Arief Yahya Mewujudkan Telkom Sebagai Global Player

Oleh: content (Administrator) - 01 January 2013
Tak salah kalau Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) yang diselenggarakan pada 11 Mei 2012 menyetujui Arief Yahya sebagai Direktur Utama Telkom. Arief bukan orang baru di Telkom. Pengabdiannya di perusahaan telekomunikasi pelat merah ini telah dimulainya sejak tahun 1986. Alumnus Institut Teknologi Bandung bidang Elektro yang meraih gelar Master bidang Telecommunications Engineering dari University of Surrey, Inggris ini pernah menjalani berbagai penugasan di Telkom, antara lain sebagai Senior Manager Niaga Divisi Regional II (1999 – 2001), General Manager Kandatel Jakarta Barat (2002 – 2003), Kepala Divisi Regional VI Kalimantan (2003 – 2004), dan Kepala Divisi Regional V JawaTimur (2004 – 2005). Performa kerja yang cemerlang membuat karir Pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur ini terus melejit. Ketua Ikatan Alumni ElektroInstitut Teknologi Bandung sejak tahun 2009 berhasil menduduki posisi Direktur Enterprise & Wholesale Telkom sejak tahun 2005. Begitu diangkat menjadi Direktur Utama, Arief langsung mendongkrak kinerja Telkom. Dalam tempo singkat, Arief telah
melakukan banyak langkah strategis dalam meningkatkan performa perusahaan ini. Tengok saja, di triwulan III-2012 Telkom mencetak laba Rp 14,12 triliun (unaudited). Angka ini naik 20,6% di bandingkan laba tahun sebelumnya pada periode yang sama Rp 11,702 triliun. Disamping itu harga saham Telkom mencapai Rp. 9.050 tumbuh 28,4% selama tahun 2012. Untuk mendongkrak performa perusahaan ini, Arief memiliki filosofi kerja dengan working spirit: always the best. “Kita harus menjadi yang terbaik, caranya dengan apa yang saya istilahkan imagine, focus dan action. Imagine adalah gabungan antara visi dan mimpi. Sementara kita harus focus yakni mengutamakan yang utama, dan action adalah langkah yang diperlukan untuk mengubah dunia,” ujar Arief serius. Filosofi lainnya yang juga selalu dikedepankan Arief adalah terbangunnya keseimbangan antara raga, rasio, rasa, dan ruh. “Kita juga harus berpikir mega, dan memimpin dengan hati serta mengelola dengan rasio,” ujar Arief yang ingin mewujudkan visinya membawa Telkom sebagai customer centric company. Dengan filosofi itu jualah, Arief bersama seluruh jajaran Telkom Group siap menghadapi tantangan agar perusahaan bisa survive dan berkembang di tengah konsumen yang semakin pintar dan teknologi yang semakin canggih. Dengan filosofi itulah, Arief bertekad mewujudkan obsesinya menjadikan Telkom sebagai global player. Langkah menuju obsesinya itu telah ia persiapkan antara lain dengan mencanangkan Telkom Corporate University (Telkom CorpU) sebagai center of chiefship dan wahana untuk mencapai center of excellence. “ ‘Telkom CorpU’ akan melahirkan tenaga-tenaga ahli bersertifikasi internasional sehingga kelak akan lahir great leader kelas dunia. Kami menargetkan pada tahun 2013 ini ada sedikitnya 1.250 karyawan Telkom bersertifikasi internasional,” ujar pengagum Jack Welch ini. Arief berharap bisa melahirkan generasi mumpuni yang kelak akan memimpin Telkom. Karena ia yakin, pemimpin yang baik harus mampu melahirkan generasi terbaik yang kelak akan menjadi pemimpin. Untuk menampilkan Telkom sebagai pemain berkelas dunia, memang bukan isapan jempol. Telkom saat ini adalah industri telekomunikasi terbesar kedua di level regional setelah Singtel, Singapura. Telkom juga telah mendapat lisensi di Timor Leste selama 15 tahun dimulai awal tahun 2013. Anak perusahaan Telkom bernama Telin, telah berkiprah di Singapura, Hongkong, Malaysia, dan Australia. Ekuitas Telkom untuk menjadi holding company di global player juga terlihat dengan listing di New York Stock Exchange dan London Stock Exchange, serta di Tokyo Stock Exchange ( public offering without listing). Hal ini membuktikan governance Telkom semakin membaik. Kiprah dan kepiawaian Arief dalam membangun Telkom pun mendapatkan beragam apresiasi dan penghargaan dari dalam dan luar negeri antara lain empat penghargaan bergengsi dalam ajang Anugerah BUMN 2012. Penghargaan tersebut meliputi CEO BUMN Terbaik untuk Direktur Utama Telkom Arief Yahya, Inovasi Sumber daya Manusia Terbaik, serta penghargaan untuk Inovasi GCG dan Inovasi Aplikasi Teknologi. Anugerah BUMN 2012 yang bertemakan “Inovasi untuk Optimalisasi Kontribusi” diselenggarakan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Forum Humas BUMN dan Majalah BUMN Track. Telkom dinilai sebagai BUMN yang telah menunjukkan kinerja luar biasa. Karena penghargaan diberikan berdasarkan sejumlah penilaian, termasuk di antaranya penerapan Key Performance Indikator (KPI) dan penerapan tata laksana perusahaan secara baik. Selain itu, Telkom juga kembali meraih penghargaan Economic Challenges Award 2012 untuk kategori Industri Bidang Telekomunikasi. Dalam bidang pengelolan sumber daya manusia (SDM) Telkom juga dinobatkan sebagai perusahaan telekomunikasi dengan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) terbaik dalam ajang Indonesia Human Capital Study 2012 (IHCS 2012). Penghargaan yang diraih Telkom dalam IHCS 2012 adalah The Best For All Criteria, The Best For Employee Net Promoter Score, The Best For Human Capital Initiative Employee Self Service, dan The Best For CEO Commitment. Kini, portofolio bisnis Telkom melebarkan jaringan bisnis menjadi Telecommunication, Information, Media, Edutainment and Services (TIMES). Transformasi bisnis TIMES diperkirakan tuntas pada tahun 2014. Langkah bisnis ini akan menambah kepercayaan diri seluruh jajarannya untuk terus berkarya dan menjadikan Telkom Group sebagai perusahaan telekomunikasi terbaik tidak saja di level nasional, tetapi juga di level regional bahkan internasional. Saat ini Telkom telah mencatatkan diri sebagai perusahaan peringkat 726 berdasarkan Forbes 2012 Global Company serta nomor dua terbesar berdasarkan Fortune Indonesia 100. Kelak, Arief berharap apa yang telah dilakukannya ini manjadi Kebanggaan tak hanya bagi Telkom tapi juga bagi bangsa dan negara.

Ariefgrafi
Nama: Ir. Arief Yahya, MSc, Tempat , Tanggal Lahir:
Banyuwangi, 2 April 1961, Agama: Islam, Status:
Menikah, Pendidikan: S-2, Master of Science
Telematics, University of Surrey, UK,1994 S-1, Elektro
Telekomunikasi ITB, 1986, Riwayat Pekerjaan: Mei
2012 – skr Direktur Utama PT. Telkom, (Mei 2012 –
skr) Komisaris Utama PT. Telkomsel