Search:
Email:     Password:        
 





Obsession Awards 2017

By Benny Kumbang (Editor) - 31 March 2017 | telah dibaca 2795 kali

Lifetime Achievement

H. M. Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik indonesia

Naskah: Sahrudi, Foto: Istimewa

Ia bukan politisi yang sibuk mengurusi ambisi. Juga bukan sekadar saudagar yang gemar berpikir tentang bagaimana bisa mendapatkan uang segar. Tidak sama sekali. Karena dalam perjalanannya yang berpuluh tahun di pentas negeri ini, semakin memperlihatkan sosok dan eksistensi H.M Jusuf Kalla (JK) sebagai tokoh nasional yang peduli dengan bangsa dan negaranya.

 

Daeng Ucu, begitu panggilan akrabnya, memang lahir dan dibesarkan dengan karakter dari dunia yang berbeda tapi sudah  digelutinya sejak muda yakni dunia bisnis, organisasi, politik, dan sosial. Sebagai keluarga saudagar, wajarlah kalau ia akrab dengan dunia bisnis yang sukses mengawal karir di bendera NV Hadji Kalla. Sebagai organisatoris, ia sudah memulainya bahkan sejak masih SMA dan mahasiswa dengan aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) Cabang Sulawesi Selatan 1960 - 1964, kemudian berlanjut sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Makassar tahun 1965-1966, Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) 1965-1966, serta Ketua Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tahun 1967-1969. Ketika menjadi pengusaha ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Sulawesi Selatan.  Sementara di politik, Golongan Karya (Golkar) telah menempanya sebagai politisi tangguh sampai kemudian ia menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya menggantikan Akbar Tanjung sejak Desember 2004 hingga 9 Oktober 2009.  


Kepiawaian itu telah mengantarkan pria kelahiran Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942 ini ke dunia pemerintahan sebagai menteri di dua presiden yakni ketika Presiden RI dijabat Abdurrahman Wahid dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputeri. Sampai kemudian dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2004, ia bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapatkan kemenangan yang signifikan dan menempatkannya sebagai Wakil Presiden RI mendampingi SBY. Keduanya menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama kali dipilih secara langsung oleh rakyat.

Best in Economic

Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan RI

Naskah: Indah K., Foto: Istimewa

Kurang lebih dua tahun memimpin Kementerian Keuangan, ia  telah memperlihatkan kinerja yang luar biasa dalam sektor pencapaian pemasukan pajak tahun 2016 per 31 Desember 2016 yang mencapai Rp 1.105 triliun, atau sebesar 81,54 persen dari target penerimaan pajak di APBN Perubahan 2016 sebesar Rp 1.355 triliun.

 

Di sisi lain, realisasi penerimaan dari bea masuk juga meningkat mencapai Rp 32,5 triliun, atau setara 97,59 persen dari target Rp 33,37 triliun di APBNP 2016. Sedangkan hasil dari bea keluar tembus Rp 2,942 triliun, atau sepadan dengan 119,18 persen dari target di APBNP 2016 yang dipatok sebesar Rp 2,46 triliun ditambah pemasukan dari cukai mencapai Rp 135,6 triliun atau 91,56 persen dari target sebesar Rp 148,1 triliun di APBNP 2016.
Semua capaian itu tidak lepas dari usahanya yang sungguh-sungguh dan tanpa kenal lelah. Selain itu pencapaian positif dari Sri Mulyani adalah mampu menyusun APBN yang kredibel.


Di bawah kepemimpinannya, Tax Amnesty di Indonesia juga menjadi yang tertinggi di dunia dibanding negara yang memberlakukan program yang sama. Dengan jumlah tebusan sebesar Rp 87 triliun per 29 September 2016 atau 0,65 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) adalah yang tertinggi setelah Chili, yakni 0,62 persen dari PDB.


Selain itu, Ia juga merinci pencapaian kebijakan amnesti pajak di banyak negara, yang hasilnya tidak setinggi yang diperoleh Indonesia. Seperti, India dengan jumlah uang tebusan hanya 0,58 persen terhadap PDB, Italia 0,20 persen PDB, Afrika Selatan 0,17 persen PDB, Belgia 0,15 persen PDB, dan Spanyol 0,12 persen PDB.


Tidak hanya itu, program Amnesti Pajak ini juga berhasil membuat para wajib pajak menunaikan kewajibannya. Sekitar 68.422 wajib pajak yang selama ini belum melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), 210.170 wajib pajak yang belum melapor SPT dengan benar. Ada pula 7.899 wajib pajak yang terdaftar sebelum berlakunya program Amnesti Pajak tersebut, dan 11.920 wajib pajak yang benar-benar baru.


Terhitung sampai 29 September 2016 uang tebusan dari Program Amnesti Pajak tercatat menyentuh angka Rp 91,9 triliun berasal dari repatriasi Rp124 triliun, deklarasi luar negeri Rp848 triliun, dan deklarasi dalam negeri Rp 2.061 triliun, dengan total penyampaian harta berdasarkan SPH mencapai Rp 3.032 triliun.


Selain sukses meraih angka tertinggi di dunia pada Tax Amnesty, Sri Mulyani juga mengklaim tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan selama 10 tahun terakhir. Penurunan angka ini terlihat dari indeks gini rasio Indonesia yang turun menjadi sekitar 0,39. Indeks gini rasio sendiri merupakan indikator bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia telah mampu dinikmati hingga ke masyarakat tingkat bawah.

Best in Law & Democracy

M. HATTA ALI Ketua Mahkamah Agung

Naskah: Purnomo, Foto: Istimewa

Integritas dan kompetensi yang tinggi adalah modal bagi M. Hatta Ali hingga dipercaya menjadi Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia selama dua periode. Dengan modal itulah ia membenahi lembaga yang menjadi garda terakhir para pencari keadilan. Selaksa prestasi pun ditorehkan dalam dua kali kepemimpinannya tersebut.

 

Publik tentu tak lupa ketika saat pertama ia menjadi Ketua MA di tahun 2012, Hatta melakukan pembenahan atas hambatan-hambatan dalam menata lembaga peradilan. Keinginannya mewujudkan MA sebagai badan peradilan Indonesia yang agung memotivasi dirinya untuk terus bekerja dan bekerja. Tak berbilang lama, ia mampu mengurai sejumlah persoalan yang selama ini membelit lembaganya, mulai dari penanganan perkara yang semula begitu lamban menjadi lancar dengan tingkat integritas yang tinggi.


Dalam soal memutus perkara, misalnya, ia menerbitkan SK KMA Nomor 119 Tahun 2013 tanggal 19 Juli 2013 yang menegaskan bahwa jangka waktu memutus perkara kasasi dan peninjauan kembali paling lama 3 (tiga) bulan sejak berkas diterima oleh Ketua Majelis. Hasilnya, kebijakan ini secara signifikan mampu menurunkan tunggakan perkara pada akhir 2013 menjadi 6.415 perkara. Kebijakan ini diikuti kebijakan lainnya yaitu diterbitkannya SK KMA Nomor 213/SK/ KMA/XII/2014 tentang Pedoman Penerapan Sistem Kamar pada Mahkamah Agung Republik Indonesia dan SK KMA Nomor 214/SK/KMA/XII/2014 tentang Jangka Waktu Penanganan Perkara pada Mahkamah Agung Republik Indonesia.


Kebijakan-kebijakan ini terbukti mendorong poduktivitas penyelesaian perkara di Mahkamah Agung. Kalau pada tahun 2014 sisa akhir perkaranya 4.425 perkara maka di tahun 2015 bisa turun menjadi 3.950 perkara. Beban perkara pada Mahkamah Agung pada tahun 2016 berjumlah 18.580 yang terdiri atas 14.630 perkara yang diterima tahun 2016 dan 3.950 perkara sisa tahun 2015. Jumlah perkara yang diputus di Mahkamah Agung pada tahun 2016 adalah 16.223 perkara atau meningkat 12,25 % dari jumlah perkara yang diputus tahun 2015 sebanyak 14.452 perkara, dan rasio produktivitas memutus pada tahun 2016 sebesar 87,31% atau meningkat 8,78% dibandingkan rasio pada tahun 2015 sebesar 78,53%.


“Saya selalu tegaskan agar proses penyelesaian perkara di Mahkamah Agung tidak melebihi jangka waktu 250 hari,” ucapnya suatu ketika. Dan hasilnya, 80,75 % atau 13.100 perkara mampu diputus kurang dari 3 bulan. Sedangkan selebihnya yaitu 3.123 perkara (19,25%) diputus dalam tenggang waktu lebih dari 3 bulan. Indikator kinerja penanganan perkara Mahkamah Agung pada tahun 2016 tersebut, mulai dari jumlah perkara yang diputus, rasio produktivitas memutus, dan jumlah sisa perkara bernilai positif dan melampaui target.

Best Executive

Agus Rahardjo ketua KPK

Naskah: Syarif Hasan Salampessy, Foto: Istimewa

Dilantik Presiden Jokowi pada 21 Desember 2015, Agus Rahardjo resmi menjadi insinyur Indonesia pertama yang memimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanpa latar belakang pendidikan formal hukum dan pengalaman di lembaga penegakan hukum sekaligus sepanjang sejarah Republik Indonesia.

 

Nama Agus ramai dibicarakan oleh publik saat ini tatkala dirinya resmi terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 17 Desember 2015, menggantikan Abraham Samad.


Semula Agus menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Publik (PPKPBJ) di Kantor Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada tahun 2006.


Kemudian pada tahun 2008, Agus Rahardjo menjadi Sekretaris Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang merupakan lembaga non-kementerian. Dan kemudian dua tahun setelahnya, Agus menggantikan Roestam Syarief sebagai kepala LKPP. Selain itu Agus juga pernah menjabat sebagai direktur pendidikan Bappenas. Sejak dulu ia dikenal sebagai pengagum berat tokoh Sutan Sjahrir.


Agus mulai bergabung dengan KPK ketika ia bersama Ketua KPK saat itu yaitu Busyiro Muqodas mendeklarasikan kegiatan Anti Korupsi. Kemudian ketika Panitia Seleksi (Pansel) membuka pendaftaran seleksi pimpinan KPK, Agus kemudian ikut mendaftarkan diri. Dari 500 pendaftar, Agus akhirnya terpilih sebagai Ketua KPK.


Di masa kepemimpinannya, KPK sebagai salah satu lembaga penegak hukum, berusaha senantiasa menjaga kinerja dalam hal pencegahan, penindakan maupun kelembagaan. KPK meraih penghargaan peringkat pertama Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2016 kategori Lembaga Non Struktural (LNS) dari Komisi Informasi Pusat (KIP).


Di bidang pencegahan, KPK terus meningkatkan peran strategisnya dalam perbaikan sistem pemerintahan. Untuk itu, KPK melakukan pendampingan kepada sejumlah provinsi melalui program Koordinasi dan Supervisi Bidang Penindakan dan Pencegahan Terintegrasi.


