Bima Arya, Pantang Menyerah

Oleh: Syulianita (Editor) - 01 June 2020 | telah dibaca 1293 kali

Naskah: Gia Putri Foto: Dok. Pribadi/IDEA 

Usai dinyatakan sembuh dari Covid-19, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto semakin trengginas dalam memberantas Corona, virus jenis baru yang berbahaya dan mematikan. Banyak konsep dan gagasan yang ia terapkan di kota yang dijuluki ‘The City of Runners' tersebut terutama dalam menghadapi new normal atau fase tatanan baru.

 

Selama memimpin Kota Bogor, Bima dikenal sebagai orang yang selalu bekerja, bukan orang yang hanya duduk tenang di balik meja. Bima selalu bergerak dan melakukan banyak hal untuk warganya. Setelah 22 hari dirawat di rumah sakit dan kembali kepada keluarga tercinta pada 26 April lalu, dua hari berselang ia langsung kembali bekerja, yakni melantik enam kepala dinas baru, menertibkan pelaksanaan PSBB di lapangan, dan bersama DPRD mulai mengucurkan Bantuan Lansung Tunai kepada kepala keluarga yang membutuhkan. 

Bismillahirrahmanirrahim, hanya karena kuasa Allah SWT saya diizinkan untuk mulai bekerja. Suasana di Kota Bogor terlihat lenggang. Ada beberapa titik keramaian, PSBB harus lebih ditegakkan lagi, hari ini saya lantik 6 kepala dinas baru, saya titip dan ingatkan agar tetap amanah, kita pastikan dalam suasana yang tidak mudah ini semua berikhtiar untuk mengurangi beban dari warga. Jangan ada yang main-main dengan jabatan. Bagi camat, lurah, atau dinas terkait yang tidak bekerja dengan maksimal, yang tidak responsif dengan warga atau tidak menyalurkan bantuan kepada warga dengan tepat, saya akan copot,” ungkap Bima dalam instagram pribadinya pada 28 April lalu.

Ia juga meminta kepada Kepala Satpol PP yang baru untuk memastikan PSBB di lapangan berjalan dengan baik. “Tindak tegas bagi pelanggar PSBB, unit usaha yang tidak diperkenankan untuk buka harus ditutup, kalau masih nakal kita cabut izin usahanya,” tandasnya.

Bima menggarisbawahi, Pemkot Bogor juga berusaha maksimal untuk memastikan bantuan ekonomi untuk warga yang terdampak Covid-19 tepat sasaran. Ada 159.162 keluarga yang mendapat bantuan dari pusat, provinsi, dan Pemkot Bogor. Semua disalurkan secara bertahap, baik dalam bentuk sembako atau uang tunai.

“Sangat mungkin ada data yang tidak tepat atau warga yang tidak terdata. Kami akan terus sempurnakan agar yang betul-betul membutuhkan semaksimal mungkin bisa dibantu. Silahkan gunakan jalur aduan di aplikasi Sibadra (Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran) atau hubungi 112,” jelas penggiat olahraga lari ini.

 

Warga Bogor juga bisa memeriksa apakah termasuk dalam penerima bantuan di aplikasi SALUR (Sistem Kolaborasi dan Solidaritas untuk Rakyat) di http://salur.kotabogor.co.id/pencarian. Aplikasi ini juga bisa mendeteksi kalau ada penerima bantuan ganda. 

“Apabila nama tidak ada, bisa melakukan pengajuan. Akan kembali diverifikasi untuk kemudian diutamakan bagi yang sangat membutuhkan. Bisa dilihat juga progres pencairan setiap jenis bantuan. Bagi warga yang melihat tetangganya perlu dibantu, tapi sulit untuk mengakses aplikasi agar bisa dibantu. Saatnya untuk kuatkan solidaritas dan kolaborasi kita,” terangnya.

Kota adalah kumpulan keluarga dengan segala harapan dan cita-cita, sambung Bima, ada 324.982 keluarga di Kota Bogor tercinta. Tak sedikit yang terdampak ekonominya karena virus Corona. 159.162 keluarga dibantu oleh negara, tapi masih banyak yang perlu uluran tangan kita, jangan sampai mereka putus asa. Kepedulian kita, harapan mereka.

Karenanya Bima mengajak untuk menyantuni mereka. “Kota bogor mengundang Anda untuk menjadi bagian dari Jaringan Keluarga Asuh Kota, silahkan masuk ke aplikasi JAGA ASA, tentukan keluarga asuh pilihan Anda. Transfer 1.000.000 rupiah untuk 1 keluarga agar dua bulan ke depan mereka bisa kita jaga. Apabila badai Corona telah sirna, silahkan Anda bertatap dengan mereka agar terjalin cinta di antara keluarga. Kepedulian kita harapan mereka. Mari kita jaga harapan mereka,” beber Bima.

Lebih lanjut, ia menuturkan, kerumunan orang adalah pusat penyebaran Covid-19. Pasar dan stasiun merupakan tempat yang rawan. Oleh karena itu, Pemkot Bogor juga gencar menggelar tes swab di tempat umum. Setelah pada awal Mei lalu ditemukan kasus positif di stasiun kereta. Ia juga memberikan opsi untuk stop total operasi kereta atau pembatasan penumpang, pengaturan jadwal, dan penambahan gerbong agar menghindari kepadatan di dalam ataupun luar gerbong.

“Pemkot Bogor juga siap untuk menyediakan layanan antar jemput karyawan semaksimal mungkin sesuai kemampuan dengan bantuan Organda dan pihak lain. Tetap waspada, hindari kerumunan, jangan lepaskan masker ketika di luar rumah,” tegas Bima.