Search:
Email:     Password:        
 





Mengintip Mobil Menteri

By Syulianita (Editor) - 18 December 2019 | telah dibaca 166 kali

Mengintip Mobil Menteri

Naskah: Purnomo

 

Cerita tentang keberadaan para menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) tetap memiliki magnet bagi masyarakat. Menarik dan banyak yang ingin tahu. Salah satunya soal mobil dinas yang mereka dapatkan dari negara sebagai tunggangan dalam melaksanakan tugas sehar-hari. Nah, untuk KIM, Sekretariat Negara telah menjatuhkan pilihannya pada Toyota Crown 2.5 HVG - Executive Hybrid untuk dipakai para pejabat tinggi negara setingkat Menteri di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan K.H. Ma’ruf Amin periode 2019–2024.

 

Sedan ini merupakan bagian dari generasi ke-15 Toyota Crown yang mulai dihadirkan pada tahun 2018 lalu. Toyota Crown 2.5HV G-Executive Hybrid ini juga merupakan salah satu lineup jajaran kendaraan elektrifikasi Toyota yang ramah lingkungan. Menggunakan platform Toyota New Global Architecture (TNGA) yang mengusung 3 pilar, yakni Agility, Stability, dan Visibility berfungsi untuk memperkuat struktur sasis guna meningkatkan performa kendaraan hingga titik terbaiknya, dan untuk menonjolkan keunikan fitur setiap model agar dapat mempertegas daya pikatnya.

 

Pastinya, sedan paripurna ini menyajikan kenyamanan penumpang sebagai poin utama, dengan paduan fitur kenyamanan lengkap serta advance safety feature guna memberikan rasa aman, tenang, dan nyaman di jalan. Selain mengaplikasikan teknologi Hybrid yang merupakan salah satu wujud komitmen Toyota untuk menciptakan mobil ramah lingkungan yang paling relevan saat ini, mobil resmi para pejebat tinggi ini adalah road map kendaraan elektrifikasi di Indonesia. 

 

Lalu, apa saja spesifikasi menarik dari mobil satu ini?

•Menggunakan dapur pacu berkode A25FXS dengan kapasitas 2.487 cc 4 silinder Dynamic Force Engine yang mampu menghasilkan power maksimum184 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 221 Nm pada 3.800-5.400 rpm.

•Untuk tenaga listrik mengaplikasikan electric motor dengan power 143 PS dan torsi 300 Nm sejak pedal gas diinjak.

•Menggunakan transmisi Electronically Controlled CVT.

•Menggunakan baterai jenis Nickel-metal Hydride (Ni-MH).

•Sinergi antara motor listrik dan motor bakar lewat kendali HSD II yang efisien, membuat mobil dengan radius putar 5,3 meter ini mencatat konsumsi bensin yang efisien.

•Menggunakan standar pengetesan JC 08, konsumsi bahan bakarnya sekitar 20,8 km/L.

•Tingkat emisi yang rendah yaitu 112.0 g/km, menjadikannya lebih ramah.

•Aplikasi platform TNGA membuat Toyota Crown memiliki dimensi yang lebih besar ketimbang Crown generasi ke-13.

•Sedan ini memiliki panjang 4.910 mm, lebar1.550 mm, tinggi 1.455 mm, dan wheelbase 2.920mm. Bandingkan dengan Crown generasi ke-13 yang mempunyai panjang 4.870 mm, lebar 1.535 mm, tinggi 1.470 mm, dan wheel base 2.850 mm.

• Low center gravity yang dimiliki mobil ini dapat meningkatkan stability dan kenyamanan berkendara.

• Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid ditandai dengan desain grille besar yang mengintrusi bumper depan.

• Logo mahkota dengan aksen berwarna biru merupakan simbol kendaraan ramah lingkungan.

• Deretan lampu LED dengan desain futuristik baik di area depan maupun di belakang menjadikannya sangat elegan.

• Untuk roda digunakan velg alloy ukuran 18 inci.

 

Tampilan interior :

• Dual touch panel monitor ditempatkan di tengah dashboard yang menampilkan ragam informasi, termasuk skema kerja Hybrid Synergy Drive (HSD) II.