Perbaikan pada sektor swasta dan politik juga tidak luput dari perhatian KPK. Keduanya merupakan sektor strategis, dimana pembenahan keduanya akan membawa manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Best Executive

Arief Yahya Menteri Pariwisata RI

Naskah: Suci Yulianita, Foto: Dok. Kemenpar/Istimewa

Di bawah kepemimpinan Arief Yahya, Industri pariwisata Indonesia mampu bersinar hingga dunia internasional melalui tagline ‘Wonderful Indonesia’ yang gencar dipasarkan sejak pertama menjabat. Arief juga berhasil meningkatkan posisi Indonesia di dunia yang awalnya pada 2013 lalu berada pada ranking 70 dari 141 negara, meningkat pesat menjadi ranking 50.

 

Bahkan untuk country branding ‘Wonderful Indonesia’ sendiri yang semula tidak ada dalam ranking, meningkat pesat menjadi ranking 47 dari 100 peringkat. Sungguh luar biasa, apalagi berhasil mengalahkan country branding 'Truly Asia Malaysia' (ranking 96) dan country branding 'Amazing Thailand' (ranking 83). Country branding Wonderful Indonesia mencerminkan positioning dan differentiation pariwisata Indonesia.


Sementara dalam Travel and Tourism Index Competitives Index 2015, World Economic Forum (WEF), industri pariwisata Indonesia juga mengalami kenaikan pada 3 pilar yakni, business environment naik 30 tingkat berada di peringkat 63 dunia, international openness naik 59 tingkat berada di peringkat 55, dan air transport infrastructure naik 15 tingkat berada di peringkat 39 dunia.


Yang juga membanggakan, dunia internasional juga melihat potensi kebudayaan Indonesia. World Economic Forum memberi peringkat untuk cultural resources Indonesia yang berada pada Top 20 di seluruh dunia dari total 141 negara. Itu suatu bukti bahwa Indonesia tak hanya memiliki keindahan alam yang terbentang di seluruh propinsi, namun juga memiliki kekayaan budaya yang sungguh hebat dan mempesona dunia.


Ya, menyadari bahwa negeri tercinta Indonesia memiliki sejuta potensi wisata yang tersebar di 34 propinsi, sayang rasanya jika dunia pariwisata tidak dimaksimalkan. Terlebih menurut Arief, industri pariwisata menjadi salah satu sumber devisa terbesar di Indonesia. Selain itu, jika dibandingkan dengan industri lain, bisa dikatakan industri pariwisata memiliki pertumbuhan yang lebih tinggi, serta memiliki multiflyer effect yang besar. “Kemudian employment. Pariwisata itu menyumbang sekitar 9 – 10% employment di Indonesia,” terang Arief.

Best Executive

Khofifah Indar Parawansa Menteri Sosial Republik Indonesia

Naskah: Arif Rahman Hakim, Foto: Istimewa

Tidak banyak wanita yang mendapat kesempatan menjadi menteri.  Di antara sedikit kaum hawa yang menduduki jabatan menteri  tersebut adalah Khofifah Indar Parawansa.  Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ini dilantik sebagai Menteri Sosial oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Senin, 27 Oktober 2014.

 

Ini untuk kedua kalinya Khofifah menjadi menteri. Sebelumnya ia menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan/Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (1999-2001).
Terpilihnya Khofifah sebagai Menteri Sosial tentu merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi.  Kendati  demikian  publik mengetahui Khofifah ikut  andil memenangkan duet Jokowi-Jusuf Kalla (JK) melawan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pilpres 20 14. Ketika itu dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Muslimat NU ia menggerakkan para kadernya mendukung Jokowi-JK.


Khofifah mengawali karier politiknya di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di era Orde Baru (Orba). Pada  Pemilu 1992  wanita kelahiran  Surabaya, Jawa Timur (Jatim), 19 Mei 1965 ini terpilih menjadi anggota DPR periode 1992-1997. Kemudian ia kembali lagi menjadi wakil rakyat pada Pemilu 1997.


Namanya mulai melesat bak anak panah lepas dari busurnya saat tampil membacakan pidato pernyataan sikap Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP) dalam Sidang Umum MPR 1997. Pidatonya mengkritisi penguasa Orba. Ia menyampaikan berbagai kekurangan dan kecurangan, Pemilu 1997 seraya melengkapi pidato dengan berbagai ide tentang demokrasi. Hal itu membuat terkejut hampir segenap anggota MPR.


Pada 21 Mei 1998 rezim Orba jatuh yang ditandai dengan mundurnya Presiden Soeharto karena gerakan reformasi yang dipelopori mahasiswa. Kemudian Wakil Presiden BJ Habibie naik menjadi Presiden. Di era Habibie diambil keputusan pemilu dipercepat dari tahun 2002 menjadi tahun 1998. Kebijakan Habibie lainnya di bidang reformasi politik adalah mengizinkan berdirinya partai politik (parpol) baru.


Di era reformasi itu Khofifah memutuskan hengkang dari PPP, lalu bergabung dengan parpol baru, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Otomatis ia juga mundur sebagai anggota DPR. Pada Pemilu 1999 dia kembali terpilih menjadi anggota DPR. Dan bahkan menduduki kursi Wakil Ketua DPR.


Namun, Khofifah hanya sebentar menikmati jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR. Ia melepas jabatannya itu karena ditunjuk sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan oleh Presiden Gus Dur. Sejatinya Khofifah menjadi menteri periode 1999-2004. Namun, pada 23 Juli 2001 Gus Dur diberhentikan oleh MPR, dan hal ini berarti kabinetnya bubar.

Best Executive

Muliaman D. Hadad Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan

Naskah: Giattri F.P., Foto: Istimewa

Eksistensi Muliaman Darmansyah Hadad sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, telah mengantarkan lembaga itu mendapatkan apresiasi yang positif. Sebut saja kemampuan dalam meningkatkan kinerja di industri pasar modal Indonesia yang telah menorehkan kesuksesan pada 2016 lalu dengan peningkatan IHSG 15,32 persen (year to date) dan ditutup di level 5.296,7.

 

Keberhasilan OJK di bawah kepemimpinan Muliaman, begitu ia kerap disapa, juga terlihat dalam memajukan ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) di bawah program integrasi ekonomi ASEAN. Maka tak ayal, ia pun diganjar penghargaan “Distinguished Alumni Award 2016” dari Universitas Monash Australia atas kontribusi signifikan yang diberikannya selama ini dalam perkembangan Sektor Jasa Keuangan di Indonesia.


Hasil kerja nyata Muliaman di OJK sejak dipercaya mengelola OJK pada 2012 lalu, pun berhasil mengantarkannya meraih banyak apresiasi. Di antaranya Pada Mei 2016 lalu, ia meraih penghargaan Global Good Governance (3G) untuk kategori Government and Politics-Civil Service Award dari Cambridge IF Analytica.


Penghargaan itu diberikan karena ia dinilai telah menjadi inspirasi dalam upaya menjunjung tinggi aspek profesionalisme dan mendorong penerapan tata kelola yang baik pada area pelayanan publik. Ia juga terpilih sebagai salah seorang dari 71 Tokoh Berpengaruh di Indonesia 2016 dari Majalah Men’s Obsession.


Pria yang aktif berorganisasi ini mengungkapkan, penghargaan tersebut tidak hanya pengakuan untuk kerja pribadinya, tetapi juga merupakan pengakuan atas komitmen kuat OJK dalam meningkatkan praktik good governance di Indonesia.


Menurut Muliaman, keberhasilan suatu perusahaan tidak semata-mata berdasarkan prestasi kinerja keuangannya saja, tetapi juga implementasi dari good governance. “Fokus OJK pada penerapan governance ini sama intensifnya dengan fokus OJK pada penguatan aspek keuangan,” tegasnya.


Muliaman terus mengembangkan berbagai inisiatif dan pengaturan untuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik di Indonesia yang telah menjadi prioritas utama OJK. Praktik tata kelola perusahaan yang terus disempurnakan akan memberi banyak keuntungan bagi perusahaan di Indonesia, termasuk peningkatan daya saing, peningkatan kepercayaan investor dan mengurangi biaya modal.


Ya, kinerja cemerlang secara konsisten dilakukan OJK, lihat saja beberapa materi program dan pencapaian OJK sepanjang tahun 2016 baik dalam upaya mendukung stabilitas sektor jasa keuangan, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan melindungi kepentingan konsumen.

Best Executive

Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan RI

Naskah: Indah Kurniasih, Foto: Istimewa

Sejak menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan RI, sosok Susi Pudjiastuti tak pernah sepi dari pemberitaan media. Tentunya pemberitaan atas keberhasilan kinerjanya. Pada tahun 2016 dan 2017 ini, ia kembali menorehkan pencapaian yang luar biasa. Misal, keberadaannya sebagai Komandan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (illegal fishing) atau Satgas 115 yang mampu meningkatkan  Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan tumbuh hampir 40 persen dari sebelumnya. Nilai Tukar Nelayan sebesar 102 tahun 2014, sekarang naik menjadi 110. 

 

Di sisi lain, ia mampu membangkitkan kesadaran bahwa sumberdaya yang ada di laut sangatlah penting. Bahkan, kesehatan laut juga berperan penting terhadap perubahan iklim dan nutrisi manusia.


Di era kepemimpinannya, ia juga akan fokus menertibkan kepemilikan pulau-pulau kecil dan terluar yang ada di Indonesia. Ia tegas akan melakukan pendataan dan pemetaan pada pulau-pulau yang saat ini dikuasai oleh pihak-pihak swasta. Ini dilakukan dengan melakukan sertifikasi aset negara pada pulau-pulau tersebut bersama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).


Tak hanya itu, di bawah nakhoda Susi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga mampu mencetak rekor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tertinggi sepanjang sejarah. Tahun 2016 lalu, PNBP sektor kelautan dan perikanan menyentuh angka Rp 360,86 miliar. Angka itu meningkat pesat dari PNBP 2015 yang hanya Rp 77,49 miliar.


Produksi perikanan tangkap selama 2016 juga menunjukan kenaikan dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, produksi perikanan tangkap mencapai 6,83 juta ton atau sebesar Rp 125,38 triliun. Angka itu naik dibandingkan dengan tahun 2015 yang sebesar 6,77 juta ton senilai Rp 122,4 triliun.


Selain dikenal sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, ibu dari tiga anak ini juga dikenal sebagai pemilik PT ASI Pudjiastuti Marine Product, yakni perusahaan yang bergerak di bidang eksportir produk-produk hasil perikanan, dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang mengoperasikan sekitar 50 pesawat maskapai penerbangan Susi Air dan mempekerjakan sekitar 185 pilot.


Pencapaian yang Susi torehkan tak sampai di situ. Beberapa tahun terakhir, beragam penghargaan berhasil ia sabet. Bahkan dua di antaranya adalah penghargaan bertaraf internasional. Seperti penghargaan Leaders for a Living Planet Award yang diberikan oleh World Wildlife Fund for Nature (WWF) pada September 2016 lalu. Penghargaan ini diberikan atas kemampuannya memberantas penangkapan ikan tidak sah terutama oleh armada-armada kapal asing. Tidak hanya itu, penghargaan ini juga diberikan untuk mengapresiasi kinerjanya dalam menjaga kesehatan laut Indonesia.

