Search:
Email:     Password:        
 





Budi Karya Sumadi, Meningkatkan Pelayanan Perhubungan yang Andal

By Iqbal Ramdani () - 26 November 2018 | telah dibaca 57 kali

Budi Karya Sumadi, Meningkatkan Pelayanan Perhubungan yang Andal

Naskah: Giattri F.P. Foto: Sutanto/Dok. BKIP Kemenhub RI

Selama empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, Kementerian Perhubungan tak henti bekerja keras dan cerdas untuk mensukseskan program Nawa Cita dengan membangun transportasi darat, laut, perkeretaapian, dan udara yang andal, berdaya saing, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh rakyat Indonesia. Pencapaian itu semakin paripurna ketika kementerian ini dipimpin Budi Karya Sumadi. Dengan ketelatenan dan kerja kerasnya, ia terus membangun sistem perhubungan yang mampu menjawab tantangan zaman dan harapan rakyat.

 

Pembangunan sektor transportasi merupakan urat nadi pembangunan nasional untuk terus memperkuat persatuan, memperkokoh konektivitas, sekaligus mempercepat kesejahteraan rakyat. Pembangunan transportasi diyakini mampu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing bangsa dalam kancah global. Itulah mengapa selama empat tahun pemerintahan Jokowi-JK, pembangunan sektor transportasi begitu menggeliat dan mengalami kemajuan pesat. “Pembangunan ekonomi bukan hanya untuk dinikmati pada masa sekarang, tapi juga harus dirasakan dalam jangka panjang. Salah satu penyangga keberlanjutan pembangunan adalah ketersediaan infrastruktur,” ungkap Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

 

Selama empat tahun ini, sambung RI-1, infrastruktur dibangun secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air, konektivitas yang makin tersambung akibat pembangunan infrastruktur bukan hanya membuat ekonomi kita lebih efisien dan berdaya saing, tapi juga akan mempersatukan kita sebagai bangsa. Kepada Men’s Obsession Budi Karya menuturkan, “Pencapaian yang diraih Kementerian Perhubungan selama empat tahun terakhir ini, saya rasa sangat baik. Kami memfokuskan kerja kami pada peningkatan aspek keselamatan dan penguatan konektivitas untuk mencapai visi besar Pemerintahan Joko Widodo -Jusuf Kalla, yakni Indonesia Sentris.”

 

Pada aspek keselamatan, Kemenhub telah meningkatkan peringkat keselamatan penerbangan nasional secara signifikan sehingga Uni Eropa mencabut larangan terbang dari seluruh maskapai Indonesia. Selain itu, hasil audit dari Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) yang dilakukan International Civil Aviation Organization (ICAO) terhadap keselamatan penerbangan Indonesia mencatatkan hasil positif, yakni masuk dalam peringkat ke-55 dari sebelumnya di urutan 151 di antara negara-negara Asia Pasifik. “Tak kalah membanggakan adalah pencapaian Bandara Internasional Soekarno Hatta yang dalam aporan OAG Megahubs International Index 2018, berada di peringkat ke-10 dari 50 bandara Internasional terbaik di dunia. Ini sangat membanggakan Indonesia,” tambah Budi Karya.

 

Ia menggarisbawahi, keselamatan juga akan terus ditingkatkan pada sektor darat, laut, dan perkeretaapian. Pada aspek konektivitas, Kemenhub juga telah membangun berbagai infrastruktur serta mengembangkan sarana dan prasarana transportasi, baik darat, laut, perkeretaapian, serta udara sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati pelayanan transportasi. Bukan hanya di kota-kota besar, tapi juga di daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan terdalam. Di Sektor Perhubungan Darat sejak tahun 2015 – 2018, Kemenhub membangun pelabuhan penyeberangan di 21 lokasi, di antaranya Pelabuhan Penyeberangan Kuala Tungkal (Jambi), Pelabuhan Penyeberangan Seba (Nusa Tenggara Timur), dan Pelabuhan Penyeberangan Amahai (Maluku). Pembangunan ini bertujuan untuk menjangkau daerah terpencil, memperlancar distribusi logistik, dan meningkatkan kualitas pelayanan serta keamanan.

