Search:
Email:     Password:        
 





Yeni Atengena Sebayang dan Kain-kain yang Tak Terbayang

By Benny Kumbang (Editor) - 30 July 2015 | telah dibaca 2065 kali

Naskah : Giattri F.P, Foto : Fikar Azmy

Beruntunglah seorang Yeni Atengena Sebayang yang memiliki ibu kolektor  kain tradisional. Hal itu membuat Yeni kecil selalu merasa tertarik  dan semakin ingin tahu kisah serta nilai budaya di balik beragam motif kain yang dia lihat, terutama tenun.

 

Sedari kecil wanita yang akrab disapa Yeni itu begitu terpesona dengan warna tenun. Ia juga kerap meminta sang ibu untuk memakaikan kain dan kebaya untuknya. “Walaupun ukurannya besar, saya senang bisa mengenakannya dan begitu senang saat berlenggak-lenggok di depan kaca,” kenang Yeni.


Ia pun selalu antusias bila diajak ibu melihat-lihat koleksi kainnya yang sungguh tak terbayang. Matanya seakan tak berkedip  ketika menatap helai demi helai kain yang memamerkan motif dan permainan warna berbeda satu sama lain. “Dalam pikiran saya, kain-kain ini seolah tengah menyapa dan bercerita mengenai suatu kisah. Ada kain yang mengajak saya melihat ragam flora dan fauna suatu daerah dan  ada juga cerita mengenai  nilai kehidupan yang diungkapkan lewat warna-warni kain,”  lanjutnya.


Lebih lanjut, ia bercerita, sewaktu SMP, ia menyimpan sehelai kain batik yang sudah diwiron. Kala itu ia terpikir untuk mengenakan batik tersebut di acara pernikahan. Meskipun, ketika dewasa hal itu tak direalisasikannya karena akhirnya menggunakan busana lain.


Ketika study tour ke Bali di masa SMA, ia membeli kain untuk dirinya dan  ibu. “Maklum saat itu saya belum mempunyai banyak uang. Tetapi, ketika itu bisa dibilang aneh, karena teman-teman yang lain justru banyak membeli beragam brand fashion Bali. Saya malah membeli kain,” katanya.


Kecintaannya pada kain kian bertambah selepas menyelesaikan studi hukumnya dan bekerja. Yeni pun merasa bebas dan senang, karena dapat  membeli kain sendiri. Apalagi, wanita kelahiran 29 Januari 1984 ini menyukai traveling, saat melakukan perjalanan ia selalu menyempatkan diri untuk mengenal lebih dekat kain tenun tradisional sekaligus menambah koleksinya.


Read More    

Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

                  

Popular

       

Photo Gallery

 

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250