Best Legislator / Senator

Bambang Soesatyo Ketua Komisi III DPR RI

Naskah: Giattri F.P., Foto: Sutanto/Istimewa

Duduk di Komisi Hukum DPR RI ternyata sangat pas buat wakil rakyat satu ini. Betapa tidak, keteguhan pria bernama Bambang Soesatyo dalam memperjuangkan penegakan hukum, khususnya dalam kasus korupsi yang dianggap sudah menjadi kejahatan luar biasa, patutlah diacungkan jempol.

 

Pada Pemilu 2009, Bambang tercatat sebagai salah seorang anggota DPR Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) periode 2009-2014, dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah VII yang meliputi Banjarnegara, Purbalingga, dan Kebumen. Pada periode tersebut, ia menjadi wakil rakyat yang terpopuler.


Namanya melambung ketika terjadi skandal Bank Century. Dialah salah satu inisiator dari sembilan anggota DPR yang membentuk Panitia Khusus Hak Angket Bank Century. Bambang yang saat itu duduk sebagai anggota Komisi III bidang hukum dikenal kritis dalam menyampaikan pandangannya tentang Aliran Dana Lembaga Penjamin Simpanan pada Bank Century.


Selain kasus Bank Century, Bambang juga tak segan mengkritisi kasus-kasus besar lainnya. Tak pelak keberanian ‘anak kolong’ ini membuat namanya kian beken. Dan berkat popularitasnya tersebut, Bambang terpilih kembali menjadi anggota DPR pada Pemilu 2014 dari dapil yang sama.


Pada 2016 lalu, pria yang populer dengan panggilan Bamsoet – akronim dari namanya – ini dipercaya menduduki posisi yang strategis, yakni Ketua Komisi III. Sebelumnya ia menduduki posisi Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR. Sementara di DPP Partai Golkar sebagai Bendahara Umum Partai Golkar hasil Munas Bali dengan ketua umum Aburizal Bakrie dan pada periode 2016-2019 ia menjabat Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa II yang meliputi Jateng dan DIY.


Beberapa sikap tegas demi kepentingan nasional yang dilakoni Komisi III yang dipimpinnya, di antaranya, Bambang bersama pimpinan Komisi III lainnya menemui perwakilan aksi 212 jilid II yang datang ke Gedung MPR/DPR pada Februari 2017 lalu. Bahkan langsung merespon aspirasi massa dengan menyampaikan hasilnya di hadapan massa. Ia menjelaskan Komisi III sepakat untuk meneruskan aspirasi aksi 212 jilid II ke Presiden Republik Indonesia atau pemerintah melalui pimpinan DPR RI terkait soal penonaktifan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, penghentian kriminalisasi terhadap ulama,  penangkapan mahasiswa dan penegakan hukum yang berkeadilan. Saat ini Aspirasi tersebut sudah disampaikan kepada pemerintah melalui Pimpinan DPR.


Perihal citra Mahkamah Agung yang tengah tercoreng akibat ulah oknum hakim, Bambang pun meminta Sekretaris MA yang baru, Achmad Setyo Pudjoharsoyo, segera merespons program percepatan reformasi hukum yang sedang diagendakan pemerintah.


Menurutnya, respons MA terhadap program tersebut otomatis menjadi pijakan serta alasan yang sangat kuat dan masuk akal bagi Pudjoharsoyo melakukan pembenahan atau langkah bersih-bersih di tubuh MA.

Best Legislator / Senator

FADLI ZON WAKIL KETUA DPR RI

Naskah: Sahrudi, Foto: Istimewa

Eksistensinya sebagai politisi tak lahir begitu saja. Ia merangkak dari bawah. Bukan asal jadi dan berkecimpung secara tiba-tiba. Dia juga bukan pengusaha yang ‘nyambi’ sebagai politisi demi kepentingan pribadi.  Bahkan seringkali Fadli Zon mengungkapkan bahwa ketertarikan utamanya lebih kepada budaya yang telah menjadi bagian dari passion dirinya sejak lama. Politik bagi Fadli Zon adalah civic duty. Karena itulah, kiprah pria kelahiran 1 Juni 1971 ini di dalam politik tak punya ‘conflict of interest’ ketika berjuang sebagai wakil rakyat.

 

Nothing to lose, begitulah Wakil Ketua DPR RI ini menjalankan kiprahnya sebagai wakil rakyat. Bahkan saat ini, kontribusinya bagi politik Indonesia juga semakin diakui di panggung global, seiring dengan dikukuhkannya Fadli Zon sebagai Chairman of Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC), atau Presiden Organisasi Parlemen Antikorupsi Sedunia periode 2015-2017.
Nama Fadli Zon identik dengan sosok politisi yang berani melawan arus, dan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak membumi alias tak merakyat. Perannya sebagai anggota parlemen yang antara lain melakukan pengawasan, benar-benar Ia jalankan tanpa pretensi.


Lahir di tengah keluarga yang sederhana, putera pertama dari tiga bersaudara pasangan Zon Harjo dan Ellyda Yatim, ini sudah memperlihatkan kecerdasannya jauh sejak masih remaja. Beasiswa dari AFS (American Field Service) ke San Antonio, Texas, Amerika Serikat Ia peroleh selepas SMA. Hebatnya lagi, Ia lulus dengan predikat summa cum laude. Prestasi Fadli Zon ditorehkan baik intra maupun ekstra kampus. Hingga Ia terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) I Universitas Indonesia dan Mahasiswa Berprestasi III tingkat Nasional sehingga didaulat memimpin delegasi mahasiswa Indonesia dalam ASEAN Varsities Debate IV (1994) di Malaysia. Kontribusi terhadap almamater, tetap Ia jalankan dengan pernah terpilihnya Fadli Zon sebagai ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia periode 2010-2013.


Fadli Zon juga dikenal sebagai politisi yang memiliki tradisi akademik yang luar biasa. Gelar sarjana Ia peroleh dari Universitas Indonesia dengan mengambil keahlian kajian Rusia. Gelar Master diperolehnya dari London School of Economics and Political Science (LSE)  Inggris, di bawah bimbingan John Harriss dan Robert Wade. Hingga pada tahun 2016, Fadli Zon berhasil memperoleh gelar Doktor di bidang Sejarah Pemikiran Ekonomi dari Universitas Indonesia. Tradisi intelektualnya juga diwujudkan dengan menulis puluhan buku dan mendirikan Fadli Zon Library yang saat ini memegang penghargaan dari MURI sebagai perpustakaan pribadi dengan koleksi buku terbanyak di Indonesia.

Best Legislator / Senator

Muhammad Asri Anas Anggota DPD RI asal Sulawesi Barat

Naskah: Andi Nursaiful, Foto: Istimewa

Dua kali berturut-turut dipercaya mewakili rakyat Sulawesi Barat di DPD RI, adalah salah satu parameter bahwa anak muda satu ini memiliki rekam jejak yang bagus. Asri bukanlah politisi instan. Datang dari keluarga bersahaja, ia merintis karier politiknya sebagai aktivis mahasiswa yang selalu kritis dan berani menyuarakan kebenaran.

 

Sebagai mantan mahasiswa teladan yang memiliki pengalaman panjang dalam berbagai organisasi kepemudaan, Asri memiliki kapasitas untuk memperjuangkan kepentingan daerah dan rakyat yang diwakilinya sebagai senator.
Di Senayan, Asri tergolong sangat aktif dalam berbagai forum dan alat kelengkapan DPD RI. Ia pun dipercaya sebagai Wakil Ketua Kelompok/Fraksi DPD-RI dan Wakil Ketua TIM Anggaran MPR-RI.


Lahir di Pare-Pare, tanggal 12 Juli 1975, anak muda ini merintis karier politiknya dari titik nol. Yaitu ketika masih aktif sebagai mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin, Makassar. Meski bidang studinya sastra, Asri adalah aktivis mahasiswa yang bersikap kritis dan berani melakukan perlawanan terhadap rezim orde baru ketika itu.


Mahasiswa teladan yang pernah menyabet juara Debat Mahasiswa ASEAN Young di Malaysia tahun 1996, ini, memang tak bisa tinggal diam melihat ketidakadilan dan ketimpangan sosial yang ada di sekelilingnya. Boleh jadi lantaran Asri hanyalah seorang anak petani yang pernah merasakan pahitnya kehidupan.


Saat bersekolah di SMP Tridarma (sebelum pindah dari SMP 1 Wonomulyo), setahun lamanya Asri harus jalan kaki sejauh 7 km ke sekolah. Semangat juangnya tak pernah padam, justru kegigihannya untuk menuntut pendidikan berbuah manis. Bahkan dialah satu-satunya alumni sekolah SMP Tridarma yang bisa sarjana, yang saat itu berhasil diterima di Universitas Hasanuddin (1993) melalui program beasiswa bebas tes.


Sebagai seorang anak petani, Asri memahami betul penderitaan rakyat saat itu. Bagaimana rakyat dibatasi hak-hak sosial, ekonomi, dan politiknya. Saat itu anak-anak petani, nelayan, orang-orang kecil jarang yang bisa terlibat dalam politik praktis, akibat keterbatasan jumlah partai politik.


Pengusaha lokal pun jarang sekali muncul karena tender lebih banyak dilakukan secara tertutup. Rakyat biasa, juga dilarang keras menyampaikan ketidakpuasan di depan publik atau di media massa. Pengalaman masa muda itulah yang terus membekas dalam jiwanya, sekaligus menjadi trigger untuk berbuat sesuatu secara nyata untuk kampung halaman dan daerahnya.

Best Legislator / Senator

Zulkifli Hasan ketua MPR RI

Naskah: Arif Rahman Hakim, Foto: Istimewa

Pemilu 2004 merupakan saat yang menggembirakan bagi Zulkifli Hasan. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini untuk pertama kali terpilih menjadi anggota DPR periode 2004-2009 dari daerah pemilihan (dapil) Lampung I, yang meliputi Kota Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Pringsewu, Lampung Barat, dan Kota Metro.

 

Zulkifli mendapat amanah menjadi Ketua Fraksi PAN DPR periode 2004-2009. Pada saat itu ia duduk di Komisi VI DPR yang membidangi perhubungan dan infrastuktur. Kontribusinya dapat dilihat pada tahun 2008 di mana ia terpilih sebagai Ketua Pansus Hak Angket terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara di Ruang KK I, Gedung DPR, pada Rabu, 9 Juli 2008. Zulkifli meraih 28 suara dari 48 anggota pansus yang hadir. Empat kandidat lainnya adalah Bambang Wuryanto (PDI-P, 18 suara), Efiardi Asda (PPP, 0 suara), Sutan Bhatoegana (Demokrat, 0 suara), dan. Azhar Romli (0 suara).


