Search:
Email:     Password:        
 





Rita Widyasari Srikandi "Bena Benua Etam"

By Benny Kumbang (Editor) - 03 November 2014 | telah dibaca 3344 kali

Rita Widyasari Srikandi

Naskah: Sahrudi, Foto: Fikar Azmy & Dok. Pribadi/Dok. Humas Pemkab Kutai Kartanegara

Kecerdasan dan kemauannya berjuang untuk rakyat, adalah alasan utama masyarakat Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur memilih Rita Widyasari sebagai pemimpin mereka. Tak salah pilihan mereka, karena dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun kepemimpinannya, perempuan yang akrab disapa Bunda RW ini sudah memberikan banyak kemajuan bagi Kutai Kartanegara sebagai kota modern yang mampu menyejahterakan rakyatnya
di berbagai bidang.


Karakternya sebagai seorang pemimpin sudah terbentuk saat ia duduk di bangku SMP. Ketika itu, ia sudah aktif berorganisasi dengan mengurus lembaga Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) maupun Badan Perwakilan Kelas. “Posisi saya pernah menjadi ketua dan wakil ketua,” kenang Rita, saat disambangi Men’s Obsession, beberapa hari setelah ia pulang beribadah haji. Beberapa kali ia terbatuk dan meneguk air putih. “Katanya kalau pergi haji pulangnya tidak batuk tidak afdol... hehehe,” candanya sembari kembali menyeruput minuman mineral.

Kembali kepada ‘takdir’ nya sebagai pengurus organisasi sekolah, rupanya terus berlanjut hingga SMA. Selepas kuliahpun, kegandrungannya berorganisasi tak berhenti. Ia memasuki dunia politik dan kepemudaan dengan bergabung di Partai Golkar dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Sempat menduduki posisi sebagai Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten dan Wakil Bendahara KNPI.

Selain ingin menambah wawasan, tujuan Rita berorganisasi ketika itu adalah untuk menambah teman. Apalagi dia saat itu tinggal di Jakarta dan jauh dari tanah kelahirannya. “Karena saya suka berkumpul dan mencari teman, waktu itu kan saya lama di Jawa dan tidak mempunyai teman, saya ingin punya banyak teman, kalau teman-teman pada berorganisasi, saya mau ikut mereka,” ujarnya dengan mata menerawang seakan mengingat masa remajanya dulu.

Benahi Birokrasi, langkah Awal Menyejahterakan rakyat

Ada satu prinsip Rita Widyasari dalam memulai membangun Kutai Kartanegara yakni membenahi tata laksana pemerintahan yang dipimpinnya. “Bagaimana ingin melayani masyarakat kalau tata pemerintahannya tidak baik, dari situlah saya memperbaiki tata pemerintahan Kutai Kartanegara dari motivasi pelaksanaan Good Governance lah saya bisa melakukan pelayanan yang baik pada masyarakat,” ucapnya.

Untuk itu, ia pun tak segan untuk turun langsung mengecek bagaimana reformasi birokrasi di Kutai Kartanegara. Berjalan atau tidak? Ternyata ia mendapatkan kenyataan yang tidak mengenakan. “Ketika itu LKPD kita nomor 146 di Indonesia,” akunya. Artinya, pelayanan birokrasi saat itu sangat tidak memuaskan. Ia pun mulai berbenah. Di tahun ke dua pemerintahannya, keadaan birokrasi mulai membaik. Karena itu, ketika tim penilai LKPD dari Kemendagri turun ke lapangan melihat tata laksana pemerintahan di Kutai Kartanegara, mereka menunjukkan kepuasan. “Kami sekarang sudah ranking 14 se-Indonesia, terus Laporan Akuntabilitas kami yang di dalamnya itu ada beberapa kriteria pembangunan itu kami perbaiki karena dari sisi pelaporan dan sebagainya kami tidak melakukan hal yang sempurna sehingga harus di guidance sampai akhirnya kami harus mendapatkan nilai CC dari D, naik dua kali dari D, C, ke CC, tahun ini insya Allah bisa dapat B,” bangganya. 

