Search:
Email:     Password:        
 





Menjaga Kolesterol Agar Tetap Seimbang

By Iqbal Ramdani () - 05 December 2017 | telah dibaca 640 kali

Naskah: Iqbal Ramdhani, Foto: Istimewa

 

Pada keadaan normal seseorang mempunyai kadar kolesterol 160200 mg dan dapat dikatakan dalam fase yang berbahaya apabila melebihi 240 mg atau kolesterol tinggi yang dapat mengakibatkan stroke. Untuk itu kita perlu menjaga pola hidup sehat entah itu dari makanan ataupun olahraga untuk menghindari kolesterol tinggi.

 

Sebenarnya kolesterol dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi secara normal. Selain itu, kolesterol juga membantu tubuh memproduksi vitamin D, sejumlah hormon, dan asam empedu untuk mencerna lemak. Di dalam darah, kolesterol dibawa oleh protein. Gabungan keduanya disebut dengan lipoprotein. Dua jenis utama lipoprotein adalah lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL) yang biasa disebut dengan kolesterol jahat dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL) yang biasa disebut dengan kolesterol baik. “Jadi tidak semua lemak itu jahat. Lemak juga kita butuhkan untuk metabolisme sel. Contoh dari buah alpukat misalnya itu banyak lemak yang baik dan kita harus makan itu juga, bukan berarti tidak boleh,” ujar dr. Vito A. Damay, SJP., M.Kes saat diwawancara Majalah Men’s Obsession beberapa waktu lalu.

 

Selain itu LDL juga bertugas mengangkut kolesterol dari organ hati ke selsel yang membutuhkan. Namun jika jumlah kolesterol tersebut melebihi kebutuhan, maka dapat mengendap pada dinding-dinding arteri dan menyebabkan penyakit. Di lain sisi, HDL, sebagai kebalikan dari LDL, bertugas mengangkut kolesterol kembali ke dalam organ hati. Di dalam hati, kolesterol akan dihancurkan atau dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran. Kadar kolesterol dalam darah yang disarankan bisa bervariasi, tergantung apakah orang tersebut memiliki risiko lebih tinggi atau lebih rendah untuk terkena penyakit pembuluh arteri. Jumlah kolesterol dalam darah bisa diukur dengan melakukan tes darah. Untuk itu Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah jika kelebihan berat badan, memiliki tekanan darah tinggi, berpenyakit diabetes, atau memiliki riwayat penyakit lainnya yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.

 

Penyebab Dan Solusi

Kolesterol tinggi biasanya disebabkan karena beberapa faktor, antara lain dari makanan, tidak pernah berolahraga, obesitas, serta ada beberapa penyakit lain yang menjadi pemicu. Faktor keturunan juga bisa menjadi pemicu timbulnya kolesterol. Untuk itu, sebaiknya kurangi atau hindari lemak, daging warna merah serta gorengan. Namun jika ingin konsumsi gorengan, Anda bisa menggoreng sendiri dengan minyak secukupnya yang tidak berlebihan. “Tips dari saya begini, misalkan makan Ikan Salmon, Salmon ini kan banyak omega 3, Omega itu kan sehat ada kolesterol baik yang berfungsi mencegah oksidasi, mencegah peradangan pembuluh darah. Tapi ingin makan digoreng kering, bagaimana caranya? Gunakanlah olive oil. Ikan salmonnya dibalurin sedikit olive oil terus dipanggang itu hasilnya mirip seperti digoreng, rasanya dapat, enaknya dapat, sehatnya juga dapat,” jelas dr. Vito.

 

Jadi selain bahan makanan, cara mengolahnya juga penting. Sebisa mungkin kurangi goreng-gorengan. Makanan yang baik adalah ikan laut dalam seperti sarden, salmon, dianjurkan dimakan dua kali dalam seminggu. Selain itu konsumsi sayuran yang banyak dan buah-buahan, karena mengandung banyak serat dan memiliki kandungan yang bisa membantu mengurangi kadar kolesterol, serta mampu menghambat penyerapan dari kolesterol jahat dalam usus.

 


Olahraga secara teratur atau hidup aktif dalam keseharian bisa membantu menaikkan kadar kolesterol baik di dalam tubuh, karena olahraga atau aktivitas fisik dapat merangsang tubuh untuk membawa endapan lemak ke dalam hati untuk diurai. Selain itu, olahraga juga dapat menjaga kondisi jantung dan pembuluh darah Anda tetap baik sehingga tekanan darah dan berat badan bisa turun. Sebaiknya lakukan olahraga secara rutin agar kadar kolesterol Anda selalu berada di tingkat yang rendah. Kuantitas olahraga yang disarankan adalah 2 – 3 jam per minggu. Olahraga yang dimaksud bisa berupa bersepeda, berenang, atau berjalan kaki. Obesitas atau kelebihan berat badan juga sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan peningkatan kandungan kolesterol jahat di dalam darah. Bagi perokok juga dianjurkan untuk berhenti karena pada rokok ditemukan sebuah zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas HDL (kolesterol baik) untuk mengangkut timbunan lemak menuju organ hati sehingga mengakibatkan penyempitan arteri atau aterosklerosis.

 

Dari hal tersebut bisa disimpulkan bahwa merokok merupakan faktor risiko yang sangat besar bagi seseorang untuk mengalami serangan jantung atau stroke. Selain itu, mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi juga berbahaya. Sebaiknya hindari atau membuangnya dengan cara berolahraga teratur. Jika kalori tinggi tersebut tidak dibuang, maka akan menjadi lemak di perut yang nantinya bukan tidak mungkin Anda akan terkena kolesterol. “Nah, kalau kalori tinggi tidak dibuang berarti dia ada tabungan lebih, dan itulah yang menjadi lemak di perut. Jadi intinya harus seimbang, kalau makan harus dikeluarkan, kalau kita makan kalorinya tinggi berarti kita banyak tuh simpanannya kecuali kita olahraga tiap hari. Kalau kita kurang gerak jangan konsumsi makanan yang kalorinya tinggi, logikanya begitu secara umum,” terangnya.  Kolesterol tidak mengenal usia dan tidak mengenal bentuk tubuh. Meski banyak orang yang beranggapan bahwa kolesterol hanya menghampiri orang gemuk saja, namun sesungguhnya kolesterol bisa menyerang siapa saja. Untuk itu sebaiknya lakukan cek kolesterol secara rutin sebelum penyakit tersebut menyerang, minimal mulai di usia 20 tahun.


Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

   

 

Popular

 

Photo Gallery

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250