Pada Pemilu 2009 PAN kembali mencalonkan dirinya sebagai anggota DPR dari dapil yang sama. Zulkifli tak menyia-nyiakan peluang emas tersebut. Ia kembali  meraih tiket ke Senayan, sebutan populer untuk Gedung DPR/MPR yang berlokasi di Senayan, Jakarta Pusat


Sejatinya pria kelahiran Penengahan, Lampung Selatan, 17 Mei 1962, ini menjadi anggota DPR periode 2009-2014. Namun, sekitar tiga minggu setelah dilantik menjadi wakil rakyat ia direkrut menjadi Menteri Kehutanan dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Menjelang berakhirnya jabatannya sebagai menteri, pada Pemilu 2014 Zulkifli terpilih menjadi anggota DPR periode 2014-2019. Tak sekadar kembali ke ‘rumah lamanya’. Kali ini ia terpilih menjadi Ketua MPR pada Oktober 2014. Hal ini membuktikan kepiawaiannya dalam berpolitik.


Di bawah kepemimpinan Zulkifli, popularitas MPR melejit melalui gebrakan sosialisasi empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Zulkifli beserta para anggota MPR gencar turun ke berbagai daerah untuk menyosialisasikan empat pilar kebangsaan.


Zulkifli mengingatkan soal Pancasila yang akan makin lama makin memudar jika bangsa Indonesia tidak menyadarinya dan memahaminya kembali.


“Bangsa ini harus cepat menyadari dan melakukan berbagai upaya konkret untuk memahami kembali,” katanya saat menjadi narasumber sosialisasi empat pilar kebangsaan dalam rangka kegiatan Pemantapan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) XI di Gedung Srijaya, Surabaya, Jumat (3/3/2017)


Namun ia bersyukur karena saat ini muncul fenomena menarik, yakni keinginan pihak swasta untuk melakukan berbagai kegiatan soal pemahaman Pancasila dalam berbagai bentuk seperti seminar dan diskusi dengan melibatkan berbagai kalangan lintas profesi, suku dan agama.

Best Legislator / Senator

Zulkieflimansyah wakil ketua fraksi PKS

float: left; margin-right: 10px; margin-bottom: 5px;Naskah: Giattri F.P., Foto: Istimewa

Zulkieflimansyah mendapatkan kepercayaan menjadi anggota parlemen selama tiga periode. Sosoknya yang cerdas dan memahami betul persoalan yang dihadapi, membuatnya didaulat sebagai Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Inbang (Industri & Pembangunan).

 

Niatnya setelah meraih gelar doktor dari Strathlyde Business School, University of Strathclyde di United Kingdom, pria yang akrab disapa Bang Zul ini ingin mengajar di kampus. Di usia 29 tahun dan menjadi doktor termuda kala itu adalah sebuah kebanggaan baginya.  “Pilihan utama saya ketika itu adalah ngajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,” kenangnya. Sempat tercapai, meski kemudian dunia politik ternyata lebih memikat hatinya.
Ceritanya berawal dari era reformasi yang ditandai dengan tumbangnya rezim Orde Baru dan bermunculannya partai-partai baru. Salah satunya adalah Partai Keadilan Sejahtera, waktu itu masih bernama Partai Keadilan. Kebetulan yang aktif di PKS kebanyakan aktivis mahasiswa.


“Saya dulu Ketua BEM di UI tahun 1994/1995. Setelah bertransformasi menjadi partai politik dilihatlah mantan-mantan aktivis ini untuk masuk ke politik. Terutama yang tidak pegawai negeri, termasuk saya, Pak Fahri Hamzah, dan lainnya. Itulah alasan utama dari teman-teman aktivis itu menjadi aktivis partai politik,” tuturnya.


Menurut Zul dan para koleganya tersebut, jadi aktivis mahasiswa dan aktivis partai politik sama saja tak ada bedanya.


“Di kampus juga kita ada politik kampus. Jadi tidak ada yang baru, biasa-biasa saja. Kami dari aktivis kampus ganti baju menjadi aktivis partai, artinya bertransformasi menjadi aktivis partai politik,” terang salah satu Ketua PKS ini.


Pada Pemilihan Umum Legislatif Periode 2004-2009, Zul terpilih menjadi anggota DPR RI Fraksi PKS mewakili daerah pemilihan Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Karena ada pemekaran, maka pada tahun 2009 - 2014 , dapilnya pindah mewakili Kota Cilegon, Kota Serang, dan Kabupaten Serang. Pria murah senyum ini, kembali dipercaya berkiprah di DPR RI periode 2009-2014 mewakili dapil yang sama.


Sikap Partai Keadilan Sejahtera yang perhatian dengan Palestina sering disalahartikan tidak menyukai yang berbau Amerika Serikat. Zul, menjadi bukti pemahaman itu tak benar. Zul mengaku menjadi pengajar tamu di Universitas Harvard, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat.


Doktor Ekonomi Industri jebolan Department of Economics, University of Strathclyde, Glasgow, Inggris, ini memang selain aktif berpolitik juga tercatat sebagai salah satu dosen di Universitas Indonesia, tempat dia meraih sarjana ekonomi. “PKS itu cukup sering disalahpahami di Amerika,” kata Zul. “Saya cukup sering ke Amerika, saya masih jadi pengajar di Harvard University,” katanya lagi.


Zul adalah senior research fellow di Kennedy School of Government di Harvard University, Amerika Serikat. Sebelumnya dia pernah menjalani pendidikan post doctoral di sana. “Menurut saya, sama-sama saling menuai manfaat. Jadi PKS itu bisa mengenal lebih banyak orang di luar partai. Harus diakui Amerika maju sekali. Kalau teman-teman Amerika juga tidak melulu memandang PKS kaum konservatif, tapi memahami PKS sebagai [kumpulan] manusia biasa terdiri berbagai latar belakang pemikiran,” kata Zul. Namun, Zul memahami, banyak teman-teman separtainya masih apriori dengan Amerika Serikat atau yang berbau ‘Barat’. “Sedikit-sedikit ini rekayasa Israel, rekayasa Yahudi, ini stereotyping seperti itu nggak benar,” kata Zul.


Cara pandang ini, menurut Zul, untuk mengubahnya pelan-pelan, mungkin dengan kerja sama, saling berinteraksi itu akan menemukan kesepahaman bahwa tidak boleh mengklaim diri paling suci, paling benar. “Anasir kebaikan itu ada di mana-mana, PKS tidak boleh menjadikan dirinya centre of the world,” jelas Zul.


Zul mengaku, kerap berperan sebagai jembatan antara PKS dengan dunia ‘Barat’ seperti dengan pihak Amerika Serikat. “Radikalisme itu tidak bisa menyelesaikan masalah, justru tidak mendapat tempat,” tambah Zul.


Pada Pileg periode 2014-2019, ia kembali dipercaya menjadi penyambung lidah rakyat. Selain menjadi Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Inbang, Zul diamanahi untuk berkecimpung di Komisi VII yang berkutat dengan persoalan sumber daya energi dan mineral. Ia kerap pro aktif memaparkan pemikirannya.


Seperti pada RUU Kewirausahaan Nasional, ia berharap teknologi dapat berkembang melalui UU Kewirausahaan Nasional. Menurutnya, Science techno-park yang sering disalahartikan oleh masyarakat harus diluruskan. Zulkiefli juga menilai banyak regulasi Pemerintah yang menghancurkan industri nasional. Terakhir, Zulkiefli menyampaikan bahwa semangat entrepreneurship juga harus melibatkan wanita.

 
Terkait penggunaan ruang fiskal, Fraksi PKS mengupayakan agar porsi penyertaan modal nasional tidak terlalu besar. Dana yang ada sebaiknya dioptimalkan untuk digunakan sebagai peningkatan alokasi anggaran penambahan dana desa, pembangunan irigasi, dan pembangunan jalan desa.”


Pada 2016, Zul pernah mengatakan terkait Anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mitra lokal harus diperbanyak agar dapat dioptimalkan dimasa yang akan datang.  


Soal Evaluasi Riset Nasional, ia merasa pilihan industri tidak harus dirgantara dan masalah inovasi nasional harus diurus Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) dan jangan hanya mengurusi perguruan tinggi. ia menanyakan tentang kenapa tidak ada keinginan untuk menurunkan kembali inovasi desa. Zulkiefli menyatakan persentase teknologi lebih pada penjelasan supply. Ia berharap Menristekdikti ada aksentuasi yang lebih serius pada industri tertentu.  


Ia juga pernah meminta agar Lembaga Pengelola Dana Pendidikan proaktif menziarahi daerah-daerah di Indonesia untuk menyebarkan info dan sosialisasi tentang beasiswa ini.  


Keterlibatannya di dunia politik tak berarti menyurutkan berprestasinya sebagai akademisi di kampus. Memenangkan berbagai Grant Penelitian di tingkat Nasional, menulis di jurnal ilmiah di dalam dan luar negeri serta merepresentasikan Indonesia di penelitian-penelitian Internasional, menulis opini di koran nasional adalah hal biasa yang dilakukannya. Tak mengherankan jika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menobatkannya sebagai Peneliti Muda Terbaik Indonesia dalam bidang Ekonomi dan Management tahun 2003.

Best Regional Leader

Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi

Naskah: Andi Nursaiful, Foto: Istimewa

Di bawah kepemimpinannya, Banyuwangi tercatat sebagai satu-satunya kabupaten yang memperoleh nilai A dalam evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2016 yang dilakukan oleh Kementerian PAN/RB. Ini berkat kebijakannya yang mampu mengintegrasikan dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan dalam sebuah sistem. Paradigma pemerintahan digeser bukan lagi pada berapa anggaran yang disiapkan dan dihabiskan, tapi berapa besar kinerja yang dihasilkan.   

 

Dalam lima tahun periode pertama kepemimpinannya (2010-2015), pendapatan per kapita rakyatnya naik dua kali lipat, sementara angka kemiskinan ditekan dari 40 persen, menjadi 9,24 persen. Semua berkat kemampuannya memoles dan “menjual” daerah yang dulunya dianggap terisolir, menjadi salah satu daerah tujuan wisata utama nasional, dengan pertumbuhan ekonominya yang terus membaik.


Melalui penerapan mental entreprenocrat, Anas bersama rakyatnya berhasil menerima penghargaan UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola.


Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Februari lalu mengumumkan hasil evaluasi akuntabilitas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk tahun 2016. Dalam pandangan Menpan RB, banyak instansi dan lembaga belum berbenah untuk meningkatkan akuntabilitas kinerjanya kepada masyarakat.


“Ada 50 dari 82 kementerian/ lembaga, 24 dari 34 provinsi, dan 456 dari 465 pemerintah daerah dengan nilai akuntabilitas kinerja di bawah 70,” ungkap Menpan RB Asman Abnur, seraya menambahkan, semakin rendah nilai akuntabilitas kinerja, potensi inefisiensi penggunaan anggaran semakin tinggi.


Dari evaluasi itu, diperkirakan potensi inefisiensi di 530 instansi yang nilainya di bawah 70 mencapai Rp 392,82 triliun. Ini terjadi karena program yang tak tepat sasaran. Padahal, seharusnya anggaran yang bisa dialokasikan untuk program yang mendesak.


Namun Kabupaten Banyuwangi tidak masuk dalam daftar itu. Banyuwangi justru menjadi satu-satunya kabupaten yang mendapat nilai A (skala 80-90). Ini lantaran Azwar Anas secara cerdas mengerucutkan 4.200 kegiatan menjadi hanya 1.400 kegiatan demi efisiensi anggaran.


