 bandara AP II dari 13 bandara yang sudah terdorong menjadi bandara internasional.  AP II sangat terbuka untuk menerima masukan dari masyarakat. Sistem whistle blower dilakukan melalui media sosial, contact center, kontak saran dan komunitas untuk memviralkan perbaikan yang telah dilakukan. Transformasi layanan terbaru adalah airport helper yang gratis untuk memberikan pelayanan kepada penumpang. “Ke depan kami akan meluncurkan premium airport helper dengan kategori premium service dan berbayar melalui sistem booking,” kata Awalludin.  

 

Tanggung jawab baru bagi AP II, yaitu pengelolaan bandara di Banyuwangi di tahun 2018. Akuisisi organik untuk mengelola bandara Banyuwangi dapat menambah aset dan trafik. Strategi lain perusahaan adalah dengan masuk ke bisnis perkebunan sebagai pengembangan portofolio. “Lainnya adalah digital business karena jiwa kami ada di sana. Bagaimana kami akan monetizing 100 juta traffic passenger. Opportunity tersebut ada dan kami membangun, menyiapkan SDM serta people development yang akan mengisi area ini,” jelasnya. Saat ini komposisi revenue terdiri dari kontribusi aero 62% dan non-aero 38%.  Tahun 2020 akan berubah  revenue streamnya dengan komposisi non-aero sudah di atas 50% dan aero  di bawah 50%. Menurut Awaluddin, cara cepat untuk mewujudkannya adalah fokus pada nonorganic business. Memang tidak semuanya akan dibawa ke sana, sebab non-aero akan didorong oleh anak perusahaan. “Hasilnya sudah tampak, tahun lalu kontribusi anak perusahaan terhadap pendapatan kami sebesar 5%. Harapannya di tahun ini menembus 12%, karena sampai September sudah 10%,” paparnya.

 

Sesuai aturan internasional diharuskan kontribusi non-aero lebih besar dari aero. Kondisi Indonesia belum seperti itu, masih mengandalkan tarif dan pertumbuhan penumpang yang rentan terhadap pengaruh ekonomi. “Hal ini akan kami lakukan untuk membesarkan space bandara di Palembang, Jambi. Tahun 2020 nanti rencananya akan mulai membangun terminal 4 yang menampung 40 juta penumpang,” jelasnya. Untuk menggenjot bisnis aero dan nonaero, AP II mencanangkan program ‘Airport Growth Faster’ ini ditandai sejak 2017 yang telah menjalankan digitalisasi infrastruktur bandara. Ia ingin perusahaan yang dipimpinnya konsisten mengembangkan fasilitas layanan di seluruh bandara AP II, sehingga mampu mencapai target jumlah penumpang pada tahun 2018 yang menembus 108 juta penumpang, meningkat dari realisasi tahun 2017 sekitar 100 juta penumpang. 

 

Guna memenuhi target-target 2018 tersebut, AP II mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk investasi sekitar Rp18,7 triliun, termasuk di antaranya Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3,5 triliun. Alokasi investasi terbesar itu untuk pengembangan usaha dan pengembangan bandara baru. Karena itu pihaknya harus mampu melayani maskapai dan penumpang, ia menyatakan alat produksinya sudah sangat siap. Ia juga menuturkan ada tiga hal yang harus diperhatikan, yakni semakin meningkatnya kapasitas bandara dan kapasitas permintaan, pembangunan sisi soft infrastructure alias teknologi digital, dan membangun digital society yang melibatkan para pengguna jasa AP II. Satu per satu tantangan tersebut coba diatasi Awaluddin. Misal tantangan infrastruktur yang paling krusial akan diatasi dengan konsep Leading Supply Infrastructure. Dengan konsep tersebut, pembangunan atau peningkatan kapasitas bandara dilakukan hingga 40% lebih atau jauh di atas prediksi laju penumpang tahunan.

Suprajarto Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kerja Nyata Untuk Negeri

Naskah: Iqbal R, Foto: Dok.Humas Bank BRI

Sosok yang satu ini telah berkecimpung di dunia perbankan lebih dari tiga dekade. Berkat track recordnya yang mumpuni sebagai bankir, Suprajarto dipercaya menjadi Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank BRI) pada Maret 2017 lalu. Di bawah nahkoda, bank pelat merah terbesar di Indonesia tersebut konsisten mencetak kinerja cemerlang.

 

Di bawah kepemimpinan Suprajarto, di akhir tahun 2017 Bank BRI membukukan laba bersih secara konsolidasi senilai Rp29,04 triliun, atau tumbuh 10,7 persen year on year (yoy). Perolehan laba tidak terlepas dari penyaluran kredit Bank BRI yang tumbuh double digit dan berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Bank BRI secara konsolidasian mampu mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp739,3 triliun atau tumbuh 11,4 persen dibandingkan penyaluran kredit pada posisi akhir Desember 2016 sebesar Rp663,4 triliun.

