Search:
Email:     Password:        
 





MO Decade: 10 Resto Rekomendasi Men's Obsession

By Syulianita (Editor) - 08 February 2014 | telah dibaca 4660 kali

10 Resto Rekomendasi Men's Obsession



Naskah : Suci Yulianita Foto : 
Dok. MO

Dari sekian banyak resto atau café yang pernah kami kupas dalam rubrik “rendezvous”, semuanya memang sangat recommended. Karena itu sulit ketika harus memilih 10 saja dari ratusan resto dan café yang pernah kami muat. Tapi, ada10 resto dan café yang kami rekomendasikan diantara yang terbaik itu.



Blue Elephant

Royal Thai Cuisine

Thai Resto yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta ini, bukanlah resto Thailand biasa. Dari sekian banyak restoran Thailand yang ada di Jakarta, Blue Elephant inilah satu-satunya yang menggunakan resep asli dari kerajaan Thailand. Menunya pun persis sama seperti yang disajikan di kerajaan Thailand. Itu lantaran ketiga chef–nya telah berpengalaman memasak untuk kerajaan Thailand.

Ya, semua yang ada di Blue Elephant memang murni dari Thailand, mulai dari desain dan material bangunan, jenis masakan, dan tentu bahan makanannya, termasuk recipe. Untuk menu, bisa dikatakan ratusan menu yang ada merupakan menu unggulan dari Blue Elephant. Hal itu lantaran, keaslian recipe dan bumbu masakan yang ada, menjadikan rasa masakannya memiliki ciri khas tersendiri.

Bibliotheque

Santai dalam Suasana Eropa  

Resto dan lounge yang berada di kawasan Sampoerna Strategic ini, menawarkan sesuatu yang sungguh berbeda. Kala kaki pertama kali melangkah memasuki resto melalui sebuah pintu kaca besar, pengunjung akan terpesona akan keindahan interior desainnya yang unik, megah, dan nyeni. Lihat saja lampu-lampu jalanan ala Eropa nan artistik yang menghiasi tiap sudut resto dari ujung ke ujung, deretan kaca megah yang berada di dinding bar, furnitur berkelas,  serta kenyamanan sofa yang ada di lounge. Semua itu membuat tamu merasa betah berlama-lama di dalamnya, layaknya di rumah sendiri.

Satu hal yang tak kalah unik, sekaligus menjadi ciri khas dari resto ini adalah interior dan suasana perpustakaan. Ratusan buku-buku tebal sengaja diletakan di dalam rak besar yang ada di dinding resto yang berfungsi sebagai pajangan. Restoran dan Lounge dengan konsep semi fine dining, ini, memiliki beberapa area. Yaitu,  ruangan indoor yang terdiri dari lounge dan dining, yang memuat hingga 145 kapasitas, serta Mezzanine atau sebuah ruangan private yang berada di loteng, memuat hingga 25 orang. Ruang ini biasanya memang digunakan untuk private gathering. Nah untuk ruangan outdoor, ada teras yang luas, persis berada di depan Bibliotheque.


The Gallery

The Art of Dining at The Gallery

The Gallery, dari namanya, mungkin Anda berpikir bahwa ini adalah sebuah galeri seni. Terlebih jika melihat tempatnya yang memang didesain sedemikian rupa layaknya sebuah ruang pamer seni. Memang itulah konsepnya, menikmati cita rasa kuliner berkelas di tengah aura seni yang kental. Pertama melangkahkan kaki, pengunjung akan disambut sebuah lorong panjang berwarna coklat dengan sentuhan artistik. Karya seni lukis dan patung yang indah terpajang di dalamnya.

