Jahja Setiaatmadja (CEO BCA) - BCA Menjadi Trendsetter Inovasi Perbankan

Oleh: Syulianita (Editor) - 16 March 2021 | telah dibaca 93 kali

Naskah: Suci Yulianita Foto: Fikar Azmy

Kesuksesan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) hingga menjadi bank swasta nasional terbesar tak terlepas dari peran sang nakhoda, Jahja Setiaatmadja. Di bawah kepemimpinannya BCA semakin berkibar.

Selain pencapaian membanggakan yang berhasil diraih BCA setiap tahunnya, BCA juga selalu berinovasi hingga menjadi yang terdepan, bahkan seringkali menjadi trendsetter di dunia perbankan dalam hal inovasi.

Karier Jahja di BCA dimulai sejak tahun 1990. Dalam perjalanannya itu, jabatan yang diembannya terus bersinar. Sebelumnya, ia banyak memimpin berbagai divisi di BCA, hingga pada tahun 2011 ia dipercaya memegang amanah sebagai pucuk pimpinan bank swasta terbesar ini. Karena keberhasilannya dalam memimpin BCA inilah, Jahja kemudian diberi amanah kembali menjabat Presiden Direktur BCA untuk periode berikutnya pada tahun 2016.

Ya, di bawah kepemimpinan pria humble yang murah senyum ini, BCA berhasil meraih pencapaian fantastis. Selain performa yang kinclong, BCA selalu terdepan dalam hal inovasi di bidang perbankan, bahkan seringkali menjadi trendsetter dalam bidang perbankan. Namun dengan merendah, Jahja enggan menyebut bahwa itu semua karena hasil kerjanya. Ia selalu menegaskan bahwa apa yang dicapai Bank BCA selama ini tak lain karena teamwork yang luar biasa.

BCA tak hanya dikenal besar di Indonesia. Namun lebih dari itu, BCA mampu merajai industri perbankan di Asia. Hal tersebut bisa dilihat dari penghargaan FinanceAsia Country Awards for Achievement yang diterima BCA selama empat tahun berturut-turut, mulai tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019.

Pencapaian itu tentu tak lepas dari peran Jahja Setiaatmadja Sang Nakhoda BCA. Berkat kemampuan leadership yang mumpuni dan pola pikir out of the box, Jahja mampu mempertahankan reputasi gemilang tersebut di tengah persaingan ketat di dunia perbankan.

Bahkan di tengah pandemi Covid – 19 yang terjadi saat ini di mana banyak tantangan yang harus dihadapi, sepanjang tahun 2020 BCA mencatat laba bersih Rp27,1 triliun didukung yang oleh pencapaian kinerja operasional yang solid. CASA tumbuh 21% YoY, mencapai Rp643,9triliun, menghasilkan total dana pihak ketiga dengan pertumbuhan sebesar 19,3% YoY menjadi Rp840,8 triliun.

Sementara itu, deposito berjangka meningkat sebesar 14,0% YoY mencapai Rp196,9 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang berkelanjutan, tahun 2020 telah menjadi tahun bersejarah bagi BCA, karena total aset Perseroan mampu menembus seribu triliun rupiah untuk pertama kalinya, yakni mencapai Rp1.075,6 triliun atau naik 17,0% YoY.

“Segala tantangan di tahun 2020 telah membuktikan pentingnya fokus dan strategi perbankan untuk mengembangkan platform digital, yang mana secara khusus telah membuat BCA siap menghadapi kondisi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, termasuk dampaknya pada pembatasan sosial dan mobilitas. Perbankan transaksi yang merupakan lini bisnis utama BCA, justru memperoleh perhatian yang lebih besar dari nasabah dan pemangku kepentingan lainnya. Kami mempelajari wawasan baru serta mendapatkan pengalaman berharga untuk terus melayani nasabah dengan lebih baik lagi,” ungkap Jahja. 

Dalam hal inovasi digital, tak diragukan lagi BCA selalu menjadi yang terdepan. Sebelumnya mobile banking, inovasi terbaru melalui mobile banking, seperti transaksi membuka rekening baru yang bisa dilakukan di mana saja melalui mobile banking, inovasi cardless BCA untuk bisa tarik tunai tanpa kartu ATM, dan lainnya.

Setelah itu, kini yang terbaru BCA memperkenalkan fitur terbaru di WELMA (aplikasi mobile Wealth Management dari Bank BCA yang digunakan untuk transaksi (jual-beli) produk investasi, seperti Reksa Dana, obligasi, dan edukasi asuransi) untuk menunjang segala kebutuhan bagi masyarakat atas investasi.

Aplikasi WELMA dapat memfasilitasi nasabah dalam melakukan berbagai transaksi investasi, seperti membeli atau menjual reksa dana, obligasi, dan juga untuk learning produk asuransi.

Berbagai fitur yang ditawarkan oleh WELMA seperti Auto-Subscription, yaitu pembelian berkala produk reksa dana, switching, redemption, informasi kinerja, portfolio, dan masih banyak lagi. Untuk mendapatkan WELMA, nasabah dapat mengunduhnya melalui Google Play Store atau App Store.

BCA telah memperbaharui WELMA dengan menambahkan fitur pendaftaran Single Investor Identification (SID) Online yang kian memfasilitasi dan memudahkan nasabah dalam melakukan pendaftaran nomor SID sebagai syarat melakukan transaksi investasi. Kehadiran SID Online ini membuat nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor cabang BCA maupun menghubungi Halo BCA untuk mendaftar. Dengan adanya penambahan fitur ini maka aplikasi WELMA telah lengkap menjadi solusi investasi mobile bagi nasabah.

Aplikasi WELMA telah mencatatkan nominal transaksi mencapai Rp6,7 triliun per Januari 2021. Transaksi yang mencatatkan nominal terbesar pada aplikasi ini adalah pembelian SBN Ritel dan frekuensi transaksi terbanyak adalah pada pembelian reksa dana. Pada November 2020 lalu, Aplikasi WELMA menerima penghargaan Top Innovation Choice Award 2020 dari Infobrand.id yang bekerja sama dengan Trans N Co.

Terkait pandemi, Jahja selaku nakhoda BCA telah mengambil berbagai langkah untuk melindungi karyawan dan nasabah dari imbas pandemi COVID-19. Inisiatif tersebut termasuk ozonisasi disinfektan secara berkala, menegakkan disiplin protokol kesehatan, mendukung kebijakan work-fromhome dari pemerintah, menerapkan pembagian operasional kerja (split operation), pemasangan terminal hand sanitizer, penerapan penilaian mandiri atas risiko Covid-19 bagi karyawan dan pengunjung, dan menyelenggarakan edukasi bagi karyawan secara virtual.

Sementara untuk komunitas, program CSR BCA melalui “Bakti BCA” menyediakan bantuan sosial, donasi alat kesehatan, dan kebutuhan dasar masyarakat. BCA selalu menjunjung tinggi nilai-nilai untuk menjadi responsible corporate citizen.