Search:
Email:     Password:        
 





Obsession Awards 2020; Rising Stars

By Syulianita (Editor) - 17 April 2020 | telah dibaca 360 kali

Mardani Maming - Ketua Umum BPP HIPMI

Naskah: Gia Putri Foto: Dok. Pribadi

 

Jam terbang dan pengalaman Mardani Maming di dunia bisnis tak perlu disanksikan lagi. Terlebih, prestasi di dunia politik saat ia menjadi kepala daerah terbukti berhasil membangun Kabupaten Tanah Bumbu. Rekam jejaknya tersebut kemudian mengantarkannya menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Masa Bakti 2019-2022.

 

“Like father like son” alias “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, begitulah perumpamaan tepat bagi Mardani Maming yang mewarisi kehebatan ayahnya sebagai seorang pengusaha sukses di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. “Ayah saya, almarhum Haji Maming adalah pengusaha di tanah kelahiran kami di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Selain pengusaha, beliau juga kepala desa di sana,” Mardani memaparkan.

 

Pria kelahiran Batulicin, 17 September 1981 ini pun bercerita bahwa ia banyak belajar dan ditempa oleh ayahnya untuk menjadi seorang wirausaha. “Kami memulainya dari usaha kecil hingga terus berkembang sampai saat ini. Kami pernah merasakan jatuh bangun dalam mengembangkan usaha. Ayah selalu mengingatkan menjadi wirausaha itu harus mau bekerja keras dan fokus pada tujuan agar sukses dan tidak melupakan etika serta kesantunan dalam pergaulan,” ujar CEO PT Batulicin 69 ini. Karena itu, empatinya terhadap pengusaha lokal sangat tinggi ketika menjadi Bupati Tanah Bumbu selama 2 periode.

 

Ketika terpilih sebagai Ketua Umum BPP HIPMI, pria yang dikenal memiliki kepribadian tenang, cerdas, dan cepat tanggap ini pun melakukan sejumlah langkah untuk membawa HIPMI menjadi organisasi yang semakin besar, solid, demokratis, serta mampu mencetak pengusaha hebat dan konglomerat baru di Tanah Air.

 

Ia menuturkan, momen bonus demografi Indonesia yang diproyeksikan akan terjadi pada tahun 2030-2040, seperti pedang bermata dua karena jika Indonesia tidak siap, dapat berpotensi menjadi bencana. “Sebagai contoh, pada SEA Games cabang sepak bola tahun 2019 lalu, Vietnam yang penduduknya sekitar 90 juta mampu mengalahkan tim nasional Indonesia yang penduduknya tiga kali lipat dengan skor 3-0. Hal tersebut bisa jadi menandakan SDM Vietnam lebih siap dibandingkan dengan kita,” ungkap Mardani pada acara pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Masa Bakti 2019-2022 yang turut dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, ASEAN Young Entrepreneur Council Head of Delegation, jajaran Mantan Ketua Umum BPP HIPMI, dan lebih dari 1000 pengusaha dari 34 provinsi Badan Pengurus Daerah HIPMI, serta perwakilan Badan Pengurus Cabang HIPMI seluruh Indonesia.

 

Untuk itu, HIPMI menggagas beberapa program untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia, khususnya pada generasi muda. Ia menggarisbawahi, HIPMI tidak akan memberikan sekadar teori. Namun, menekankan HIPMI akan memberikan kesempatan pada generasi muda untuk praktek langsung mengelola bisnis.

“Banyak program HIPMI yang memberikan edukasi kepada generasi muda, sehingga para generasi muda ini bisa menjadi generasi yang memiliki kompetensi dalam menghadapi era industri dan era bonus demografi,” tuturnya. Program HIPMI Coffee Entrepreneur dengan HIPMI Perguruan Tinggi menjadi salah satu cara bagaimana HIPMI turut berupaya meningkatkan kualitas SDM generasi muda. Program ini merupakan hasil kerja sama BPP HIPMI dengan produsen kopi yang langsung menjadi mentor di bidang itu. “Kami pupuk mulai dari bangku kuliah,” imbuhnya.

