Search:
Email:     Password:        
 





Rapor Hijau Rumah Rakyat

By Iqbal Ramdani () - 24 October 2018 | telah dibaca 74 kali

Naskah : Giattri F.P. Foto: Dok. Humas Bank BTN

Tujuh puluh tiga tahun sudah Indonesia merdeka, masyarakat kini bisa memiliki rumah impian secara mudah dan murah dengan uang muka, bunga, skema cicilan ringan, serta jangka waktu kredit hingga 30 tahun.

 

Adalah Fira Rahmawati yang mengisahkan tentang ibunya, Kartini Sukardi (40) yang akhirnya bisa membeli rumah impian. “Baru pertama kali Mama punya rumah. Biasanya cuma numpang, ngontrak. Aku bangga punya orang tua kayak Mama,” ungkap Fira sembari berkaca-kaca. Sejak awal ibunya bekerja sebagai tukang ojek online, Fira memang sempat apatis. Terlebih, ia menilai pendapatan sebagai tukang ojek online tak seberapa. “Aku bilang, jangan Ma (jadi tukang ojek online), cari kerjaan (lain) aja, dari pada ngojek,” kenang Fira. Namun siapa sangka, dari pekerjaan sang ibu, Fira kini bisa memiliki rumah sendiri. Tak lagi mengontrak atau menumpang di rumah orang lain. Kemudahan bagi para tukang ojek online untuk memiliki rumah merupakan inovasi dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Inovasi yang menjadi wujud komitmen dan kerja keras perseroan dalam menyukseskan Program Satu Juta Rumah.

 

Tak hanya para pekerja ojek online, para pekerja informal lain pun bisa memiliki rumah dengan mudah dan murah. Skemanya hanya perlu mencicil tiap hari dengan bunga murah dan uang muka ringan. Melalui inovasi tersebut, para pekerja informal di Tanah Air bisa memiliki rumah dengan hanya menyicil senilai kurang dari Rp50.000,- per harinya. Memasuki 73 tahun Indonesia merdeka, rumah bagi rakyat memang menjadi salah satu fokus utama Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Melalui Program Satu Juta Rumah, Presiden menginginkan semakin banyak masyarakat Indonesia memiliki hunian pribadi. Apalagi, angka backlog di Indonesia masih tinggi atau mencapai 11,4 juta unit rumah. Padahal, rumah menjadi kebutuhan mendasar masyarakat Indonesia. 

 

Mengemban tugas sebagai agen Program Satu Juta Rumah, Bank BTN pun melakukan berbagai inovasi dan transformasi. Sejak kredit pemilikan rumah (KPR) dikucurkan ke masyarakat Indonesia tahun 1976 sampai dengan 30 September 2018, Bank BTN telah menyalurkan kredit mencapai hampir Rp500 triliun untuk jutaan rumah yang sudah dinikmati oleh hampir 5 juta masyarakat di Indonesia. Jika satu rumah rata-rata dihuni oleh 4 orang maka kredit yang diberikan bank yang dulunya bernama Bank Tabungan Pos ini sudah dinikmati oleh lebih dari 20 juta masyarakat di Indonesia. Sejak ditunjuk menjadi agen dalam Program Satu Juta Rumah, Bank BTN tak berpangku tangan. Perbankan pelat merah ini terus berinovasi sejalan dengan tahapan transformasi yang saat ini dijalani, yaitu digital banking. 

