Gejala Ketidakseimbangan Hormon

Oleh: Angie () - 09 April 2022

Anda mungkin pernah mengenal ada orang yang memiliki pembesaran kelenjar gondok, mengalami gangguan menstruasi, memiliki postur tubuh pendek, atau mungkin yang paling sering adalah terkena kencing manis. Tahukah Anda kalau penyakit-penyakit seperti itu ternyata disebabkan oleh gangguan hormon?

Fungsi hormon bagi tubuh manusia benar-benar penting, sehingga banyak orang mulai menyadari betapa pentingnya peran hormon untuk kesehatan dan kebugaran. Bahan kimia yang dilepaskan dari kelenjar di seluruh tubuh kita tersebut bertanggung jawab atas segala hal mulai dari perkembangan seksual, metabolisme, hingga kekuatan dan kesehatan tulang.

Tubuh memiliki banyak hormon, namun beberapa yang paling penting antara lain insulin, testosteron, progesteron, esterogen, tiroid, dan kortisol. Jika seseorang memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon, berbagai macam gejala dapat terjadi. Berikut adalah beberapa gejala paling umum dari ketidakseimbangan hormon.

 

  1.  Kelelahan

Merasa lelah sepanjang waktu meskipun sudah cukup tidur adalah salah satu tanda paling umum dari ketidakseimbangan hormon. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab, tetapi insulin merupakan kemungkinan terbesar, terutama ketika kadar insulin tinggi karena perkembangan resistensi insulin. Kabar baiknya adalah membuat perubahan pola makan seperti mengurangi jumlah karbohidrat sederhana—seperti gula dan tepung putih dalam makanan, menurunkan berat badan, dan berolahraga secara teratur dapat membantu menurunkan kadar insulin secara alami seeta menjaga gula darah tetap stabil sepanjang hari.

  1.  Susah Tidur

Insomnia juga merupakan efek samping umum dari ketidakseimbangan hormon. Pada pria, ini sering menjadi tanda bahwa kadar testosteron rendah, sedangkan pada wanita penyebabnya kadar progesteron yang rendah. Tingkat progesteron maupun testosteron yang rendah dapat dibantu dengan aktivitas fisik dan nutrisi yang cukup, ataupun konsumsi herbal.