 

Selain HIPMI, Coffee Entrepreneur, CEO dari Holding Company bernama PT Maming 69 dan PT Batulicin 69 yang saat ini membawahi sebanyak 55 entitas anak perusahaan tersebut mengatakan, HIPMI juga akan terus menggencarkan program HIPMI Goes to Campus, HIPMI Goes to School, HIPMI Santripreneur, serta membuka akses permodalan dan pembinaan bagi seluruh anggota HIPMI.

 

Mardani juga berharap dunia usaha dapat lebih bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah. Program- program tersebut digagas dengan tujuan untuk membangun semangat dan jiwa entrepreneurship dalam diri generasi muda Indonesia.

 

“Saya berharap SDM para pengusaha muda Indonesia kelak dapat berkembang menjadi pengusaha yang andal, profesional, dan memiliki daya saing. Di dunia usaha harus terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Dengan begitu, akan lahir banyak pengusaha muda hebat dari daerah, munculnya peluang investasi, terbuka lapangan kerja baru, sehingga ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia semakin meningkat,” lanjutnya.

 

Lebih lanjut, ia menambahkan, jika anggota HIPMI di seluruh Indonesia diberdayakan tentu saja akan berdampak luar biasa bagi perekonomian negara ini. “Tugas kita bersama adalah bagaimana agar HIPMI di daerah bisa lebih meningkat perannya. Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antara HIPMI, pemerintah daerah, dan lembaga terkait untuk menjadikan HIPMI sebagai lokomotif penggerak ekonomi daerah,” tandasnya. Pengusaha muda yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan ini mengusulkan kepada pemerintah untuk berani merekrut generasi muda untuk menduduki, bekerja, dan mengemban tanggung jawab pada posisi strategis.

 

Mardani menyebutkan bahwa sudah saatnya Indonesia mulai mengoptimalkan peran generasi milenial di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, legislatif, bisnis, dan berbagai bidang lainnya. “Jika sepakat bahwa perlu adanya regenerasi, sekaranglah waktunya untuk diwujudkan. Misalnya, berilah kesempatan generasi muda kita untuk menduduki jabatan penting di BUMN yang jumlahnya mencapai 142 perusahaan. Pada saatnya nanti, mereka akan siap menghadapi persaingan pada era bonus demografi,” pungkasnya. Terakhir, kepada generasi muda ia berpesan: "Jemput mimpimu di masa muda karena itu kunci kesuksesanmu".

 

Rachmat Kaimuddin - CEO Bukalapak

Naskah: Gia Putri Foto: Dok. Bukalapak

 

Di usianya yang terbilang muda, ia sudah memiliki segudang pengalaman di bidang keuangan, di antaranya pernah menjabat Direktur Keuangan & Perencanaan PT Bank Bukopin Tbk, Komisaris Bank Bukopin, hingga Direktur Keuangan PT Bosowa Corporindo. Atas profesionalitasnya, inovasi yang digulirkan, dan leadership yang dimilikinya, akhirnya BUKALAPAK mempercayakan dirinya sebagai CEO per Januari 2020.

 

Pria kelahiran tahun 1979 ini menuturkan, Bukalapak merupakan tempat di mana ide segar mendapat tempat dan bisa tumbuh. “Ini saya yakini sebagai bahan bakar utama dalam menghasilkan inovasi-inovasi yang mampu membawa perusahaan ini ke arah yang lebih baik. Mimpi saya adalah menjadi pemimpin di organisasi besar yang bisa menyentuh dan memberikan kesempatan mengubah hidup orang banyak,” ungkap Rachmat.

