Elvyn G Masassya Spesialis Memoles Korporasi

Menurutnya, hasil bagus yang diperoleh perusahaan sesungguhnya tak lepas dari perbaikan yang dilakukan pada sistem. “Di awal saya menjabat Direktur Investasi Jamsostek adalah membuat sistem baru yang lebih transparan, lebih baku. Jadi, saya siapkan satu sistem dan diimplementasikan di lapangan. Itulah capaian yang rasakan cukup membanggakan,” ujarnya. Saat menjadi CEO, Elvyn kembali melakukan beberapa langkah inovatif. Dia mulai melakukan perubahan budaya kerja dengan menanamkan satu etos kerja yang disebut TOPAS (Teamwork, Open mind, Passion, Action, dan Sense). Selain itu, ia juga memperbaiki business process dengan mengorientasikan kepentingan peserta sebagai customer dan mencanangkan one day service kepada mereka. “Dari sisi governance, kami memastikan semuanya patuh pada aturan yang berlaku. Saya bersyukur karena pekan lalu kami
mendapat ganjaran dari hasil evaluasi seluruh BUMN, PT Jamsostek mendapat peringkat pertama untuk kategori inovasi good corporate governance di BUMN non listed, artinya perusahaan yang tidak go public. Pencapaian positif yang diperoleh pada setiap perusahaan dipimpinnya, tak lepas dari filosofi yang dianut Elvyn dalam bekerja. Di mana pun ia berkarir dan bekerja ia harus menjadi seseorang yang memberi manfaat dan memberi value pada orang lain. Filosofi ini dijalani Elvyn sejak 15 tahun lalu. “How to be someone who meaningful for the others. Itulah prinsip saya,” tuturnya. Elvyn menyebut, dalam bekerja dan berkarir ia punya prinsip 5 K. Pertama kesungguhan. Bekerja dengan kesungguhan
dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki. Kedua, Kehati-hatian. Ini menjadi salah satu faktor seseorang berhasil atau tidak dalam karirnya. Ketiga, kejujuran, Keempat, kegembiraan. “Bekerja lah dengan happy. Karena kalau seseorang bekerja dengan keluh kesah dan rasa tidak nyaman biasanya sulit untuk berhasil. Jadi, bekerja lah dengan gembira apapun yang kita kerjakan,” ujarnya. Prinsip kelima, kata Elvyn, adalah keikhlasan. Ada faktor spiritual juga yang ditanamkan dirinya dalam menjalani karir. Dalam memimpin perusahaan, Elvyn menerapkan prinsip leadership dengan falsafah ‘Tut Wuri Handayani’. Pemimpin berada di depan memberi arahan dan tujuan yang jelas ke satu titik. Pemimpin juga punya peran mendorong, memberikan motivasi, dan inspirasi kepada semua elemen di
perusahaan. “Saya mengemasnya sebagai solusi bagi perusahaan. Pemimpin adalah solusi untuk menyelesaikan suatu persoalan, memberikan arah perusahaan, dan menjadi teladan bagi karyawan. Jadi, lead by example, lead by direction, lead by inspiration,” jelas Elvyn. Sebagai seorang CEO, Elvyn juga punya tokoh yang bisa dijadikan acuan atau inspirasi dalam menjalankan roda perusahaannya. Yang menjadi referensi bagi Elvyn adalah CEO yang punya karakter perubahan, entah itu CEO senior atau yang masih muda. “Perubahan itu berarti mereka mampu menanamkan inisiasi untuk berinovasi.
Saya kagum kepada CEO yang membawa perubahan misalnya, pendiri Microsoft, Bill Gates dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg,” ujarnya. Untuk konteks Indonesia, ia mengaku kagum pada sosok CEO Astra, Michael D Ruslim. Yang dikaguminya adalah karena Michael bisa mengkonsolidasikan banyak perusahaan dan semuanya berjalan baik. Selain itu, ada sosok Agus Martowardojo. Saat menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, Agus melakukan perubahan menyeluruh di semua lini. Hasilnya,
performance Bank Mandiri kian bagus. Elvyn mengaku, untuk referensi ia tidak mesti harus CEO dari korporasi, tetapi juga dari pemimpin negara, seperti Soekarno, Nelson Mandela (Afrika Selatan), dan Mahatma Ghandi (India). Menurutnya, tantangan dunia korporasi nasional soal integritas dan inovasi. “Tantangan sebagian besar perusahaan di Indonesia dalam dua hal itu. Pertama, meningkatkan integrity, sehingga perusahaan berbisnis berbasis integritas. Kedua, meningkatkankreatifitas untuk berinovasi, bukan melakukan pengulangan terhadap hal yang sudah pernah dilakukan sebelumnya,” imbuhnya. Sosok muda satu ini ternyata menyimpan obsesi yang belum kesampaian. Secara personal ia ingin bisa membantu anak-anak yatim bersekolah dengan baik dan membantu kaum dhuafa mendapatkan layanan kesehatan secara gratis. Untuk obsesi satu ini, Elvyn mengaku sudah mulai melakukannya meski belum dalam skala besar. Sebagai CEO Jamsostek, Elvyn punya obsesi seluruh rakyat Indonesia mendapatkan jaminan sosial dan terpenuhinya basic welfare mereka melalui program Jamsostek dan anakanak buruh bisa mendapatkan pendidikan yang baik. “Dulu ketika masih remaja saya juga punya obsesi, yakni ingin punya klub sepakbola dan menjadi musisi. Keinginan punya klub sepak bola sudah tidak lagi, apalagi melihat konflik di tubuh PSSI. Yang sudah tercapai adalah menjadi musisi,” katanya. Meski tidak terjun langsung tapi ia sudah mulai dengan membuat lagu dan
album.
Elvyngrafi
Nama: Elvyn G. Masassya, Jabatan: Direktur
Utama PT Jamsostek, Lahir: Medan, 18 Juni 1967,
Pendidikan: Magister Manajemen (Keuangan)
Institut Teknologi Bandung (ITB), Sarjana Ekonomi
jurusan Manajemen Universitas Jayabaya - Jakarta,
Karir: pernah menjabat sebagai Komisaris PT Bank
Bali, Direktur PT Bank Permata Tbk, Corporate
Secretary PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk,
Direktur PT Tuban Petrochemical Industries, dan
Direktur Investasi PT Jamsostek (Persero).