UMKM Summit 2022: Bangkitkan Semangat Ekonomi UMKM Indonesia

Oleh: Angie () - 17 November 2022

Dalam upaya membangun ekonomi kerakyatan, Presiden RI telah memberikan arahan untuk melakukan pengembangan UMKM Naik Kelas dan Modernisasi Koperasi. Peran UMKM sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia, dengan jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha. Kontribusi UMKM terhadap PDB juga mencapai 60,5%, dan terhadap penyerapan tenaga kerja adalah 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

Kondisi UMKM lokal sempat menurun pada dua tahun pertama pandemi Covid-19 yakni di tahun 2020-2021. Berdasarkan survei dari UNDP dan LPEM UI yang melibatkan 1.180 responden para pelaku UMKM diperoleh hasil bahwa pada masa itu lebih dari 48% UMKM mengalami masalah bahan baku, 77% pendapatannya menurun, 88% UMKM mengalami penurunan permintaan produk, dan bahkan 97% UMKM mengalami penurunan nilai aset.

Menurut data dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), pada 2020 terdapat sekitar 46,6 juta dari total 64 juta UMKM di Indonesia belum memiliki akses permodalan dari perbankan maupun lembaga keuangan bukan bank. Hambatan pembiayaan yang dialami UMKM menjadi landasan bagi Pemerintah untuk memberikan dukungan fasilitas pembiayaan lainnya, antara lain melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL), Mekaar PNM, Bank Wakaf Mikro, Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Skema pembiayaan ini dapat diakses UMKM sesuai kelasnya seiring dengan berkembangnya tingkat bisnis UMKM. Skema KUR terdiri dari KUR Super Mikro, KUR Mikro, KUR Kecil, KUR Khusus, dan KUR PMI. Khusus untuk KUR Super Mikro dan KUR Mikro tidak diperlukan agunan tambahan.

Perkembangan Kredit UMKM sendiri terus meningkat dan NPL terus terjaga stabil. Kredit UMKM terus meningkat hingga mencapai Rp1.275,03 triliun atau tumbuh 16,75% (yoy). NPL tetap terjaga pada kisaran 4%, di mana posisi terakhir pada April 2022 NPL tercatat mencapai 4,38%, lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu yang berada di 4,41%.Namun, kenaikan tersebut dinilai masih jauh dibandingkan beberapa negara lain seperti Singapura (41%), Thailand (41%), dan Tiongkok (60%). Jadi, target kontribusi ekspor UMKM diharapkan meningkat menjadi 17% di 2024.

Tantangan UMKM ke depan yang harus diatasi bersama oleh segenap stakeholders terkait antara lain berkaitan dengan inovasi dan teknologi, literasi digital, produktivitas, legalitas atau perizinan, pembiayaan, branding dan pemasaran, sumber daya manusia, standardisasi dan sertifikasi, pemerataan pembinaan, pelatihan, dan fasilitasi, serta basis data tunggal.

 

UMKM Summit 2022

 

Kolaborasi UMKM dengan perusahaan BUMN maupun swasta menjadi kunci sukses untuk mengatasi tantangan dalam mengadapai ketidakpastian global dan situasi ekonomi yang sulit. Kemitraan UMKM dengan usaha besar berpeluang agar bisa masuk dalam rantai produksi global sehingga meningkatkan peluang UMKM untuk naik kelas & memajukan kualitas usahanya. Pada akhirnya UMKM menjadi lebih kompetitif dengan produk yang ramah lingkungan. Inovasi berkelanjutan dalam UMKM perlu disosialisasikan dan diterapkan kepada para pelaku UMKM selain perlunya lebih banyak pelaku UMKM yang merambah bisnis digital.

Setelah sebelumnya di tahun 2021 Obsession Media Group (OMG) sukses menyelenggarakan UMKM SUMMIT 2021 dengan melibatkan 2000 pelaku UMKM dan menghadirkan para pembicara dari perwakilan pemerintah, perusahaan swasta, dan BUMN, tahun 2022 ini akan diselenggarakan kembali program virtual event “UMKM SUMMIT 2022”.

Penyelenggaraan event tahunan tersebut sekaligus sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dari OMG untuk membantu kelangsungan hidup UMKM Tanah Air di situasi yang tidak menentu di tahun mendatang, serta agar lebih kuat dan terus menjadi penopang ekonomi nasional di tahun 2023. Acara ini digelar Dengan harapan bisa menjembatani antara para pelaku UMKM, Pemerintah, dan perusahaan BUMN maupun swasta.

Ada pun para pembicara dan Keynote Speech yang akan hadir antara lainMenteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan, anggota DPR RI Herman Khaeron, Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid, Corporate Affairs Director Nestle Indonesia Suvintri Rahayu, Tokoh Penggiat UMKM Ary Zulfikar, Owner Batik Trusmi Sally Giovani, Asisten Deputi Kapasitas Usaha Mikro Deputi Bidang Usaha Mikro, KemenKopUKM Hariyanto, dan lainnya. Presiden RI Joko Widodo juga dijadwalkan akan membuka acara UMKM Summit 2022 ini.

Acara yang digelar untuk umum secara online ini tidak dipungut biaya. Untuk informasi dan pendaftaran, dapat mengklik tautan berikut ini https://bit.ly/UMKMSummit2022 atau https://wa.me/message/GLY5ATQKGL6CM1