 

Bagi pria yang memiliki hobi membaca dan olahraga lari ini, bergabung dengan Bukalapak, bersama dengan 5 juta pelapak, 3 juta Mitra Bukalapak, dan melayani 70 juta pengguna aktif tiap bulannya, membuka peluang dirinya agar lebih dapat berkontribusi dalam pengembangan kekuatan ekonomi negara ini, yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

 

Dalam memimpin perusahaan e-commerce yang didirikan pada 2010 tersebut, Rachmat sangat terbuka dalam menerima ide dan masukan dari timnya. “Terlebih bekerja di startup merupakan kesempatan bagi saya untuk mendengar banyak ide segar dari anak muda yang mungkin tidak pernah terpikir di benak orang-orang generasi saya. Di sisi lain, penting juga dapat menjadi pemimpin yang mampu membentuk dan menjaga agar sistem kerja dapat berjalan dengan baik. Keputusan yang diambil harus dengan pertimbangan yang matang dan juga dijalankan secara tegas,” ujarnya.

 

Dalam kepemimpinannya, Bukalapak akan berfokus kepada isu-isu yang berkaitan dengan talenta, modal, dan manajemen keuangan, serta menaruh fokus yang lebih dalam lagi di sektor UMKM. “Dan, menjalankan konsep ekonomi yang berkeadilan di dalam ekosistem Bukalapak untuk lebih menyejahterakan seluruh Pelapak serta Mitra kami yang tersebar di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

 

Terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 Tahun 2019 yang mewajibkan pedagang online memiliki izin usaha, Rachmat menjelaskan, Bukalapak selalu ingin menjadi perusahaan teknologi yang dapat membuka akses seluas- luasnya bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya dan meningkatkan kualitas hidup mereka. "Untuk itu, kami selalu berharap dukungan dari pemerintah sebagai regulator untuk menciptakan peraturan- peraturan yang dapat meringankan dan memudahkan para pengusaha UMKM,” terang Rachmat.

 

Lebih lanjut ia mengatakan, di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia, ternyata kontribusinya di sektor retail baru 5 persen. Ia pun melihat ini sebagai peluang besar untuk lebih mengembangkan bisnis sekaligus merangkul lebih banyak UMKM. “Fakta tersebut juga mendorong Bukalapak di posisi yang tepat untuk membuka akses pasar internasional untuk para UMKM di Indonesia. Dengan jutaan Diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia, peluang dalam memasarkan produk-produk Indonesia sangat terbuka lebar,” imbuhnya.

 

Bukalapak, sambung Rachmat, telah menjajaki peluang tersebut dan dengan dukungan pemerintah, pihaknya telah meluncurkan BukaGlobal, yang memungkinkan para pelapak menjual dan mengirim produk mereka di 5 negara (Singapura, Malaysia, Hong Kong, Brunei Darussalam, dan Taiwan).

 

“Kami berharap dapat merangkul lebih banyak UMKM berekspansi ke banyak negara ke depannya,” harapnya. Bukan hanya lini pasar online, Rachmat juga melihat pentingnya untuk mengembangkan lini bisnis offline dengan berfokus pada warung tradisional. Dengan 3 juta warung Mitra dan Agen individual, Bukalapak dapat memperkuat segmen mass market dengan menjadikan teknologi sebagai bagian dari keseharian mereka.

 

Sebagai dampaknya, pihaknya ikut mendorong masyarakat yang inklusif dari segi teknologi dan ekonomi. “Ini sebuah tantangan, tetapi kami optimis,” ia menambahkan. Rachmat menandaskan, kepercayaan investor dan customer menjadi kunci penting agar Bukalapak menjadi e-commerce yang berkelanjutan. “Karenanya kami harus fokus dalam menyeimbangkan growth, prof itability dan inovasi. Pengalaman saya bertahun- tahun di bidang finance mengajarkan bahwa pada akhirnya, perhitungan yang logis menjadi hal yang paling penting,” tukas Rachmat.

 

Strategi fundraising dan pengeluaran irasional yang agresif, ia rasa sudah tidak efektif lagi dijalankan di Bukalapak. Walau tentu saja, pihaknya tetap akan berinvestasi dalam mengembangkan perusahaan.