 

Tak hanya itu, kapal penyeberangan Roro pun dibangun sebanyak 14 unit berukuran 300 GT, 500 GT, 600 GT, dan 750 GT. Kapal-kapal tersebut melayani rute perintis, antara lain lintas Amurang-Pananaru-Marore (Sulawesi Utara) dan lintas Kupang-Ndau (NTT). Kemenhub juga membangun Bus Rapid Transit sebanyak 1.918 unit. Sementara itu, sesuai dengan visi besar Presiden Joko Widodo, sektor perkeretaapian berhasil menjadi angkutan yang modern dan terintegerasi, baik sebagai angkutan massal perkotaan, antarkota, terhubung ke pelabuhan dan udara, serta mendukung angkutan logistik. Jumlah penumpang kereta api dari tahun 2014 – 2018 mencapai 1.779.519.569 orang. Selama empat tahun, Kemenhub membangun infrastruktur perkeretaapian di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

 

“Pembangunan jalur kereta api termasuk jalur ganda dan reaktivasi berjumlah 735,19 km’sp,” tutur Budi Karya. Pembangunan jalur kereta api ganda, imbuhnya, bertujuan untuk meningkatkan headway (waktu tempuh) dan kapasitas lintas kereta. Pembangunan jalur kereta api dan ganda yang sudah dijalankan, antara lain jalur KA menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), jalur ganda KA Prabumulih – Kertapati, dan jalur ganda KA Bandara Soekarno Hatta. Begitu pula dengan pembangunan infrastruktur transportasi modern di perkotaan, seperti Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT) yang akan membangun budaya baru, peradaban baru dalam bidang transportasi massal. Progres pekerjaan proyek MRT Jakarta lintas Lebak Bulus – Bundaran HI sudah mencapai 97 persen dan ditargetkan sudah beroperasi penuh pada Maret 2019. 

 

“Kami akan mempercepat pembangunan MRT fase dua, yang akan dimulai pada akhir tahun ini. Arahan Presiden sangat menantang, beliau ingin kami sudah segera mulai pembangunan fase II ke Stasiun Kota. Bahkan setelah itu dimungkinkan bisa ke lebih timur hingga Ancol,” ucapnya. Tak henti sampai di situ, Kemenhub juga melakukan peningkatan dan rehabilitasi jalur KA mencapai 394,6 km. Pembangunan prasarana stasiun dan bangunan operasional di 45 lokasi pun dilaksanakan, misalnya pembangunan Stasiun Maja, Stasiun Palmerah, Stasiun Kebayoran, dan Stasiun Parung Panjang, yang terdiri dari 2 lantai serta dilengkapi dengan fasilitas difabel, jembatan penyeberangan orang (JPO), lift, dan tangga eskalator. Kemenhub juga berhasil menjadikan laut sebagai jalut distribusi logistik yang mampu menyeimbangkan perekonomian antara wilayah barat dan timur. Program unggulan Tol Laut berhasil menjaga angkutan barang, ketersediaan logistik di berbagai daerah, dan pemerataan ekonomi.

 

Trayek tol laut juga terus dikembangkan agar dapat semakin memenuhi kebutuhan logistik masyarakat. Sejak diresmikan pada tahun 2015 lalu jumlah trayek tol laut terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 jumlah trayek yang dilayani oleh tol laut berjumlah 6 trayek, kemudian meningkat menjadi 13 trayek pada tahun 2017, dan kini di tahun 2018 tol laut sudah melayani sejumlah 15 trayek. “Kami juga terus melakukan berbagai upaya menggenjot kinerja proyek tol laut agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Salah satunya adalah dengan membangun kapal pendukung tol laut sebanyak 100 unit kapal sejak tahun 2015 hingga 2018. Jumlah tersebut meliputi 60 unit kapal perintis, 15 unit kapal kontainer, 5 unit kapal ternak, dan 20 unit kapal rede,” jelas Budi Karya. 

 

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk semakin meningkatkan muatan balik kapal tol laut, di antaranya melakukan pengadaan reefer container sebanyak 40 unit untuk mengangkut ikan dan menyiapkan mekanisme pemberian potongan (diskon) biaya angkut (freight) untuk muatan balik terhadap 5 unit dry container, dan 5 unit reefer container pertama yang di-booking. Pembangunan pelabuhan non komersil juga sudah digenapi di 104 lokasi, antara lain Pelabuhan Tapaleo (Maluku Utara), Pelabuhan Wayabula (Maluku Utara), Pelabuhan Atapupu (Nusa Tenggara Timur), Pelabuhan Wasior (Papua Barat), dan Pelabuhan Bicoli (Maluku Utara). Kemenhub pun berhasil menjadikan transportasi udara pendorong konektivitas dan daya saing logistik nasional.