 

Penyaluran kredit ini masih didominasi oleh kredit kepada segmen UMKM yang mencapai 74,6 persen dari total portofolio kredit BRI. Capaian tersebut selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo, di mana perbankan diharapkan menjalankan fungsi intermediasinya dengan memberdayakan para pelaku usaha mikro dan kecil. Penyaluran kredit BRI secara konsolidasi sebesar Rp739,3 triliun masih didominasi oIeh penyaluran kredit mikro yakni sebesar Rp239,5 triliun, kredit konsumer Rp114,6 triliun, kredit ritel dan menengah Rp197,8 triliun dan kredit korporasi Rp187,4 triliun. Tidak berhenti disitu, Bank BRI juga berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp69,4 triliun kepada lebih dari 3,7 juta debitur baru, sebesar 41 persen telah digunakan untuk sektor produktif.  “Kami menargetkan pertumbuhan kredit di 2018 tumbuh 10-12 persen,” tambahnya.

 

Suprajarto menargetkan porfotolio kredit UMKM BRI terus meningkat hingga mencapai 80 persen dari total keseluruhan kredit. Loan to deposit ratio (LDR) konsolidasian pun berada di kisaran angka yang ideal, yakni sebesar 87,8 persen. Sementara itu, NPL gross konsolidasian pada akhir Desember 2017 terjaga di kisaran 2,2 persen.  Di bawah nahkoda Suprajarto, Bank BRI terus berkomitmen menjalankan fungsi sebagai agent of development dengan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh langsung berbagai kalangan. Bank BRI juga terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sehingga mampu memberikan dampak ganda terhadap perekonomian nasional.

 

Melalui Bank BRI, Suprajarto telah menyelaraskan berbagai kegiatan korporasinya untuk menjadi agen pembangunan bangsa, salah satunya dengan menyelaraskan program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan layanan perbankan yang menyeluruh dan real time online. BUMDes yang saat ini telah berada di bawah binaan Bank BRI berjumlah lebih dari 5.833 dari total keseluruhan BUMDes yang ada di Indonesia sebanyak 18.446 BUMDes. Selain itu, Bank BRI juga telah melakukan Korporatisasi Petani dengan mengintegrasikan dan memadukan berbagai unsur kegiatan pertanian menjadi siklus atau ekosistem yang bersifat efisien yang pada akhirnya memberikan daya dorong pada peningkatan kualitas dan daya saing produkproduk pertanian.

 

Di bawah komando Suprajarto, Bank BRI juga telah mendirikan berbagai Rumah Kreatif BUMN (RKB) sebagai langkah nyata untuk mendayagunakan ekonomi mikro kerakyatan yang mandiri dan memiliki daya saing. Saat ini Bank BRI telah memiliki 52 Rumah Kreatif BUMN di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, Bank BRI juga ikut melakukan pembaruan dalam pola bisnis perbankan dalam menyikapi perubahan dunia yang sudah bergerak menuju digital. Secara global telah ada semacam pergerakan pola pikir yang merambah bisnis dari yang awalnya bersifat konvensional menjadi digital, dari internet (Inet) menuju artificial intelligence (AI). Kemunculan financial technology (fintech) merupakan salah satu lompatan besar dalam industri keuangan. Dengan memperkecil barrier entry, para end user mampu terkoneksi satu sama lain dalam melakukan berbagai transaksi keuangan melalui dunia digital.

 

Langkah Bank BRI dalam menyikapi perubahan ini salah satunya dengan membentuk BRISPOT, sebuah layanan one stop services dalam layanan perbankan yang bersifat end to end business process. BRISPOT mendorong produktivitas para pemasar Bank BRI dalam mengembangkan bisnis dan meningkatkan kualitas layanan kepada para nasabah Bank BRI. Dengan pencapaian kinerja yang cemerlang tersebut, harga per lembar saham Bank BRI sempat menembus rekor tertinggi yaitu mencapai Rp3.920 pada bulan Januari 2018. Torehan ini berhasil mengerek kapitalisasi pasar perusahaan dengan kode emiten BBRI tersebut mencapai Rp483,52 triliun, dan menjadikan Bank BRI sebagai bank dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat di Asia Tenggara.

 

Perusahaan millik BUMN ini juga, terus mendukung program pemerintah salah satunya dibidang infrastruktur, “Kami banyak ikut. Misalnya, tol, pelabuhan, bandara, dan lain-lain. Tapi, kembali lagi, kami juga memperhatikan faktor LDR. Tapi, nanti kalau LDR sudah longgar tentu lebih baik. Sebab, sekarang yang sudah punya komitmen dan menunggu progress project kan juga banyak. Jadi, kami juga tidak bisa langsung sekarang melakukan ekspansi,” katanya.