“Program-program diefisienkan sesuai manfaat ke masyarakat. Berdasarkan perhitungan, kita berhasil hemat Rp.213 miliar atau 13% dari total belanja langsung, namun dengan tetap berorientasi hasil dan 100% program tetap berjalan. Jadi program kita sudah menganut asas money follow result, berorientasi ke manfaat program, sesuai arahan Presiden Jokowi,” ujar Anas.


Itulah salah kebijakan tepat dari Azwar Anas yang layak mendapat apresiasi. Tentu tak hanya itu, sebab di bawah kepemimpinannya, Banyuwangi berubah dari daerah terisolir menjadi daerah dengan daya pikat besar di Jawa Timur. Tak heran jika ia kembali terpilih memimpin daerah itu untuk periode kedua pada Pilkada 2015 silam.

Best Regional Leader

Hendrar Prihadi Wali Kota Semarang

Naskah: Imam Fathurrohman, Foto: Istimewa

Capaian prestasi Hendrar Prihadi, S.E, M.M bisa dibilang luar biasa. Meski belum cukup satu tahun memimpin Kota Semarang, pria yang lebih akrab disapa Hendi ini membuktikan bahwa kerja cepat dan kerja cerdas mampu menghasilkan output maksimal. Penghargaan sebagai kepala daerah terbaik dalam hal pelayanan publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB), adalah buktinya.

 

Kota Semarang pada 2016 meraih skor tertinggi se-Indonesia, yaitu 89,65 poin, soal pelayanan publik di tanah air. Alhasil, Magister Manajemen dari Universitas Diponegoro ini pun digadang-gadang sebagai role model bagi kepala daerah lainnya dalam hal pelayanan publik.


Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, pada kegiatan ‘Pemberian Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dan Workshop Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik’ di kantor Kementerian PANRB, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (2/3/2017).


Hendi berdalih, kunci suksesnya dalam hal pelayanan publik selama ini adalah karena adanya penerapan konsep SMART yang dijabarkan menjadi Systemic (terhubung sistem), Monitorable (terbuka dapat dimonitor), Accessible (dapat diakses kapan saja dan dimana saja), Reliable (berkomitmen penuh sehingga dapat dipercaya), dan Time Bound (menetapkan batasan waktu pada setiap bentuk pelayanan). Konsep SMART inilah yang kemudian ditawarkan Hendi untuk diadopsi dan diterapkan oleh pemerintahan kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.


Terkait hal itu, pada sejumlah kesempatan, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah (DPRD Jateng) ini kerap mengatakan jika pelayanan publik yang baik harus dilakukan dengan upaya reformasi birokrasi dan harus disertai dengan upaya revolusi birokrasi.


“Percuma saja kalau sistem pelayanan publiknya diubah tetapi budaya pelayanan publiknya masih sama,” ungkap Wali Kota yang baru menjabat sejak 17 Februari 2016 itu.

Best Regional Leader

M. Zainul Majdi Gubernur NTB

Naskah: Giattri F.P., Foto: Istimewa

Sosok ulama sekaligus umara ini mampu membuktikan kapasitasnya sebagai ulama dan gubernur sama baiknya. Di bawah nakhodanya, NTB mencetak tingkat pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Kecintaan masyarakat kepada Hafiz Alquran  ini pun mengantarkannya menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat selama dua periode.

 

Zainul Majdi akrab disapa Tuan Guru Bajang, sosok ulama kharismatik yang mewarisi darah dari sang kakek, tokoh agama yang paling dihormati di NTB, TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid (Tuan Guru Pancor) yang juga pendiri Nahdlatul Wathan (NW) ormas Islam terbesar di NTB.


Kapasitas keulamaan sang kakek bukan hanya kaliber daerah saja, melalui kitab-kitab karyanya, Tuan Guru Pancor juga menjadi ulama yang dihormati oleh ulama Mekkah. Selain darah ulama, ia menuruni darah kepemimpinan dari ayahnya, Djalaluddin, seorang birokrat Pemerintah Daerah NTB.


Lulus dari Madrasah Aliyah, Zainul mulai menunjukkan kapasitas dan minatnya kepada ilmu Agama semakin dalam. Ia memilih untuk memperdalam Islam di tanah Mesir di Universitas Al Azhar. Hebatnya, sebelum memasuki perguruan tinggi, Zainul muda sudah menuntaskan hafalan 30 juz Alquran di Ma’had Darul Qur’an wal Hadits Nahdlatul Wathan Pancor selama setahun (1991-1992).


Kemudian pada tahun 1992, Zainul muda berangkat ke Mesir untuk memperdalam ilmunya di Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Universitas Al-Azhar Kairo. Lulus setingkat S1 pada 1996, pria kelahiran Selong, 31 Mei 1972 ini memilih melanjutkan pendidikannya ke jenjang master. Lima tahun berikutnya, ia meraih Master of Art (M.A.) dengan predikat Jayyid Jiddan.


Tidak tanggung-tanggung dalam menimba ilmu, Zainul terus meningkatkan keilmuannya dengan melanjutkan program S3 doktor di bidang yang sama. Pada 8 Januari 2011, Zainul lulus dengan predikat Martabah EL-Syaraf El Ula Ma`a Haqqutba atau Summa Cumlaude.


Tak pernah terbayang bagi seorang ulama seperti Zainul untuk terjun ke pentas politik. Semuanya berawal karena hubungan akrab dengan tokoh reformis Yusril Ihza Mahendra yang mengajaknya maju sebagai anggota DPR-RI dari Partai Bulan Bintang.


Pilihannya masuk ke dalam politik bukan tanpa alasan. Menurutnya dalam pengalamannya selama berdakwah, banyak sisi dakwah yang tidak bisa disentuh dengan kultural saja, tapi harus secara sistem melalui struktur politik.


Zainul pun terpilih sebagai anggota legislatif periode 2004-2009. Belum genap dalam masa jabatannya, tantangan untuk memimpin lebih tinggi menghampirinya. Banyak calon yang ingin meminangnnya sebagai calon wakil gubernur, namun Yusril justru meyakinkannya untuk maju sebagai calon gubernur NTB. Diusung PBB dan PKS, ia sukses terpilih menjadi gubernur NTB periode 2008-2013.


Namanya mungkin tak setenar Gubernur lainnya yang wajahnya sering menghiasi berbagai media dan saluran televisi nasional. Namun kepemimpinan dan kinerjanya dalam memajukan daerahnya terbilang luar biasa.


Bukan hanya dalam pembangunan ekonomi untuk NTB, prestasi yang diukirnya selama menjadi provinsi berjuluk Bumi Gora itu antara lain meraih penghargaan sebagai Gubernur Termuda di Indonesia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia saat dilantik pada 28 Oktober 2009.

Best Regional Leader

M. Nurdin Abdullah Bupati Bantaeng

Naskah: Imam Fathurrohman, Foto: Istimewa

Tak banyak seorang akademisi bergelar guru besar menjadi pemimpin di sebuah daerah. Apalagi seabrek prestasi pun berhasil ia raih, seiring rakyat yang begitu mencintainya. Salah seorang di antaranya adalah
Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr.

 

Sepanjang 7 tahun pengabdiannya, lebih dari 75 penghargaan nasional dan internasional diraihnya, baik penghargaan untuk individu maupun Kabupaten Bantaeng, termasuk 4 kali berturut-turut Piala Adipura, 3 tahun berturut-turut meraih Otonomi Award dan berhasil memenangkan Innovative Government Award (IGA) tahun 2013 yang diadakan Kementerian Dalam Negeri.


Nama Nurdin, demikian pria murah senyum ini akrab disapa, semakin moncer saat disandingkan dengan Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya), Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), dan Din Syamsuddin (Ketua PP Muhammadiyah) sebagai ‘tokoh perubahan’ oleh sebuah media nasional di tahun 2015 silam. Tentu bukan sebutan sembarang. Nurdin dinilai telah menjadikan Bantaeng sebagai daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi dan kesehatan yang fantastis.


Sebelum dirinya menjabat bupati tahun 2008, Bantaeng masuk dalam kategori 199 daerah tertinggal di Indonesia dengan pertumbuhan ekonominya pun hanya 4,7 persen. Kini, Bantaeng menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan. Daerah yang memiliki luas 395,83 Km atau tak lebih besar dari Pulau Madura itu berhasil diubah dan ditingkatkan perekonomiannya.


Nurdin mensiasati APBD sebesar Rp 821 miliar dengan menggalang sumber lain. Perekonomian Bantaeng tumbuh hingga 9,2 persen pertahun serta berhasil meningkatkan indeks pendapatan perkapita warga Bantaeng dari Rp 5 juta menjadi Rp 14,7 juta. Doktor agrikultur dari Kyushu University, Jepang, ini berhasil memajukan kembali varietas sayuran, buah dan hasil-hasil perikanan dengan konsep Agri-Marine Economy.


‘New Bantaeng’. Demikian sebutan bagi daerah yang diubah Nurdin melalui beragam inovasi yang dilakukan tangan ajaibnya. Salah satunya adalah menyulap Bantaeng yang merupakan kawasan langganan banjir menjadi pusat agrowisata dan destinasi yang luar biasa indah.


Jika dulu Bantaeng dikenal dengan semak belukarnya, kini menjadi daerah dengan banyak tempat wisata indah. Nurdin bahkan bercita-cita menjadikan Bantaeng sebagai Singapura-nya Indonesia. Karena itu sebagian besar pusat pemerintahan dan fasilitas pelayanan publik dipindahkan di daerah pantai.

Best Regional Leader

Rita Widyasari Bupati Kutai Kartanegara

Naskah: Andi Nursaiful, Foto: Fikar Azmy/Istimewa

Muda, cantik, dan cerdas, dengan segunung prestasi terukur. Rakyat Kutai Kartanegara (Kukar) beruntung memiliki pemimpin seperti ini. Pengakuan demi pengakuan atas kinerjanya memimpin Kukar seolah tak putus, termasuk dari lembaga asing. Tahun lalu ia meraih predikat Woman Icon of The Year dalam ajang Global Leadership Award 2016.

 

Yang membuat rakyat Kukar begitu mencintainya adalah program-programnya yang selalu pro rakyat. Begitu banyak kemajuan di berbagai bidang telah ia torehkan, termasuk dalam setahun terakhir.


Empat tahun berturut-turut, misalnya, Pemkab Kukar mendapat penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keaungan (BPK RI). Pemkab Kukar juga meraih penghargaan Adipura. Sementara Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kukar berada di peringkat ke-10 se-Indonesia, padahal dari sebelumnya jauh di peringkat ke-151.


Salah satu ukuran keberhasilan seorang pemimpin eksekutif, termasuk kepala daerah, adalah penilaian dari lembaga negara maupun pemerintah pusat. Baik itu dari BPK RI untuk tertib administrasi keuangan, maupun dalam hal pertanggungjawaban kinerja daerah yang dipimpinnya dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).