Pendidikan, "pintu gerbang" membangun Kutai Kartanegara

Membangun pendidikan yang tangguh, bagi Rita adalah “pintu gerbang” dalam membangun Kutai Kartanegara. Program sekolah gratis hingga SMA yang sudah dijalankan sejak kepemimpinan Syaukani HR, akan terus ditingkatkan di era Rita. Dan bagi mereka yang kuliah diberikan beasiswa dan syaratnya IP harus minimal 2,8. “Kami mendahulukan anak-anak yang tidak mampu namun memiliki IP yang tinggi. Kami mendahulukan anak yang berprestasi,” tegasnya.

Di sisi lain, obsesinya membangun pendidikan di Kutai Kartanegara adalah dengan meningkatkan kualitas guru sehingga bisa melahirkan murid-murid yang brilian. Tapi sayangnya, kendala banyak menghadang. Salah satunya karena geografi wilayah Kutai Kartanegara yang sangat luas, bahkan hingga 4 kali lipat kota Jakarta.

“Dengan kepadatan penduduk yang jaraknya 2 orang per kilometer itu mengharuskan kami untuk membangun banyak sekolah, tapi dengan banyaknya sekolah ini tentu sarana dan prasarananya itu tidak maksimal, guru-gurunya tidak ada yang mau mengajar di daerah terpencil,” keluhnya. Tapi bukan Rita jika tak punya solusi atas setiap masalah. Ia pun melakukan gerakan pemberian insentif bagi guru yang mau mengajar di daerah terpencil. “Saya memberikan insentif yang lebih kepada orang-orang yang mau mengajar di daerah-daerah terpencil, saya melakukan tiga kali kenaikan insentif bagi guru,” katanya. Strategi ini berjalan lancar. 

Saya harus Memperbaiki Kutai Kartanegara !

Familiar, cerdas dan kharismatik, demikian sekilas figur Rita Widyasari atau sosok yang akrab disapa warga Kutai Kartanegara dengan Bunda RW ketika menerima kunjungan Men’s Obsession saat berada di Jakarta. Dengan lancar namun teliti ia menguraikan banyak hal mengenai apa saja yang sudah ia lakukan untuk membangun Kutai Kartanegara dalam kurang lebih 4 tahun masa kepemimpinannya. Di ruang tamu dengan design interior bernuansa Kalimantan, ia menjawab berbagai pertanyaan, pun tak terkecuali soal pribadinya. Berikut petikan wawancaranya.

Apa yang membuat ibu mau memimpin Kutai Kartanegara?
Sebenarnya saya sempat menolak, tapi begitu saya tahu dicalonkan, saya sudah berpikir pasti berat banget untuk menjadi bupati, saya melihat bapak saya dulu itu luar biasa sibuknya. Tidurnya malam, bahkan sampai jam 3 dinihari untuk menghadapi orang. Tapi sebenarnya saya bisa arrange, manajemen waktunya. Oke, saya mau memimpin Kutai Kartanegara karena saya harus memperbaiki Kutai Kartanegara sebaik-baiknya dan saya harus melakukan dengan cepat.

Dengan cara?
Saya harus mengumpulkan orang-orang pintar di Kutai Kartanegara ini yang menjadi SKPD saya dan saya memberikan time limit untuk mereka, jadi misalnya grand strategy saya itu, ini yang saya inginkan SKPD saya kumpulkan, jangan lihat saya sebagai perempuan atau usia saya waktu itu baru 36 tahun, usia muda, tapi lihat niat baik saya. Saya tidak ada niat jahat untuk Kutai Kartanegara, saya ada niat baik untuk bangun Kutai Kartanegara. Sudah cukuplah pelajaran dari sebelumnya untuk menjadi obat bagi saya, teguran, nasehat bagi kami, tapi yang baiknya dipertahankan, insya Allah akan kami lanjutkan. Karena saya yakin, Pak Syaukani HR (Bupati sebelumnya-red) juga banyak melakukan hal luar biasa untuk Kutai Kartanegara jadi itu yang saya katakan di depan seluruh SKPD saya. SKPD itu kan sudah 40 tahun ke atas, lihat niat baik saya untuk membangun Kutai Kartanegara karena kalau saya sendiri tidak bisa memperbaiki Kutai Kartanegara kalau tidak dibantu oleh bapak-bapak.

