Search:
Email:     Password:        
 





Ahmad Sahroni si Anak Priok Meraih Mimpi

By Benny Kumbang (Editor) - 13 August 2014 | telah dibaca 3733 kali

Ahmad Sahroni si Anak Priok Meraih Mimpi

Naskah: Sahrudi, Foto: Fikar Azmy & Dok. Pribadi

“Anda takkan pernah melakukan segalanya di dunia ini tanpa adanya keberanian. Itu adalah kualitas terbesar dari pemikiran setelah kehormatan.”(Aristoteles)

Kalimat bijak filsuf Yunani itu tampaknya sangat tepat menggambarkan sikap dan tekad seorang Ahmad Sahroni dalam menjalani kerasnya kehidupan dan mewujudkan mimpi-mimpinya. Dari seorang anak penjual nasi pinggir jalan, Presiden Ferrari Owner Club Indonesia (FOCI) itu kini melesat sebagai pengusaha muda yang sukses dan sebentar lagi akan duduk menjadi wakil rakyat di DPR RI.

Ya, keberanianlah yang telah mengantarkan pria yang akrab disapa Roni ini menjadi sosok yang sangat jauh berbeda dari Roni di tahun 2000.  Hanya dalam kurun waktu kurang lebih 12 tahun, ia mampu membuktikan bahwa seorang anak jalanan yang saat masih bayi kerap tidur di gerobak warung nasi sang bunda, kini telah sukses menaklukan kehidupan yang keras dan mampu meraih semua mimpi indah yang pernah melintasi tidurnya.

Pagi mulai beranjak siang saat Men’s Obsession menyambangi kediamannya di Jalan Swasembada Timur, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tak sulit menemui rumah ayah satu anak ini. Sebut saja nama Roni kepada tukang ojek, tukang parkir, atau warga di seputaran Tanjung Priok, pasti akan di antar langsung ke depan rumahnya. “Wah, hampir semua orang se Priok (Tanjung Priok-red) kenal bang Roni Pak,” celetuk tukang ojek yang sempat ditanya Men’s Obsession.

Terletak di daerah yang cukup padat penduduk, rumah Roni terlihat paling menonjol. Bukan saja arsitekturnya yang mewah dan modern, tapi juga karena di dalamnya bersemayam sejumlah kendaraan cepat.

Bersama Ibu Mengarungi Kerasnya Hidup

Baru tiga bulan sepuluh hari Roni melihat dunia, ia sudah ditinggalkan sang ayah yang pada saat itu menceraikan ibundanya. Otomatis, sejak bayi hingga sekarang, ia tak tahu bagaimana raut wajah dan rasa belaian ayahnya.

Bahkan saat remaja, ketika libur sekolah, Roni pernah mencari sang ayah hingga ke Medan, Sumatera Utara, tapi hasilnya nihil. Otomatis, sejak bayi hingga sekarang Roni dibesarkan sang bunda, Hernawaty yang dibantu nenek tercintanya.

Sebagai pedagang nasi Padang di pelabuhan Tanjung Priok, terbayang betapa sulitnya Hernawaty menjalani kehidupan ; mencari uang dengan berdagang nasi dan mengurus seorang bayi. Tak jarang, Roni bayi diajaknya serta berdagang. “Ibu cerita, ketika saya bayi saya ditaruh di gerobak dagangan, sementara ibu melayani pembeli. Kalau saya kepanasan ibu mengipasi dengan potongan kardus tebal,” kenang Roni.

Selepas senja, ibu dan anak itupun pulang ke rumah sempit tak berkamar dengan dinding tak berplester. Ketika malam menjelang, Roni dan adik tirinya Heri Susanto atau Iko pun tidur beralas kasur tipis yang digelar di ruang tamu merangkap ruang tidur. Kalau hujan, air pun merembes masuk dan banjir mengikuti.

Saat usia beranjak, keadaan belum berubah. Kesulitan tetap menjepit. Hiburan satu-satunya adalah numpang nonton televisi di rumah tetangga. Itupun kalau diizinkan, karena tak jarang juga mereka tak boleh masuk hanya untuk sekedar nonton film kartun.

Kerja Keras, Sholat, dan Surah Yassin

Perubahan drastis dan luar biasa yang dialami Roni dalam kurun waktu belasan tahun, membuat banyak orang berdecak. Betapa tidak, dari seorang sopir pribadi ia mampu mengubah nasib menjadi konglomerat muda.

Tak heran jika banyak yang bertanya apa rahasia di balik kesuksesannya? Jika ditanya seperti itu, ayah dari Roffbell ini selalu menjawab serius bahwa ada banyak hal yang membuat Roni bisa berjaya seperti sekarang ini. Di antaranya yaitu kerja keras, ikhlas, dan cerdas serta banyak berdoa.