Restoran yang berada di Lantai 1, Hotel Ciputra, Jakarta, ini, memajang puluhan lukisan yang merupakan replika dari koleksi sang owner, pebisnis terkemuka Bapak Ir. Ciputra yang biasa disapa Pak Cik. Semua lukisan itu adalah karya salah satu pelukis ternama Indonesia, Hendra Gunawan. Selain lukisan dan patung-patung yang terpajang rapi, di dalam maupun di luar restoran, desain interior pun dibuat seindah mungkin melalui pemilihan warna yang senada dengan warna lukisan yang terpampang. Perhatikan saja warna karpet yang menutupi keseluruhan lantai restoran, atau langit-langit restoran. Keserasian guratan warna yang senada itu semakin menguatkan konsep The Gallery sebagai restoran yang memiliki nilai seni tinggi.


Diagonale

a Cozy Place to Hangout 

Resto & lounge yang berada di pusat ibukota, ini, rasanya sangat tepat untuk disinggahi sembari menunggu terurainya kemacetan, terlebih di saat jam pulang kerja. Deretan sofa empuk menyambut tamu kala pertama masuk ke dalam resto, ditemani musik lembut yang mengalun, serta keramahan para awak Diagonale yang selalu menyapa tamu dengan bersahabat diiringi senyum ramah. Ya, Diagonale memang dirancang senyaman mungkin, layaknya berada di dalam rumah sendiri.

Mengusung konsep restoran dan lounge, tempat ini buka dari pukul 11.00 WIB hingga dini hari. Di saat weekend, bisa sampai pukul 04.00 dini hari. Ya, karena Diagonale sejak pukul 21.00 WIB berubah menjadi night club, tempat para clubbers menghabiskan malam, tentunya juga dilengkapi dengan DJ (Disk Jockey) untuk hari Rabu sampai dengan Sabtu. Namun karena segmen Diagonale adalah A+, yaitu para eksekutif yang sudah mature, maka musik yang dimainkan oleh DJ disesuaikan, seperti klasik disko. Dan khusus untuk hari Kamis, pengunjung dihibur oleh penampilan band akustik yang dimulai sejak pukul 20.30 WIB.


Pad@28

Feels Like Home 

Dari luar, bangunan resto yang berlokasi di Jalan Tulodong Atas No. 28, Jakarta Selatan, ini, tampak seperti sebuah rumah besar. Pad@28, demikian namanya, adalah restoran yang mengusung konsep homey. Teras dengan mini garden yang terletak di samping pintu masuk, kian menguatkan kesan bahwa bangunan ini adalah sebuah rumah. Dan begitu kaki melangkah masuk ke dalam resto, sungguh terasa atmosfer dalam rumah yang begitu nyaman. Arti dari nama Pad@28 sendiri adalah rumah dengan nomor 28. Penamaan masing-masing ruangannya juga cukup unik, yaitu living room (untuk lantai 1), dining room (lantai 2), dan nook and cranny lounge (lantai 3).

Nook and Crany Lounge, adalah loteng yang berfungsi sebagai lounge dan bar. Mulai dibuka pada pukul 20.00 WIB, sedangkan untuk living room dan dining room mulai beroperasi sejak pukul 10.30 WIB setiap hari Senin sampai Sabtu. Lounge dan Bar tersebut dilengkapi hiburan seperti live music setiap hari Rabu dan Kamis, serta DJ (Disk Jockey) setiap hari Jumat dan Sabtu. Untuk menu, ratusan menu yang ada, baik itu dessert, appetizer, main course, snack, dan minuman, juga disiapkan sedemikian rupa. Menu-menu tersebut memiliki keistimewaan tersendiri dan beberapa di antaranya menjadi ciri khas dari resto ini. Misalnya untuk steak, daging dan bahan baku yang digunakan dijamin berkualitas tinggi, dengan menggunakan daging premium import.


Nuno Fusion Food

When East Meet West

Resto yang masih tergolong ‘balita’ ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Berbagai jenis menu yang mengundang selera tersedia di sini. Mulai dari masakan Nusantara yang kaya rempah, eksotisme masakan China, masakan Jepang yang rendah lemak, hingga menu Italia yang cheesy. Resto dua lantai yang terletak di kawasan MOI (Mall of Indonesia), Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini, juga berfungsi sebagai lounge dan bar yang dikemas secara apik. Kemewahan desain interior yang didominasi warna merah kian menghangatkan suasana. Adanya live music yang menemani suasana santai di malam weekend, juga mampu memberikan rasa nyaman. Ya, Nuno Fusion Food memang menawarkan konsep fancy, cozy, dan modern.