 

Berbagai kegiatan Bank BRI ini sejalan dengan Nawacita Presiden RI Joko Widodo, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerahdaerah dan desa dalam kerangka NKRI, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi strategis domestik. Sehingga, secara langsung Bank BRI memiliki andil dalam kemajuan perekonomian bangsa Indonesia.

Tumiyana Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Tbk Membangun Performa Dengan Mengubah Business Line

Naskah: Purnomo, Foto: Istimewa

Catatan positif patut diberikan kepada Tumiyana yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Tbk (PT PP). Sebab, di bawah kepemimpinan pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 10 Februari 1965 ini PT PP sukses menggapai kinerja keuangan membanggakan.

 

Tumiyana bukanlah orang baru di PTPP, ia telah bekerja BUMN konstruksi tersebut sejak 1985. Pria berusia 53 tahun itu pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT PP dan kepala divisi operasional II Jakarta. “Saya berkarier mulai dari awal hingga menempati posisi direktur utama di perusahaan ini. Sudah mengalami pahit getirnya perusahaan ini. Misalnya bagaimana PT PP berjuang untuk lepas dari krisis moneter 1998. Saya juga sudah mengalami tingkat keuntungan PT PP yang hanya Rp30 miliar setahun, hingga besar seperti sekarang,” ungkap Tumiyana.

 

Langkah utama, Tumiyana saat diangkat menjadi Direktur Utama pada 2016 lalu adalah langsung mengubah business line PT PP, yakni bagaimana meningkatkan kapasitas keuangan perseroan, sehingga PT PP tidak hanya menjadi kontraktor saja, tetapi berubah menjadi investor. Hal ini mendorongnya berani mencanangkan target investasi PT PP sebesar Rp25-30 triliun setiap tahun. Ia juga fokus untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Ketika investasi lebih besar, kekuatan SDM juga harus ditingkatkan. Ini untuk mempercepat kemampuan perseroan mencapai target yang sudah ditetapkan.

 

Dalam memimpin sebuah perusahaan, kata Tumiyana, dibutuhkan leadership untuk membuat seluruh karyawan atau perusahaan berada dalam satu bahasa. Misalnya kalau ia menargetkan PT PP menjadi perusahaan kelas Asean, berarti kapasitas SDM perusahaan harus mampu melaksanakannya. Bagaimana caranya agar semua mampu? Tumiyana memberikan pelatihan bagi seluruh karyawan untuk meningkatkan kualitas SDM, seperti memberikan beasiswa bagi karyawan hingga sekolah di luar negeri. Salah satu contoh kecil yang ia terapkan adalah mengharuskan seluruh karyawan berbahasa Inggris dalam memberikan laporan.

 

Selain leadership, sambung Tumiyana, seorang pemimpin membutuhkan kemampuan membaca lingkungan sekitar. “Kalau kita tidak bisa membaca lingkungan sekitar, bagaimana mau membawa ‘gerbong’? Seorang pemimpin harus bisa mengcreate value dari kondisi lingkungan tersebut untuk perusahaan,” tegasnya. 

 

Pada triwulan III/2017, PT PP mencetak kinerja mengkilap, yakni pendapatan mencapai Rp13,8 triliun dibandingkan pencapaian pendapatan sebesar Rp10,8 triliun di triwulan III/2016. Sementara laba usaha sebesar Rp1,6 triliun atau tumbuh 33 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan laba usaha di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,2 triliun. Pencapaian ini merefleksikan marjin laba usaha PT PP sebesar 11,8 persen di triwulan/III 2017, lebih tinggi 10,3 persen dibandingkan pencapaian di periode yang sama tahun 2016.

 

Pada triwulan III/2017, PT PP mencetak kinerja mengkilap, yakni pendapatan mencapai Rp13,8 triliun dibandingkan pencapaian pendapatan sebesar Rp10,8 triliun di triwulan III/2016. Sementara laba usaha sebesar Rp1,6 triliun atau tumbuh 33 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan laba usaha di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,2 triliun. Pencapaian ini merefleksikan marjin laba usaha PT PP sebesar 11,8 persen di triwulan/III 2017, lebih tinggi 10,3 persen dibandingkan pencapaian di periode yang sama tahun 2016.

 

Laba bersih yang diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk di triwulan III/2017 berhasil mencapai Rp990 miliar, naik 75 persen secara yoy atau sebesar Rp423 miliar, dibandingkan Rp567 Miliar yang dicapai di triwulan III/2016. Dengan pencapaian tersebut, marjin laba bersih PT PP di triwulan III/2017 mencapai 7,2 persen dibandingkan 5,2 persen yang diraih di periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk meningkatkan efisiensi dan menjaga profitabilitas, Perseroan secara kontinyu menjaga keunggulan operasional dan meningkatkan kapasitas engineering. Sedangkan, laba komprehensif perseroan di triwulan III/2017 menyentuh Rp1,11 triliun di mana sudah hampir sama dengan laba komprehensif perseroan di akhir tahun 2016 sebesar Rp1,15 triliun, atau tumbuh 69,9 persen terhadap laba komprehensif di triwulan III/2016 sebesar Rp658 miliar.

