Search:
Email:     Password:        
 





Obsession Awards 2020; Best Entrepreneurs

By Syulianita (Editor) - 13 April 2020 | telah dibaca 376 kali

Ronny Lukito - Founder & CEO PT Eigerindo MPI

Naskah: Gia Putri Foto: Sutanto/Dok. EIGER


“Belum ada satu pun brand di dunia yang secara khusus fokus untuk perlengkapan outdoor tropis. Semua rata-rata produk outdoor untuk 4 musim, mayoritas mereka dari negara-negara Eropa dan Amerika. Saya menangkap peluang tersebut.” 

CEO PT Eigerindo MPI Ronny Lukito begitu gigih agar produk EIGER yang dirilisnya menjadi produk kebanggan bangsa. Usahanya berbuah manis, EIGER kokoh bertahan sebagai pemimpin pasar dalam industri tas dan petualangan di Indonesia, juga sukses menasbihkan diri sebagai brand ‘Tropical Adventure’. Untuk menegaskan kembali sebagai brand tropical adventure, EIGER melakukan kampanye dengan tagline “Tropical Adventure”.

 

Menyusul dua sub tagline kampanye lainnya, yakni 23,5’ dan Your Tropical Discovery. Angka 23,5’ sendiri diambil dari letak daerah tropis yang dibatasi oleh dua garis khayal bumi, yakni 23,5’ LU dan 23,5’ LS. Meski nama brand-nya sudah bergaung di mana-mana, Ronny tak pernah berpuas diri, terus melakukan continuous improvement untuk mengikuti perkembangan pasar. EIGER sudah memiliki 3 kategori produk.

 

“Pertama, Mountaineering yang menjadi koor bisnis kami. Kedua, kategori lifestyle yang kami sebut 1989 karena EIGER lahir di tahun tersebut. Ketiga, Riding karena pengguna motor di Indonesia sangat besar, pasti mereka butuh jaket, t-shirt, kacamata, dan seterusnya,” imbuhnya.

 

Dalam menjalankan usahanya, Ronny menggunakan pendekatan exprerience-based stories dan bertekad untuk tak hanya menaklukan pasar dalam negeri, tapi juga menjadi pesaing brand luar di level internasional yang masih berada dalam lingkup negara tropis. Oleh karena itu, sebelum merilis produk EIGER akan melakukan uji coba.

 

Sebagai contoh melalui ekspedisi besar yang akan digelar pada Juli- Agustus tahun 2020. Ekspedisi besar dengan tantangan tingkat tinggi itu berupa pendakian ke Gunung Hkakabo Razi, di Myanmar yang diakui sebagai puncak tertinggi di Asia Tenggara. Selain sebagai hadiah HUT RI ke-75 dengan mengibarkan bendera putih di gunung tersebut, tentunya medan berat di sana merupakan tempatnya yang cocok untuk melakukan uji coba produk EIGER. “Itu akan akan membuktikan kualitas produk kami,” tukas Ronny.

 

Tak hanya itu, EIGER saat ini sudah merambah ke segmen pasar wanita berhijab. “Karena hasil pendataan kami, pengguna EIGER 75 persen adalah pria dan 25 persen itu wanita. Dan, mayoritas pelanggan kami itu berhijab. Sehingga, kami banyak menerima masukan dari customers ataupun komunitas untuk membuat Hijab Series. Akhirnya, kami memutuskan untuk membuat konsep Hijab Series yang cocok untuk daerah tropis,” imbuh Ronny.

 

Selama empat tahun terakhir hingga tahun 2020, EIGER masih berfokus di pasar lokal karena Indonesia sangat potensial dengan jumlah penduduk yang besar dan kondisi demografis- geografisnya yang luas. Setiap tahun, pihaknya membuka 40-an outlet. Bahkan tahun 2017 sangat ekspansif, yaitu 87 outlet, dan tahun 2019 lalu membuka 45 outlet.

Tahun 2020 ini, ia akan lebih tancap gas dengan membuka sekitar 60 outlet. Total hingga kini baik outlet sendiri atau yang dimitrakan berjumlah hampir 300. Selain offline, online pun dijalankan. Ia menargetkan pada 2021 atau 2022, EIGER harus mendunia dan menjadi bintang.

 

Ronny dikenal sebagai sosok yang menyukai tantangan juga gemar membangun sesuatu yang baru dan belum pernah dilakoni siapapun. Karenanya ketika ditanya apa legacy yang ia berikan untuk negeri ini, dengan lugas ayah dari empat orang putri ini memaparkan tiga rencana besarnya. Pertama, seiring dengan koor bisnis EIGER, ia akan mendirikan EIGER Adventure Land di Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, tepatnya di kaki Gunung Gede-Pangrango, luasnya kurang lebih 300 hektare, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang telah memberikan izin pengembangan usaha wisata alam selama 55 tahun dan bisa diperpanjang 2 x 25 tahun.