 

“Namun, kami akan selalu mencoba untuk bertanggung jawab terhadap sumber daya yang diberikan oleh pemegang saham. Fokus kami adalah menghasilkan produk dan layanan yang inovatif, menargetkannya ke pasar yang tepat dan sesuai kebutuhan, dengan cara yang efisien, dan tentu saja membawa dampak positif yang seluas- luasnya bagi masyarakat Indonesia,” tegasnya.

 

Akhir kalimat ia menuturkan obsesinya sebagai pucuk pimpinan di e-commerce yang telah memiliki fundamental bisnis yang kuat dalam 10 tahun terakhir dan berhasil mencapai peningkatan performa keuangan positif bahkan melebihi ekspektasi.

 

“Obsesi saya adalah pada tahapan selanjutnya Bukalapak bisa bertahan lebih dari 100 tahun, yang mana probabilitasnya hanya 0.0045%. Sekarang tugasnya adalah memastikan bahwa kita mencapai sustainability. Tidak hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga generasi mendatang. Tentunya kami juga berfokus untuk memperluas pasar UMKM secara nasional dan internasional, offline dan online, yang kami dukung dengan pembangunan layanan serta fitur- fitur yang membuat hidup masyarakat menjadi lebih baik,” pungkasnya.

 

Prananda Surya Paloh - Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem

Naskah: Subchan Husaen Foto: Istimewa

 

“Buah jatuh tak jauh dari pohonnya,” itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan sosok politisi muda Prananda Surya Paloh. Nalurinya untuk menjadi seorang politisi yang hebat rupanya menurun dari ayahnya Surya Paloh. Melalui bendera Partai NasDem, ia turut serta mendirikan dan membesarkan partai ini, sampai kemudian ia mampu terpilih sebagai anggota DPR RI selama dua periode dari sejak Partai NasDem ikut Pemilu pada 2014 lalu.

 

Pria kelahiran Singapura, 21 September 1988 ini terpilih sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan Sumut 1 melingkupi Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Serdang Bedagai. Di dewan saat ini, ia ditempatkan pada komisi strategis yang membidangi pertahanan, intelijen, luar negeri, komunikasi, dan informasi, yakni Komisi I. Selain itu, ia juga di tempatkan di Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP).

 

Banyak yang menilai keberhasilan Prananda sebagai anggota DPR tidak lepas dari nama besar ayahnya. Menurutnya, pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Meski diakui ayahnya adalah seorang politisi papan atas, namun bukan berarti keberhasilannya duduk di DPR tanpa ada kerja nyata.

 

Di NasDem sendiri ia juga memulai kariernya dari bawah, ia punya ide mendirikan Liga Mahasiswa NasDem. Sebagai dekalator, Prananda terus menyuarakan kepada mahasiswa agar tidak anti parpol. Menyuarakan aspirasi tidak harus selalu di jalanan, tapi parpol juga punya wadah yang sama untuk menyuarakan aspirasi.

 

Sebagai anak muda, Prananda hadir dengan gebrakannya di dunia politik kemahasiswaan dengan menjabat Ketua Koordinasi Bidang Pemenangan Pemilu Partai NasDem 2019-2024. Ia terus menjaring para lulusan mahasiswa untuk mau bergabung dengan parpol. Karena sebagai Ketua Umum Garda Pemuda NasDem, ia percaya untuk membangun bangsa dan negara dibutuhkan kerja keras dan ide pemikiran dari anak-anak muda. Prananda pun memposisikan dirinya sebagai kaum milenial yang siap selalu untuk bekerja.

 

Bagi Prananda, kesadaran politik serta keberanian memikul tanggung jawab sebagai pemimpin harus dipikul sedari masih muda. Ia begitu mahfum bahwa generasi muda adalah wajah masa depan suatu bangsa. Oleh karenanya, kehadiran Prananda di DPR-RI sebagai ajakan dan contoh bagi generasi muda untuk mau terjun dalam segala bidang kehidupan berbangsa. Keberadaan generasi muda adalah untuk berbuat, membuktikan kata-katanya dengan perbuatan yang berguna.

