Budi Waseso (Direktur Utama Perum BULOG) - Memoles Wajah Baru BULOG

Oleh: Syulianita (Editor) - 13 March 2021 | telah dibaca 107 kali

Naskah: Gia Putri Foto: Dok. Humas BULOG

"Saya ingin citra BULOG yang sebelumnya buruk karena beras yang kami miliki berkualitas rendah sudah tidak ada lagi. Saya juga ingin membangun bagaimana BULOG merajai sektor pangan, jadi tidak ada lagi kartel beras dan tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan beras."

Belum lama ini, Men’s Obsession mendapat kesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso. Membuka percakapan pria yang akrab disapa Buwas ini mengisahkan ihwal ia ditunjuk sebagai nakhoda BULOG. Kala itu, ia baru sebulan pensiun dari Kepolisian RI (Polri) dengan jabatan akhir sebagai kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Pangkat terakhirnya adalah komisaris jenderal polisi (Komjen Pol).

Buwas mengakui, sektor pangan adalah bidang baru baginya. Namun, itu bukan menjadi persoalan besar baginya karena ia selalu menempatkan wejangan sang ayah sebagai pedoman untuk melangkahkan kaki dalam kariernya selama ini.

“Ayah saya seorang angkatan darat. Beliau mendidik saya untuk memiliki 3 K, yaitu komitmen terhadap hidup, berkarya, bekerja, berkeluarga. Kalau sudah menjalankan komitmen harus konsisten. Kalau terjadi hambatan, harus konsekuen, jangan menyerah apalagi mencari kambing hitam. Kalau kita pegang prinsip ini pasti akan berhasil,” ungkap pria kelahiran Semarang, 19 Februari 1960 ini.

Bagi Buwas sektor pangan dan keamanan yang selama ini ia geluti memiliki persamaan, yakni sama-sama menjadi kebutuhan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

“Dan, ketika saya diberi mandat menduduki posisi ini, saya harus paham tugas BULOG itu apa dan kehadiran di BULOG untuk apa. Maka saya berangkat dari itu. Peran dan fungsi BULOG kan berpedoman pada tiga pilar dalam ketahanan pangan, yakni ketersediaan, keterjangkauan baik secara fisik maupun ekonomi, dan stabilitas yang harus tersedia dan terjangkau setiap saat dan setiap tempat,” terangnya.

Berbagai gebrakan pun dilakukan Buwas untuk menjaga keamanan pangan, misalnya dalam mengelola cadangan beras pemerintah (CBP). 

“Kami menyimpan CBP yang memiliki batasan waktu, kalau tidak dikelola dengan baik maka kualitasnya akan menurun. Tentunya mengelola ini harus profesional dan bekerja sama dengan unsur-unsur terkait, bagaimana kami melakukan fumigasi supaya menghindari kutu, termasuk memanfaatkan mesin rice to rice yang berfungsi untuk membersihkan beras sebagai upaya meningkatkan mutu beras yang disalurkan kepada masyarakat,” paparnya.

Inovasi lainnya adalah BULOG menggandeng StoreSend Indonesia meluncurkan situs iPanganangrosirdotcom yang merupakan bagian dari iPanganandotcom sebagai upaya memperluas akses belanja melalui internet (e-shopping) dengan menghadirkan pasar grosir online dengan garansi kemudahan dan kepuasan konsumen.

Pandemi Covid-19, tak menyurutkan semangat Buwas untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. Bahkan, di bawah komandonya BULOG berhasil menuntaskan program bantuan pemerintah sesuai Gcg. “Sejak awal pemerintah memberikan penugasan, BULOG dan seluruh jajarannya melaksanakannya dengan sepenuh hati untuk menolong rakyat yang kesusahan. Penyediaan beras Program Bantuan Presiden melalui Kementerian Sosial untuk keluarga terdampak di Jabodetabek dan penyediaan beras Program Bansos kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) berhasil kami laksanakan dengan baik dan benar,” ujar Buwas. Pada tahun ini, ia mengatakan, BULOG memprioritaskan aktivitas perusahaan pada kegiatan bisnis dengan mengusung tema strategisnya Business Focus Reorientation 2021 guna memperluas akses market dan profitabilitas, di samping tetap menjalankan penugasan dari pemerintah seperti yang sudah dilaksanakan selama ini.

“Seluruh jajaran Perum BULOG telah berkomitmen untuk bekerja keras dan bekerja sama dalam menciptakan peluang bisnis baru dengan tagline: efficiency and service excellence. Kami akan melakukan efisiensi biaya dan membangun price differentiation antara penjualan grosir dan ritel, serta membangun networking dengan mengacu pada kata kunci sinergi dan kolaborasi,” tegas Buwas.

BULOG akan menguatkan sisi hulu dengan melakukan pembinaan petani dan pola kegiatan on farm, sedangkan di sisi hilir melakukan pembinaan jaringan sahabat RPK dan e-warung serta memperkuat e-commerce dan pasar modern. Inovasi diversifikasi pangan pun akan lebih sering dikembangkan mulai dari produk sagu, tepung tapioka, dan beras jagung analog.

“Diversifikasi pangan juga menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi krisis pangan di Tanah Air,” imbuhnya. Pihaknya juga berencana memproduksi beras sendiri. Buwas menuturkan untuk merealisasikan rencana tersebut maka kini sedang dibangun 13 Modern Rice Milling Plant (MRMP) di daerah yang menjadi produksi padi.

Selama ini BULOG membeli beras mayoritas dari pihak ketiga. Hal tersebut membuat bentuk dan kualitas beras di BULOG jadi bermacam-macam. Dengan adanya MRMP akan membuat kualitas beras produksi BULOG jadi lebih tinggi namun dengan cost yang lebih rendah lantaran produksi sendiri. “Jadi kami memproduksi beras premium dengan harga medium,” tambahnya.

Menutup pembicaraan Buwas mengatakan, ia dicetak sebagai aparatur negara atau abdi negara, tugasnya adalah mengabdi. “Saya ingin citra BULOG yang sebelumnya buruk karena beras yang kami miliki berkualitas rendah sudah tidak ada lagi. Saya juga ingin membangun BULOG agar mampu merajai urusan pangan, jadi tidak ada lagi kartel beras dan tidak ada masyarakat yang kesulitan beras. Selama diberikan amanat itu saya akan bekerja sebaik mungkin demi mempunyai nilai bagi masyarakat,” pungkasnya.