Search:
Email:     Password:        
 





Internet Sensation Sabina Altynbekova: Muslimah Cantik Keturunan Jenghis Khan

By Andi Nursaiful (Administrator) - 02 August 2014 | telah dibaca 3865 kali

Naskah: Andi Nursaiful, Foto: Istimewa

Di tengah hiruk pikuk Pilpres 2014 dan tensi tinggi para pendukung kedua kubu Capres dan Cawapres di Indonesia, sesosok gadis muda bak bidadari jatuh dari langit tiba-tiba mampu menyedot perhatian luar biasa di dunia maya. Kecantikan alami Sabina Altynbekova seolah menyihir siapa saja yang melihatnya. Dalam hitungan hari, Sabina merajai dunia maya.


Pengelola situs sosial media 9gag.com boleh jadi tak pernah menyangka jika sejumlah foto Sabina yang diunggah ke laman itu pada 16 Juli 2014, sontak fenomenal dan memicu sensasi di dunia maya dalam waktu singkat.

Foto-foto yang diunggah adalah gambar-gambar Sabina saat berlaga di Kejuaraan Voli Asia U-19 di Taiwan, 16-22 Juli 2014, ditambah beberapa foto yang diambil dari akun sosial media Instagram milik Sabina.

Atlet voli berusia 17 tahun ini bertanding membela negaranya Kazakhstan. Jika bukan karena Sabina, mungkin orang di seluruh dunia tak akan pernah tahu bahwa ada ajang kejuaraan voli yang tengah berlangsung di Taiwan.

Foto-foto gadis tinggi semampai berambut hitam panjang dan berponi, ini, memang tampak begitu segar dengan kecantikan alaminya yang polos nan menawan. Tak heran, jika dalam beberapa hari, foto-foto itu mencapai11 ribu lebih buzz di linimasa Twitter (berdasarkan pantauan Topsy pada 22 Juli).

Jumlah perbincangan itu baru di Twitter saja, belum sosial media yang lain, dan berbagai forum diskusi lainnya. Foto-foto seksi itu memang menyebar bak virus hampir di semua media sosial. Blog dan situs berita dari seluruh dunia pun tak mau ketinggalan ikut membahasnya.

Sebuah video di youtube yang diunggah pada 25 Juli 2014, dalam seminggu sudah hampir mencapai 2 juta views! Dalam hitungan hari, di laman Facebook tiba-tiba bermunculan banyak fan pages Sabina, yang memperbincangkan segala gerak-geriknya.

Salah satu fan fages sudah memperoleh ratusan ribu like. Begitu juga dengan blog dan situs yang ‘membajak’ nama Sabina Altynbekova, bermunculan seolah-olah resmi milik Sabina.

Kehadiran Sabina di sosial media sebetulnya nyaris tak ada sebelumnya. Satu-satunya akun sosial media yang ia miliki hanya Instagram, dan sebuah akun sosmed Rusia bernama VK.  Tapi itu tak menghentikan jutaan netizen untuk menjadi follower gadis berwajah ras mongoloid, kelahiran Aktobe, Kazhakstan, 5 November 1996 itu.

Pada Instagram asli Sabina, yakni Altynbekova_20 (angka 20 sesuai nomor kostumnya di timnas Kazhakstan), per tanggal 2 Agustus 2014 jumlah follower meroket menjadi 284 ribu lebih. Bahkan, sejumlah akun palsu di Instagram, Twitter, Facebook, Path, dan berbagai sosial media berhasil memperoleh puluhan ribua follower dalam hitungan hari.

Kepada gadis setinggi 182 cm, seberat 59 kg, itu, para fans umumnya memuji setinggi langit, termasuk dengan melontarkan kata-kata gombal. Sebagian memohon dan mengiba-iba minta di-follow back.

Dengan begitu banyaknya hujan pertanyaan, gadis asal kota Almaty, Kazhakstan, itu, lantas membuat akun @AltynbekovaS, di Ask.fm untuk menjawab pertanyaan. Media sosial ini adalah tempat fans untuk mengajukan pertanyaan anonim. Dari jejaknya, Sabina terlacak aktif membalas sapaan fans setiap malam.

Jawaban-jawaban Sabina, termasuk beberapa yang dijawab di akun Instagram asli miliknya, membuat para pemuja kian tergila-gila setelah mengetahui Sabina belum punya kekasih, dan ternyata seorang muslimah. Terutama dari mereka yang berasal dari negeri berpenduduk mayoritas muslim, termasuk fans dari Indonesia yang tergolong paling banyak.
 
Ketika salah seorang follower memintanya tampil di Rio 2016, ia menjawab pendek, “Yes,  Insya Allah!” Seorang fans asal Indonesia bertanya untuk mempertegas, “Assalamualaikum Sabina, Im from Indonesia. You are so beautiful, i love you! Btw, are you muslim? :).”  Ia merespon dengan jawaban pendek, “Thanks, yes.”