 

Dengan fokus dan kemampuan diplomasi serta komunikasi yang piawai, Prananda memang sejak awal ingin mengabdikan diri di Komisi I, bidang Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi, dan Informatika. Semangat kepemudaan dan keberanian yang patriotik merupakan prinsip yang dibawa Prananda di dalam tugasnya di komisi tersebut. Karena di bidang ini pula, patriotisme dan idealisme semakin sering diuji dan harus dibuktikan.

 

Ia sangat memegang teguh kata-kata Tan Malaka, yang menyuratkan bahwa kemewahan bagi pemuda adalah idealismenya. Dan sejak awal masa tugasnya, Prananda kerap menyuarakan pandangannya tentang kedaulatan dan martabat negara. Hal ini juga sejalan dengan generasi muda Indonesia pada umumnya. Misalnya sebagai anggota Komisi I, ia menegaskan bahwa negara tidak boleh berkompromi dengan siapa pun jika itu menyangkut persoalan kedaulatan negara, seperti konflik di Natuna. Ia meminta negara hadir melindungi rakyat Natuna dan menjaga kedaulatan laut Indonesia, apapun caranya. Jangan sampai kata dia, martabat bangsa hilang karena tidak punya sikap yang tegas.

 

Ia menyatakan, tindakan tegas pemerintah dan TNI sangat diperlukan agar tidak ada lagi sikap meremehkan atau merendahkan yang dilakukan negara lain terhadap Indonesia. Bukan hanya untuk persoalan di laut Natuna. Namun juga persoalan lain yang menyangkut kedaulatan dan martabat bangsa. Menurutnya, bela negara itu dimulai dari mental masyarakatnya, mental pemerintah, pejabat, dan aparatnya. Jika mental semangatnya bagus punya karakter untuk mengabdi, maka ia percaya Indonesia bisa menjadi negara yang besar dan dihormati bangsa lain.

 

Berkaitan dengan martabat bangsa, Prananda juga terus menyuarakan perlindungan kepada para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. Termasuk perlindungan bagi mereka yang terkena kasus hukum. Seperti Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rita Kristiadi (27) yang menghadapi hukuman gantung di Malaysia, ia menegaskan, bagaimana pun caranya, secara prinsip negara harus melindungi setiap warganya, baik di dalam maupun di luar, baik ia keliru maupun tidak.

 

Menurutnya, meski berat upaya membebaskannya, namun dia tetap meminta kepada Kementerian Luar Negeri dan Konjen RI untuk melakukan lobi, meminta pengampunan hukuman mati wajib dilakukan apapun nanti hasilnya. Usaha membebaskan TKI bukan semata tugas Kemenlu, tetapi beban semua pemimpin. Dia mencontohkan Australia, mulai dari Kemenlu, Perdana Menteri, hingga anggota parlemennya melakukan lobi mengupayakan pengampunan hukuman mati. Indonesia juga perlu melakukan hal yang sama. Ia pun bersyukur banyak WNI yang selamat dari hukuman mati di luar negeri. Inilah pentingnya diplomasi.

 

Perlu diketahui bahwa dalam berpolitik Prananda ini adalah orang yang sudah selesai dengan dirinya. Karena itu, jabatannya sebagai anggota DPR bukan untuk mencari kekayaan. Malahan, gajinya sebagai anggota DPR ia sumbangkan untuk di daerah pemilihan. Terutama untuk kegiatan sosial, membantu masyarakat yang miskin, untuk pendirian gedung sekolah, atau taman baca, dan juga bantuan kebencanaan. Bagi dia kebahagiaan itu bisa dirasakan ketika seseorang itu mampu berbagi dengan yang lain.

 

 

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

             

Popular

   

Photo Gallery

 

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250