Martha Suherman

Dari pekerja menjadi pemilik, dari pelakon seni menjadi penggerak industri, menempatkannya dalam posisi transisi yang memeras daya pikir, “Adaptasinya lama juga,” ujar wanita berdarah tiongkok ini.
Setiap waktunya dijejali dengan urusan kerja. Bahkan di rumah atau saat libur sekalipun, suara tempaan sang ayah atau bunyi keluhan di pesawat telepon kerap terdengar di telinganya. “Kalau kerja sama orang tua, bete-nya kadang juga dibawa ke rumah,” akunya.
Kendati demikian, hal itu tidak membuatnya patah arang dan ia pun berusaha untuk menikmati profesi barunya. Lambat laun, ia tersadar bahwa industri yang digelutinya itu juga terkait dengan seni. “Produk-produknya juga mengaplikasikan seni tersendiri. Seperti soal tren perwarnaan,” ungkapnya.
Seiring waktu, Martha dipercaya sebagai Direktur Marketing PT MCP. Beberapa orang memandang sebelah mata, namun ia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan. “Aku gak mau mentang-mentang kerja di perusahaan keluarga terus berbuat seenaknya,” ujarnya.
Seperti yang ia sadari, semua memang ada bersama pasangan masing-masing. Ada tantangan dan peluangnya. Ada problem berikut pemecahannya. Begitu pun juga di perusahaan keluarga yang dibidaninya sekarang, pun ada dinamikanya.

Kepiawannya dalam merenda karier, bisa saja mewujudkan mimpi pribadinya untuk memiliki kerajaan bisnis hasil jerih payah sendiri. Namun, pengabdiannya seorang anak pada keluarga dan orang tua, tampaknya melumerkan hasrat pribadinya untuk sementara waktu, “Yang terpenting saat ini adalah menjalani apa yang ada di depan mata,” tandasnya.
Marthagrafi
Nama Lengkap Martha Suherman Lahir Bogor, 9 Maret 1980 Pendidikan Desain Komunikasi Visual, Universitas Trisakti, Jakarta Pekerjaan Direktur Marketing PT Murni Cahaya Pratama (produsen Cargloss) Penghargaan The 2nd Best Graduated Trisakti (1998)
Artikel ini dimuat pada Majalah Men’s Obsession Edisi Februari-Maret 2008