Search:
Email:     Password:        
 





Enam Peraturan Unik di Perusahaan Dari Bebas Libur sampai Wajib Tidur

By Benny Kumbang (Editor) - 24 May 2015 | telah dibaca 2638 kali

Enam Peraturan Unik di Perusahaan Dari Bebas Libur sampai Wajib Tidur

Naskah : Sahrudi/dari berbagai sumber Foto : Istimewa

Setiap peraturan atau kebijakan yang diterapkan di perusahaan kepada karyawannya, tentu memiliki tujuan untuk mendapatkan output yang baik. Umumnya, setiap perusahaan menerapkan kebijakan yang konservatif seperti misalnya menerapkan sistem kerja nine to five, tidak boleh bolos dan tidak boleh bekerja seenaknya.

Tapi ternyata, beberapa perusahaan di sejumlah negara, bahkan yang berkelas dunia, menerapkan peraturan-peraturan kerja yang unik atau bahkan nyeleneh. Peraturannya bahkan kerap bertolak belakang dengan aturan-aturan konvensional selama ini. Setidaknya, ada enam perusahaan dunia yang pernah mengeluarkan peraturan unik tersebut.


1. Virgin Group

Perusahaan milik miliuner, Richard Branson punya cara khusus untuk menggembirakan karyawannya di Virgin Group. Di perusahaan bertaraf internasional itu, Branson mempersilakan karyawannya untuk bisa libur kapan saja. Mau sehari, dua hari, terserah berapa lamanya. Tapi, mereka yang mendapatkan jatah liburan tak terbatas, ini hanya untuk pegawai yang bekerja di kantor pusat Virgin di New York, London, Jenewa, atau Sydney.

“Ambil libur kapan saja kami mau. Liburlah selama yang kamu inginkan. Kami tidak akan mengecek berapa lama anda libur,” ujar Branson seperti dilansir dari CNN, akhir tahun lalu.

“Perlakukan orang seperti manusia, berikan mereka fleksibilitas dan saya kira mereka tidak akan seenaknya. Mereka akan menyelesaikan pekerjaan mereka,” Branson beralasan.

Ya, alasan Branson menerapkan aturan ini karena dia terinspirasi dari Netflix, sebuah perusahaan teknologi yang memberikan liburan bebas kepada para pegawainya.

2. Telefonos de Mexico (Telmex)

Sejumlah perusahaan milik miliuner Meksiko Carlos Slim Helu, mewajibkan para karyawannya bekerja hanya 3 hari seminggu, namun para pegawainya itu harus bekerja 11 jam. Selain itu, salah satu orang terkaya versi majalah Forbes ini juga memperpanjang masa kerja sampai umur 70 atau 75 tahun.

“Anda harus punya waktu lebih banyak selama hidup, bukan saat berusia 65 tahun dan pensiun,” kata dia kepada CNNMoney, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, beberapa waktu lalu.

Perubahan sistem kerja itu, diyakininya bukan hanya akan memperkuat kualitas hidup tapi juga berdampak positif bagi ekonomi dan pasar keuangan. Menurutnya, dengan tiga hari kerja, seseorang akan punya waktu lebih banyak untuk bersantai, untuk meningkatkan kualitas hidup. Perusahaan miliknya yang menerapkan aturannya itu adalah Telefonos de Mexico, Telcel dan America M¢vil.

3. Tiens Group

Nama Li Jinyuan mencuat setelah tercatat sebagai miliarder yang berada dalam daftar majalah Forbes. Pria yang kini berusia 57 tahun, itu adalah pendiri Tiens Group sebuah kelompok usaha di bidang bioteknologi, manajemen kesehatan, e-commerce, hotel dan pariwisata.

Miliarder asal Tiongkok, ini dikenal sangat dekat dan selalu memanjakan para karyawannya. Itu, diakuinya, sebagai bagian dari tanggung jawab sebagai seorang pemimpin. Kebijakan memanjakan para karyawannya yang paling menghebohkan tahun ini adalah dengan mengajak sekitar 6.400 stafnya berlibur pada empat hari di Prancis.

Li Jinyuan telah memesan sekitar 140 hotel di Paris dan mengunjungi Louvre sehingga membuat jalanan di Cote D’Azur sesak. Di sini Li Jinyuan memesan 4.760 kamar, dan 79 di antaranya berada di hotel bintang empat di Cannes dan Monako. Total, Li Jinyuan harus merogoh kocek hingga 33 juta Euro, dan semuanya ditanggung oleh perusahaan.

4. Kyungshin Lear Honduras Electrical Distribution Systems



Belum lama ini diinformasikan sebuah perusahaan asal Korsel dan Amerika Serikat yang berada di Honduras, Kyungshin Lear Honduras Electrical Distribution Systems, mewajibkan para pekerjanya memakai popok karena pihak perusahaan tidak memberikan izin untuk pergi ke kamar mandi. Alasan itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

Belakangan, kebijakan itu dikecam serikat buruh dan mantan karyawannya. Namun, juru bicara Kyungshin Lear Honduras Electrical Distribution Systems, Edgardo Dumas, menolak semua tuduhan mantan karyawannya. “Tapi banyak karyawan yang bisa membuktikannya," tepis salah seorang karyawan, Galeano, seperti dikutip dari Oddity Central.

5. Perusahaan di Jepang



Survei National Sleep Foundation yang menunjukkan orang Jepang tidur rata-rata enam jam sehari, ternyata menjadi inspirasi bagi sejumlah perusahaan di Jepang yang mendorong karyawannya untuk tidur siang di kantor. Para karyawan itu, diberikan kebebasan untuk tidur selama 30 menit.

Seperti dikutip BBC, pemberlakuan tidur siang itu diyakini mereka mampu meningkatkan kinerja karyawan Jepang yang memang memiliki etos kerja yang tinggi. “Jika saya menggunakan kalkulator dalam keadaan mengantuk, saya harus mengeceknya berulang kali. Jadi perlu waktu lebih lama untuk mengerjakan tugas,” kata Ikuko Yamada, seorang karyawan mengemukakan alasan.

Ternyata, pemerintah setempat juga mendukung ide tidur siang tersebut. Sampai-sampai harus dikeluarkannya keputusan pemerintah mengenai panduan tentang pentingnya tidur. Bahkan, Kementerian Kesehatan merekomendasi untuk tidur hingga setengah jam di siang atau sore hari.

6. Hime&Company


Anda patah hati? Silakan ucapkan shitsuren kyuka! Maka Anda berhak mendapatkan cuti dari kantor! Ya, shitsuren kyuka itu artinya “cuti patah hati”. Tapi hal itu tentu tidak berlaku di Indonesia. Karena hanya perusahaan Hime&Company yang berbasis di Jepang saja yang melakukan itu kepada karyawannya.

Menurut Miki Hiradate, CEO perusahaan marketing yang semua karyawannya wanita, ini cuti patah hati ini diberikan karena patah hati adalah sesuatu yang cukup serius. Menurut Miki, kalau orang bekerja dalam kondisi patah hati maka akan menambah buruk hasil pekerjaan dan mengganggu mood karyawan lainnya.

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

   

 

Popular

 

Photo Gallery

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250