Kelebihan lain dari resto yang beroperasi setiap hari mulai pukul 11.00 hingga pukul 02.00 WIB dini hari, ini, adalah bahan baku yang mayoritas diolah dan diracik sendiri oleh tim Nuno, khususnya untuk mie, roti, dan cake. Menu andalan yang merupakan hasil kreasi tim Nuno adalah Kwetiau Saus Padang. Sementara itu, menu jenis kuah-kuahan yang sedap dan segar terasa adalah Tom Yam dan Sup Iga. “Sup Iga di sini berbeda dengan tempat lain, karena bisa dimakan hingga ke tulang-tulangnya yang sangat empuk dan renyah,” ucap pemilik Nuno, Kartini Maha. Sedangkan minuman yang menjadi rekomendasi, di antaranya, Apple Mint Mojito, Bikini Punch, dan Hot Chocolate Hazelnut.


Egg Nest Bistro

‘Sarang Burung’ Bercita Rasa Dunia           

Unik, kreatif, dan inovatif. Itulah konsep yang diusung oleh Egg Nest Bistro, sebuah resto yang ada di Oak Tree Urban Hotel, KAGUM Group. Bertemakan serba burung, restoran ini berhasil menyedot rasa penasaran banyak pengunjung. Suasana yang nyaman plus indahnya desain interior, menjadikan resto ini tampak sangat berbeda dari resto-resto kebanyakan. Hal itu dipermanis pula dengan keunikan menu-menu yang ditawarkan, yang tampak menyatu dengan konsep yang disajikan. Pemilihan nama Egg Nest sendiri memiliki makna yang mendalam bagi pemiliknya. Egg yang berarti telur, melambangkan sesuatu yang baru dan segar. Sementara Nest yang berarti sarang, bermakna tempat yang tepat dan nyaman untuk meletakan telur itu.

Desain interior dengan dominasi warna coklat keemasan yang mewah membuat suasana tercipta sangat cozy dan homey. Untuk menu, yang menjadi rekomendasi antara lain sirloin steak, melt beef tenderloin, salmon teriyaki, mushroom soup dan butter roasted white snapper. Ada lagi satu menu yang istimewa sekaligus unik, dan sepertinya hanya bisa Anda jumpai di Egg Nest Bistro. Menu ini bernama egg nest special salad. Makanan pembuka ini, disajikan dalam bentuk yang unik, yaitu sarang burung! Isinya; ada sayuran, smoked beef ham, dan telur. Untuk harga, Egg Nest mematok harga yang terjangkau, mulai dari Rp45.000,++ hingga Rp150.000,++.
 

Basement Cafe

Night Club Nan Homey  

Tempat ini menawarkan hiburan lengkap dengan suasana yang sangat nyaman, mulai dari live music hingga DJ. Inilah tempat yang pas untuk melepaskan penat bersama kerabat usai jam pulang kerja. Atau berbisnis sekalipun, juga bisa dilakukan di Basement Café. Ya, Basement Café memang dikonsep senyaman mungkin. Meski tempat ini adalah sebuah night club, namun jauh dari kesan hingar bingar seperti night club kebanyakan. Sebaliknya, tempat ini justru sangat cozy bahkan homey. Itulah kesan pertama yang dirasakan ketika pertama kali melangkah memasuki ruangan Basement Café.

