Search:
Email:     Password:        
 





Solusi Buta Warna

By Iqbal Ramdani () - 29 October 2018 | telah dibaca 47 kali

Naskah: Desty Cesilia Foto: Istimewa

“Dengan penemuan tidak sengaja McPherson, sudah banyak penderita buta warna dapat merasakan pengelihatan seperti orang normal”.

 

Ada ungkapan sederhana “Mata adalah jendela dunia”. Ungkapan tersebut rasanya cukup tepat mengingat bahwa mata berfungsi untuk melihat segala hal yang ada di muka bumi. Namun sayangnya, tidak semua dapat melihat keindahan dunia dengan normal. Ada beberapa kelainan yang dapat terjadi pada mata, salah satunya buta warna. Sebagian orang mungkin mengira buta warna adalah kelainan pada mata yang menyebabkan mata tidak dapat melihat beragam warna. Penderitanya dianggap hanya bisa melihat warna hitam dan putih. Faktanya pada lapisan retina terdapat dua macam sel untuk menangkap cahaya, yaitu sel batang dan sel kerucut. Kesulitan membedakan warna yang terjadi pada penderita buta warna disebabkan oleh kerusakan sel kerucut di retina. Sehingga, mata kesulitan menangkap spektrum warna. Kasus buta warna kebanyakan terjadi dari faktor genetik. Namun faktor lain yang dapat memengaruhinya, seperti kecelakaan atau zat kimia. Uniknya, kebanyakan penderitanya adalah laki-laki. Hal tersebut disebabkan sel kromosom sebagai pembawa gen buta warna. Perempuan memiliki dua kromosom (XX) dan laki-laki memiliki satu kromosom (XY). 

 

Penderita buta warna biasanya dikategorikan menjadi buta warna parsial (sebagian) dan buta warna total. Namun kenyataannya, buta warna dibedakan menjadi tiga pembagian besar. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa retina memiliki dua sel, yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel batang sangat sensitif dengan cahaya. Jadi, sel ini dapat membantu penerimaan cahaya saat di ruang redup. Sedangkan, sel kerucut berguna untuk menangkap spektrum gambar dan memiliki fotopigmen yang berguna untuk membedakan tiga warna dasar, yakni merah, biru, serta hijau. Selain dari ketiga warna tersebut merupakan penggabungan warna dari warna dasar. Dari hal itu buta warna dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yakni pertama buta warna merah hijau atau dikenal dengan blindness red-green.

 

Jenis ini paling sering ditemui kasusnya dan penyebab terjadinya buta warna ini kurang atau bahkan hilang fungsi sel kerucut merah (protan) atau hijau (deutran). Jika fungsi protan tidak berfungsi sempurna akan menghasilkan warna merah, jingga, kuning terlihat lebih hijau, dan jika tidak berfungsi total akan menghasilkan warna hitam. Begitu pula saat fungsi deutran tidak berfungsi sempurna akan membuat warna hijau atau kuning seperti kemerahan, dan jika tidak berfungsi total akan menghasilkan warna coklat pucat. 

 

Kedua, buta warna biru kuning atau blindness blue-yellow. Buta warna ini disebabkan oleh fotopigmen biru (tritan) berfungsi hanya sebagian atau tidak berfungsi total. Tedapat dua jenis buta warna yang disebabkan oleh jenis buta warna ini. Saat fungsi tritan terbatas maka warna biru akan tampak seperti hijau dan sulit membedakan warna merah, kuning, jingga, serta merah muda. Lalu, saat jumlah tritan terbatas akan menyebabkan biru tampak hijau dan warna kuning tampak ungu. Ketiga, buta warna total atau monochromacy. Kebutaan jenis ini juga memiliki dua macam kebutaan. Pertama kegagalan pada dua fungsi sel kerucut karena untuk dapat melihat warna dengan normal diperlukan minimal dua jenis sel. Hal tersebut berguna untuk membandingan, jika hanya terdapat satu sel maka mata otak tidak dapat membandingkan warna. Kedua adalah jenis buta warna yang paling parah disebabkan hanya terdapat sel batang pada retina.

 

Penderita hanya akan melihat hitam putih dan abu-abu. Serta penderita jenis ini akan tidak nyaman dengan lingkungan terang. Dari berbagai macam jenis buta warna pastinya akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi penderitanya. Fungsi mata yang dapat melihat segala sesuatu yang ada di bumi akan berkurang. Namun, hal ini sudah bisa diatasi dengan cara yang sederhana. Terdapat kacamata khusus untuk membantu penderita buta warna dapat melihat warna. Jenis kacamata tersebut adalah kacamata EnChroma. Bentuknya yang seperti sunglasses dapat membantu penderita buta warna dapat melihat warna mendekati normal. Dr. Don McPherson, seorang ilmuwan yang membuat suatu perubahan bagi penderita buta warna di dunia membuat kacamata tersebut karena ketidaksengajaan. Awalnya, ia hanya bekerja untuk membuat kacamata pelindung bagi dokter saat menjalani operasi, tapi siapa sangka penemuan tersebut malah menjadi besar. Lantaran suatu hari, temannya yang menderita buta warna ingin mencoba kacamata tersebut, ternyata temannya mampu melihat warna dengan jelas.

 

Akhirnya pada 2010, McPherson mematenkan kacamata ini dan diberi nama EnChroma. Dengan penemuan tidak sengaja McPherson itu hingga kini sudah banyak penderita buta warna dapat merasakan pengelihatan seperti orang normal. Tidak henti sampai di situ, McPherson masih terus mengembangkan penemuannya menjadi lebih baik. Saat ini EnChroma hanya mampu menangani sekitar 80 persen penderita buta warna. Diperlukan penelitian lebih dalam lagi untuk menyempurnakan fungsi EnChroma bagi penderita buta warna. Selain itu, kekurangan dari EnChroma yang masih terasa karena bentuknya yang seperti sunglasses. Sehingga, kacamata tersebut akan berfungsi maksimal saat banyak cahaya masuk.


Read More    

Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

       

 

   

Popular

 

Photo Gallery

     

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250