Dari tahun ke tahun, pemerintahan Rita senantiasa dinilai bersih. Tahun lalu, Pemkab Kukar kembali meraih penghargaan dari Kemenpan RB dalam hal Laporan Akutanbilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), dengan skor 66,10, lebih tinggi dari LAKIP 2015 yang memperoleh skor 65.


Inilah buah dari upaya pelaksanaan reformasi birokrasi yang terus dilakukan oleh Pemkab Kukar. Evaluasi LAKIP bertujuan menilai tingkat akuntabilitas atau pertanggungjawaban penggunaan anggaran dalam rangka terwujudnya pemerintah yang berorientasi kepada hasil.


Nilai LAKIP tahun 2016 yang diraih Pemkab Kukar masuk dalam klasifikasi nilai B, dan merupakan yang tertinggi di Provinsi Kaltim. Rita bertekad tahun ini nilainya mencapai klasifikasi A.


Selain kemampuan menejerial dan leadership, seorang pemimpin daerah yang sukses umumnya juga diketahui memiliki kemampuan marketer yang bagus. Tanpa itu, daerahnya tak akan dilirik oleh investor maupun turis meskipun memiliki potensi yang bagus.


Dalam hal ini, Rita sudah membuktikan dirinya sebagai seorang pemasar yang andal. Buktinya, tahun 2016 Rita mendapatkan Penghargaan Regional Marketeers Award (RMA) 2016 yang dinilai menonjol dalam menjalankan konsep pemasaran secara baik dan benar.


Kemampuan memasarkan daerahnya dalam konteks budaya dan kepariwisataan, pun beroleh penghargaan dari pemerintah pusat. September tahun lalu, Rita menerima piala dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia 2016. Piala diberikan berkat Festival Erau yang menjadi sebagai juara I untuk kategori Festival Budaya Terpopuler (Most Popular Cultural Festival) di Tanah Air.


Selama memimpin, apresiasi atas prestasi pembangunan di Kukar terus mengalir. Secara nasional, indeks rata-rata Kukar menjadi yang terbaik di Indonesia. Indonesia’s Attractiveness Award 2016 dari Kementerian Kominfo, dan anugerah kabupaten terbaik per koridor MP3EI (Kalimantan) dari Kemenpan RB.

Best CEO (SOC)

Achmad Baiquni CEO PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Naskah: Andi Nursaiful, Foto: Istimewa

Memimpin Bank BNI sejak Maret 2015, di tengah perlambatan ekonomi nasional, dia mampu membalikkan tren kinerja perusahaan yang terus menurun. Tahun lalu, ia pun berhasil meningkatkan kinerja perseroan dengan sukses membawa BNI mencetak laba bersih Rp 11,34 triliun atau tumbuh 25,1%. Pertumbuhan itu diperoleh masih dalam situasi lemahnya pertumbuhan laba perbankan.

 

Kenaikan laba bersih yang sangat signifikan ditopang pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) dan Pendapatan Non Bunga yang masing-masing melonjak 17,4% dan 23,1%. Pendapatan Bunga Bersih (NII) tahun 2016 naik dari Rp 25,56 triliun menjadi Rp 29,99 triliun (naik 17,4%),  membuat BNI mampu menjaga margin bunga bersih (NIM) di level 6,2%.


Pendapatan Non-Bunga sendiri naik 23,1% dari Rp 6,98 triliun pada 2015 menjadi Rp 8,59 triliun di akhir 2016, terutama didukung kenaikan fee dari transaksi trade finance, pengelolaan rekening dan debit card, serta fee dari bisnis bancassurance.


Pada akhir 2016, total Aset BNI sudah menembus angka Rp 603,03 triliun atau tumbuh Rp 94,44 triliun (18,6%). Pertumbuhan ini terutama ditopang pertumbuhan DPK dan Simpanan dari Bank lain. DPK yang berhasil dihimpun mencapai Rp 435,55 triliun pada akhir 2016 (naik 17,6%). Jumlah ini dua kali lipat dari pertumbuhan DPK industri perbankan pada November 2016 yang tercatat meningkat 8,4% (yoy).


Komposisi DPK juga membaik dimana porsi dana murah (CASA) mencapai 64,6% dari total DPK pada akhir tahun 2016 dibandingkan posisi akhir tahun 2015 yang mencapai 61,1% dari total DPK. Dengan demikian biaya dana dijaga tetap stabil pada level 3,1%.


Penghimpunan dana murah tidak terlepas dari peningkatan jumlah rekening yang dibuka oleh nasabah individu sebanyak 5 juta rekening atau tumbuh sebesar 29,4%, sehingga total rekening individu menjadi 22 juta rekening pada akhir 2016. Pembukaan rekening melalui Agen46 BNI atau Branchless Financial InclusionServices (Laku Pandai) menjadi salah satu perangkat bagi BNI dalam meningkatkan jumlah rekening individu.


Salah satu prestasi yang juga layak mendapat apresiasi tinggi adalah layanan Cash Management BNI, yaitu BNI e-Collection yang diakui terbaik di kawasan Asia Tenggara. Layanan ini berhasil mendongkrak pembukaan rekening pada nasabah-nasabah baru dari kalangan perusahaan.  Pada 2016, jumlah rekening perusahaan yang dibuka di BNI meningkat sebanyak 59.447 menjadi 451.476 rekening (tumbuh 15,2%).


Pertumbuhan kredit BNI juga layak diapresiasi. Tahun lalu, pertumbuhan sebesar 20,6% tercatat melampaui pertumbuhan kredit industri perbankan Indonesia secara umum, yang per November 2016 mencapai 8,5%.
Kredit yang disalurkan BNI hingga 31 Desember 2016 mencapai Rp393,28 triliun. Sebesar Rp286,1 triliun (72,7%) dari total kredit disalurkan ke segmen Bisnis banking, sedangkan sebesar Rp 65,1 triliun (16,5%) ke segmen Konsumer banking. Sisanya sebesar 11,8% disalurkan melalui kantor-kantor cabang luar negeri dan perusahaan-perusahaan anak.

Best CEO (SOC)

Alex J. Sinaga CEO Telkom

Naskah: Giattri F.P., Foto: Istimewa

Dialah CEO terbaik di industri telekomunikasi Indonesia saat ini. Berbagai lembaga bergengsi mengakui dan memberikan apresiasi untuk tangan dinginnya mengantar PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mencapai kinerja cemerlang. Di lantai bursa, saham Telkom terus bersinar dalam beberapa tahun terakhir.

 

Kurang lebih 3 tahun kepemimpinan Sang Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga, arah bisnis Telkom Group telah menunjukkan progres yang signifikan. Sejumlah keberhasilan yang diraih mampu mendongkrak nilai pasar (market capitalization). Ambil contoh, jika pada 2014 market capitalization Telkom Group mencapai Rp 288,8 triliun, maka tahun 2015 terus mengalami pertumbuhan hingga menembus angka Rp 312,9 triliun. Melebihi target Rp 300 triliun yang telah dicanangkan. Terakhir, hingga akhir 2016, market capitalization Telkom Group tumbuh 28,18% menembus Rp 401,8 triliun. Pertumbuhan kapitalisasi pasar Telkom tersebut jauh melampaui rata-rata Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada periode tersebut tumbuh 15,3%.


Tahun 2016, Alex kembali mengantar Telkom sebagai satu di antara 11 perusahaan berkinerja terbaik, dengan predikat IDX Best Blue, berdasarkan penilaian PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada penutupan 2016, Telkom tercatat sebagai pemilik kapitalisasi pasar terbesar untuk sektor telekomunikasi di BEI, sekaligus terbesar kedua secara keseluruhan.


Kepemimpinan Alex juga yang kemudian membuat perusahaan ini tumbuh triple double digit di sepanjang tahun 2016 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 116,33 triliun (naik sebesar 13,5% Year of Year-YoY), EBITDA sebesar Rp 59,50 triliun (tumbuh sebesar 15,7% YoY), dan laba bersih Rp 19,35 triliun naik sebesar 24,9% di banding tahun sebelumnya.


“Pencapaian  triple double digit growth ini merupakan prestasi luar biasa yang belum pernah diraih Telkom Group dalam 9 tahun terakhir,” ucap Alex.


Alex menuturkan, kinerja keuangan yang baik tersebut didukung oleh bisnis data, internet & IT yang meningkat pesat sebesar 31,5 % dibandingkan 2015 dan memberikan kontribusi sebesar 37% dari total pendapatan 2016.
“Peningkatan ini menunjukkan hasil upaya Telkom dalam melakukan transformasi perusahaan sebagai digital telco company,” ujar peraih Indonesia Most Admired CEO 2016 Kategori Telekomunikasi.


Telkom Group juga mampu melakukan pengembangkan bisnis. Salah satunya melakukan ekspansi ke pasar internasional (International Expansion). Saat ini TelkomGroup telah memiliki 10 (sepuluh) footprint yakni Singapura, Hongkong, Timor Leste, Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Myanmar, Taiwan, Macau dan Saudi Arabia Tahun 2017, kinerja saham Telkom akan semakin cemerlang. Hal itu tak lepas dari tren bisnis di tahun ayam api ini yang semakin dominan bergeser ke arah digital, sehingga akan mendorong profitabilitas perusahaan di sektor telekomunikasi, khususnya Telkom.

Best CEO (SOC)

Elvyn G. Masassya direktur utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC

Naskah: Suci Yulianita, Foto: Sutanto/Istimewa

Berkat kepemimpinannya yang cair namun tetap tegas dan profesional, ia mampu membenahi perusahaan dengan semangat From Good to Great.

 

Dalam masa kepemimpinan yang hampir satu tahun, Elvyn sanggup menjawab persoalan menahun seputar dwelling time di pelabuhan yang menjadi keprihatinan banyak kalangan. Tahun lalu, realiasi dwelling time di Tanjung Priok sudah mencapai rata-rata 2,7 hari. Ini jauh lebih singkat dari pelabuhan lain yang tidak di bawah pengelolaan IPC.


Selain itu, Elvyn juga berhasil membenahi image IPC, dimana pelabuhan-pelabuhan dibawah naungan IPC telah berubah menjadi lebih modern. Kini, di bawah kepemimpinan Elvyn, pelabuhan Priok tampak lebih rapih dan bersih. Bersama timnya, Elvyn juga ingin membawa IPC menuju world class port, “vision kita pertajam menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan dengan kata kunci visi hanya tiga, world class, excellent in operational, excellent in services,” ungkap Elvyn.


Sementara pencapaian lainnya, bisa dilihat dari volume atau jumlah kontainer yang keluar masuk di IPC. Pada 2016 lalu, terdapat kurang lebih 6 juta container dalam setahun. Perusahaan juga berhasil meraih score Key Performance Indikator (KPI) sebesar 101,96. Kemudian dari sisi governance, perusahaan juga berhasil mencapai angka yang ditargetkan, sebesar 85. Belum lagi segudang penghargaan yang diraih IPC atas prestasi-prestasi di 2016.    

