Irwan Dewanto (Vice President of Corporate HR TACO Group), Bekerja dengan Hati, Mengayomi Penuh Empati
Naskah: Gia/sahrudi, Foto: Sutanto
Menjadikan pekerjaan sebagai ibadah merupakan kunci sukses bagi Irwan Dewanto dalam mengelola karyawan. Terbukti Vice President of Corporate HR TACO Group ini mampu membuat betah lebih kurang 1.400 karyawan yang sebagian besar GenZ dan milenial berkiprah di perusahaan penyedia solusi internasional terkemuka tersebut. Padahal tidak mudah membuat milenial tetap bertahan di tengah pilihan profesi yang semakin banyak.
Dunia human resources (HR) telah membuat hati alumni Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) ini kepincut. Sejak memulai karir di sejumlah perusahaan multinasional, pekerjaan Irwan tak jauh dari bidang HR. Sampai kemudian tahun 2017 ia bergabung di PT Tangkas Cipta Optimal atau TACO Group hingga menapaki jenjang karir sebagai direksi yang harus mengelola sumberdaya manusia di perusahaan pembuat aneka produk interior seperti HPL, lantai vinyl &SPC, PVC edging, PVC sheet, engsel, gas Spring, dan lem kuning serbaguna itu.
“Sejak awal, saya sudah jatuh cinta dengan dunia HR. Menurut saya, menjadi seorang HR yang baik adalah kesempatan untuk bekerja sekaligus beribadah, karena kita bisa membantu karyawan mengembangkan keterampilan dan motivasi mereka, sehingga pada gilirannya memberi dampak positif dalam kehidupan mereka, dan itu adalah sebuah amal. Bagi saya, pekerjaan ini bukan hanya tentang penghasilan, tetapi juga tentang memberi manfaat bagi sesama,”ujarnya saat disambangi tim Men's Obsession di TACO Experience Center, Indonesia Design District (IDD), PIK 2, Tangerang, Banten.
Sebagai Direktur bidang HR di TACO Group, Irwan mengaku sangat terinspirasi oleh visi yang digagas oleh pendirinya, yang mengedepankan tiga nilai utama yakni, bekerja sebagai saluran berkah bagi semua pemangku kepentingan, bekerja dengan profesionalisme, dan menjaga nilai-nilai kekeluargaan dalam lingkungan kerja. “Bagi saya, ini adalah keseimbangan yang luar biasa. Biasanya, perusahaan yang profesional cenderung kaku, sementara yang mengedepankan kekeluargaan seringkali kurang profesional. Di TACO, kami berhasil menggabungkan keduanya, menciptakan budaya kerja yang profesional, namun tetap hangat dan kekeluargaan,”ujarnya.
Filosofi ini, katanya lagi, kemudian diterapkan dalam “HR Goals TACO”di mana semuanya berusaha menjadikan TACO sebagai “rumah kedua”bagi karyawan. Tentu saja, diakui Irwan dalam menciptakan keseimbangan ini bukan hal yang mudah, karena menggabungkan kekeluargaan dan profesionalisme selalu memiliki tantangannya. Namun, itulah yang membuat TACO begitu istimewa.
Dalam mengelola SDM itu pula Irwan sangat fleksibel dalam menempatkan jam kerja bagi karyawan. Misalnya dengan menerapkan pola bekerja dari mana saja tapi juga menerapkan core hours, yaitu jam-jam inti ketika semua karyawan wajib ada di kantor untuk memastikan kelancaran komunikasi antar tim, sementara fleksibilitas jam kerja tetap terjaga. “Meskipun fleksibel, produktivitas tetap kami jaga dengan pendekatan result-oriented. Kami mengajarkan line manager untuk menetapkan hasil yang terukur,”tuturnya. Hasilnya, dalam lima tahun terakhir, bisnis TACO tumbuh tiga kali lipat di sisi top line, sementara bottom line tetap mempertahankan profitabilitas yang sangat sehat.
Dengan demikian, meski pendapatan meningkat TACO tetap menjaga efisiensi dan keberlanjutan pertumbuhan. “Kami fokus pada growth yang tidak hanya menguntungkan shareholder, tetapi juga memberi manfaat bagi toko, konsumen, dan karyawan TACO. Ini semua berkat dukungan dari tim manajemen yang profesional. Dimana kami memiliki delapan orang di level direksi, yang semuanya adalah ahli di bidangnya—sebuah tim super yang saling mendukung, bukan individu yang berjuang sendiri. Di TACO, kami percaya pada kekuatan super team, bukan superman,”tegasnya.
Lalu bagaimana dengan inovasi teknologi dalam mengelola HR? Irwan punya strategi sendiri dengan mengaplikasikan sistem HRIS yang terintegrasi di Taconnect berikut learning management system dan performance management system yang didalamnya juga terdapat 360 feedback online.
“Beberapa waktu lalu, saya mengikuti tech fest di Asia Tenggara untuk memahami lebih dalam tentang AI. Ternyata, AI sangat berguna karena dapat bekerja 24/7, meningkatkan customer service, dan memastikan service level agreement (SLA) terpenuhi. Namun, setelah membandingkan biaya dan SLA antara tim rekrutmen kami dan AI, saya memutuskan untuk tetap menggunakan tim rekrutmen selama mereka bisa memberikan hasil yang kompetitif dengan biaya yang lebih rendah. AI memang berguna, tapi harus digunakan dengan bijaksana, karena pada akhirnya keputusan tetap ada di tangan kita,”ucapnya.
Ia memprediksi ke depannya dunia Human Capital akan semakin terdisrupsi oleh teknologi. Keahlian yang kita miliki sekarang bisa cepat usang, dan HR harus berperan penting dalam menyediakan platform pembelajaran yang fleksibel, mudah diakses, dan relevan. “Karyawan tidak lagi harus terikat dengan pelatihan yang panjang;mereka bisa belajar kapan saja, di mana saja, bahkan saat dalam perjalanan. HR akan semakin fokus pada learning, reskilling, dan membekali karyawan dengan keterampilan yang terus berkembang,”bebernya.
Pencapaian Irwan sebagai seorang Vice President Corporate HRGA TACO Group berbuah manis. Sejumlah apresiasi dan penghargaan diberikan kepada TACO Group. Antara lain meraih penghargaan “Best Companies to Work For”versi HR Asia selama empat tahun berturut-turut. Penghargaan ini tak didapatkan dengan mudah, pasalnya HR Asia melakukan audit tahunan yang melibatkan wawancara mendalam dengan puluhan karyawan. Mereka mengukur sejauh mana karyawan merasa puas, serta bagaimana perusahaan mendukung aspek human capital mereka. Kemudian, TACO Group juga dianugerahi “Top Human Capital Award”2023-2024 dari majalah Top Business, kemudian baru-baru ini meraih penghargaan sebagai “The High Performing Human Capital Director 2024”. Itu semua sebuah pengakuan atas komitmen TACO Group dalam mengelola sumber daya manusia dengan sangat baik. Mengelola dengan hati dan mengayomi dengan penuh empati.