I Nyoman Sudharma, Berkontribusi Meningkatkan Pendapatan Daerah

Oleh: Syulianita (Editor) - 25 September 2020 | telah dibaca 127 kali

Naskah: Suci Yulianita Foto: Dok. Pribadi

 

I Nyoman Sudharma merupakan putra daerah yang sangat mencintai dan ingin mengabdi pada tanah kelahirannya, Pulau Dewata. Setelah menamatkan pendidikan ilmu hukum di Universitas Udayana, Nyoman loyal berkarya dan berkarier di PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali). Berkat kedisiplinan, kerja keras, dan kerja ikhlas, kariernya yang dimulai dari bawah meningkat perlahan-lahan hingga pada 2019 lalu, ia diberi amanah menjabat Direktur Utama Bank BPD Bali.

 

Di bawah kepemimpinan Nyoman, Bank BPD Bali berhasil mencapai performa membanggakan. Meski baru setahun memimpin, Nyoman berhasil membawa Bank BPD Bali meraih banyak penghargaan bergengsi pada tahun 2020 ini. Hal itu membuktikan bahwa kinerja Bank BPD Bali diakui masyarakat luas. Antara lain penghargaan The Best Indonesian Sales Marketing, Financial Performance Excellence, Best Leader Business Sustainable, dan meraih juara 3 penghargaan Paritrana Award dari BPJAMSOSTEK.

“Tahun 2020 ini dari bulan Maret sampai sekarang sudah ada 12 penghargaan yang diperoleh. Tentunya ini adalah kerja keras dari seluruh tim. Ibarat sebuah kapal, kami nakhodanya, tentunya ada juga kru yang bisa memberikan support untuk kapal ini bisa berjalan di jalur yang benar,” ungkap Nyoman saat dihubungi Men’s Obsession via daring, beberapa waktu lalu.

Di samping itu, keberhasilan Nyoman juga bisa terlihat dari performa Bank BPD Bali tahun ini yang baik meski di tengah kondisi tak menentu seperti saat ini, baik performa dari sisi aset, Dana Pihak Ketiga, maupun kredit termasuk laba. “Namun demikian, kami sudah melakukan perubahan terhadap rencana bisnis bank. Dan kami lakukan perubahan khususnya di posisi kredit, itu tumbuh 2,5% dari tahun lalu, kemudian DPK tumbuh 5%, dan bottom line kami, lama memang kami turunkan dalam rangka untuk memperkuat cadangan yang ada,” ujar kelahiran Denpasar, 9 Agustus 1972 ini.

Di tengah pandemi Covid – 19 saat ini, di mana masyarakat diharuskan untuk berjaga jarak dan menghindari kerumunan, Bank BPD Bali mengurangi transaksi tunai yang telah bergeser menjadi digital, termasuk melalui transaksi QRIS di mana Bank BPD Bali menjadi bank pembangunan daerah nomor 2 di Indonesia yang mendapatkan izin melakukan transaksi QRIS.

Dengan mendukung pemerintah melalui gerakan non tunai ini, Nyoman berharap dapat mengurangi transaksi tunai, serta dapat mendukung program akuntabilitas yang lebih baik di pemerintahan, khususnya sepanjang pandemi ini. Di samping itu, transaksi non tunai ini juga tentunya lebih menguntungkan bagi masyarakat.

Berdasarkan Peraturan OJK No.11 tahun 2020 mengenai perlakuan khusus terhadap kredit yang terdampak penyebaran Covid 19, Bank BPD Bali memberikan program restrukturisasi pada nasabah, yang hingga Agustus 2020, terdapat 11.451 rekening dengan outstanding kurang lebih Rp2,4 triliun. Sementara khusus untuk nasabah KUR, sesuai dengan peraturan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Industri No. 6 tahun 2020, Bank BPD Bali juga memberikan restrukturisasi kredit kepada debitur KUR, yang telah tercatat sebanyak 3.254 rekening dengan outstanding Rp549 miliar. Di samping itu, Bank BPD Bali juga melakukan pendampingan tambahan subsidi bunga kepada nasabah KUR. Bank BPD Bali juga menjadi salah satu bank yang ditunjuk sebagai penyalur KUR super mikro. Hingga akhir Desember 2020 mendatang, Bank BPD Bali menargetkan kurang lebih Rp15,3 miliar untuk KUR super mikro.