 

Tranportasi udara juga menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi, pengembangan pariwistasa, dan percepatan distribusi barang di daerah terpencil. Ada 10 bandar udara yang dibangun sejak tahun 2014 – 2018, antara lain Bandar Udara Wamena (Papua), Bandar Udara Juwata (Tarakan), Bandar Udara Domine Eduard Osok (Sorong), Bandar Udara APT Pranoto (Samarinda), Bandar Udara Matahora (Wakatobi), dan Bandar Udara Internasional Komodo (Labuan Bajo). “Papua adalah salah satu yang sangat kami perhatikan. Kementerian Perhubungan saat ini sedang membangun dan mengembangkan 48 bandara di Provinsi Papua dan 16 bandara di Papua Barat,” imbuh Budi Karya. Selain itu, sebagai bagian dari Sistem Logistik Nasional dan angkutan barang berjadwal untuk mendukung konektivitas antar wilayah di Indonesia, Kemenhub memiliki program Jembatan Udara yang berada di daerah Papua dan Kalimantan Utara. Tak kalah penting, Kemenhub konsisten membangun Sumber Daya Manusia yang profesional.

 

Pengadaan 6 unit kapal latih, 51 unit pesawat latih, serta mengembangkan 10 sekolah, antara lain Kampus Akademi Perkeretaapian Indonesia (Madiun), Kampus BP21P Padang Pariaman (Sumatera Barat), dan Kampus PIP Makassar (Sulawesi Selatan) akan melahirkan sumber daya manusia tranportasi yang berkompetensi sesuai dengan bidangnya. “Capaian ini memang cukup membanggakan, tetapi kita tidak boleh berpuas diri. Masih banyak tantangan pembangunan transportasi nasional yang harus kita atasi bersama untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju dan bangsa terkemuka di dunia,” pungkas Budi Karya.

Mewujudkan Nawa Cita Joko Widodo

Beberapa waktu lalu, Men’s Obsession mengikuti agenda Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, yakni melakukan penutupan Diklat Pemberdayaan Masyarakat Di STPI Curug dan meninjau prasarana perkeretaapian di Maja, Provinsi Banten. Kami bertolak ke lokasi menggunakan Helikopter Bell 429 BBFKP. Beragam lanskap menakjubkan terlihat dari atas ketinggian, seperti deretan rumah-rumah, bangunan-bangunan pencakar langit, pepohonan, double track kereta api, dan yang paling mencolok adalah jalur MRT Jakarta yang pembangunannya akan rampung pada tahun 2019 mendatang. Selama mengudara juga di sela-sela kegiatan, Men’s Obsession berkesempatan untuk berbincang secara eksklusif dengan Menhub Budi Karya mulai dari berbagai kendala yang dihadapinya, kinerja Kemenhub untuk menuntaskan masalah disparitas harga melalui program unggulan Tol Laut, inovasi teknologi, hingga pola leadership yang ia terapkan sebagai pimpinan. Inilah petikan wawancara Men’s Obsession dengan sosok humble tersebut:

 

Dalam perjalanan Bapak memimpin Kementerian Perhubungan, apa saja kendala besar yang dihadapi?

Kendala dalam perjalanan saya memimpin Kementerian Perhubungan terutama adalah bagaimana menyelesaikan beragam masalah
yang langsung dihadapi oleh masyarakat, seperti adanya disparitas harga kondisi antara Indonesia Barat dengan Indonesia Timur. Di mana wilayah Indonesia Timur saat ini segala sesuatunya dinilai terlalu mahal dan sulit didapat. Program Tol Laut yang selama ini sudah berjalan dinilai masih ada sejumlah evaluasi. Selain itu, mengenai transportasi berbasis online, mulai dari roda empat sampai roda dua alias ojek online (ojol). Ini berat karena terkait dengan masyarakat luas, baik mereka yang mencari penghidupan maupun yang menggunakan jasa angkutan tersebut.

 

Bagaimana strategi yang Bapak terapkan dalam mengatasi kendala tersebut?