Untuk hiburan, Basement Café menyediakan live music dan DJ setiap hari Rabu sampai dengan Sabtu, yang dimulai sejak pukul 21.00 sampai dengan pukul 24.00 untuk live music, kemudian dilanjut penampilan DJ sampai dini hari. Sedangkan untuk hari Senin dan Selasa, saat ini Basement Café sedang mengadakan event Jam Session, yang bekerjasama dengan pihak luar mensupport band-band indie untuk bermain musik di sana. Live music yang disuguhkan di Basement Café, terdiri dari dua genre, yaitu Top 40 dan Rock. Tamu-tamu basement café mayoritas adalah penikmat musik rock, lantaran image Basement Café yang merupakan metamorfosis dari café terdahulunya, The Rock Cafe. Terlebih di kawasan Kemang masih jarang night club atau bar yang menyuguhkan penampilan band Rock. Bahkan konon, sebelum ada Rolling Stone Café, di sinilah tempatnya para ‘rockers’ menikmati musik rock.


Amuz Resto

Perancis nan Romantis

Amuz Resto dikonsep sedemikian rupa. Tak hanya penyajian menu yang otentik Perancis, ambience yang diciptakan pun terasa berbeda serta membuat siapapun yang berada di dalamnya merasa sangat nyaman. Desain interior bergaya klasik elegan yang terinspirasi dari Menara Eiffel ini, dirancang dengan sentuhan seni tinggi, sehingga mampu menghidupkan suasana penuh cinta, serta membuat siapapun akan terpukau memandangnya. Resto yang terletak di Energy Building kawasan SCBD, Jakarta Selatan ini, beroperasi setiap hari mulai pukul 11.30 hingga pukul 14.30 untuk jam makan siang, dan pukul 17.30 hingga pukul 22.30 untuk jam makan malam. Namun khusus pada hari Sabtu dan Minggu Amuz hanya buka pada jam makan malam.

Resto dengan kapasitas 70 seating capacity ini, menyediakan menu-menu otentik Perancis yang diracik dengan penuh rasa cinta oleh sang Chef Founder, Gilles Marx. Misalnya menu Spanish Tapas Sampler, yaitu makanan pembuka sejenis salad yang berisi sayuran, ikan-ikanan dan daging. Untuk main menu, bisa coba Pan Roasted Peking Duck Breast, dengan harga Rp.345.000,++. Untuk makanan penutup, Amuz menyediakan beragam jenis, mulai dari berbahan dasar coklat maupun keju. Seperti Guanaja Chocolate & Mocha Ganache Gourmandise, dengan harga Rp.90.000,++, atau bisa coba Cablua Granite & Pretzel Crunch.


Goemon Resto

Serasa di Negeri Sakura

Bagi Anda yang rindu masakan otentik Jepang plus suasana negeri sakura, cobalah singgah di Goemon Resto. Restoran Jepang yang terletak di gedung Keiai Sudirman, Jakarta Selatan ini, memang dikonsep sedemikian rupa dengan suasana Jepang sungguhan. Tengok saja desain interiornya yang minimalis dibuat persis seperti ‘warung makan’ di negara tersebut. Belum lagi adanya sebuah bar ala Jepang dengan konsep open kitchen yang mampu menarik perhatian pengunjung. Ramainya tamu yang mayoritas ekspatriat Jepang juga semakin menguatkan kesan itu.

Resto yang berdiri sejak tahun 1994 ini, beroperasi setiap hari hanya pada saat jam makan siang (mulai pukul 11.30 hingga 14.30), dan jam makan malam (mulai pukul 17.30 hingga 22.00). Konsep Goemon awalnya adalah sports bar, atau ‘izakaya’ dalam istilah Jepang yang dilengkapi dengan layar besar untuk digunakan menonton bola bersama. Untuk itu, khusus di malam hari banyak para pengunjung yang mayoritas ekspatriat Jepang, datang untuk menikmati minuman khas Jepang, seperti Sake (nihon shu), shochu dan beer. Sembari minum, mereka biasanya order makanan ringan sebagai pendamping, antara lain, Edamame yaitu kacang kedelai Jepang, Gooya adalah oseng pare, tahu dan telur, dan Jagaimo Cheese Dango yaitu kentang keju topping butter. Namun, untuk jam makan siang, Goemon juga menyediakan menu makan siang (Goemon Set Menu) yang sangat lengkap.
 



Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

     
               

Popular

   

Photo Gallery

     

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250