 

 

Yoshihiro Nakata Presiden Direktur Toyota Astra Motor Memimpin Pasar Otomotif Indonesia

Naskah: Suci Yulianita, Foto: Dok. Humas TAM

Bergabung dengan Toyota Motor Corporation sejak April 1991, pria asal Jepang ini akhirnya dipercaya memimpin Toyota di Indonesia, ia menjabat Presiden Direktur Toyota Astra Motor (TAM) sejak April 2017 lalu. Tak sulit baginya untuk memimpin pasar otomotif di Indonesia, lantaran selain pengalamannya di industri otomotif yang sudah banyak makan asam garam, ia juga sebelumnya pernah berkarier di TAM dalam jangka waktu yang cukup lama.

 

Ya, Nakata bukanlah orang baru di TAM. Sebelumnya pada Januari 2006 hingga Desember 2009, ia pernah bertugas di TAM sebagai Executive Coordinator, Sales Department Manager Planning & Customer Relation Division TAM. Dengan demikian ia berharap kehadirannya sebagai pemimpin TAM kali ini, mampu memperkuat kerjasama yang pernah dilakukan, serta memperkuat posisi TAM di industri otomotif Indonesia. Dan sebelum kembali lagi untuk memimpin TAM, jabatan terakhirnya di Toyota Motor Corporation adalah Deputy GM Toyota Planning Division No. 1 TMC.

 

Nakata merasa jabatan baru ini menjadi satu kehormatan baginya, sekaligus menjadi tantangan besar sejalan dengan kemajuan dunia otomotif Indonesia. Saat ini TAM selaku perusahaan Agen Pemegang Merek (APM) Toyota di Indonesia menjadi market leader dengan pangsa pasar yang signifikan. Meski kondisi perekonomian dunia sempat melemah yang berdampak pada perekonomian Indonesia, TAM mampu melaluinya dengan baik. Melanjutkan kepemimpinan sebelumnya, hal pertama yang dilakukan Nakata untuk mempertahankan pangsa pasar Toyota sebagai market leader di Indonesia adalah melanjutkan serta mengembangkan apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Nakata beserta timnya, selalu berusaha memberikan servis terbaik kepada para konsumen. Dengan demikian, ia yakin, market share TAM akan menjadi nomor satu di Indonesia.

 

Selain servis terbaik kepada para pelanggan, TAM juga berusaha untuk selalu menghadirkan produk-produk unggulan yang ditunggu para penggemarnya, antara lain, All New Avanza-Veloz, All New Kijang Innova, All New Fortuner, All New Sienta, All New Calya, New Yaris Heyker, New Venturer dan berbagai improvement pada Toyota Corolla dan Vios yang mendapat respon positif dari pelanggan. TAM juga terus menambah jaringan layanan aftersales service yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dan hingga saat ini jumlahnya sudah Sudah mencapai 317 outlet yang tersebar di semua provinsi di Indonesia, dan menjangkau wilayah kabupaten/ kotamadya. 

 

Belum lama menjabat, kerja keras dan eksistensi Nakata diakui publik. Ia berhasil meraih 2 penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia Best Foreign CEO Award 2017 pada Oktober 2017 lalu, untuk kategori 'Best Foreign CEO in Enviromental Issue' dan 'Top 5 Foreign CEO Industrial Automotive Sector'. Yang membanggakan, tak hanya sang nakhoda yang meraih penghargaan. Toyota Avanza juga meraih penghargaan dalam ajang Social Media Award 2017 untuk kategori MPV, serta berhasil meraih penghargaan sebagai 'The Most Valuable Brand' untuk kategori MPV dengan predikat platinum dalam ajang Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2017 pada Oktober 2017 lalu. Sangat membanggakan jika melihat mobil favorit keluarga Indonesia ini, bisa menembus angka mencapai lebih dari 1,6 juta unit. Tak hanya Avanza, Toyota Vios juga meraih penghargaan IBBA 2017 untuk kategori sedan kecil di bawah 2000 cc. Sementara untuk perusahaan, TAM juga meraih penghargaan 'The Most Popular Company' dalam ajang Indonesia Corporate Public Relations Award 2017. Tak hanya itu, di bawah kepemimpinan Nakata, TAM juga mampu mempertahankan posisi sebagai market leader dengan market share hampir 35%.

 

 

 

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

   

 

Popular

Photo Gallery

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250