Ibu Hebat di Balik Orang-orang Hebat

Oleh: Syulianita (Editor) - 16 December 2014 | telah dibaca 5371 kali
Naskah : Giattri Foto : Istimewa

Anda tentu tidak asing dengan deretan nama-nama tokoh paling terkemuka sepanjang masa, seperti Thomas Alva Edison, Leonardo Da Vinci, dan tokoh-tokoh besar lainnya. Namun, tahukah Anda di balik kesuksesan mereka ada peran besar sosok ibu di belakang mereka?


Siti Habibah
Jika ingin ditingkatkan derajat dan kemuliaan berbuat baiklah kepada Ibumu, dan sekali lagi kepada Ibumu, dan sekali lagi kepada Ibumu agar ia rela mendoakan kamu sebagaimana doa Ibunda Siti Habibah kepada Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat usia kandungannya menginjak 8 bulan, suaminya yang bernama Soekotjo sering berpindah-pindah tugas, membuat Siti Habibah memilih untuk pulang ke rumah orangtuanya di Desa Tremas. Desa Tremas memiliki sebuah pondok pesantren yang terkenal, berdiri sejak 1830. Siti Habibah menunggu saat-saat kelahiran buah hatinya tak jauh dari lingkungan pesantren tersebut. Perasaannya cukup tenteram, karena ia berada di lungkungan keluarga sendiri.

Pada 9 September 1949, lahirlah seorang bayi laki-laki yang diharapkan kelak dapat menjadi seorang pemimpin Republik Indonesia. Diberi nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang artinya seseorang yang memiliki kesetiaan lebih dan berhasil memenangkan setiap peperangan.

Pasangan Soekotjo dan Siti Habibah memberi SBY kasih sayang dalam pusat pendidikan keislaman. Jika kasih sayang sang ayah lebih mendorong putranya untuk bekerja dan belajar keras serta disiplin, sang ibu lebih memperhatikan masalah keimanan dan ketaqwaan anaknya. Siti Habibah dikenal dengan kesederhanaan dan kelembutannya, yang kemudian menurun kepada anak semata wayangnya itu, yakni suka mengalah, tidak sombong, dan tidak pendendam.
Salah satu sumber keberhasilan SBY menjadi RI 1 adalah berkat ibundanya yang taat beribadah. Salah satu tirakatnya itu adalah, dengan berpuasa dan berdoa serta berharap Allah SWT mengabulkan doanya, yaitu agar anak tercinta SBY bisa menjadi Presiden. Itu belumlah cukup bagi Siti Habibah, ia juga menutup setiap puasanya itu dengan shalat malam doa.