Oleh: -

Serian Wijatno

Naskah: Sahrudi Foto: Istimewa

Hampir separuh perjalanan hidup Serian Wijatno didedikasikan bagi bangsa dan negara. Baik di bidang olahraga, pendidikan, sosial serta keagamaan.

Awal Serian mengabdikan diri untuk Republik Indonesia adalah sebagai atlet nasional bulutangkis pada era Orde Baru. Saat itu ia ikut mengharumkan nama bangsa dengan memperkuat tim nasional di kejuaraan regional dan dunia. Pensiun dari dunia bulutangkis, ia masih berkutat sebagai Bendahara Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia selama 20 tahun dan ikut melahirkan pebulutangkis tangguh. 

Sebagai figur yang concern dengan kemajuan sumber daya anak bangsa, ia pun melirik dunia pendidikan untuk kiprah berikutnya. Pasca meraih Magister Manajemen dari Universitas Indonesia dan menyabet Magister Hukum serta gelar Doktor dalam bidang Hukum di Universitas Trisakti, Serian mendedikasikan diri di dunia pendidikan dengan kiprah yang luar biasa selama 27 tahun. Termasuk menjabat sebagai Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara (Universitas Tarumanagara) selama 19 tahun.

Ia saat ini aktif sebagai Ketua Yayasan North Jakarta Intercultural School, sekaligus  Sekretaris Yayasan Pendidikan Agung Podomoro dan Wakil Ketua Yayasan Agung Podomoro Land. Seiring berjalan waktu, jabatan top eksekutif pernah ia duduki. Antara lain Direktur Utama PT Daya Adicipta Medika, Direktur PT Adira Multifinance, Direktur Utama PT Adira Quantum Multi Finance, dan Komisaris PT Adira Quantum Multifinance. Sebagai bankir, pria bersahaja ini sempat memimpin bank swasta dalam kurun waktu yang lama. Di dunia medis ia adalah pendiri RS Royal Taruma dan sempat menjadi Direktur Utama PT Taruma Bhakti Medika sebagai pengelola Rumah Sakit Royal Taruma.

Dalam perjalanan hidupnya, Serian pun bersentuhan dengan dunia spiritualitas. Sebagai mualaf, ia terus berkontribusi mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamiin dengan aktif menjadi pengurus harian di Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia, Ketua Lembaga Pendidikan Parmusi, Wakil Ketua Umum PITI, dan Tim Ahli Keuangan PINBAS Majelis Ulama Indonesia Pusat. Ia yakin agama dan teknologi harus seimbang dengan Alquran sebagai acuan utama dari semua ilmu di dunia. “Dan pembawa risalahnya yang sempurna adalah Nabi Muhammad saw,” tuturnya.

Menebar ilmu dan kebaikan melalui tulisan juga dilakukannya sebagai kolumnis di media massa nasional maupun internasional. Bahkan sejumlah buku sudah ia tulis di antaranya Pengelolaan Perguruan Tinggi secara Efisien, Efektif dan Ekonomis Untuk Meningkatkan Mutu Penyelenggaraan Pendidikan dan Mutu Lulusan, Pengantar Entrepreneurship pada Jenjang Perguruan Tinggi, Entrepreneurship untuk TK, Entrepreneurship Untuk SD, Entrepreneurship untuk SMP, Entrepreneurship untuk SMA, dan buku Perdagangan Bebas. Untuk memperkaya keberagaman umat beragama ia menulis buku Islam Iman Semesta: Petualangan Ideologi dalam Toleransi Beragama dengan kata pengantar Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas dan di-endorse Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Ia juga mendukung penerbitan buku Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan Positifikasi Hukum Islam: Kedudukan Fatwa dalam Hukum Positif Indonesia.

Atas dedikasinya kepada bangsa dan negara, ia diganjar penghargaan di antaranya The Best Professional Of The Year 2009, The Best Educator Award, serta meraih penghargaan MURI sebagai penulis buku Entrepreneurship untuk TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.