Oleh: -

Bambang Soesatyo (Ketua MPR RI)

Naskah: Purnomo Foto: Sutanto

Kinerja Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet sebagai Ketua MPR RI tak perlu diragukan lagi. Di tangan dinginnya, MPR mampu membantu pemerintah dalam soal penanganan pandemi Covid-19.

Seperti yang dilakukannya saat melakukan kunjungan ke rumah jabatan Gubernur Bali, Jayasabha Denpasar. Pada kesempatan kunjungan tersebut Bamsoet bersama Gerakan BS Bali menyumbang alat kesehatan kepada Pemerintah Provinsi Bali berupa 5000 alat rapid test. Bantuan ini diharapkan bisa membantu upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Bali. Saat itu, ia menyampaikan bahwa kunci utama memutus mata rantai Covid-19 adalah melalui tracking (pelacakan), tracing (penelusuran) dan testing (pengujian).

Dalam kinerjanya, dia juga mengaku MPR RI siap memanfaatkan anggaran yang ada untuk membantu penanganan pandemi Covid-19. Terlebih saat ini WHO telah mengumumkan varian baru SARSCoV-2 B.1.1.529, yang dikenal dengan Omicron dan menggolongkannya sebagai varian yang harus diwaspadai, karena memiliki banyak mutasi yang bisa memicu infeksi ulang.

Selain pengetatan kedatangan dari luar negeri, Bamsoet juga terus mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan lebih disiplin. Menurutnya pemerintah tidak bisa sendirian dalam perang menghadapi pandemi.

Pemerintah membutuhkan kerja sama dan dukungan dari masyarakat luas, terutama dalam penerapan disiplin protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi Covid-19. Selain penanganan Covid-19, Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini juga menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam terhadap korban jiwa dan korban lukaluka akibat bencana erupsi Gunung Semeru.

Untuk itu, ia meminta pemerintah dan seluruh stakeholders segera memberikan pertolongan secara cepat dan dukungan penanganan korban bencana erupsi Gunung Semeru, baik terhadap korban jiwa maupun yang luka berat dan ringan. Ia juga mengimbau kepada pemerintah pusat dan daerah untuk fokus terhadap penanganan korban erupsi Gunung Semeru yang dilakukan secara maksimal. Prioritas utama pertolongan adalah keselamatan korban, terutama mereka yang cedera. 

Tak hanya sampai di situ, dia meminta pemerintah memastikan pelayanan kesehatan, logistik kebutuhan dasar bagi pengungsi, dan perbaikan infrastruktur dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat. Dalam kinerjanya, ia juga mengimbau kepada BNPB dan BPBD untuk tetap melakukan pencarian korban yang masih dinyatakan hilang atau terisolasi akibat terputusnya akses jalan.

Di sisi hukum, Bamsoet juga menyuarakan seluruh pejabat negara untuk menguatkan integritas antikorupsi. Tanpa integritas yang tinggi, sistem penanganan korupsi akan sia-sia. Jadi, sebagus apapun sistem yang ada kalau orangnya memang tidak bermoral maka itu akan terus terjadi. Pejabat yang tidak memiliki integritas terus mencari celah korupsi di tengah sistem yang kuat. Meski sempit, celah itu bakal dimanfaatkan. Di sisi lain, ia menyebut pengusaha ikut mencari celah korupsi. Sehingga, semakin menghancurkan integritas pejabat. Jadi, yang harus dilakukan adalah harus dimulai dari pengusahanya sendiri yang harus tegas anti-suap.