Search:
Email:     Password:        
 





Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata

By Iqbal Ramdani () - 02 January 2018 | telah dibaca 593 kali

Naskah: Iqbal Ramdhani, Foto: Istimewa

 

Tahukah Anda bahwa perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih, terutama kehadiran smartphone dapat berakibat buruk terhadap kesehatan mata? Terutama kelelahan pada mata karena efek dari cahaya yang ditimbulkan. Apalagi adanya fitur-fitur menarik pada smartphone yang terkadang membuat kita betah berlama-lama bermain dengan smartphone masing-masing, bahkan hingga lupa waktu tanpa mempedulikan kesehatan mata.

 

Ya, menjaga kesehatan mata itu memang tidaklah mudah, apalagi jika kita sendiri tidak pernah menyadari dampak yang ditimbulkan dari cahaya, baik itu cahaya yang dikeluarkan dari smartphone maupun cahaya lampu. Untuk itu dr. Gitalisa Andayani, Sp.M(K), Humas Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), menyarankan untuk mengatur pencahayaan di dalam rumah. Menurutnya pencahayaan yang baik adalah pencayahaan yang merata, kemudian iluminasinya optimal jadi tidak selalu berarti maksimal karena jika terlalu terang akan silau dan kalau terlalu redup itu akan susah untuk melihat objek, itu semua harus optimal agar sinar itu tidak berkembang dalam artian tidak ada efek flickernya. Mata adalah organ yang sangat berharga. Oleh karena itu, kesehatan mata juga harus mendapatkan perhatian yang lebih.

 

Jangan sampai karena untuk kesenangan kita terhadap gadget atau smartphone, sehingga melupakan hal yang begitu penting yaitu kesehatan mata. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata dan memaksimalkan fungsi penglihatan kita, yaitu salah satunya dengan melakukan kegiatan di luar ruangan seperti naik sepeda, berenang, itu semua dilakukan untuk menghindari melihat gadget dengan jarak dekat karena hal ini dapat mengurangi eye screen, terutama pada anak yang susah untuk melepaskan gadgetnya.

 

Pada dasarnya mata anak-anak itu masih berkembang, jika anak terlalu banyak akomodasi maka secara teoritis akan terjadi perubahan struktur mata dan merangsang timbulnya rabun jauh (miopia). Sinar matahari juga sebenarnya sumber penglihatan kita yang optimal, karena mempunyai efek non visual yang mempengaruhi proses hormonal, termasuk untuk pertumbuhan mata normal lebih bagus.

 

Pentingnya Memeriksa Mata  Ke Dokter

Selain itu memeriksakan mata juga sangat penting. Entah itu untuk usia lanjut, muda, pria, wanita harus rutin memeriksakan mata ke dokter spesialis mata setidaknya 2 tahun sekali agar penglihatan selalu sehat dan terlindungi. Orang dewasa yang sudah berumur lebih dari 40 tahun bahkan disarankan untuk memeriksakan mata setahun sekali.

 

Hal ini berguna untuk mencegah penyakit mata yang berkaitan dengan penambahan usia, seperti glaukoma dan katarak. Bahkan pada usia antara 6-12 bulan, mata anak sudah harus diperiksa untuk mendeteksi masalah penglihatan yang mungkin dapat mempengaruhi kemampuan belajarnya. “Untuk kebiasaan memeriksa mata memang masih rendah, kami belum pernah melakukan survei secara nasional, tapi beberapa penelitian sporadis yang kami lakukan rata-rata 15% bahkan untuk kelompok yang beresiko tinggi seperti penderita diabetes,” ujar dr Gitalisa saat ditemui majalah Men’s Obsession.

 

Penyakit Miopia Pada Anak

Rabun jauh (Miopia) atau lebih dikenal dengan Mata Minus merupakan kondisi dimana seseorang tidak dapat melihat benda atau objek yang jauh dengan jelas atau terlihat kabur, dan tingkat keparahannya pun pada setiap orang berbeda-beda, penyakit ini pun bisa menghampiri anak-anak. Anak yang menderita miopia mungkin mengeluh kesulitan untuk melihat jauh, misalnya nomor rute bis yang datang, papan tulis di kelas atau televisi, kadang mereka mungkin memiringkan atau memutar kepala atau memicingkan mata untuk melihat lebih baik.

 

Kondisi ini dengan mudah diperbaiki dengan pemakaian kacamata. Namun, karena miopia biasanya meningkat kurang lebih 1,00D setiap tahun hingga anak mencapai usia remaja, maka dari itu penglihatan mereka perlu dicek sedikitnya sekali setahun, karena ukuran kacamata mungkin perlu diubah. Penyebab yang sering terjadi miopia terhadap anak adalah kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Anak yang orang tuanya mempunyai penyakit ini lebih mungkin menjadi miopia juga, dan anak yang banyak meluangkan waktunya di dalam rumah seperti membaca, menonton televisi, bermain smartphone, hingga bermain komputer cenderung lebih beresiko daripada yang meluangkan waktu di luar rumah.

 

Untuk penanganan penyakit miopia dapat dikoreksi dengan menggunakan lensa cekung seperti pada kacamata atau lensa kontak. Alat bantu penglihatan ini membantu mata memfokuskan sinar yang masuk ke mata. Cara lain untuk mengkoreksi miopia adalah dengan operasi refraktif seperti LASIK, Epi LASIK dan implan lensa kontak. Dengan demikian, agar hal itu tidak terjadi pada anak, sebaiknya orang tua mencegah atau memperlambat perkembangannya pada anak dengan mempraktekan kebiasaan perawatan mata yang baik. “Rekomendasi American Academy of Ophthalmology idealnya dilakukan pemeriksaan mata waktu bayi baru lahir, lalu masa bayi (sebelum 1 tahun), sebelum masuk sekolah dan pada masa sekolah,” jelas dr. Gitalisa yang juga alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.


Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

   

 

Popular

 

Photo Gallery

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250