Begitu pula dengan UMKM non KUR. Sesuai dengan visi misi Bank BPD Bali, ‘meningkatkan taraf hidup masyarakat untuk meningkatkan pendapatan asli daerah’, Bank BPD Bali begitu concern pada pemberdayaan dan kesejahteraan UMKM. “Kami mengurus subsidi bunga tambahan kepada pelaku usaha UMKM debitur non KUR. Sampai dengan Agustus yang sudah disetujui kurang lebih untuk 3.521 rekening dengan outstanding Rp529,723 juta, dari 4.756 rekening yang diajukan. Tagihan subsidi bunga sudah kami terima, kurang lebih 2,4 miliar,” tutur pria humble ini.

Selain itu, Bank BPD Bali juga memberikan perhatian lebih kepada UMKM dengan memberikan pelatihan di tengah pandemi secara daringantara lain pelatihan mengenai tata cara pembukuan yang diharapkan para UMKM ke depannya bisa lebih accountable dalam hal penyediaan data.

“Kemudian, khusus untuk nasabah UMKM kami jadikan merchant QRIS. Di Bali saat ini ada yang namanya pasar gotong royong setiap hari Jumat. Kami ikutkan UMKM kami, dan tentunya transaksinya non tunai melalui QRIS. Kami juga bekerja sama dengan salah satu founder dari petani muda keren di Bali yang di situ juga ada digitalnya, di mana bercocok tanam, kemudian penjualannya seperti apa. Nanti semuanya lewat digital. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program- program pemerintah daerah Bali, terutama dalam pemberdayaan UMKM,” terang ayah dari dua anak ini.

Sementara untuk kegiatan sosial lainnya yang dilakukan Bank BPD Bali di tengah pandemi saat ini, antara lain pemberian bantuan kepada Rumah Sakit dalam bentuk penyediaan APD, pemberian sembako, dan lainnya. Di samping itu, bekerja sama dengan desa wisata. Bank BPD Bali juga melakukan program TJSL yang sesuai dengan POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan (LJK), Emiten, dan perusahaan publik, bahwa Bank wajib membuat rencana aksi keuangan berkelanjutan. “Ada kurang lebih 6 desa wisata yang kami garap saat ini dalam menumbuhkan ekonomi kreatif di desa, termasuk dalam menumbuhkan pendapatan di desa tersebut. Sehingga, nanti pada ujungnya pemerintah daerah akan mendapatkan manfaat dari penerimaan retribusi tersebut,” pungkasnya.

 

Pengabdian untuk Tanah Kelahiran


Semenjak awal meniti karier Nyoman memiliki tujuan ingin turut berkontribusi membesarkan daerah kelahirannya itu. Untuk itu, ia memilih Bank BPD Bali sebagai tempatnya mengabdikan diri dan hidupnya untuk Bali. Maka tak heran jika Nyoman loyal berkarier di Bank BPD Bali dan tak tergiur tawaran lain.

Mimpinya pun sangat sederhana, namun penuh makna. Ia ingin kelak bisa mengabdikan diri untuk masyarakat Bali yang lebih luas lagi. “Obsesi saya menjalankan tugas dan amanah ini dengan baik, menyelesaikan amanah yang diberikan ini dengan baik. Setelah itu, ingin mengabdi untuk masyarakat Bali. Bali berkaitan dengan adat dan budaya. Mungkin nanti terjun ke tokoh-tokoh adat karena di Bali tidak bisa dipisahkan antara budaya, adat, dan agama, semuanya menjadi satu kesatuan dalam hidup. Karena menurut saya, keberhasilan itu tidak hanya dilihat di bisnis, tapi juga bisa menjadi panutan masyarakat,” Nyoman berkata bijak.