Tantangan dan Pencapaian Kabinet Indonesia Maju-II

Oleh: Syulianita (Editor) - 21 September 2020 | telah dibaca 167 kali

Naskah: Subhan Husaen Albari Foto: Istimewa

 

Pada periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin pasca dilantik pada 20 Oktober 2019 lalu, Indonesia setidaknya sudah menunjukkan kemajuan. Melalui pembentukan Kabinet Indonesia Maju, para menteri di periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi ini sudah berupaya memberikan kinerja terbaik untuk dipersembahkan kepada seluruh rakyat Indonesia. Kini di usianya yang ke-75 tahun ini, tepatnya pada 17 Agustus 2020, Indonesia masih sanggup berdiri di tengah hantaman krisis global dan serangan pandemi virus Corona.

Harus diakui bahwa periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi ini berada dalam posisi sulit. Hantaman krisis global dan pandemi Corona telah berakibat buruk terhadap seluruh sendi-sendi kehidupan, terutama ekonomi dan kesehatan. Sementara, usia Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat ini masih kurang dari satu tahun. Artinya bisa dikatakan, ini adalah tahun-tahun yang sulit bagi pemerintah untuk bisa membalikkan keadaan sehingga Indonesia mampu menjadi negara maju.

Terlepas dari penilaian banyak orang terhadap kinerja pemerintah, tetap harus diakui bahwa di periode kedua ini, Kabinet Indonesia Maju bentukan Presiden Jokowi sudah melakukan berbagai macam upaya untuk menjalankan visi Presiden. 

Kelima visi Presiden tersebut adalah pertama, pembangunan sumber daya manusia (SDM). Kedua, melanjutkan pembangunan infrastruktur. Ketiga, penyederhanaan regulasi. Keempat, penyederhanaan birokrasi. Kelima, transformasi ekonomi. Semua program kementerian harus selaras dengan visi Presiden.

Di Bidang Infrastruktur

Pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur dan jaringan transportasi di berbagai wilayah di Indonesia tak terhenti meski penyebaran Covid-19 belum bisa dikendalikan. Salah satunya, revitalisasi terminal. Kegiatan revitalisasi terminal tetap berjalan di tengah pandemi. Contohnya, revitalisasi Terminal Tirtonadi, Solo. Terminal tersebut akan disulap menjadi hub transportasi sekaligus tempat kreasi dan berkumpul atau kongko anak muda di kota tersebut. Selain itu, pemerintah juga tengah menyelesaikan pengembangan 12 pelabuhan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. 

Empat di antaranya, yakni Pelabuhan Simanindo, Ambarita, Muara, dan Tigaras telah dilakukan pengembangan sejak 2019 dan ditargetkan selesai akhir tahun ini. Selanjutnya, ada tiga pelabuhan lainnya, yakni Pelabuhan Marbun Toruan, Tongging, dan Balige. Pelabuhan itu telah dibangun pada 2019 dan diperkirakan rampung tahun depan.

Kemudian, terdapat pula empat pelabuhan lainnya, yakni Pelabuhan Silalahi, Sipinggan, Onan Runggu, dan Porsea yang baru mulai dibangun tahun ini dan satu pelabuhan, yakni Ajibata yang proses pembangunannya telah rampung sejak dimulai 2018. Jokowi menekankan pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus kinerja pemerintah saat ini. Berdasarkan kajian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Indonesia (UI) kenaikan 1 persen infrastruktur jalan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 8,8 persen.

Adapun di tahun ini pemerintah menaikkan anggaran infrastruktur dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar 4,9% menjadi Rp419,2 triliun. Anggaran infrastruktur tersebut merupakan yang terbesar di era pemerintahan Presiden Jokowi. Anggaran infrastruktur tersebut terdiri dari infrastruktur ekonomi sebesar Rp405,1 triliun, inf rastruktur sosial Rp8,7 triliun, dan dukungan infrastruktur sebesar Rp5,3 triliun. Sasaran pembangunan infrastruktur terbagi menjadi beberapa bidang.

Pertama, bidang konektivitas terdiri atas pembangunan jalan 837 km, pembangunan jalur kereta api sepanjang 238,8 km, dan penyelesaian tiga bandara baru. Kedua, bidang ketahanan air, yaitu rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi untuk 16 ribu ha dan pembangunan bendungan sebanyak 49 unit. Ketiga, untuk bidang perumahan terdiri atas pembangunan rusun sebanyak 5.224 unit dan pembangunan rumah khusus sebanyak 2.000 unit.