Mia Krishna Anggraini (Direktur SDM & Penunjang Bisnis PT Pertamina Patra Niaga), Membangun Kekuatan SDM Perusahaan

Oleh: Syulianita (Editor) - 31 December 2024

Naskah: Suci Yulianita Foto: Abdul Razzak Jauhar

Berbekal pengalamannya di berbagai sektor, Mia Anggraini sangat bersemangat saat diberi amanah menjadi pemimpin dalam bidang pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Bagi Mia, SDM menjadi salah satu kunci sukses perusahaan yang dampaknya akan luar biasa jika dilakukan dengan tepat dan benar.

Saat ditemui tim Men’s Obsession di ruang kerjanya di Kawasan Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu, Mia menerima kami dengan sangat hangat. Sama sekali tak ada kesan kaku meski kami baru kali pertama berjumpa. Sebaliknya, ia sangat ramah, bahkan sesekali terlontar tawa canda di sela-sela pertemuan singkat ini. Ya, seperti itu jugalah Mia memperlakukan timnya, merangkul dengan pendekatan humanis, jauh dari kesan kaku atau bossy.

Mengawali perbincangan, lulusan Teknik Kimia ini bercerita, perjalanan kariernya dimulai di bidang riset, kemudian sales dan marketing, business development, dan sejak tiga tahun lalu, ia dipercaya memimpin Fungsi SDM dan Penunjang Bisnis di Patra Niaga. “17 tahun saya di bidang riset. Berhadapan dengan mesin, namun sangat enjoy saat pindah ke sales. Saya akhirnya terjun lebih dalam ke business development, baru kemudian dari sana saya diberi penugasan untuk menangani SDM," ujar Mia. 

Dengan posisinya sebagai Direktur SDM & Penunjang Bisnis PT Pertamina Patra Niaga, Mia memastikan bahwa perusahaan memiliki talenta yang siap menghadapi tantangan baik hari ini maupun masa depan, bagaimana menciptakan sistem dan lingkungan kerja yang mendukung kinerja tinggi, inovasi dan kolaborasi, termasuk para pemimpin yang unggul baik aspek leadership (kepemimpinan) maupun kapabilitas teknis. Fokus ini tidak lepas dari pengalaman Mia di berbagai sektor sebelumnya. “Saya beruntung punya beberapa pengalaman yang memperkaya sudut pandang saya, membuat saya bisa lebih baik dalam mengelola setiap penugasan, termasuk di Fungsi SDM dan Penunjang Bisnis ini,” ujar Mia.

Dengan sudut pandang yang dibangun dari pengalamannya itu, bagi Mia, fungsi SDM memiliki peran yang sangat krusial, yang jauh dari sekadar fungsi administratif sebagaimana image pada umumnya. Fungsi Pengelola SDM adalah performance activator yang membangkitkan dan meningkatkan kinerja untuk membangun daya saing perusahaan. Baginya, Fungsi Pengelola SDM adalah partner bagi bisnis yang harus selaras dan bisa mengikuti dinamika bisnis agar bisa memberi solusi bagi permasalahan bisnis. Fungsi Pengelola SDM juga arsitek masa depan perusahaan, karena bagaimana perusahaan di masa depan sangat tergantung dari kapabilitas orang, lingkungan, dan sistem Manajemen SDM yang disiapkan hari ini.

"Dengan tugas yang sangat luar biasa ini, saya sangat excited, dan saya berharap apa yang dilakukan Fungsi SDM bukan sekadar program, tapi benar-benar sesuatu yang bisa membawa dampak bagi perusahaan,” tutur Mia. 

Di sisi lain, Mia mengamini bahwa dampak dari strategi Fungsi SDM ini tentunya tidak mudah dan tidak selalu cepat terlihat. Ini terkadang membuat image Fungsi SDM sebagai “nice to have” atau diposisikan sebagai administatur kepegawaian. “Saya percaya tidak ada yang tidak bisa diubah, selama kita memiliki niat yang baik dan tujuan yang kuat, dengan strategi yang komprehensif dan tepat, dilengkapi persistence dan kesabaran," jelasnya.

