Search:
Email:     Password:        
 





Indarto Pamoengkas Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia (PERSERO) CFO Yang Peduli Pada Kemandirian Pangan

By Iqbal Ramdani () - 23 January 2018 | telah dibaca 382 kali

Naskah: Iqbal R., Foto: Sutanto

 

Memiliki pengalaman yang mumpuni di bidang ekonomi membuat Indarto Pamoengkas dipercaya oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia (Persero).

 

Dua tahun berkarir sebagai seorang Chief Financial Officer (CFO), Indarto berhasil melakukan pembenahan soal keuangan di perusahaan pupuk milik negara tersebut. Ya, dalam tempo singkat, ia membuat sejumlah kebijakan yang inovatif di antaranya melakukan optimalisasi dan efisiensi keuangan. Saat dirinya mulai menjabat Direktur Keuangan pada tahun 2015, Indarto langsung fokus pada efisiensi keuangan.

 

Efisiensi dilakukan melalui skema pinjaman bersama dan refinancing pinjaman berbunga tinggi dengan penerbitan obligasi. Ia juga membuat gebrakan dengan menyediakan dana investasi untuk pembangunan pabrikpabrik di anak-anak perusahaan. Penyediaan dana oleh holding, mendapat suku bunga yang lebih rendah ketimbang masing-masing anak perusahaan bergerak sendiri. “Karena kebetulan latar belakang saya bankers, jadi saya bisa mendorong perbankan bergerak cepat. Rating kami AAA, tertinggi untuk korporasi dan ini juga memberikan confidence kepada perbankan.

 

Semua kebutuhan loan (pinjaman) maupun pendanaan, filing-nya di holding semua sehingga anak-anak perusahaan dari Pupuk Indonesia ini sudah tidak diberikan kewenangan untuk mencari dana masingmasing,”ungkapnya. Berkat kepiawaiannya, Indarto juga turut berperan besar dalam memberikan support bagi Pupuk Indonesia untuk meraih laba diproyeksikan berada di kisaran Rp2,3 triliun di tahun 2017, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp2,05 triliun. Kontribusinya sebagai seorang CFO di perusahaan pupuk diharapkannya bisa memberikan dukungan bagi kemandirian pangan pemerintah, di mana pupuk harus tersedia di tempat-tempat ketika petani membutuhkannya.

 

“Selain sebagai sebuah korporasi yang ingin mendapatkan profit, kami sebagai salah satu BUMN, target utama kami adalah mendukung program pemerintah dalam hal kemandirian pangan. Target dari Menteri Pertanian kan ingin menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2045. Untuk mewujudkan hal itu, Pupuk Indonesia terus mendukung kementerian pertanian untuk swasembada beras, bawang, jagung, kedelai, dan bahan pertanian lainnya. Salah satu indikator tercapainya target tersebut adalah ketersediaan pupuk yang banyak,” harapnya.

 

Tak hanya itu, sejak 2017 lalu Pupuk Indonesia juga melakukan inovasi yang belum pernah dilakukan perusahaan sejenis selama ini, yaitu dalam pengadaan asuransi Bersama. Asuransi ini dilakukan untuk memberikan kontribusi pada programprogram efisiensi (Cost Reduction Program/CRP) dan sinergi di lingkungan Pupuk Indonesia. Kerjasama Pupuk Indonesia dengan Konsorsium Asuransi meliputi perlindungan dalam hal Industrial All Risks, Earthquake Insurance, Machinery Breakdown Insurance, Contractor Plant & Machinery Insurance, Civil Engineering Completed Risks Insurance serta perluasan jaminan lain atas insiden seperti Typhoon, Storm, Flood, Water Damage dan Riot, Strike, Malicious Damage and Civil Commotion, dan lainnya. 

 

“Kami sudah deal dengan beberapa perusahaan asuransi, tapi untuk me-cover aset seluruh perusahaan, baru kami lakukan bulan Juni 2017 lalu. Kita mendapat efisiensi, kalau dari asuransi ini kebetulan ada ketentuan dari OJK bahwa asuransi itu di atas 100 trilliun ada diskon sekitar 30 persen sampai 40 persen. Jika biasanya kami membayar aset-aset produktif sekitar Rp130 miliar per tahun, kini kami hanya membayar sekitar Rp60 miliar. Jadi kami menghemat hampir 50 persen,” jelasnya. Untuk meningkatkan kenyamanan para pegawai Pupuk Indonesia, di tahun 2018 juga akan mengadakan pengadaan bersama asuransi kesehatan, “Sudah dimulai bulan Januari ini dan diharapkan Februari mendatang seluruh pegawai sudah merasakan manfaatnya. Jumlah pegawai tetap kami sekitar 10.400 orang. Nah, itu harus di cover,” tutur pria berkaca mata itu.

 

Target program ini, sambung Indarto, pegawai bisa memperoleh premi yang optimal dengan layanan yang maksimal. Menurut pria asal Madiun ini, untuk kesehatan pegawai, Pupuk Indonesia tidak ada istilah penurunan benefit. “Pegawai tumbuh dan berkembang bersama perusahaan,” ujarnya. Tak jauh dari bidang pekerjaannya, Mantan Senior Vice President Corporate Banking PT Bank Mandiri Tbk ini mempunyai hobi bercocok tanam yang ia salurkan pada sepetak kebun di daerah Tapos, Bogor. “Saya menanam sawi, cabai, pohon manggis, durian,dan pisang,” tuturnya. Lantaran tinggal di Jakarta, Indarto melakoni hobinya hanya setiap ada waktu luang. “Untuk perawatan sehari-hari, saya percayakan kepada keluarga sekitar. Hasil tanaman tersebut akan mereka jual, saya hanya ambil sedikit sekadar ikut menikmati saja,” ujar jebolan Universitas Airlangga ini seraya tertawa.

 

Bagi Indarto, selain memberi kesegaran, tanaman juga selalu mengingatkannya untuk terus bersyukur. “Manusia bisa menciptakan pesawat, satelit, tapi apa bisa menciptakan selembar daun?” kilahnya. Dibalik kesuksesannya itu Indarto memiliki filosofi hidup yaitu urip iku urup, artinya hidup itu harus menyala. Tujuan filosofi ini, terang Indarto adalah di mana kita berada, ditempatkan, kita harus bisa menyinari sekitar. “Jadi dalam hidup kita harus memberikan makna, benefit, dan manfaat bagi lingkungan dengan cara memberikan yang terbaik,” tandasnya. Sehingga dalam bekerja, Indarto selalu memberikan yang terbaik dengan cara kerja keras dan kerja cerdas.

 

“Semoga dengan begitu saya bisa memberikan legacy yang baik ketika saya meninggalkan atau pensiun di tempat saya bekerja,” harapnya. Bapak dua putri ini juga dikenal sebagai sosok yang disiplin baik sebagai profesional maupun kepala keluarga. “Dari senin sampai jumat saya totalitas di kantor, sebanyak apapun tanggungan pekerjaan akan saya selesaikan di hari itu juga. Tidak akan saya tunda-tunda. Sehingga pas akhir pekan, saya memiliki waktu untuk istri dan anak-anak,” pungkas pria yang selalu menanamkan kepada anak-anaknya untuk selalu bersyukur sekecil apapun yang telah didapatkan.

 

 


Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

   

 

Popular

 

Photo Gallery

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250