• Penggunaan kemudi three-spoke diperkaya dengan berbagai tombol pengatur, seperti cruise control, AC climate control triple
zone, dan sistem audio disertai fitur kenyamanan dan kemudahan seperti pemutar DVD Blu-ray, TV digital, Bluetooth, dan Wifi.

• Perangkat safety lengkap, seperti SRS airbag pada driver dan passenger seat, driver knee, driver and passenger side dan curtain shield pada kabin depan juga belakang,termasuk sasis TNGA yang diperkuat di beberapa sisi untuk meredam dampak tumbukan.

• Fitur safety sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan Toyota Safety Sense 2, di antaranya fitur Pre-Collision System (PCS) untuk mendeteksi keberadaan obyek di depan mobil, seperti pejalan kaki dan pesepeda.

• Lane Departure Alert (LDA) yang akan memberikan peringatan dan membantu mengoreksi kemudi jika mobil melebar hingga memotong jalur dari posisi seharusnya di jalan.

• Automatic High Beam (AHB) disematkan guna meningkatkan jarak dan daya pandang pengemudi serta mengembalikan ke lampu utama ketika terdeteksi ada kendaraan di depan.

• Dynamic Radar Cruise Control (DRCC) yang dapat memantau keberadaan kendaraan lain di depan dan menjaga jarak aman saat cruising di jalan tol.

• Fitur Blind Spot Monitor (BSM) ditanamkan untuk peringatan ketika ada kendaraan lain di area blind spot mobil.

• Tire Pressure Warning System untuk memantau tekanan angin ban dan memberitahu jika ada yang kurang. 

Teknologi Safety Terbaik

Sebagai salah satu kendaraan kelas atas, Crown dibekali teknologi safety terbaik,di antaranya teknologi pre-crash system yang bisa mendeteksi kemungkinan tabrakan dan meminimalisir kemungkinan cidera penumpang. Teknologi ini memanfaatkan micro wave radar, lalu mengaktifkan alarm, melakukan pengereman dan mengencangkan seatbelt. Tidak banyak model di dunia yang memiliki teknologi ini. Teknologi canggih lainnya adalah driver monitoring system seperti yang dipakai di Lexus LS 600h untuk mendeteksi pengemudi ngantuk, lalu mencoba menyadarkan kembali.

 

Lainnya Night View System dengan bantuan infra merah untuk meningkatkan keamanan perjalanan di malam hari. Spesifikasi Crown memang lebih comfort dibanding mobil-mobil selevelnya. Karenanya tak heran jika selama lima dekade, Crown sudah dipakai sebagai alat tranportasi petinggi negeri, aparat kepolisian hingga dioperasikan sebagai taksi seperti di Hong Kong karena awet dan andal.

 

Perjalanan dari satu generasi ke generasi Crown berikutnya menjadikan mobil ini semakin tampil keren dan segar. Apalagi dengan banyak varian. Seperti Crown Generasi ke-13 yang sekarang beredar, terdiri dari 6 varian, yaitu Royal, Athlete, Hybrid, Majesta, Sedan, dan Comfort. Namun diantara varian itu, Royal adalah tipe yang paling laris karena berorientasi comfort. Sementara, varian Athlete adalah satu-satunya Crown dengan kecederungan driver-oriented.

 

Lebih sporty terutama Generasi ke-13 yang lebih muda dan lebih segar dibandingkan pendahulunya. Penggunaan teknologi hybrid oleh Crown membuktikan bahwa mobil berukuran besar juga bisa ramah lingkungan. Pecinta Toyota Crown punya pilihan empat mesin. Untuk varian Royal menggunakan mesin V6 masing-masing 2.5 liter dan 3.0 liter. Untuk varian Athlete, menggunakan mesin 3.5 liter V6 yang juga dipakai Lexus GS350. Mesin ini memproduksi daya 315 hp dan 278 lb-ft dan akselerasi 0-60 mph kurang dari dari enam detik.

