Search:
Email:     Password:        
 





Korean Gold Painting

By Giatri (Editor) - 24 January 2018 | telah dibaca 371 kali

Naskah: Giattri F.P.

Berangkat dari hobi dan kesadaran untuk mengangkat dunia seni Indonesia, membuat kolektor seni Jimmy Sutopo tergerak untuk membuat galeri art bertaraf internasional. Gallery Artpreneur Centre (GAC) miliknya baru-baru ini menghadirkan pelukis terkenal asal korea Kim Il Tae. Sang pelukis merupakan satu-satunya pelukis di dunia yang melukis dengan emas murni 24 karat.

Saat ditanya kenapa memilih pelukis emas ini, Jimmy menjawab karena masyarakat Indonesia cinta emas dan dari dahulu paling senang berinvestasi dalam bentuk emas. “Memiliki lukisan Kim Il Tae ini tidak ubahnya seperti kita berinvestasi di emas, selain karena terbuat dari bahan emas murni seperti emas batangan tetapi emas ini juga bisa dipajang dan dinikmati sebagai karya seni,” terang Jimmy.

Sebelum dipamerkan di GAC, lukisan Kim Il Tae telah dipamerkan di galeri seni kontemporer terbaik dunia, Galeri Sachi London. Dan telah dikoleksi oleh tokoh-tokoh dunia seperti Bill Gates, Oprah Winfrey, CEO Google Eric Schmidt, Madona dan keluarga Kerajaan Inggris adalah deretan nama-nama beken pemilik lukisan emas tersebut.

Untuk di Indonesia sendiri, sebanyak 22 karya gold painting dipamerkan di GAC dan secara jamak lukisan Kim terinspirasi dari alam dan kehidupan rakyat di negeri ginseng itu. Hal ini terlihat pada motif lukisan bunga matahari, naga, kuda serta kehidupan rakyat Korea tradisional yang kerap ditampilkannya. Publik kerap menyebutnya sebagai Korean Gold Painting.

Pameran karya Kim Il Tae ini menjadi yang pertama kali buat GAC dalam memamerkan karya di luar pelukis Indonesia.

Sebelumnya GAC selalu menampilkan karya-karya seni pelukis Tanah Air, baik yang masterpiece klasik seperti Affandi, Le Man Fong, karya Raden Saleh hingga yang modern kontemporer yang sedang menjadi trend di kalangan eksekutif muda dunia.

Misi GAC sederhana saja, ungkap Jimmy, yang sehari hari beraktifitas di bidang pasar modal ini.

“Harapan saya dengan pameran ini bisa menjadi inspirasi bagi seniman Indonesia untuk terus berkarya dan sekaligus menciptakan standar baru dalam dunia seni di Indonesia,”ucap Jimmy.

Setelah ditampilkan di GAC sampai dengan akhir Desember, karya Kim Il Tae ini akan dipajang di private gallery milik Jimmu Sutopo bersama dengan karya-karya seni berkelas dunia hasil koleksinya, sebelum nantinya akan dipersiapkan pameran berikutnya di Dubai di bulan Maret tahun depan.

“GAC tentunya tidak hanya menampilkan karya-karya seni lukis saja, namun tidak tertutup kemungkinan bekerjasama dengan ragam kesenian lainnya. Sesuai dengan visi-misi untuk menjadi wadah dan mengangkat dunia seni Indonesia,”ujarnya.

Jimmy menegaskan tidak akan membatasi untuk ragam seni tertentu saja. Bahkan akan komit mendukung seniman Indonesia yang berbakat sampai ke taraf internasional. Tetapi tentunya karya yang ditampikan di GAC akan melewati kurasi dari rekan-rekan kuratornya.

Art Manager Gallery Ghanyleo menambahkan melalui proses kurasi GAC membawa standart baru untuk gallery seni di Indonesia.

Jimmy juga menyebut harga lukisan ini pun terus naik dari pameran satu ke pameran lainnya, yang sebelumnya telah dipamerkan di Shanghai dan terakhir di London.

Jimmy membuka informasi jika lukisan gold painting ini dijual di kisaran 1 juta USD dan penjualan tertinggi lukisan Kim Il Tae yang pernah tercatat adalah 2.5 juta USD saat pameran di Sachi London. Harga yang fantastis membuat lukisan ini benar-benar hanya mampu dimiliki orang orang berkantung tebal.

Kesempatan yang langka untuk menikmati mahakarya ini bisa dibuktikan dengan menyambangi GAC di Raffles Hotel lantai 11 Artpreneur level Jakarta Selatan.


Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

     

 

Popular

 

Photo Gallery

 

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250