Salah satu yang mendorong persistence tersebut adalah karena Pertamina Patra Niaga adalah tulang punggung BUMN terbesar Indonesia dalam penguasaan pasar dan pelayanan publik khususnya untuk pemasok energi dan produk terkait seperti pelumas, aspal, petrokimia, dan lainnya. Pertamina Patra Niaga juga beraspirasi menjadi partner dekarbonisasi. Ini membuat setiap komponen Perusahaan adalah Pejuang Bangsa yang memastikan ketahanan energi diseluruh pelosok Indonesia, baik dari aspek Energy Security, Energy Equity maupun Sustainability. “Tanpa ketahanan energi yang memadai, Indonesia Emas 2045 akan sangat sulit tercapai,” jelas Mia.

Untuk mendukung tugas besar tersebut, beberapa strategi pengelolaan SDM telah disusun dan dieksekusi dengan monitoring dan evaluasi langsung olehnya. “Sebagai leader, kita tidak bisa hanya bicara visi dan rolemodelship, memberi contoh, bicara memberi arahan atau instruksi di depan. Kita harus paham bagaimana kesulitan tim, dan mencari solusi untuk membantunya. Ini tentunya butuh komunikasi berkualitas, sehingga leader harus mampu mendengar dan down to earth, agar tim tidak takut dan mau jujur saat kita minta melakukan “check and balance”. Untuk ini kita kadang harus duduk dan bekerja bersama mereka. Kadang kita juga harus pindah ke belakang untuk mendorong mereka agar maju. Tut wuri handayani,” ungkap Mia terkait prinsip kepemimpinannya.

Prinsip ini dipegangnya betul karena Mia percaya pemimpin adalah kunci kesuksesan transformasi. Transformasi pengelolaan SDM ini sangat penting. Karena dari sisi bisnis, dengan tuntutan agility dan resilience bisnis yang makin tinggi, maka Fungsi SDM harus makin erat mendampingi untuk bisa memberikan solusi yang efektif dan mampu mempersiapkan kebutuhan kedepan. Organisasi, proses bisnis, system dan skill set perusahaan perlu semakin ditajamkan untuk memenuhi kebutuhan ini. Salah satu wujudnya adalah digitalisasi dan automasi proses bisnis, termasuk di Fungsi SDM. Integrasi teknologi dalam proses bisnis sudah menjadi keharusan.

Selain itu, untuk mendukung kelincahan dan daya saing bisnis dengan sumber daya yang sefektif dan seefiesien mungkin, Fungsi SDM perlu mempersiapkan talent dengan skill set yang mendukung khususnya future needs. Tidak hanya upskilling, reskilling sudah akan menjadi hal yang semakin biasa.

Dengan mental health concerns, membesarnya persentase Gen Z dalam workforce, upaya perusahaan mendorong Diversity, Equality dan Inclussion, kelangkaan talent dengan skill baru, maka strategi dan EVP Perusahaan tentunya harus menyesuaikan. Sistem pengembangan talent dan karier yang transparan dan independent, manajemen kinerja dan kompensasi yang bersaing, remote dan hybrid working, serta dan ragam well being program, akan mewarnai Human Capital Arsitektur ke depan dan menjadi fokus perusahaan yang memang memandang penting employee engagement dalam mencapai kinerja usaha.

“Sebagai business partner, dengan perubahan landscape persaingan, customer, teknologi yang mengubah peta dan kecepatan dinamika bisnis, maka Fungsi SDM harus memastikan perusahaan mampu beradaptasi dan bertransformasi agar unggul dalam persaingan global. Tapi sebelum mendorong transformasi itu, Fungsi SDM nya harus bertransformasi dulu. Fungsi SDM tidak cukup hanya kompeten di aspek teknis ke-SDM-an, namun harus sangat kuat dalam strategic thinking, menguasai teknologi dan menjadi komunikator yang andal,” tutup Mia.