 
Pada 2016, IPC meraih pendapatan Rp 9 triliun (unaudited) meningkat sebesar 15% dari tahun sebelumnya, dan EBITDA Rp 3,2 triliun, serta total aset Rp.43,7 triliun. Kinerja keuangan ini didukung naiknya realisasi arus peti kemas mencapai 6,08 juta TEUs. Sementara untuk 2017 ini, Elvyn menargetkan pendapatan mencapai Rp.10,5triliun dan Capex Rp.4,6 triliun.


Untuk menuju visinya itu, Elvyn memulainya dengan melakukan beberapa terobosan, antara lain pembenahan dalam bidang teknologi. Ya, musisi Jazz ini percaya betul, bahwa di era modern, sebuah korporasi modern harus berbasis IT. Untuk itu, ia meluncurkan inovasi-inovasi terkini berbasis teknologi. “Jadi port ini pun dalam bentuk world class nanti, adalah menjadi digital port, pelabuhan digital yang bisnis prosesnya itu banyak menggunakan teknologi,” katanya.


Terdapat empat sistem berbasis IT, yakni Integrated Billing System (IBS) termasuk di dalamnya adalah cash management, yaitu segala urusan dokumentasi dan pembayaran hanya bisa di satu tempat. Kemudian terminal operating system, yakni pengelolaan terminal yang lebih rapih. Sistem ini bermanfaat untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi kegiatan di terminal, termasuk monitoring aktivitas pelayanan kepada pengguna jasa. 

Best CEO (SOC)

M. Choliq DIREKTUR UTAMA PT Waskita Karya (Persero)Tbk

Naskah: Giattri F.P., Foto: Sutanto/Istimewa

Dialah sosok di balik kesuksesan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Betapa tidak, berkat tangan dinginnya, ia berhasil memoles perusahaan plat merah tersebut menjadi kontraktor terbesar di Indonesia.

 

Saat pertama kali menjabat Direktur Utama Waskita, M. Choliq langsung dihadang rangkaian tantangan; bahkan perusahaan mencatatkan saldo Modal negatif sebagai dampak pengelolaan yang kurang baik (mismanagement). Sehingga mendapatkan perhatian lebih dari pemegang saham yakni Pemerintah dengan menyuntikan tambahan modal sebanyak Rp 475 miliar melalui PT PPA (Persero).


Pada Desember 2012, Waskita berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia (Initial Public Offering) senilai Rp 1,2 triliun. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada Juni 2015, perusahaan menyelesaikan aksi korporasi dengan menerbitkan saham baru (rights issue) dengan total nilai Rp 5,3 triliun yang terdiri dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebanyak Rp 3,5 triliun dan setoran modal masyarakat Rp 1,8 triliun. Di bawah komando Choliq, Perusahaan yang sempat terpuruk di tahun 2009 lalu dalam waktu relatif singkat menjadi yang terbesar di bidang konstruksi.


Di samping sebagai kontraktor, Waskita melakukan transformasi bisnis menjadi investor dengan mendirikan anak perusahaan yang bergerak di berbagai lini bisnis seperti beton precast, jalan tol, realty dan energi.


Anak perusahaan yang bergerak di bidang beton precast adalah PT Waskita Beton Precast Tbk dan telah melakukan IPO pada tanggal 20 September 2016 dengan kode WSBP. WSBP telah memiliki sepuluh pabrik beton precast yang tersebar di Karawang, Sadang, Cibitung, Sidoarjo, Subang, Kalijati, Gasing, Bojanegara, Klaten, dan Palembang.


Dalam usaha pengembangan jalan tol, melalui PT Waskita Toll Road, perseroan saat ini mengelola 17 ruas jalan tol dengan total investasi Rp 113 triliun. Dua ruas di antaranya sudah beroperasi, yakni Jalan Tol Kanci-Pejagan sepanjang 35 kilometer serta ruas Jalan Tol Pejagan-Pemalang seksi 1 dan 2 sepanjang 20,20 kilometer.

Best CEO (SOC)

Maryono Direktur Utama bank BTN

Naskah: Giattri F.P., Foto: Sutanto/Istimewa

Dialah sosok yang sukses mengawal PT Bank Tabungan Negara (Bank BTN) Tbk. bertransformasi dan naik kelas. Melalui transformasi bisnis, infrastruktur, dan human capital (SDM), Bank BTN semakin mendekati world class company. Komitmen teguh bank berkode emiten BBTN ini dalam mendukung penuh program pemerintah pun layak mendapat apresiasi tinggi.

 

Sejak beberapa tahun lalu, Bank BTN ini telah melakukan transformasi. Di bawah nakhoda Maryono, Sang Direktur Utama Bank BTN, perseroan telah mencanangkan roadmap transformasi yang bertujuan meningkatkan dominasi Bank BTN di sektor pembiayaan perumahan dan menjadikan sebagai bank terdepan dengan layanan kualitas dunia.


Maryono mengungkapkan untuk transformasi bisnis perbankan ada tiga periode yang dilakukan. Pertama, tahapan survival periods yang sudah dilalui pada 2013-2015. Tahapan kedua digital banking periods yang sejak 2015 telah dijalankan.


Terakhir, tahapan global-playership periods untuk menghadapi persaingan global. Maryono mengungkapkan, untuk transformasi infrastruktur, Bank BTN akan mengembangkan layanan digital banking untuk lebih mempermudah pelayanan kepada nasabah. Penerapan layanan digital banking telah dilakukan BTN pada tahun lalu dengan membuka gerai smart branch.


Untuk transformasi people atau human capital dimaksudkan perseroan agar proses kredit yang dilakukan Bank BTN bisa lebih cepat. Selain itu, SDM Bank BTN juga harus mengedepankan good corporate governance (GCG), sehingga proses transformasi yang dilakukan perseroan bisa berjalan lancar.


“Sebagai komitmen melaksanakan Program Sejuta Rumah, kami juga menerapkan program 5 Siap, yakni siap dari aspek SDM, siap teknologi, siap proses bisnis, siap pendanaan dan suplai rumah,” tegas Maryono.
Menurut Maryono, transformasi yang dilakukan tersebut harus diakui telah membuat kinerja perseroan cemerlang dan membuat Bank BTN naik ke kelas yang lebih baik.


Berkat dedikasi Maryono, pada Rapat Umum Pemegang Saham tahunan (RPUST) Bank BTN, yang digelar di Menara BTN pada 17 Maret lalu, ia kembali ditunjuk sebagai Direktur Utama bank berplat merah itu.


Bank BTN sukses memainkan perannya sebagai pemain utama dalam pembiayaan perumahan nasional. Di tengah kelesuan sektor properti pada 2016, Bank BTN pun tetap berhasil menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) dalam rangka program Sejuta Rumah. Rinciannya yakni penyaluran KPR ( mortgage disbursed) untuk 209.395 unit dan dukungan konstruksi untuk 386.171 unit.

Best CEO (Private Sector)

Andreas Diantoro President Director, Microsoft Indonesia

Naskah: Arif Rahman Hakim, Foto: Istimewa

Tak ada kesuksesan yang turun begitu saja dari langit. Kesuksesan harus diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas. Ungkapan tersebut tampaknya pas menggambarkan perjalanan karier Andreas Diantoro yang penuh warna hingga menduduki posisi Presiden Director Microsoft Indonesia.

 

Sebelum bekerja di salah satu perusahaan teknologi informasi (TI) terbesar di dunia yang berkantor pusat di Redmond, Washington, Amerika Serikat, tersebut, Andreas malang-melintang bekerja di beberapa perusahaan.
Setelah tamat SMA Bopkri 1 Yogyakarta, Andreas melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada 1987, setelah dua tahun kuliah di UGM, dia memperoleh kesempatan untuk pindah ke AS, pindah jurusan ke bidang pemasaran di University of Iowa.


Perkenalan pertamanya dengan dunia IT adalah ketika Andreas mendapat tawaran kerja sebelum lulus kuliah dari perusahaan perangkat lunak Babbage’s. Perusahaan ini kemudian menjadi jaringan ritel permainan video GameStop. Di Babbage’s Andreas berurusan dengan berbagai perangkat lunak, seperti MS DOS 4.0, Lotus 1-2-3, hingga mesin game PC TurboGrafx dan arcade NeoGeo.


Setelah meraih gelar sarjana, Andreas melanjutkan studi ke program Master of Business Administration di Western Illinois University. Pada 1993 ia memutuskan pulang ke Indonesia.


Gelar sarjana dan master luar negeri ternyata bukan jaminan untuk langsung mendapatkan jabatan, ia harus memulai dari bawah dengan menjadi penjual jasa asuransi dari Panin Life Insurance. Kemudian pindah ke anak perusahaan Singapore Airlines, dan berlanjut ke perusahaan komputer Hewlett Packard (HP). Pada periode 1999-2005 ia menjabat sebagai Managing Director HP Indonesia. Setelah 11 tahun lamanya mencari nafkah di HP Andreas pindah ke perusahaan komputer Dell, dan menduduki posisi sebagai Managing Director Dell Asia pada tahun 2005-2012.  Di Dell ia memimpin 23 negara di Asia.


Suka tantangan baru pada 15 Februari 2012 Andreas meninggalkan Dell, dan bergabung dengan Microsoft Indonesia sebagai Presiden Director. Andreas memegang posisi sebagai orang nomor satu di Microsoft Indonesia hingga kini.
Di tengah persaingan super ketat industri teknologi informasi di Indonesia, ia mampu membawa Microsoft Indonesia menjadi salah satu perusahaan paling dikenal di Tanah Air.


Andreas memaparkan empat pilar utama dalam transformasi digital. Pilar yang pertama adalah memprioritaskan pelanggan. Teknologi memungkinkan organisasi untuk menganalisis dan memahami karakter konsumen dengan lebih baik.


“Teknologi dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan menganalisis kebiasaan pelanggan. Namun tidak hanya sampai di situ saja, data ini juga harus bisa digunakan untu memprediksi behavior pelanggan. Kalau belum bisa untuk prediksi belum transformasi namanya,” kata Andreas.

Best CEO (Private Sector)

Glen Glenardi Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk

Naskah: Giattri F.P., Foto: Sutanto/Istimewa

Dengan visi yang jernih dan pengalaman yang panjang di dunia perbankan, Glen Glenardi sukses membawa PT Bank Bukopin, Tbk. tumbuh berkelanjutan, senantiasa melakukan inovasi dan mencetak kinerja gemilang.

 

Sukses kinerja tergambar pada laporan keuangan terkini Perseroan, Bank berkode emiten BBKP tersebut mencatatkan realisasi laba bersih sebesar Rp884 miliar (per September 2016), tumbuh 10,7% secara year on year.
Kenaikan laba ini didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 13,45% yoy. Dari sisi kredit, sampai September 2016, Bank Bukopin mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 16,6% yoy menjadi Rp73,1 triliun.
Berdiri pada 10 Juli 1970, bisnis Bank Bukopin fokus pada segmen UMKM. Seiring berjalannya waktu, di bawah kemudi Glen Glenardi, Sang Direktur Utama, Bank Bukopin terus bertumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam jajaran bank kelas menengah di Indonesia.