Ikon Kebangkitan Pasca Perang Dunia II

 

Tak berlebihan menyebut Toyota Crown sebagai ikon kebangkitan kembali industri otomotif Jepang pasca kekalahannya dalam Perang Dunia II tahun 1945. Sampai beberapa tahun kemudian keruntuhan negeri matahari terbit itu sulit dilupakan oleh rakyatnya. Sampai kemudian sejumlah insinyur Toyota Motor Corporation mencoba bangkit dan memproduksi kendaraan sedan bernama Toyota Crown di tahun 1955. Saat di mana merek-merek Amerika dan Eropa begitu mendominasi, sehingga Toyota Crown hanya dipandang sebelah mata oleh dunia.

 

Mobil yang generasi pertamanya itu disebut sebagai Toyopet Crown RS, dirancang sebagai mobil besar dengan 4 pintu dan Station Wagon. Ada juga Crown Hardtop dengan kaca jendela tanpa frame yang dipasarkan dari tahun 1974 sampai 1999. Sedangkan, Crown Hardtop Coupe tersedia dari tahun 1968 sampai 1983. Lalu di tahun 1960-an, Crown memasarkan juga kendaraan dalam bentuk Pick-up. Hingga sekarang, Crown menjadi salah satu model tertua dalam line up Toyota dan sangat populer di Jepang. Berikut regenerasi Toyota Crown sejak pertama kali diluncurkan:

 

Generasi Pertama (1955-1961)

Toyota Crown generasi pertama (RS) diluncurkan di Jepang pada 1955 dan disebut RS karena menggunakan mesin tipe R 1900 cc dan platform tipe S yang khusus untuk sedan meskipun masih berupa ladder frame. Kemudian, RS dikembangkan menjadi RS20, dan pada tahun 1959 diluncurkan model facelift RS30. Namanya waktu itu bukan Toyota Crown, tapi Toyopet Crown.

 

Generasi Kedua (1962-1966)

Generasi kedua adalah Crown RS40 yang kemudian berubah total dari model sebelumnya dengan dimensi jauh lebih besar. Crown dibuat dalam bentuk Sedan, Station Wagon, dan Pick-up.

 

Generasi Ketiga (1967-1970)

Crown yang menggunakan platform S50 dibuat dalam bentuk Sedan, Hardtop Coupe, Wagon, Pick-up Single Cab, dan Pick-up Double Cab.

 

Generasi Keempat (1971-1974)

Crown berbodi besar dengan platform S60 untuk Sedan dan Station Wagon, atau S70 untuk Hardtop Coupe. Disebut whale atau ikan paus karena design exterior yang lebih bulat dibanding model sebelumnya. Lampu sein depan dan grille tipis berada di atas lampu depan dan grille utama, dan tutup tangki bensin di antara lampu belakang untuk Sedan merupakan hal yang unik pada mobil ini. Dengan mengusung mesin 6 silinder type M 2000 cc, 2300 cc, atau 2600 cc. Model Sedan yang mewah disebut Super Saloon. Sedangkan, tipe Crown Station Wagon banyak digunakan untuk ambulance. Crown ini adalah yang terakhir dipasarkan di Amerika.

 

Generasi Kelima (1974-1979)

Generasi ke-5 Crown ditandai dengan Crown dengan platform S80 dan S90 bodinya lebih kotak dari model sebelumnya. Model yang lebih mewah dari Super Saloon adalah Royal Saloon. Sedan Standard dan Deluxe, serta Station Wagon dan Van juga diproduksi. Sedan dan Station Wagon memiliki lampu depan bulat 4 buah. Sedangkan, Hardtop dengan lampu depan kotak 2 buah. Model Hardtop Coupe memiliki opera window di pilar belakang. Tahun 1978 diperkenalkan Crown bermesin diesel 2200 cc.

 


Generasi Keenam (1979-1984)

Generasi keenam ini terlihat dari dengan platform S110 design bodi yang sangat American style dengan model kotak dan garis yang elegan. Mesin yang tersedia adalah 6 silinder bensin 2000 cc, 2600 cc yang kemudian digantikan oleh 2800 cc. Mesin diesel 2200 cc juga tersedia yang kebanyakan digunakan untuk taxi. Ada juga yang bermesin turbo pertama kali dibuat pada tahun 1980. Untuk facelift hadir dengan lampu depan kotak besar yang disebut monoblock. Royal Saloon memiliki bumper yang lebih panjang dari model lainnya.