Dalam bekerja, seperti diakuinya, ia seperti tak kenal waktu dan tak kenal lelah. Pernah, ketika menjadi sopir pribadi ia tidak sempat pulang. Kalaupun ke rumah hanya untu mandi dan ganti baju. Bahkan pernah suatu ketika ia harus bermalam takbiran di atas kendaraan sang majikan. Sempat juga di hari pertama hari raya Idul Fitri harus bekerja karena ada orderan yang harus dilayani.

Dalam kerja pun ia tak pernah menolak tugas yang di luar dari pekerjaannya. Seperti ketika menjadi sopir, ia ikhlas saja menjalani pekerjaan yang dititahkan sang bos seperti menarik selang untuk mengisi BBM ke kapal, misalnya, ia jalani.

Di mana Dia Suka, Di situ Dia Menjadi Terbaik!

Mau belajar dengan serius, itulah salah satu kunci kenapa Roni selalu bisa menjadi yang terbaik. Bukan hanya di bidang bisnis, di bidang olah raga dan hobi pun dia selalu menjadi yang terbaik.

Seorang teman mainnya semasa remaja dulu, Michael Bayu, mengakui akan kehebatan pria yang pernah dijulukinya sebagai “penyelam pintu dok” lantaran warna kulitnya yang kelam itu.

Kata Michael, rekannya itu kalau sudah berminat akan sesuatu pasti dilakoni serius. Seperti misalnya bermain golf, Michael lah yang mengajarinya saban pekan. Ternyata, sekarang Roni pun piawai di lapangan olah raga elit tersebut. “Pada dasarnya, dia itu pintar. Sekali dia tunjukkan perhatiannya pada satu hal, maka dia akan menjadi yang terbaik disitu,” tegasnya. Tengok saja piagam dan piala kejuaraan golf yang pernah diraihnya baik dari dalam maupun luar negeri yang dipampang di dinding rumah ibunya.

Apa yang dilontarkan rekannya itu ada benarnya juga. Buktinya, ketika dia belakangan ini mulai meminati dunia politik, dia serius mempelajari dan mempersiapkan diri secara matang. Pertama-tama, dia lirik dulu partai politik mana yang akan dijadikan ruang politiknya.

“Akhirnya saya pilih partai Nasional Demokrat (NasDem). Kenapa? Karena partai ini relatif masih baru, belum terkontaminasi hal yang negatif, punya visi misi yang sangat baik, sehingga saya akan lebih mudah menjelaskan alasan kepada konstituen saya kenapa saya di partai ini,” terangnya.

Di Politik, Saya Tak Mencari Kekayaan!

Akrab, familiar, dan terbuka, begitulah kesan pertemuan pertama dengan Roni yang menerima kehadiran Men’s Obsession di rumahnya. Dalam pertemuan yang diselingi banyak celetukan canda membuat suasana sangat cair. Ia banyak menjelaskan ihwal kehidupannya dalam dunia politik, dan obsesinya. Berikut petikan wawancaranya :

Anda sudah menjadi pengusaha sukses, kemudian maju sebagai calon anggota legislatif. Apa yang Anda cari di politik?


Jadi saya punya pemikiran agak berbeda, kalau orang berpolitik mencari kekayaan, kalau aku berpolitik untuk bekerja, untuk masyarakat jadi jangan akhirnya berpolitik mencari finansial yang pada akhirnya bisa dibayangkan kalau semua anggota DPR yang masuk hanya untuk mencari kekayaan, berarti dia mementingkan dirinya sendiri. Sedangkan di DPR itu kepentingannya adalahuntuk rakyat, mewakili rakyat untuk kepentingan rakyat.

Jadi disitu kenapa saya yang dari hidupnya bukan siapa-siapa dan sekarang menjadi pengusaha dan akan menjadi seorang wakil rakyat karena faktornya kalau menjadi pengusaha kan tingkatan tertinggi adalah CEO saja, tapi saya beralih ke politik untuk menjadikan saya sebagai orang yang bisa berbakti kepada masyarakat.

Jadi inti untuk mencari kekayaan saya sudah kaya duluan, secara finansial sudah cukup, tinggal sekarang untuk mengabdikan itu kepada menjadi seorang wakil rakyat di DPR, menjadi nol kembali karena di saat saya hidup itu, tanpa berkecukupan, hidupnya susah, dan di DPR pun akan menjadi nol kembali, dan akan beranjak menjadi yang terbaik. Nol dalam artian dunia yang baru.

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

httpHendrikRaywhite.agenproperti.com

       

 

   

Popular

  

Photo Gallery

     

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250