Search:
Email:     Password:        
 





PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Konsistensi Bank BTN Dalam Program Satu Juta Rumah

By Iqbal Ramdani () - 19 December 2017 | telah dibaca 408 kali

Kekurangan penyediaan rumah menjadi isu krusial di hampir semua Negara, tak terkecuali Indonesia. Saat ini, backlog kepemilikan perumahan di negeri ini masih mencapai 11,4 juta unit.

 

Menjawab tantangan tersebut, PT Bank Tabungan Negara sebagai pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia,  konsisten mendukung Program Satu Juta Rumah. Hal itu juga merupakan wujud nyata mensukseskan program Nawacita yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo- Jusuf. Di antaranya membangun Indonesia dari pinggiran dan upaya meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. “Perumahan yang terjangkau merupakan salah satu konfigurasi kebijakan ekonomi berkeadilan yang mendesak diperlukan, meliputi penyediaan akses tanah bagi perumahan menengah ke bawah serta skema perumahan yang mudah dan murah bagi masyarakat mengenah ke bawah (social housing),” ungkap Direktur Utama Bank BTN Maryono.

 

Untuk mengatasi backlog, sambung Maryono, diperlukan kemudahan pinjaman pembelian rumah bagi masyarakat menengah ke bawah (housing financing) yang terkait dengan lokasi perumahan yang tidak jauh dari pusat kegiatan sehingga dapat menjamin kemampuan daya beli masyarakat. Pembangunan perumahan berjalan progressif dalam beberapa tahun terakhir, hanya dalam tempo 3 tahun, Bank BTN berhasil membiayai lebih dari 1,5 juta rumah.  Hal ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang pro aktif memberikan stimulus.

 

Stimulus untuk pembiayaan perumahan datang dari Bank Indonesia yang sudah memberikan dukungan dalam bentuk penerbitan beberapa kebijakan di sektor perumahan seperti relaksasi kebijakan LTV/ FTV (yang dalam waktu dekat akan diikuti dengan relaksasi LTV/FTV spasial). Sementara pemerintah hadir lewat Paket Kebijakan Ekonomi XIII yang fokus pada penyediaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan juga Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman. 

 

Tahun 2018, stimulus dari kebijakan pemerintah dalam APBN diharapkan tetap mendukung target program satu juta rumah misalnya bantuan subsidi dengan skema FLPP dan Subsidi Selisih Bunga. Karena komitmen mempercepat program satu juta rumah, Bank BTN bisa saja mengambil porsi FLPPselain SSB yang telah sukses dilaksanakan pada tahun 2017.  Dalam Program satu Juta Rumah ini, Bank BTN tak sekadar penyalur KPR, tapi juga penyaluran Kredit Konstruksi. Untuk tahun 2017 Pemerintah merencanakan sebanyak 700 ribu unit rumah untuk MBR dan 300 unit untuk non MBR, di mana Bank BTN berkomitmen memberikan dukungan sebanyak 666 ribu unit.

 

Maryono menegaskan, pihaknya menatap lebih optimistis mengejar target penyaluran KPR pada tahun 2018. Salah satu faktor pendukungnya adalah  implementasi Tabungan perumahan rakyat (Tapera) segera dimulai. Program Tapera tahap I diwajibkan bagi PNS dan TNI, Polri serta pegawai BUMN. Tak hanya mengandalkan Tapera, Bank BTN juga pro aktif bersinergi dengan stakeholder perumahan seperti dengan Kementerian PUPR, Pemda, Kantor Pertanahan, dan BUMN untuk dapat mempercepat penyediaan perumahan bagi MBR. Untuk mendukung Program Satu Juta Rumah ini Bank BTN sudah mempersiapkan diri baik dari sisi pendanaan, peningkatan kapasitas teknologi informasi, dan kerjasama dengan lebih dari 3000 pengembang perumahan.


Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

     

 

Popular

 

Photo Gallery

 

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250