Saat ini, Bank Bukopin telah beroperasi di seantero nusantara, tersebar di 23 provinsi yang terhubung secara real time on-line dengan didukung oleh 43 kantor cabang, 170 kantor cabang pembantu, 126 kantor kas, 75 kantor fungsional (layananmikro), 36 payment point, serta 8 layanan Pickup service.


Bank Bukopin juga telah membangun jaringan micro-banking yang diberi nama “Swamitra”, yang kini berjumlah 593 outlet, sebagai wujud program kemitraan dengan koperasi dan lembaga keuangan mikro.


Untuk mendukung layanan terbaik pada nasabah, Bank Bukopin juga telah mengoperasikan 862 mesin ATM yang terkoneksi dengan seluruh jaringan  ATM  BCA Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air. Ya, sesuai dengan motto ‘Memahami dan Memberi Solusi’ Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.


Glen mengaku kesuksesan Bank Bukopin tak dimiliki oleh dirinya sendiri, tetapi merupakan kontribusi dari anggota tim dan seluruh karyawan Bank Bukopin. Karena karyawan selalu disiplin dan komitmen untuk melaksanakan anggarannya dengan baik, maka terjadilah seperti itu.


Karena fungsi Glen di perusahaan, laiknya sebuah dirigen dalam sebuah orkestra, adalah sebagai pengatur strategi, yang mengimplementasikannya di tataran teknis tentu seluruh karyawan.
Di Bank Bukopin, Glen mencoba membangun sebuah teamwork yang baik dan memangkas jarak antara atasan dan bawahan.


“Ruangan saya selalu terbuka untuk karyawan.Siapa saja saya terima sepanjang itu untuk kebaikan perusahaan,” tutur pria asal Cirebon itu.


Pada 2017 ini, di tengah gejolak perekonomian global yang belum bisa diprediksi, Glen menargetkan Bank Bukopin dapat tetap tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan industri.

Best CEO (Private Sector)

Prabowo Widyakrisnadi Presiden Direktur PT Ace Hardware Indonesia Tbk

Naskah: Giattri F.P., Foto: Istimewa

Menakhodai PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACE) sejak 1995 silam, Prabowo Widyakrisnadi, Sang Presiden Direktur terus membawa emiten bersandi saham ACES ini meraih kinerja positif. Betapa tidak? Pada 9M 2016, ACE mencatatkan laba bersih sebesar Rp470,1 miliar atau Rp27,90 per saham. 

 

Angka tersebut meningkat sebesar 20,5% dari Laba bersih pada periode yang sama tahun 2015 yakni Rp389,5 miliar atau Rp23,02 per saham.


Pencapaian tersebut terutama didukung oleh Penjualan ACE yang meningkat sebesar 2,70% menjadi Rp3,55 triliun dari penjualan 9M 2015 yakni  Rp3,46 triliun. Hingga akhir September 2016, Aset ACE menyentuh Rp3,50 triliun, tumbuh 7,03% dari aset tahun 2015 yakni Rp3,27 triliun, dan modal ACE meningkat dari Rp2,6 triliun tahun 2015 menjadi Rp2,8 triliun pada 30 September 2016.


Berkat tangan dingin Prabowo, ACE sebagai pusat perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup terbesar dan terlengkap di Indonesia ini terus melebarkan sayapnya.  Sepanjang tahun 2016 perusahaan yang dibidani oleh grup Kawan Lama Sejahtera pada 1995 ini berhasil melampaui target pembukaan gerai yakni 13 gerai baru pada 2016. Saat ini, total gerai yang dimiliki ACE sebanyak 131


Perseroan optimis pembukaan belasan gerai baru akan meningkatkan pendapatan dalam jangka panjang. Kondisi perekonomian yang membaik pada 2017 berpotensi menyokong pertumbuhan penjualan bersih perseroan. Apalagi kalangan middle class juga makin meningkat.


ACE bertahan untuk membagikan dividen final pada 2017 minimal 20%. Pada tahun 2016, dividen pay-out ratio sekitar 45% dari laba bersih 2015 atau sebesar Rp15,4 per saham.


Analis Erdikha Sekuritas Adrian M. Priyatna menuliskan dalam riset belum lama ini, proyeksi penjualan ACE akan mencapai Rp4,95 triliun atau tumbuh 9,04% dari posisi Rp4,54 triliun.

Best CEO (Private Sector)

Roni Haslim CEO PT BCA Finance

Naskah: Andi Nursaiful, Foto: Istimewa

Di tengah situasi ekonomi yang tidak bersahabat, ia tetap mampu membawa perusahaan mencapai kinerja cemerlang sepanjang tahun lalu. Target laba sebesar Rp 1,1 triliun di awal tahun, sukses dilampaui. Laba bersih tahun berjalan tumbuh pesat yakni 8,7% menjadi Rp 1,13 triliun.

 

Kinerja laba yang positif, seiring kinerja pembiayaan yang tak kalah kinclong. Per 31 Desember 2016, pembiayaan tumbuh 6% menjadi Rp 30,52 triliun. Dari sisi aset, BCA Finance di bawah kepemimpinan Roni, mencatatkan pertumbuhan sebesar 19,5% menjadi Rp 8,15 triliun. “Terjadi peningkatan karena pembiayaan yang tumbuh, dan ada perbaikan dari sisi NPL,” kata Roni.


Pada tahun lalu, BCA Finance mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp30,7 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya yakni Rp29,5 triliun. Angka ini tumbuh 6% dibanding akhir tahun 2015 sebesar Rp 28,8 triliun.


Penyaluran pembiayaan ini meliputi pembiayaan konsumen, sewa pembiayaan dan juga anjak piutang. “Target pembiayaan baru (new booking) pada tahun ini diharapkan tumbuh 10% dibanding tahun lalu. Sementara target laba diharapkan tumbuh 5%,” tambah Roni.


Roni mengungkapkan, bunga kredit tetap menjadi andalan perusahaan untuk memacu pembiayaan. BCA Finance menawarkan bunga kredit sebesar 3,60% untuk tenor 36 bulan, dan 4,60% untuk tiga tahun.


Di sisi lain, anak usaha PT Bank Central Asia, Tbk., ini, juga masih mengkaji rencana penurunan besaran uang muka atau down payment (DP), sebagaimana ketentuan yang diterbitkan OJK menjelang akhir tahun lalu.


Dari sisi aset, BCA Finance mencatatkan pertumbuhan sebesar 19,5% menjadi Rp 8,15 triliun. Kenaikan aset ini disumbang oleh peningkatan piutang pembiayaan konsumen, piutang pihak berelasi, piutang lain-lain dan aset lain-lain pihak ketiga.


 Saat ini portofolio pembiayaan BCA Finance terdiri atas 70% mobil baru dan sisanya 30% merupakan pembiayaan mobil bekas. Dari sisi pembiayaan, lebih dari 90% merupakan pembiayaan mobil penumpang. Sisanya sekitar 10% adalah pembiayaan mobil niaga (komersial).


Roni bukan orang baru di BCA Finance. Sebaliknya, ia sudah bergabung sejak BCA Finance masih bernama PT Sentra Sari Finance pada tahun 2000, lalu berubah nama menjadi PT Central Sari Finance (CSF). Kala itu perusahaan masih berstatus start up, yang merupakan joint venture dengan Jepang.


Ketika kemudian diambil alih oleh BCA (2001) dan berubah nama seperti saat ini, semua mulai kembali dari titik nol. Di sinilah Roni ikut membangun perusahaan dari skala kecil hingga menjadi besar seperti saat ini, lalu kemudian dipercaya memimpin sejak 2008.


“Saya ikut membesarkan sehingga rasa memilikinya kuat. Terus namanya laki-laki saya juga senang dunia otomotif.  Berhubungan dengan otomotif, lihat mobil, enjoy sekali. Menurut saya, ini adalah dream job saya,” tandas peraih gelar  Bachelor of Engineering dari RMIT, Melbourne, Australia (1985).

Best CEO (Private Sector)

Virendra Prakash Sharma Wakil Presiden Direktur PT Mitra Adiperkasa Tbk.

Naskah: Andi Nursaiful, Foto: Istimewa

Dialah motor penggerak utama dalam semua pencapaian PT MAP sejak berdiri tahun 1995. Hingga Kuartal III tahun lalu, laba bersih perusahaan melonjak 10 kali lipat dibanding perolehan sembilan bulan pada 2015.

 

Laba bersih sebesar Rp 120 miliar dicapai berkat melonjaknya penjualan yang tumbuh 9,5% menjadi Rp10,3 triliun. Terutama ditopang segmen grosir dan eceran. Sukses diraih setelah tiga tahun melakukan konsolidasi internal dan berbagai inisiatif transformasi. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pun menyematkan peringkat idAA.


Warga negara India kelahiran 1958, ini, bergabung di MAP sejak 1990. Bagi MAP, dialah motor penggerak perusahaan. Namun bagi industri ritel di Tanah Air, Sharma boleh disebut salah satu pionir modern retail di Indonesia. 


Di bawah kepemimpinannya, MAP tumbuh besar dari hanya satu gerai pada 1990 menjadi lifestyle retailer terdepan di Indonesia, dengan lebih dari 22.000 karyawan, lebih dari 2000 gerai retail di 69 kota. 


Sebagai penghargaan atas kontribusinya atas dunia retail di Indonesia, Sharma menjadi salah satu finalis Ernst & Young Entrepreneur of the Year (Indonesia) Award pada 2007, serta CNBC’s Asia Business Leaders Awards pada 2012.
Hingga tahun lalu, MAP di bawah kepemimpinannya tetap menjadi perusahaan yang tumbuh sehat. Perusahaan dengan kode emiten MAPI ini mencatat kenaikan pendapatan sebesar 9,5% di kuartal III/2016 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.


Berdasarkan keterangan resmi perseroan, pendapatan bersih perusahaan meningkat sebesar 9,5% menjadi Rp10,3 triliun dari Rp9,4 triliun yang diraih pada periode yang sama di tahun 2015. Laba usaha tumbuh sebesar 89% dari Rp305 miliar menjadi Rp577 miliar.


Sementara itu, laba bersih untuk sembilan bulan pertama 2016 adalah sebesar Rp120 miliar, atau meningkat dari Rp 20 miliar yang diraih pada periode yang sama di tahun 2015. Total kas dan setara kas yang dimiliki hingga akhir September 2016 mencapai Rp564,70 miliar, atau naik dari Rp503,89 miliar diperiode yang sama tahun sebelumnya.


Keberhasilan kinerja keuangan itu antara lain dicapai berkat konsistensi perusahaan dalam melaksanakan Agenda Transformasi 2014 – 2016, di tengah situasi perlambatan ekonomi nasional sepanjang tahun lalu. Konsolidasi internal dan inisiatif transformasi, membuat inventory level telah kembali normal.


Penjualan ritel merupakan kontributor terbesar perusahaan. Hingga kuartal III 2016, penjualan ritel tercatat Rp 7,05 triliun atau setara dengan 68,51% terhadap total pendapatan bersih Rp 10,29 triliun. Sementara total kuartal III 2016 tersebut tumbuh 9,46% ketimbang realisasi pendapatan bersih kuartal III 2015.

 

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:


               

Popular

   

Photo Gallery

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250