Hobi Gigit Kuku? Ini Dampak Buruknya!

Oleh: Syulianita (Editor) - 15 October 2020 | telah dibaca 132 kali

Naskah: Gia Putri, Foto: Sutanto

Ternyata kebiasaan menggigit kuku bisa menjadi pertanda ketidakseimbangan emosional, menurut ulasan American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics (AJODO). Meskipun sangat umum, menggigit kuku — atau onychophagia, seperti yang disebut oleh para ahli — semacam “mengatakan” Anda ketakutan atau kelelahan, dan perilaku yang dapat memacu perilaku stres lain yang berhubungan dengan mulut, seperti mengunyah pensil, menggigit bibir, atau merokok.

 

Tinjauan yang sama mengidentifikasi urutan empat tahap yang umum dilakukan penggigit kuku karena cemas: setelah mengangkat tangan ke wajah atau mulut dan menahannya di sana selama beberapa detik, jari-jari dengan cepat mengetuk gigi depan, kata penulis penelitian. Selanjutnya, serangkaian gigitan secara cepat terjadi, diikuti dengan inspeksi visual atau merasakan kuku yang baru digigit dengan jari-jari Anda yang lain. Kebiasaan menggigit kuku, juga dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang benar-benar menjijikkan atau berbahaya, kata dr. Adam Friedman, Associate Professor Dermatologi di George Washington University. Jika Anda membutuhkan tujuh alasan untuk berhenti menggigit kuku, berikut daftar akibatnya!

 

Infeksi Menjijikkan

Jika Anda menggigit terlalu besar, Anda bisa mengekspos kulit halus di bawah kuku Anda, membiarkannya terkena bakteri atau patogen di mulut Anda.

“Semua mulut kita penuh dengan bakteri, sehingga Anda dapat dengan mudah menginfeksi diri Anda sendiri,” ungkap dr. Friedman. Salah satu bentuk infeksi yang paling umum disebut paronychia, yang dapat menyebabkan pembengkakan, kemerahan, nyeri, dan benjolan berisi nanah. Infeksi itu dapat bertahan selama berminggu-minggu, dikutip dari sebuah penelitian dalam jurnal American Family Physician. Friedman mengatakan, menggigit kutikula Anda — warna kulit tipis di bawah kuku — adalah penyebab paronychia yang paling umum.

Inflamasi

Komposisi kimia air liur Anda memungkinkan untuk memecah lemak dan molekul makanan lainnya, kata dr. Friedman. Selain membantu pencernaan Anda, itu juga dapat merusak dan menyebabkan kemerahan pada kulit ujung jari Anda jika Anda terus-menerus menyumbatnya di mulut Anda, katanya. Untuk alasan yang sama, menjilati bibir Anda dapat menyebabkan bibir menjadi pecah-pecah; air liur Anda sebenarnya merusak kulit, kata dr. Friedman.

Penyakit

Ketika membiarkan jari-jari Anda terinfeksi bakteri adalah berita buruk. Terlebih, jika mikroorganisme jahat masuk ke mulut Anda bisa menyebabkan dampak yang lebih buruk. “Tangan kita bersentuhan barang- barang yang terpapar segala jenis patogen dan ini cenderung terjebak di bawa kuku kita,” ungkap dr. Friedman.

Memasukkan kuku yang terpapar kuman tersebut ke dalam mulut, hal- hal buruk dapat terjadi – dari flu biasa, hingga penyakit serius, seperti Covid-19.

Kuku Tumbuh ke Dalam 

“Kuku Anda mengandung lapisan generatif yang disebut “matriks,” dr. Friedman menjelaskan. Infeksi yang disebabkan oleh kebiasaan menggigit kuku dapat merusak matriks itu, yang menyebabkan kuku tumbuh ke dalam kronis atau kelainan bentuk kuku.

Kutil Wajah

Kutil adalah jenis tumor jinak yang tumbuh di lapisan atas kulit. Penyakit kulit ini muncul karena infeksi human papilloma virus (HPV). Kutil biasanya tidak berbahaya dan tidak menyakitkan. Namun, kutil bisa membuat tidak nyaman apabila tumbuh pada bagian tubuh yang sering digunakan (seperti tangan dan kaki). “Jika menyentuh wajah atau mulut dengan kuku-kuku yang terkontaminasi luka kutil, kutil dapat tumbuh di bagian yang tersentuh tersebut.

Herpes Tangan

Kondisi ini bisa disebut herpetic whitlow. Penderita herpes oral —dapat menginfeksi jari dengan virus. Hal ini bisa mengakibatkan demam. Namun, gejala utamanya adalah rasa sakit yang membakar dan kesemutan di ujung jari yang terinfeksi. Setelah satu atau dua minggu, juga bisa menyebabkan luka berisi cairan atau darah yang akan bertahan (bersama dengan rasa sakit) selama dua minggu.

Masalah Gigi

Soket (ruang kosong pada gigi)
yang menahan akar gigi Anda dapat rusak atau dihancurkan dengan kebiasaan menggigit kuku yang kronis, menyebabkan gigi Anda menjadi bengkok. Selain itu juga mengakibatkan fraktur pada gigi yang biasa Anda gunakan untuk melakukan gigitan dan dapat memicu penyakit gusi gingivitis, menurut studi AJODO lainnya.