Strategi yang saya lakukan untuk mengatasi masalah disparitas harga antara Indonesia Barat dengan Indonesia Timur adalah terus melakukan evaluasi, mulai dari jalur tol laut, ketepatan jadwal, keandalan sarana prasarana pendukung di pelabuhan, konektivitas, hingga efektivitas dan efisiensi penggunaan ruang muat untuk muatan berangkat juga balik. Kami pun memperkuat sinergi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, pemerintah daerah, dan lainnya. Jika diperlukan nantinya saya akan me re-route jalur tol laut guna mengatasi masalah disparitas harga. 

 

Sosialisasi dan pembinaan Program Tol Laut secara berkesinambungan kepada Pemda, BUMN, asosiasi pelayaran, operator penyelenggara tol laut, serta stakeholder terkait juga terus dilakukan. Kegiatan ini dilakukan secara sinergi bersama-sama dengan kementerian dan Lembaga terkait, seperti Kemenko Maritim, Kementerian Perdagangan, Bappenas, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan. Mengenai angkutan umum berbasis TI, saya akan memberikan aturan/syarat yang tidak mempersulit pihak-pihak terkait dan saya terus melibatkan pihak asosiasi, perusahaan aplikasi, BUMN, untuk bersamasama menyelesaikan masalah transportasi ini.

 

Bisa dijelaskan apa saja konsep dan kebijakan yang sudah Bapak laksanakan selama memimpin Kementerian Perhubungan?

Ada beberapa konsep dan kebijakan yang dimiliki Kementerian Perhubungan di antaranya program tol laut, program jembatan udara, dan peningkatan keselamatan serta konektivitas transportasi. Program tol laut dan jembatan udara merupakan program yang membantu pendistribusian logistik ke wilayahwilayah terpencil. Program ini juga dapat membangun perekonomian masyarakat di wilayah tersebut dan membangun konektivitas antarwilayah. Kementerian Perhubungan juga fokus serta bekerja keras dalam meningkatkan aspek keselamatan.

 

Apakah kinerja Kementerian Perhubungan saat ini sudah sesuai dengan harapan Bapak?

Saat ini kinerja Kementerian Perhubungan sudah berjalan dengan cukup baik. Namun, masih harus dikejar lagi agar dapat memenuhi target, seperti pembangunan infrastruktur transportasi di berbagai wilayah Indonesia dan penyerapan anggaran yang baru 92%. Kendala-kendala ini saya harap agar dapat segera diatasi. Oleh karenanya, di tahun 2019 perlu adanya evaluasi dan perubahan rencana untuk melakukan perbaikan agar fungsi transportasi benar-benar berjalan maksimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Bagaimana Bapak membangun kinerja dengan staf dalam bekerja?

Pola leadership yang diterapkan? Beberapa hari yang lalu, Kementerian Perhubungan baru saja menggelar Rapat Kerja. Dalam Rapat Kerja itu saya berpesan kepada jajaran di lingkungan Kementerian Perhubungan bahwa kita harus berpedoman pada peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi, meningkatkan kapasitas, kualitas pelayanan, serta tata kelola dan regulasi. Saya juga tekankan selama menjalankan tugas, kami harus berpedoman pada pedoman kerja dan fokus pada kebijakan.

 

Lalu bagaimana Bapak membangun relasi dengan stakeholder?

Berbagai pekerjaan Kementerian Perhubungan tidak terlepas dari sinergi dari seluruh stakeholder, baik internal maupun eksternal. Di antara upaya saya membangun relasi dengan seluruh stakeholder tersebut adalah dengan terus me-maintenance komunikasi dan koordinasi melalui berbagai kesempatan yang ada. Kepada stakeholder internal di lingkungan Kementerian Perhubungan, secara rutin saya berkoordinasi dengan pegawai struktural melalui rapat mingguan. Dalam rapat tersebut, secara intensif saya melakukan koordinasi sekaligus monitoring progres seluruh kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing sub sektor. Sedangkan, untuk pegawai unit pelaksana teknis (UPT) di daerah, saya aktif berkomunikasi saat melakukan kunjungan kerja. Sedangkan, untuk stakeholder eksternal, yaitu rekan-rekan media, BUMN, swasta, dan operator terkait kami biasa berdiskusi dalam forum-forum, seperti coffee morning, press background, serta tak kalah penting talk show dan juga dialog nasional.

