Search:
Email:     Password:        
 





El Asador, Sensasi Steak ala Amerika Latin

By Syulianita (Editor) - 24 January 2020 | telah dibaca 238 kali

El Asador, Sensasi Steak ala Amerika Latin

Naskah: Suci Yulianita Foto: Sutanto

 

Bagi Anda penggemar steak, El Asador bisa menjadi pilihan tepat untuk Anda menyantap aneka steak dan menu grill ala Amerika Latin. Bukan steak house biasa, di sini menu-menu berbahan dasar daging tersebut diolah dengan bara dari kayu bakar, sehingga membuat cita rasa masakan begitu menggoda, lebih wangi dan lebih lezat tentunya, dengan rasa bumbunya yang meresap hingga gigitan terakhir. Belum lagi melihat keseruan proses masak di dapur berkonsep open kitchen ini.

 

El Asador hadir sejak tahun 2013 lalu membawa sesuatu yang berbeda untuk memuaskan para pecinta kuliner di Indonesia, khususnya di Jakarta. Mengadaptasi konsep dari Amerika Latin, tepatnya dari Argentina dan Uruguay, El Asador menghadirkan steak house dengan konsep yang berbeda dari steak house lainnya. Seluruh menu steak yang ada di El Asador dimasak dengan cara tradisional, yaitu grill yang menggunakan bara dari kayu rambutan. “Konsep steak house kita berbeda dari yang lain, lebih ke tradisional. Kita bawa konsep dari Uruguay dan Argentina, memasak dengan cara berbeda, menggunakan bara api dari kayu bakar. Prosesnya memang lebih lama, tapi soal rasa saya akuin ini lebih enak dari steak dimasak biasa,” ujar Executive Chef El Asador, Wigar Ridzki. Ya, proses tersebutlah yang menjadikan rasa setiap masakan yang diolah terasa lebih lezat.

 

Coba saja paket spesial meat platter, menu sharing yang sangat tepat untuk Anda nikmati jika makan bersama keluarga atau kerabat. Satu porsi besar meat platter terdiri dari beberapa daging pilihan, seperti 300 gram short ribs, 300 gram sirloin bone in, 300 gram rib eye bone in, dan 300 gram rump cap. Harga dibanderol hanya Rp600.000,++ untuk periode November hingga 31 Desember 2019. Untuk selanjutnya berlaku harga normal Rp1.375.000,++. “Menu ini yang selalu kita rekomendasikan ke tamu yang datang bersama rombongan. Sejauh ini sih pada suka. Apalagi kita sajikan dengan hot platter yang diisi dengan bara, jadi makanannya selalu panas,” imbuhnya.

 

Selain, itu, restoran yang terletak di kawasan Kemang Jakarta Selatan ini juga menawarkan menu-menu lain yang tak kalah menggoda. Seperti ada beberapa menu baru yang belum lama diluncurkan, antara lain pumpkin salad, menu appetizer yang dijamin healthy dan aman bagi kesehatan karena dari bahan-bahan organik. Setelah itu, nikmati kelezatan Matambre yakni daging gulung yang dalamnya diisi keju mozarela, sayuran, dan paprika. “Selain itu, ada Pamplonas, hampir sama, tapi ini chicken breast, isi keju mozarela, paprika, dan herbs. Dibungkus lemak jala dari domba yang tipis dan dibakar hingga lemaknya terbakar, jadi rasanya gurih dan sama sekali tidak bau domba atau kambing,” Wigar menerangkan. 

 

Kemudian ada pula tomahawk, daging rib eye bone in yang rasanya sungguh lezat. Apalagi katanya daging rib eye yang memiliki tulang ini memiliki rasa yang lebih lezat dan lebih gurih dibanding daging tanpa tulang. Kelezatan steak tersebut akan terasa lebih sempurna jika dinikmati dengan bumbu racikan El Asador, Chimichurri.

Nah, setelah kenyang menyantap daging, jangan lewatkan untuk menikmati manisnya dessert andalan, Churros spesial dilengkapi saus karamel atau dessert platter yang terdiri dari tiga jenis kue akan menutup hidangan Anda dengan sempurna. Namun, belum lengkap rasanya jika belum menyeruput minuman khas Uruguay, Submarino sebagai teman hangout di El Asador. “Jadi, minuman ini hot milk kita cemplungin coklat batangan buatan kita sendiri berbentuk kapal selam, nantinya coklat itu akan larut sendiri. Di Uruguay ini minuman khas winter, tidak ada di summer. Tapi kalau kita fleksibel, musim dingin ada, mau musim panas pun tetap ada. Jadi, yang mau hangout atau sambil kerja buka laptop, bisa sambil menikmati minuman ini,” pungkas Wigar.

 

Wigar Ridzki, Memasak Memacu Adrenalin

Dunia masak memasak sudah tak asing lagi baginya. Memulai sejak masih duduk di bangku kuliah, saat itu Wigar bekerja di restoran sembari kuliah. Setelah dijalani, akhirnya ia memutuskan untuk menekuni dunia memasak. Menurutnya, memasak itu sungguh menyenangkan. Selain karena memacu adrenalin, memasak ibarat sebuah seni baginya. Kariernya sebagai chef pun terbuka lebar, pengalaman demi pengalaman dilaluinya, hingga menembus manca negara, seperti Spanyol, Italia, dan Brazil.

 

Pengalamannya itu pula yang kemudian membawanya begitu mencintai memasak dengan grill ini. Menurut Wigar, memasak dengan cara ini tidaklah semudah yang orang lihat, justru dibutuhkan konsentrasi tinggi untuk menghasilkan sebuah steak dengan sempurna. Apalagi grill tradisional dengan kayu bakar seperti di El Asador, tentu membutuhkan ekstra konsentrasi yang lebih tinggi lagi.

 

“Untuk grill ala El Asador ini butuh fokus yang ekstra dibanding masak grill biasa karena masak di sini sangat panas, kita berada di depan kayu bakar. Apalagi kalau restoran lagi rame banget, memasaknya harus full konsentrasi. Dan, ini kan kita harus terus menerus berada di panggangan tersebut. Jadi, fokusnya harus luar biasa banget dan rasa adrenalinnya itu nagih,” ungkap Wigar.

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

     

Popular

   

Photo Gallery

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250