Search:
Email:     Password:        
 





CFO TANGGUH

By Benny Kumbang (Editor) - 25 September 2013 | telah dibaca 3735 kali

Kurniad Atmosasmito (Managing director of Finance PT KAI)

Naskah: Reza Indrayana/Sahrudi Foto: Sutanto

 

Keberadaannya cukup diperhitungkan di jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Melaluinya konstribusi bidang keuangan mampu mendongkrak perusahaan berkembang. Perusahaan jasa transportasi rakyat milik negara ini tumbuh secara sinambung dan berarti hingga kini sejak bergabung lima tahun silam.

 

Dialah Kurniadi Atmosasmito, seorang professional yang selama karir sebelumnya didedikasikan di perusahaan pertambangan nasional. Kurniadi besedia bekerja di kereta api bukan hanya karena diberi kesempatan oleh Ignasius Jonan yang saat itu jadi Direktur Utama PT KAI, tapi lebih karena menganggap di KAI penuh tantangan dan berharap bisa membuatnya menjadi lebih baik.


Akrab dan bersahaja, begitulah Kurniadi saat mempersilakan Men’s Obsession mewawancarai di ruang kerjanya yang tertata apik. Meski terlihat sedikit gurat kelelahan di wajahnya, toh wawancara berjalan santai dan cair. Banyak hal ia kemukakan sejak perjalanan karirnya di KAI.


 Jabatan Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek  atau PT KCJ, adalah jabatan pertamanya saat hijrah dari kantor lamanya di era 2008. Di  anak usaha PT KAI itu, ia jalani dalam tempo setahun. Namun, ia telah meletakkan dasar-dasar perubahan penting di dalamnya. Sampai kemudian ia dipercaya menjadi Executive Vice President (EVP) Corporate Finance KAI (2009-2011) hingga dipromosi menjadi Direktur Keuangan PT KAI, sejak 2011 hingga kini.

Herdy Trisanto (Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan) Sosok Inovatif di Balik Transformasi

Naskah: Giattri FP., Foto: Sutanto

 

Di lingkungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sosok Herdy Trisanto tidak asing lagi. Di tangan pria kelahiran Jakarta 25 September 1958  inilah keuangan BPJS Ketenagakerjaan dikelola. Ya, sebagai Direktur Keuangan, kinerjanya patut diacungi jempol karena inovasinya di bidang keuangan yang tak
pernah mati.

 

Transformasi atau perubahan menyeluruh dari PT Jamsostek ke BPJS Ketenagakerjaan tentu, membutuhkan energi yang tak sedikit. Perusahaan yang berkantor pusat di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, ini pun melakukan kajian komprehensif lewat berbagai cara. Khusus di bidang keuangan, Herdy mengatakan telah selesai dan saat ini sudah diimplementasikan di perusahaan.


Hasil dari implementasi tersebut cukup menarik terlihat dari torehan kinerja perusahaan di tahun lalu. Aset BPJS Ketenagakerjaan pada 2015 menembus angka Rp210 triliun dan menargetkan memiliki aset lebih dari Rp500 triliun hingga akhir 2019.


“Keberhasilan yang dicapai tahun ini, karena BPJS Ketenagakerjaan menggunakan smart financial management di dalam mengelola keuangannya,” ucap Herdy dengan bangga. Maksud dari smart fiancial ini, cara BPJS Ketenagakerjaan khususnya bagian keuangan bisa mengetahui aliran dana yamg masuk dan yang keluar dengan cepat dan dapat termonitor dengan baik.


Perusahaan yang dipimpin oleh Elvyn G. Masassya, ini juga menerapkan virtual account, yakni perusahaan yang membayar iuran kepada BPJS Ketenagakerjaan bisa langsung terhubung secara online.


UU BPJS menegaskan aset Dana Jaminan Sosial (DJS) bukan aset BPJS. Penegasan ini untuk memastikan DJS merupakan dana amanat milik seluruh peserta dan bukan aset BPJS. Pengelolaan aset jaminan sosial oleh BPJS mencakup sumber aset liabilitas, penggunaan, pengembangan kesehatan keuangan, dan pertanggungjawaban.

Achmad Sudarto (Chief Finance Officer PTBA) Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas!

Naskah: Suci Yulianita, Foto: Sutanto

 

Di tengah krisis ekonomi dan terpuruknya bisnis batu bara di Indonesia, PT Bukit Asam (Persero) mampu menunjukkan kinerja yang gemilang. PTBA berhasil mempertahankan performa membanggakan dengan strategi dan terobosan-terobosan yang dilakukan para superteam di balik PTBA. Satu di antaranya adalah Achmad Sudarto, sang Chief Finance Officer PTBA yang berjibaku bersama jajaran direksi lainnya mendongkrak kinerja PTBA.   

 

Ya, Achmad Sudarto adalah sosok tangguh dan pekerja keras yang mengawali karier di PTBA sejak 19 tahun silam. Selama bekerja, ia tak pernah menolak tugas, apapun pekerjaan dilakukannya meski tak sesuai dengan latar belakang pendidikannya sekalipun. Perjalanan kariernya di PTBA mencatat, ia termasuk karyawan yang sering dimutasi di lintas divisi, antara lain di bagian administrasi perusahaan, akuntansi, treasury, sekretaris perusahaan, hingga bagian IT yang jauh bertolak belakang dari latar belakang pendidikannya, S1 Akuntan dan Magister Management di Universitas Sriwijaya.


Dalam bekerja, Achmad Sudarto memang memiliki semangat tinggi untuk terus belajar mengembangkan diri. Ia memiliki motto ‘Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Ikhlas’. “Jadikan kerja sebagai ibadah, maka kita akan mendapat dua hal, pertama adalah pahala dan kedua mendapat gaji. Tapi kalau kita tidak ikhlas dalam bekerja, yang kita dapatkan hanya gaji saja,” katanya. Selain itu, kolektor bola golf dan miniatur mobil ini, juga selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk perusahaan dengan prinsip nothing to lose dalam mengemban pekerjaannya. Hal itu semata-mata karena ia menyadari bahwa jabatan yang diembannya itu merupakan amanah dan titipan dari Sang Kuasa.


Kesuksesan yang diraih Achmad Sudarto tak lepas dari peran orangtua yang sejak kecil mengajarkan nilai-nilai kejujuran dalam hidupnya, serta yang selalu mendoakannya. Ayahnya adalah seorang tukang becak yang berani mengadu nasib keluar pulau Jawa untuk meraih kehidupan lebih baik. Dengan kerja keras, berawal dari tukang becak, kemudian cleaning service, terus meningkat hingga menjadi PNS dan bendahara di sebuah RS di kota Palembang. Semangat, kejujuran dan kerja keras ayahnya itu yang selalu diingatnya, dan menular hingga mendarah daging pada jiwa Achmad Sudarto. “Ayah saya itu pekerja keras, jujur dan sederhana dan pesan itu yang selalu beliau tanamkan pada saya,” ia mengenang sosok almarhum ayahnya dengan mata yang berkaca-kaca. 

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

   

 

Popular

 

Photo Gallery

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250