 

Kemenhub terus mendorong inovasi melalui transformasi digital, antara lain Intelligent Transport System (ITS), Go Live Inaport Barang versi 2.0, dan layanan DO Online, boleh dijelaskan sekilas tentang beragam layanan tersebut?

ITS adalah program yang tengah kami kembangkan untuk membuat prasarana dan sarana transportasi menjadi lebih informatif, lancar, aman, nyaman, serta ramah lingkungan. Sementara Go Live) Aplikasi Inaportnet Barang versi 2.0 dan layanan Delivery Order (DO) Online telah kami luncurkan untuk 4 (empat) Pelabuhan Utama, yaitu Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar serta 1 Pelabuhan Kelas I, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.  Go Live merupakan kelanjutan dari penerapan Inaportnet yang telah dilakukan di 16 pelabuhan pada tahun 2017 yang menunjukkan kesungguhan dan komitmen Kemenhub serta seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan untuk mewujudkan pelayanan bongkar muat barang di pelabuhan yang cepat, transparan, serta efisien dan efektif.

 

Sedangkan, penerapan DO Online merupakan upaya mempercepat proses permintaan (request) DO, pembayaran DO, sampai penerbitan (release) DO oleh perusahaan pelayaran dengan melakukan pertukaran data elektronik tidak lagi secara manual. Dengan demikian, dapat menekan biaya operasional pengurusan DO. Kemenhub juga meluncurkan layanan berbasis digital, e-log book untuk pengemudi angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) serta 5 layanan online internal Kemenhub. Dengan layanan e-log book, kami dapat melakukan pengawasan waktu kerja dan istirahat pengemudi angkutan. Kami harapkan layanan ini dapat meningkatkan keselataman kerja dan pelayanan angkutan umum yang lebih baik.

 

Terkait Program Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (DPM), apa tujuan dan manfaat yang disasar oleh Kementerian Perhubungan?

Sumber daya manusia (SDM) yang terampil sangat penting bagi bangsa dan negara. Untuk itu, pemerintah harus hadir dan membinanya. DPM merupakan Program Strategis Nasional (PSN) penerjemahan dari Perintah Presiden (Perpres) Republik Indonesia di dalam Nawacita. Melalui program ini para peserta yang ikut dapat meningkatkan kemampuan atau skill mereka. Selama pelatihan, mereka diajarkan dan dibekali pengetahuan di dunia kerja sehingga nantinya dapat bersaing dan berkompetisi dalam dunia kerja. Pak Presiden memang menugaskan kami, tahun depan merupakan tahun sumber daya manusia. Saya berkeliling di kampuskampus, seperti di STPI Curug ini untuk meneguhkan lagi bahwa sekolah transportasi ini harus berbuat semaksimal mungkin, baik dari segi kualitas tetapi juga dari kuantitas.

 

Program DPM digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub di 23 sekolah penerbangan di tanah air. Seperti di Jakarta, Aceh, Papua, dan sejumlah daerah lainnya. Kami harapkan membuat mereka punya confident (kepercayaan diri). Selain memiliki skill, penting juga confident. Kalau enggak ada itu, seseorang selesai (tidak dapat bersaing).

 

Usai tragedi Lion Air, apa saja yang harus dievaluasi dari operator maskapai berbayar murah atau Low Cost Carrier (LCC)?

Tidak ada perbedaan antara layanan LCC dan penerbangan lainnya. Sebab, standar keselamatan yang harus dipenuhi oleh maskapai yang menawarkan layanan LCC itu, sama vitalnya dengan layanan maskapai lain di dalam aspek keselamatan tersebut.

 

Bagaimana tanggapan Bapak seputar Merpati Airlines yang akan mengudara lagi?

Saya menyambut baik atas putusan Pengadilan Negeri Surabaya atas nasib maskapai Merpati. Apabila masuk proses menjadi sebuah angkutan penerbangan harus dipersiapkan dengan baik. Masih banyak tahapan yang harus dilalui oleh Merpati, sebelum dia menjadi angkutan penerbangan lagi. Salah satu syaratnya adalah keuangan perusahaan tersebut harus sehat. Kemudian, masih ada pembicaraan lanjut soal keputusan jenis pesawat yang akan dioperasikan dan proses perekrutan karyawan. Kami minta organisasi di Merpati harus slim.

 

Obsesi Bapak baik secara kelembagaan maupun pribadi?