 

“Jadi, kurang lebih bisa 90 tahun. Doakan bisa kami wujudkan, ini akan membanggakan karena di sana playground-nya EIGER, bisa menguji produk di sana, kegiatan EAST juga akan semakin eksis, dan banyak kegiatan positif lainnya yang akan kami persembahkan untuk generasi muda serta anak-anak pada khususnya. Semoga ini akan memberikan dampak bagi bagi bangsa dan masyarakat,” terangnya. Di EIGER Adventure Land, sambung Ronny, juga akan dibangun Rumah Sehat untuk membantu menyembuhkan beragam penyakit dengan tumbuh-tumbuhan tradisional.

 

Lalu, pihaknya akan membuat EIGER Land, skalanya lebih kecil. “Di belakang rumah saya, ada lahan 4 hektare. Nanti, di Eiger Land akan ada ada tempat riset hingga flagship store terbesar di Asia, itu target kami dan sangat eksperiensial,” tegasnya.

 

Selain itu, pihaknya juga akan membangun wall climbing tiga dimensi terbaik di dunia. “Kalau tidak salah, di Belanda ada yang tingginya 40 meter, saya akan buat minimum 45 meter karena Indonesia merdeka kan tahun 1945. Kalau ini terwujud akan membanggakan semua pihak,” tutur Ronny. “Kalau Tuhan mengizinkan dan semuanya berjalan lancar, kami juga ingin ingin membangun rumah sakit spesialis untuk menolong orang-orang yang tidak tertampung di RS lainnya. Semoga harapan ini didengar oleh Yang Maha Kuasa,” ungkapnya dengan tulus.

 

Menutup pembicaraan Ronny menuturkan salah satu kunci sukses EIGER bisa sebesar sekarang adalah karena memiliki tim yang solid dan luar biasa. “Saya sejak muda memiliki kebiasaan, bekerja tidak bisa sendiri. Sehingga, saya selalu berkolaborasi dan bersinergi karena saya percaya dengan semakin banyak orang, akan semakin maksimal karena setiap orang punya keterbatasan. Ada Kang Mamay S. Salim, Kang Bongkeng (red. Djukardi Adriana), Kang Galih Donikara, mereka para expertis yang juga mendirikan EIGER Adventure Service Team (EAST). Dan, terpenting EIGER sedari dulu based on communities. Jadi, ada tim hebat dibalik EIGER. Saya tuh jadi seorang dirigen saja, bisa mengajak, memengaruhi, memotivasi untuk bisa bermain musik sama-sama,” pungkas Ronny.

 

 

Sandiaga Uno

Naskah: Arief S. Foto: Istimewa

 

Sandiaga Salahudin Uno atau yang akrab disapa Sandiaga Uno merupakan pengusaha muda sukses di Indonesia. Betapa tidak, pada usia 40 tahun, majalah Forbes mencatat Sandi sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia. Pada usia 42 tahun, ia kembali masuk daftar Forbes sebagai orang terkaya peringkat ke-37 di Indonesia dengan total kekayaan USD660 juta. Apa yang ia capai tersebut, ternyata dibutuhkan perjuangan, kerja keras, dan sikap pantang menyerah dalam menghadapi tantangan.

 

Sandi merupakan salah satu sosok pengusaha yang memiliki pendidikan cukup tinggi dengan dua gelar dari dua kampus berbeda di luar negeri. Gelar sarjana Administrasi Bisnis Sandiaga sendiri didapat dari Wichita State University di Amerika tahun 1990 dengan predikat cum laude. Sedangkan, gelas masternya didapat dari George Washington University di Amerika dengan IPK 4,00 kumulatif.

 

Sebelum menjadi pengusaha, pria kelahiran Riau ini bekerja sebagai karyawan kantoran, di antaranya bergabung dengan Investasi Seapower Asia Limited di Singapura dan pada 1994 menjadi manajer investasi di MP Grup Holding Limited. Setahun kemudian, ia menjadi wakil presiden eksekutif, pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dengan gaji fantastis USD8.000 dolar per bulan.

 

Saat krisis moneter 1997, NTI Resourches Ltd, tempat ia bekerja bangkrut. Tabungan yang diinvestasikan dipasar saham dengan susah payah ikut terdampar seiring runtuhnya pasar global. Ia pun memutuskan untuk kembali ke Tanah Air.

 

Kondisi perekonomian di Indonesia yang sama buruknya membuat Sandi dipaksa menghadapi situasi sulit. Menjadi pengangguran dalam waktu yang cukup lama membuat dirinya defisit dan tak bisa membayar uang sewa rumah. Ia pun terpaksa pindah dari rumah sewa ke rumah orangtuanya.

Di tengah situasi yang sulit tersebut, Sandi terpikir untuk terjun ke dunia usaha, maka di tahun saat krisis masih mendera, ia bersama Rosan Roeslani mendirikan perusahaan penasehat keuangan bernama PT Recapital Advisors. Dari profesi barunya ini, ia banyak belajar tentang seluk beluk bisnis. William Soeryadjaya adalah orang yang paling berjasa dalam mengasah naluri bisnis Sandi. Menurut William, Sandi adalah pengusaha yang tidak pelit untuk membagi pengetahuan dan ilmu bisnisnya. Seiring dengan kecerdasan bisnis Sandi yang semakin berkembang, maka pria yang hobi bermain basket dan lari ini mulai melakukan ekspansi bisnis. Hal ini terbukti dari kehadiran perusahaan-perusahaan lain yang didirikan dan dipimpinnya. Perusahaan baru yang didirikan dan dipimpin setelah PT Recapital Advisor adalah perusahaan investasi bernama Saratoga Capital.

