Maya Miranda Ambarsari, Kontribusi Membangun Bangsa

Oleh: Syulianita (Editor) - 27 January 2021 | telah dibaca 92 kali

Naskah: Suci Yulianita Foto: Sutanto

 

Maya Miranda Ambarsari merupakan salah satu anak bangsa yang memiliki jiwa nasionalis tinggi. Betapa tidak, Maya membuktikannya dengan mengambil alih perusahaan asing, PT Batamec Shipyard. Di bawah tangan dinginnya, Batamec berhasil menjadi perusahaan lokal berskala internasional, meski perjuangannya tersebut tidaklah mudah.

Ya, ingin bersumbangsih pada bangsa dan negara tercinta dalam mendukung dunia maritim Indonesia, menjadi salah satu alasan mengapa dirinya tertarik mengakuisisi perusahaan galangan kapal terbesar di Pulau Batam ini. PT Batamec Shipyard yang selama 35 tahun lamanya menjadi PMA ini, berhasil menjadi perusahaan nasional (PMDN) setelah diakuisisi Maya.

Selain itu, satu hal yang juga penting baginya adalah nilai kemanusiaan ketika hatinya terketuk manakala melihat nasib ribuan karyawan Batamec yang pada saat itu tidak jelas arah dan tujuannya. Di bawah nakhoda Maya, Batamec pun kembali berkibar, bahkan kini menjadi salah satu perusahaan kebanggaan bangsa.

Satu hal yang juga menjadi kebanggaan bagi Maya adalah meski Batamec belum lama menjadi perusahaan lokal, Batamec mampu bersumbangsih terhadap bangsa dan negara Indonesia. Batamec dipercaya TNI Angkatan Laut untuk membangun Kapal bantu cair minyak.

“Kita menunjukkan kesungguhan semaksimal mungkin untuk berkarya karena ini adalah karya anak bangsa. Dan kita punya kebanggaan bahwa ini perusahaan nasional, anak-anak bangsa yang memang mampu membangun, bersaing untuk maju bersama-sama bergandengan tangan dengan TNI AL untuk membangun kapal-kapal kebanggaan Indonesia. Kepercayaan dari TNI AL itu mahal sekali, dan ini menjadi satu kehormatan bagi kami,” ungkap Maya saat ditemui tim Men’s Obsession di kediamannya.

Sebagai seorang pemimpin wanita, Maya memposisikan dirinya sebagai ‘Ibu’ bagi ribuan karyawannya. Ia pun menganggap timnya itu adalah keluarga, keluarga besar yang harus dirangkul dan dilindungi. Pun ketika masa pandemi Covid 19 seperti saat ini di mana banyak perusahaan terpuruk, banyak terjadi PHK, Maya tak melakukan itu!

Meski diakuinya sungguh berat berjuang di tengah masa pandemi seperti saat ini, Maya menggunakan hati nurani untuk tetap melindungi mereka. “Saya juga harus kerja ekstra lagi, karena saya ingat bahwa saya punya tanggung jawab orang-orang di sekitar saya. Saya tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka. Mereka juga keluarga saya, karena itu saya akan melakukan apapun untuk keluarga saya,” ujar Maya dengan penuh semangat.

Maya dan sang suami yang juga partner dalam pekerjaannya itu pun memiliki keyakinan bahwa semuanya pasti akan berlalu. “Keyakinan kita bahwa kita harus terus bergandengan tangan, terus semangat bahwa niat baik, itikad baik pasti diberikan jalan. Jadi filosofi kita, apa pun itu dengan itikad baik, dengan komunikasi yang baik, dengan network yang baik, dengan doing the best dan selalu berserah diri kepada Allah maka kami yakinkan untuk terus bergelut di bidang ini dan terus semangat, dan terus yakin bahwa kesulitan-kesulitan ini pasti akan ada akhirnya,” kata isteri dari Andreas Reza ini.

Ya, Maya bersyukur Allah memberikannya seorang suami sebagai support system yang sangat baik. Suami yang selalu ada, yang selalu mendukung dan bersama-sama dalam suka dan duka. Selain itu, sang bunda jualah yang selama ini menjadikannya sosok wanita hebat. Dari bunda tercinta, Maya belajar banyak hal bagaimana menjadi seorang wanita tangguh tanpa meninggalkan kodratnya sebagai seorang isteri dan seorang ibu.

I learn a lot from my mom. Almarhumah mama mengajarkan banyak hal. Pertama sebagai perempuan, kita tidak boleh kehilangan sosok feminim, artinya tetap dengan tampilannya, tetap sebagai seorang isteri mengurus suami dan anak, tetap menghargai suami. Sehebat apapun kita, tapi suami tetaplah imam dalam rumah tangga. Mama juga selalu mengingatkan bahwa perempuan itu harus mampu melakukan apapun sehingga kalau terjadi apa- apa, Maya bisa survive. That’s my mom told me when I was very young,” ucap Maya dengan penuh haru.

 

Me Time dengan Menulis Buku Harian

Tak banyak orang tahu bahwa dari sosok wanita hebat seperti Maya Miranda Ambarsari masih memiliki kebiasaan menulis buku harian yang rutin dilakukannya sejak ia masih remaja belia. Menarik memang, di tengah kesibukannya yang luar biasa padat sebagai seorang pengusaha wanita, Maya masih menyempatkan diri menulis buku harian setiap malam.

“Sejak SMP saya terbiasa menulis buku harian. Awalnya, saya diingatkan papa bahwa orang pintar belum tentu tekun, tapi kalau tekun insya Allah sudah pasti pintar. Dari situ saya terus melatih untuk menulis. Jadi setiap hari saya menulis buku harian, menulis agenda. Dengan begitu saya tahu persis apa yang sudah saya lakukan setiap harinya sehingga saya bisa mengukur achievement yang sudah dilakukan. Setiap harinya apakah saya bermanfaat, baik untuk diri saya sendiri, untuk orang sekitar, untuk keluarga,” Maya menjelaskan. Selain itu, Maya yang memang suka akan nilai-nilai historical ini, merasakan kesenangan dan kepuasan tersendiri kala ia membaca ulang lembaran- lembaran buku harian miliknya di kemudian hari.

“Saya tipikal yang I love history, saya suka sejarah, saya mencintai sesuatu yang sifatnya historical background. Jadi ketika saya menulis buku harian itu, nanti one day saya buka lagi, misalnya ada cerita Khalifah kecil, itu menyenangkan untuk mengingat kembali masa-masa itu,” tuturnya seraya tersenyum.

Ada juga beberapa cerita yang membuat Maya tersenyum dan selalu bersyukur, adalah ketika wishlist yang ia tuangkan dalam buku hariannya itu, banyak yang kemudian menjadi kenyataan.

Kegemarannya menulis buku harian bahkan telah menjadi me time bagi Maya. “Jadi ada hal-hal tertentu yang menurut saya menjadi me time. And my me time is when I’m writing diary, lalu pada saat saya bercakap-cakap kepada Allah, di kamar sendirian, hanya kepadaNyalah aku meminta. That’s my me time,” pungkas Ibu dari Khalifah Nasif ini.