 


Generasi Ketujuh (1984-1987)

Generasi ini dikenal Crown Sedan Royal Saloon dengan platform S120 dalam bentuk Sedan, Hardtop, dan Wagon. Mobil ini tak dijual di Indonesia.

 

Generasi Kedelapan (1987-1991)

Crown Hardtop Royal Saloon. Di dekade ini Crown hanya dijual di Jepang dan diekspor ke beberapa negara Asia, Timur Tengah, dan Caribbean. Crown bermesin bensin 2000 cc 1G, 2800 cc 5M, 3000 cc 7M, dan diesel 2400 cc 2L. Baru pada tahun 1990, dengan hadirnya Lexus LS 400 bermesin 4000 cc 1UZ-FE, Crown Royal Saloon G juga menggunakan mesin ini. Di Indonesia, Crown jenis ini hadir pada tahun 1989 dalam versi Royal Saloon bermesin 1G6 silinder 2000 cc.

 

Generasi Kesembilan (1991-2000)

Toyota Crown 2.0i Royal Saloon (GS131) dan juga Crown Hard top menggunakan S140 plat form. Sedangkan, Crown Sedan dan Wagon meskipun panel body-nya baru tetap menggunakan S130 plat form. Model yang sangat mewah disebut Crown Majesta yang juga berbentuk Hardtop tetapi body panelnya berbeda dengan Crown Royal Hardtop. Model facelift LS130 tetap menjadi taxi di Hongkong dan Singapore. Di Indonesia, Crown Super Saloon dan Royal Saloon Sedan dikenal dengan sebutan Crown Lexus karena sepintas mirip Lexus LS400. Model awal menggunakan mesin 2000cc. Sedangkan, versi facelift dengan mesin 3000cc. Produksi Crown S130 dihentikan di Jepang pada 1995, tetapi di Indonesia dijual sampai tahun 2000.

 


Generasi Kesepuluh (1995-1999)

Crown Sedan Royal Saloon G(JZS155) untuk sedan dan Hardtop Crown Sedan dan Hardtop menggunakan platform S150. Crown Sedan tersedia dalam versi Standard dan Super Saloon. Crown Hardtop Royal Series terdiri dari Royal Extra, Royal saloon, Royal Saloon G, dan Royal Touring. Crown Majesta yang lebih mewah juga tersedia di Jepang.

 


Generasi Kesebelas (2000-2004)

Crown Royal Saloon (JZS175) yang menggunakan platform S170 yang over hang depannya pendek, sehingga interior dan bagasinya luas. Model Hardtop tidak diproduksi lagi. Crown Royal, Athlete, dan Majesta semua berbentuk Sedan 4-pintu, tetapi tidak disebut Crown Sedan karena nama ini digunakan untuk Crown yang lebih kecil berbasis Comfort.

 


Generasi Kedua belas (2004-2008)

Ada Crown Royal Saloon G dengan varian terbaru berbasis Zero Crown yang dipamerkan pada 2003 Tokyo Motor Show. Dibanding model-model sebelumnya, design exterior Crown ini lebih sporty. Ini adalah Crown terakhir yang resmi dijual untuk umum di Indonesia. Fitur emperan depan 170-series lebih pendek sehingga memaksimalkan ruang interior dan bagasi. Ada dua yang berbeda 170-series sedan 4-pintu, Royal dan Athlete. The Majesta adalah kendaraan terpisah yang lebih besar dan lebih panjang dari Crown. The Hardtop 4-pintu dihentikan. 170-series Estate adalah baru pertama Crown Sedan setelah seri 130. Mesin baik 2.0,2.5,atau 3.0.V Athlete memiliki 2,5 liter 1JZ-GTE turbo. Royal juga ditawarkan dengan hibrida ringan 3.0 liter 2JZ-FSE.

 

Generasi Ketiga belas (2008-Sekarang)

Barulah kemudian dikenal Crown Royal Hybrid yang menggunakan platform S200 dan tersedia dalam varian Royal, Athlete, Majesta dan Hybrid hanya dijual di Jepang, dan model Royal juga dipasarkan di China. Di Indonesia Crown Royal Saloon seperti inilah yang kemudian dipakai sebagai mobil menteri dan pejabat tinggi negara.

 

 

 

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

     

Popular

Photo Gallery

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250