Search:
Email:     Password:        
 





Alawiyah Al-Attas: Empati bagi para Pahlawan Devisa

By Syulianita (Editor) - 07 April 2014 | telah dibaca 2876 kali

*artikel ini dimuat pada edisi 085, Januari 2011

Berbagai kejadian memilukan hati yang dialami sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di negeri orang yang selama ini menjadi sorotan masyarakat seharusnya tak perlu terjadi lagi jika perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) ke luar negeri memilih sikap seperti yang dipraktikkan Alawiyah Al-Attas.

Ya, sejak mengembangkan bisnis pengiriman TKI lebih dari 20 tahun silam, Alla, demikian ia kerap disapa, memilih mengirim TKI profesional agar dihargai di sejumlah negara tujuan, seperti ke kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.

Ia mengakui pada masa lalu banyak pihak mengirim TKI ke negeri orang tanpa mendapat pelatihan terlebih dahulu di dalam negeri. “Tapi, zaman telah berubah. Kini, saya fokus mengirim TKI bekerja ke luar negeri setelah mendapat pelatihan,” tegasnya.

Alla prihatin dengan maraknya pemberitaan mengenai nasib mengenaskan yang menimpa TKI yang bekerja di luar negeri. Sesungguhnya, penyuka warna ungu ini berupaya menggabungkan misi kemanusiaan dalam bisnisnya melalui Tifar Holding Company.

Mulanya perempuan berparas cantik ini mengirim TKI hanya sekadar menyalurkan hobinya, yakni membantu orang Indonesia yang mau bekerja ke luar negeri. “Namun, hanya TKI profesional, misalnya seorang manajer, dan engineering, dan konstruksi yang saya kirim. Semula saya mengirim TKI ke sejumlah negara. Namun, kini saya memutuskan hanya ke Arab Saudi,” paparnya dengan senyum ramah.

Alasan ibu tiga anak ini memilih hanya ke Arab Saudi lantaran bagi TKI, khususnya TKI muslim, bisa memiliki kesempatan mengunjungi sejumlah kota di negara itu, seperti Mekah dan Madinah. “Jadi, TKI yang dikirim ke Arab Saudi bukan sekadar bekerja untuk mencari nafkah,” katanya, seraya menambahkan, Arab Saudi selama ini identik sebagai tempat bagi banyak orang untuk menunaikan ibadah haji.

Presiden Direktur Tifar Holding Company ini, mengungkapkan, permintaan pengiriman TKI profesional ke Arab Saudi memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Alla menyadari mengirim TKI ke luar negeri tidak hanya sekadar bisnis semata, tapi juga melibatkan rasa nasionalisme.

“Permasalahan yang terjadi saat ini adalah kuantitas TKI yang ada di luar negeri. Sementara faktor kualitasnya belum banyak yang memikirkan. Dengan meningkatkan kualitas TKI, maka harga diri bangsa Indonesia akan semakin disegani oleh negara-negara yang menggunakan jasa TKI,” urainya.

Perempuan kelahiran 24 Agustus 1964 silam itu tak menampik terlalu seringnya regulasi yang berubah dalam pengiriman TKI ke negeri orang sehingga membuat nasib TKI terabaikan. “Yang penting sekarang adalah bagaimana memerhatikan kualitas TKI dengan adanya pelatihan di dalam negeri dibanding dalam jumlah besar pengiriman TKI ke luar negeri,” imbuhnya.

Ia membeberkan kiat suksesnya mendidik TKI sebelum diberangkatkan ke luar negeri, yakni dengan memberikan pelatihan yang berdasarkan realita yang akan dihadapi di negara tujuan. Ia mendidik para calon TKI berdasarkan karakteristik calon majikan di negara tujuan.

Alla berharap ke depannya banyak pihak mencontoh apa yang telah dilakukannya agar TKI bisa diperlakukan secara manusiawi di negeri orang. Menurutnya, PJTKI seharusnya memberikan informasi yang lengkap bagi TKI sebelum diberangkatkan ke negara tujuan agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Dengan demikian, pemberitaan di media massa tidak lagi didominasi mengenai penderitaan TKI, namun akan lebih banyak mengenai kisah sukses TKI di negeri orang.

Komisaris Tifara Entertainment ini juga menjelaskan TKI banyak diminati Arab Saudi ketimbang tenaga kerja asal Filipina. “Jadi, TKI tidak kalah dengan tenaga kerja Filipina jika telah diberikan pelatihan yang baik. TKI merupakan salah satu andalan negeri ini untuk membawa nama baik Indonesia di luar negeri. Untuk itu, TKI perlu diperhatikan nasibnya dengan memberikan pelatihan kepada mereka sebelum dikirim ke luar negeri,” tuturnya. 

Rupanya Alla tak sekadar mendidik skill TKI yang akan dikirim ke luar negeri lantaran ia juga melatih mental TKI. Menurutnya, dengan mental yang baik, maka TKI telah siap bekerja di luar negeri.

Meski sibuk mengurus bisnis yang menghasilkan devisa untuk negara ini, Alla mengaku masih ada waktu untuk mengurus keluarganya. Saat tengah menikmati waktu bersama keluarga, misal lagi jalan-jalan, Alla bisa saja menawarkan kepada pekerja profesional untuk menjadi TKI profesional ke Arab Saudi. Ia melihat Arab Saudi menjadi negara tujuan paling populer bagi TKI dibanding negara-negara lainnya, seperti Hong Kong, dan Malaysia. 

Di sela kesibukannya, saat ini ia berupaya memopulerkan salah satu buah hatinya untuk bisa menjadi penyanyi terkenal. Baginya, keluarga menjadi prioritas utama dalam hidupnya. Alla mengaku sangat bersyukur dengan keberhasilannya saat ini dan puas bisa menolong orang lain. Ia mengaku sangat dekat dengan tiga buah hatinya sehingga mendorong dirinya bertambah sukses dalam kariernya.

Allagrafi
Nama Lengkap Alawiyah Al-Attas Lahir 24 Agustus 1964 Pekerjaan/Jabatan Presiden Direktur Tifar Admanco, Komisaris Tifar Holding Company, Komisaris Tifara Entertainment 
  

Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

                  

Popular

       

Photo Gallery

 

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250