 

Di perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur dan sumber daya alam ini Sandi menjadi CEO bersama Edwin Soeryadjaya. Selain dua perusahaan tadi, ia juga memimpin perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia, yaitu PT Adaro Energy Tbk. Namun, ia melepas berbagai jabatan di beberapa perusahaan tersebut karena ingin fokus mengabdi lebih banyak kepada masyarakat sebagai politisi. 

 

Selain memimpin beberapa perusahaan, Sandi juga aktif dalam beberapa organisasi, di antaranya pada periode 2005 hingga 2008, ia menjadi ketua umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Selama masa kepemimpinannya, jumlah pengusaha yang tergabung di HIPMI meningkat dari 25.000 orang menjadi 35.000 orang. Ia juga sempat menjadi wakil ketua bidang usaha mikro kecil menengah dan koperasi pada Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Kecintaannya pada dunia bisnis dan ekonomi ini juga mengantarkannya menjadi anggota KEN (Komite Ekonomi Nasional).

 

Pengalaman dan Kesuksesan dalam bisnis yang dilakoni Sandi membuat dirinya diganjar penghargaan “Indonesian Entrepreneur of the Year” pada ajang Enterprise Asia, tahun 2008. Pada tahun yang sama, ia juga mewakili Indonesia dalam sebuah program kegiatan bernama Asia 21.

 

Apa yang diraih Sandi tak semudah membalikkan telapak tangan, ia pun membagikan kunci menjadi pengusaha sukses di usia muda. Ia menuturkan, banyak generasi milenial berangan-angan untuk bisa menjadi pengusaha yang sukses tanpa mau improve diri dan melawan kemalasan. Padahal menurutnya, seorang wirausahawan yang sukses butuh tiga hal. Pertama, harus pro aktif.

 

“Maksudnya harus mau belajar ke sana sini dan meninggalkan rasa ‘mager’ alias malas gerak,” ungkap Sandi. Kedua, harus bisa berinovasi. “Inovasi itu adalah doing things cheaper, better, faster. Jadi, membuat sesuatu lebih murah, efisien, dan bagus hasilnya,” papar Sandi. Terakhir, Sandi meminta agar generasi milenial tidak takut mengambil risiko dan tidak takut gagal. “Kita harus berani risk taking, mumpung masih muda. Gagal tidak masalah, ini anak tangga menuju kesuksesan. Saya juga sering gagal. Tahun lalu saja saya gagal total,” ungkap Sandi.

 

Terkait wabah virus corona, yang diprediksi dapat menggerus ekonomi bangsa, Sandi menuturkan dirinya telah melakukan simulasi dampak virus corona atau COVID-19 terhadap pertumbuhan ekonomi. Ia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global akan turun 0,5-0,9 persen dan angka itu bakal berdampak simetris terhadap perekonomian Indonesia.

 

“Jadi kalau pertumbuhan kita 4,9 persen, bisa turun ke antara 4,5 sampai 4,3 persen, tergantung perkembangan dari virus corona ini, penanganannya seperti apa,” ujar Sandi usai diskusi Corona dan Kondisi Kebutuhan Pokok Kita di The Maj Senayan, beberapa waktu lalu. Karena itu, pelaku usaha mikro kecil dan menengah harus mengencangkan ikat pinggang.

 

Sedangkan pemerintah, harus segara melakukan policy response atau kebijakan yang memastikan ekonomi bergerak. Sandi melihat, saat ini sudah terlihat sektor yang terdampak, yaitu pariwisata, transportasi, manufaktur, dan konsumsi. Adapun menurutnya, sektor pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang 50 persen lebih dari konsumsi. Padahal, ia memperkirakan konsumsi akan turun karena ada disrupsi pada supply.

 

“Karena sebentar lagi juga akan ada dampak perusahaan merasionalisasi karyawan atau PHK. Ini akan ada dampaknya juga ke penerimaan daripada penghasilan masyarakat,” tandasnya. Ia juga menganjurkan kepada pemerintah agar dapat memberikan instensif kepada masyarakat, termasuk pengusaha kelas menengah.

 

“Yang terkena dampak terbesar adalah masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah. Maka Anda harus berikan insentif agar mereka tetap bisa berbelanja. Anda harus perbaiki sistem perbankan untuk memberikan cara baru,” terangnya.

 

Intensif tersebut diungkapkan Sandi sangat perlu, merujuk pada kemampuan keuangan sejumlah perusahaan kelas menengah. “Karena beberapa perusahaan sudah tidak mampu untuk memenuhi bunga pinjaman, penurunan suku bunga. Ini lah yang harus lebih diperhatikan,” pungkas Sandi.

 

 

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

             

Popular

   

Photo Gallery

 

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250