Saya sebenarnya cukup sederhana, saya ingin bahwa bakti saya pada institusi dan bangsa itu bermanfaat. Kalau bermanfaat otomatis punya multiplier effect. Saya selalu katakan saya selalu berusaha untuk bekerja dengan hati supaya semua juga bisa bekerja dengan hati juga. Saya juga ingin agar kiprah Kemenhub dalam menjaga keselamatan bisa berjalan dengan lebih baik lagi.

 

Lalu legacy apa yang akan Bapak torehkan di Kementerian Perhubungan?

Saya ingin agar Megahub Bandara dan Pelabuhan sukses terbangun, terselenggaranya angkutan massal yang aman dengan biaya terjangkau, dan program pemberdayaan masyarakat melalui lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenhub bisa dirasakan manfaatnya untuk banyak orang.

 

Quality Time Sang Menteri

Sebagai Menteri Perhubungan yang memiliki load kerja tinggi, Budi Karya memilih bersepeda dan bermain pingpong untuk menjaga kebugaran. “Saya rutin tiap pagi main pingpong minimal 15 – 30 menit. Di Kediaman, enggak usah kemana-mana, pakai celana pendek dan kaos,” ungkap Penggemar makanan khas Pelembang, Pempek itu. Sementara, hobi bersepeda ia lakoni bersama teman-temannya setiap Minggu pagi. Mereka bergowes mengelilingi kawasan Car Free Day Jakarta. “Kami juga kerap makan pecel pincuk yang dijajakan di depan kantor BRI. Rasanya lumayan,” tutur pria yang dikenal bergaya khas, berkemeja putih lengan panjang dilipat tersebut seraya tersenyum. Untuk melepas penat, Budi Karya juga hobi bermusik. Ia lihai dalam memetik gitar dan juga memiliki suara merdu.

 

Bahkan pria yang gemar menulis dan membaca puisi tersebut pun membuat grub musik bersama sejumlah menteri dalam Kabinet Kerja, bernama Elek Yo Band. Band yang terbentuk dadakan di pernikahan anak Menteri Sekretaris Negara Pratikno itu beranggotakan dirinya (gitaris/ vokalis), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (gitaris/vokalis), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (drummer), Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (keyboardist). Ada pula Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki yang ikut ambil bagian pada vokal. 

 

Penampilan mereka beberapa kali menghiasi layar kaca. Hebatnya, pada Maret 2018 lalu, mereka beraksi di gelaran musik jazz internasional tahunan, Java Jazz, berkolaborasi dengan Endah N Rhesa. Pada Agustus lalu,mereka juga pernah mengamen untuk menggalang dana bagi korban bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tak hanya itu, belum lama ini mereka kembali beraksi di acara bertajuk “Gala Dana 100 Biduan 100 Hits untuk Palu, Donggala, Sulawesi Tengah”. Lebih lanjut Budi menuturkan, di tengah kesibukannya, ia selalu memiliki waktu untuk keluarga tercinta. “Kalau keluarga, masih ada pagi, sore, Sabtu-Minggu. Jalanjalan biasa, cari makanan,” pungkasnya.

 

Penghargaan yang diraih di tahun 2018 ini
Penghargaan atas nama Budi Karya Sumadi di antaranya:

• Penghargaan dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) atas keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017 (2017)

• Penghargaan Bintang Bhayangkara Utama dari Kepolisian Negara Republik Indonesia atas keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017 (2017)

• Penghargaan Best Communicator 2018 kategori Menteri dari Majalah PR Indonesia (2018)

• Top Leader on IT Leadership (2018)

Penghargaan atas nama Kementerian Perhubungan di antaranya:

• Penghargaan dengan kategori Pengelola Kepegawaian Terbaik Tingkat Kementerian Besar dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) (2017)

•Perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian terhadap Laporan Keuangan Kemenhub Tahun 2016 (2017)

• Kementerian/Lembaga pengelola Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbaik kategori di atas 1 triliun dalam PNBP Award 2017 (2017)

• Juara II Anugrah Media Humas 2017 kategori Siaran Pers/ Pemberitaan (2017)

• Pencabutan EU flight ban atas maskapai-maskapai nasional Indonesia (2018)

• Penganugerahan Implementasi KIP dengan predikat Menuju Informatif kategori Badan Publik Kementerian (2018)

• Top IT Implementation of Ministry (2018)

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

 

       

Popular

Photo Gallery

     

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250