Si Tomboy yang Hobi Balap dan Angkat Barbel

Di balik kecantikan dan keanggunannya, ternyata ada hobi ‘keras’ dalam dirinya. Betapa tidak, peraih master di Universitas Jenderal Soedirman ini mengaku memiliki hobi balapan motor. Bahkan pernah suatu kali ia pingsan setelah terjatuh dari motor karena menabrak mobil polisi. Tapi itu dulu. Saat ia masih remaja. “Dulu itu saya pembalap motor, saya suka track, saya baru stop balapan waktu saya menabrak polisi sampai dijahit 7 jahitan, terus saya pingsan, dari situ saya berhenti, itu waktu SMP. Kelompok saya itu anak-anak balap,” ia tertawa lepas.

Beranjak dewasa, hobi ‘keras’ lainnya ia lakoni. “Saya hobi angkat barbel,” terangnya. Kalau sudah di ruang fitness, yang pertama kali dilakukannya adalah sit up dan angkat barbel seberat 10 kg.

“Alhamdulillah, selama saya menjadi bupati belum pernah jatuh sakit. Suami saya sampai bilang kamu gak ada capek-capeknya,” senyum ibu tiga orang anak yang rajin mengasup suplemen vitamin C ini.

Terkait filosofi hidupnya, istri dari Endri Elfran Syafril, ini mengaku menjalani apa adanya seperti air yang mengalir. “Jadi kalau di rumah fokus sama anak dan suami, tapi anak dan suami mengerti, anak sering saya bawa ke Tenggarong dan memberitahu bunda tuh seperti ini loh kerjanya. Anak saya paling hobi ke Tenggarong kalau lebaran, puasa, pokoknya kalau libur sekolah mereka pasti ke Tenggarong,” ceritanya lagi.

Rita Dimata Mereka

Awang Faroeq Ishak (Gubernur Kalimantan Timur)
“Prestasinya Cemerlang dan Mau Mendengar”


“Ibu Rita seorang bupati satu-satunya di Kalimantan Timur yang merupakan seorang politisi tangguh. Timbul dari bawah dan mau mendengar nasehat-nasehat yang baik dari senior-seniornya.
Prestasinya cukup cemerlang dan diakui oleh banyak pihak. Salah satu yang patut dihargai adalah dalama Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara Kutai Kartanegara yang telah memperoleh WTP.
Selain itu, Ibu Rita tidak pernah berhenti untuk belajar. Terakhir Ibu Rita meraih gelar S3 di Universitas Utara Malaysia.”





Akbar Tanjung (Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar)

“Kepemimpinan dia nantinya dapat ditiru oleh
pemimpin daerah yang lain”


“Saya mengapresiasi kinerja Rita dalam menjalankan tugasnya menjadi seorang Bupati Kutai Kartanegara. Ini merupakan satu bukti, bahwa Rita itu orang yang melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh. Sehingga dia mendapatkan apresiasi yang luwes dari masyarakat, dan masyarakat Kutai Kartanegara juga merasakan kepemimpinannya dalam bentuk kemudahan-kemudahan didalam kehidupan masyarakat. Bisa dipastikan oleh partai Golkar kepemimpinan dia nantinya dapat ditiru oleh pemimpin daerah-daerah yang lain atau Kabupaten - kabupaten lain. Itulah pemimpin yang kita harapkan.”



Priyo Budi Santoso (Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar)

“Srikandi andalan partai Golkar”


Terpilih menjadi Bupati Kutai Kartanegara dalam satu putaran pada Pilkada 2010 lalu, menjadikan Rita Widyasari harapan besar untuk kebangkitan Kabupaten Kutai Kartanegara. Rita sendiri merupakan satu-satunya Bupati perempuan dan yang pertama sepanjang sejarah kepemimpinan di Kaltim. Rita adalah salah satu Srikandi andalan partai Golkar, dia patut kita banggakan karena kegigihan dalam menjalankan tugas - tugasnya sebagai kader Golkar yang terbaik.”

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

 

 

 

Popular

   

Photo Gallery

 

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250