 

“Berkat inovasi tersebut, masyarakat yang ingin memiliki rumah, kini akan dengan mudah dan cepat karena semua ada dalam genggaman,” ujar Direktur Utama Bank BTN Maryono. Melalui sinergi KPR dengan digital banking ini, Bank BTN terus berupaya menjangkau masyarakat untuk memiliki rumah. “Setelah 25 tahun internet masuk ke Indonesia, Bank BTN berupaya untuk membantu masyarakat punya rumah dengan cara mudah dan cepat,” imbuh Maryono. Hadirnya internet, sambungnya, menjadi peluang besar. Peluang tersebut tidak hanya menyoal peluang bisnis saja. Bank BTN sejak dahulu telah menjadi perpanjangan tangan pemerintah RI agar masyarakat Indonesia dapat memiliki rumah. Bahkan Bank BTN merupakan entitas yang mencetuskan nama dan produk KPR di Indonesia. Tak berhenti di situ, Bank BTN kini mempunyai portal www.btnproperti. co.id, Plaza KPR, dan portal www. rumahmurahbtn.co.id. 

 

Bank BTN pun memiliki Smart Branch dengan berbagai tampilan dan layanan digital. Nasabah dapat menikmati kemudahan bertransaksi melalui layanan mobile banking dan internet banking Bank BTN. Melalui transformasi digital, calon nasabah Bank BTN saat ini sudah dapat membuka rekening lewat aplikasi online. Dari segi produk, Bank BTN pun terus berinovasi. Terbaru, perseroan telah merilis KPR Mikro bagi kalangan pekerja informal. Bank BTN pun menyasar kalangan milenial lewat KPR Gaessss. Tak ketinggalan, sebagai wujud dukungan terhadap para atlet, Bank BTN menghadirkan KPR Atlet bagi para olahragawan mulai usia 18 tahun dengan jangka waktu kredit hingga 30 tahun. Lewat beragam inovasi tersebut, Bank BTN terus mencatatkan penyaluran kredit. Mengutip data keuangan perusahaan (anaudited), perseroan mencatatkan penyaluran kredit sekitar Rp220,07 triliun di triwulan III/2018. Angka tersebut naik sekitar 19,3% dibandingkan periode sama tahun lalu, yakni Rp184,5 triliun.

 

Menurut pecinta wayang tersebut, hadirnya layanan digital untuk mendukung penyediaan rumah bagi masyarakat itu tidak terlepas dari proses transformasi bisnis yang dijalani. Setidaknya ada tiga tahapan transformasi yang dilakukan untuk terus memacu kinerja bisnis Bank BTN. Pertama, ‘Periode Survival’ yang digelar sejak 2013-2015. Di tahap ini, manajemen Bank BTN terus berupaya mengatasi problematika yang mengganggu jalannya proses bisnis perseroan seperti kredit bermasalah. Kedua, ‘Periode Digital Banking’ yang berlangsung sejak pertengahan 20152019. Di tahap ini Bank BTN melakukan lompatan dengan melakukan transformasi digital di seluruh lini dan unsur bisnis. Lalu, transformasi akhir usai periode digital banking adalah target menjadi GlobalPlayership Periods. 

 

Maryono menargetkan proses transformasi digital banking tahap kedua bisa segera rampung di 2019. Dengan begitu, ia siap meluncurkan sejumlah inovasi produk baru berbasis digital yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Bank BTN pun sudah mempersiapkan infrastruktur pendukungnya dengan menciptakan platform baru yang nantinya akan menunjang kebutuhan perseroan dalam menerbitkan produk baru, seperti kartu e-money, kartu kredit, dan QR code. “Kemudian tahapan akhir transformasi, ‘Periode Global Playership’. Pada periode tersebut, kami akan mampu membawa produk dan layanan Bank BTN beroperasi secara internasional atau layanan kelas dunia,” ujarnya. Maryono menjelaskan, tujuan berbagai transformasi tersebut agar semakin banyak menjangkau masyarakat Indonesia bisa memenuhi kebutuhannya, terutama dalam memiliki rumah yang terjangkau dengan mudah. Apalagi, angka populasi generasi milenial di Indonesia terus bertumbuh. “Dengan berbagai inovasi dan transformasi yang dilakukan, Bank BTN juga mengincar menjadi bank dengan pelayanan berstandar global, tapi tetap bercita rasa lokal,” pungkasnya. 


Read More    

Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

       

 

   

Popular

 

Photo Gallery

     

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250