Search:
Email:     Password:        
 





MO Decade: Indonesia dalam 10 Peringkat Global

By Giatri (Editor) - 12 February 2014 | telah dibaca 2265 kali

Naskah : Andi Nursaiful/berbagai sumber, Foto : Dok. MO


Memasuki masa satu dekade atau 10 tahun Majalah Men’s Obsession, secara khusus kami mengumpulkan data riset dari berbagai sumber terpercaya, untuk mengetahui peringkat Indonesia dalam berbagai bidang di tengah percaturan global pada 2013.

1. Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 
Setiap tahun sejak 1995, lembaga Transparency International (TI) menerbitkan Corruption Perception Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi (IPK) setiap tahun, yang mengurutkan negara-negara di dunia berdasarkan persepsi (anggapan) publik terhadap korupsi di jabatan publik dan politis.

Nilai dari indeks ini kerap diperdebatkan, karena berdasarkan survei, hasilnya tidak bisa dihindarkan dari aspek subyektivitas. Oleh sebab korupsi bersifat tersembunyi, maka mustahil untuk mengukur secara langsung, sehingga digunakan berbagai parameter untuk mengukur tingkat korupsi. 

Contohnya dengan mengambil sampel survei persepsi publik melalui berbagai pertanyaan, mulai dari "Apakah Anda percaya pada pemerintah?" atau "Apakah korupsi masalah besar di negara Anda?". 

Selain itu, apa yang didefinisikan atau dianggap sah sebagai korupsi, akan berbeda-beda di berbagai wilayah hukum. Misalnya, sumbangan politis sah di satu wilayah hukum mungkin tidak sah di wilayah lain; sesuatu yang dianggap sebagai pemberian tip biasa di satu negara bisa dianggap sebagai penyogokan di negara lain. 

Dengan demikian, hasil survei TI harus dipahami secara khusus sebagai pengukuran persepsi (anggapan) publik, bukan merupakan satu ukuran yang obyektif terhadap korupsi. Meski begitu, indeks persepsi ini setidaknya memberi gambaran seputar tingkat korupsi di sebuah negara. Indeks persepsi korupsi juga telah diadopsi oleh Pemerintah RI sebagai alat mengukur tingkat keberhasilan program pemberantasan korupsi.

Semakin tinggi peringkatnya berarti negara itu semakin bersih. Sebaliknya, semakin rendah berarti semakin korup. Semakin besar nilai indeksnya (CPI) berarti semakin bersih, dan semakin kecil nilai indeksnya (CPI) berarti semakin korup.

Bagaimana dengan negara tercinta Republik Indonesia? Berikut datanya sejak tahun 1995:

Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Indonesia 1995-2013
(Transparency International)

Tahun

Nilai IPK (skala 0-100)

Peringkat

 

1995

19,4

41 dari 41 negara

1996

26,5

45 dari 54 negara

1997

27,2

46 dari 52 negara

1998

20

80 dari 85 negara

1999

17

96 dari 99 negara

2000

17

85 dari 91 negara

2001

19

88 dari 91 negara

2002

19

96 dari 102 negara

2003

19

122 dari 133 negara

2004

20

133 dari 146 negara

2005

22

137 dari 159 negara

2006

24

130 dari 163 negara

2007

23

143 dari 180 negara

2008

26

126 dari 180 negara

2009

28

111 dari 180 negara

2010

28

110 dari 178 negara

2011

30

100 dari 182 negara

2012

32

118 dari 176 negara

2013

32

114 dari 177 negara

Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, Transparancy International

Pada tahun 2013, lima negara terbersih adalah: Denmark (nilai indeks 91), Selandia Baru (91), Finlandia (89), Swedia (89), dan Norwegia (89). Sebaliknya, lima negara terkorup 2013 adalah: Sudan Selatan (14), Sudan Selatan (11), Afghanistan (8), Korea Utara (8), dan Somalia (8).

Di antara negara-negara anggota ASEAN, posisi Indonesia tahun 2013 masih...

Read More    

Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

       

 

Popular

 

Photo Gallery

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250