Jawaban lainnya juga menunjukkan kepeduliannya terhadap warga muslim Gaza. “Love Palestine, Allah with you Palestine,” jawabnya, dalam akun ask.fm, Rabu 22 Juli. Jika dicermati, selama bertanding di kejuaraan itu, ia mengenakan kalung dengan bandul berlambang bulan sabit dan bintang khas Islam.

Ada pula posting fans bernada ngambek karena tidak dijawab.”I has been sent many message to you, but you didn't reply even one message, I just want to say that you're the most beautiful athlete I've ever seen and much love from Indonesia please say hello to your fans in Indonesia.”

Yang menarik, beberapa kali Sabina menyampaikan, “Saya cinta Indonesia,” menanggapi komentar pengunjung yang menyebutkan Sabina kini dicintai begitu banyak orang di Indonesia.

Di media sosial twitter, sontak bermunculan pula hashtag tentang Sabina. Salah satu yang paling ramai adalah #LoveSabinaltynbekova yang khusus dibuat untuk menyampaikan pernyataan, pujian, rayuan, bahkan lamaran nikah. Sekadar info, pernyataan hingga lamaran itu banyak dari Indonesia.

Seorang fans asal Brasil merayu Sabina sambil memintanya ikut tampil di Olimpiade 2016 di Brasil. ’’Datanglah ke Brasil 2016 dan nikahi aku,” rayunya. Dijawab dengan jenaka, “Tentu, saya datang pada 2016, tapi tidak untuk nikah.”






Yang tak kalah menarik, jawaban-jawaban Sabina menunujukkan rasa nasionalisme yang yang tinggi. Dengan bahasa Inggris yang belum sempurna, umumnya ia menjawab pujian dengan  kalimat, “Terima kasih. Saya bukan angel, saya hanya simple girl dari negeri terhebat, Kazakhstan,’’ ucapnya menanggapi pujian seorang dari Indonesia.

Ibunda Sabina, Nuripa Amrievna, kepada Huffington Post mengatakan putrinya belum lama lulus dari sekolah untuk anak-anak berbakat di kotanya, dan kini masuk Kazakh University for Humanities and Law.

Kehidupan baru Sabina yang mendadak populer sejagad ini, menimbulkan masalah tersendiri. Pelatih Timnas Voli Kazhakstan mengeluhkan bahwa terlalu banyak perhatian diberikan kepada Sabina, sehingga sang pelatih jadi kesulitan bekerja. Seperti dikutip koran lokal Kazhakstan, Tengrin News, sang pelatih Nurlan Sadikov, menambahkan, “Seolah-olah dalam kejuaraan ini hanya ada satu pemain.”

Koran lokal Kazhakjstan lainnya,Verti, bahkan mengeluhkan bahwa atmosfer kejuaraan itu jadi rusak gara-gara perhatian hanya ditujukan pada Sabina seorang. Bayangkan, media hanya memberitakan kejuaraan itu dalam beberapa kolom, sementara foto-foto Sabina dimuat hingga 10 halaman!

Padahal, selama ajang kejuaraan itu, Sabina tidak banyak diturunkan memperkuat tim. Meski lebih sering duduk di bangku cadangan, toh lensa kamera tak pernah lepas dari gerak-geriknya.

Kepada Tengrin News, Sabina mengatakan awalnya ia memang merasa tersanjung, tapi lama kelamaan pujiannya sudah kelewatan dan mengganggu fokusnya. “Saya ingin fokus bermain voli dan terkenal karena itu, bukan yang lain,” ujarnya.


Dengan begitu banyaknya perhatian dunia, muncul berbagai ulasan di media massa bahwa bahwa Sabina terlalu cantik untuk bermain voli. Artikel yang lebih serius, membahas profil dan asal muasal kecantikannya.

Wajahnya yang lebih Asia ketimbang Eropa, memang menjadi khas Kazhakstan, negeri di Asia Tengah bekas wilayah Uni Soviet. Yaitu rata-rata bercirikan fisik Eropa, namun berwajah Asia (ras Mongolid) dan beragama Islam.

Ini terkait erat dengan sejarah negeri itu, khususnya invasi bangsa Mongolia ke wilayah Asia Tengah yang dipimpin Jenghis Khan untuk mendirikan kekaisaran Mongol. Persinggungan antara kekaisaran Mongol dengan Islam berawal dari salah seorang cucu Jenghis Khan bernama Hulagu Khan, yang ditugasi menaklukkan kekuasaan umat muslim di Timur Tengah.

Akibat terpecahnya kekuatan Islam ketika itu, maka sekitar tahun 1258M, kekhalifahan Abbasiyyah di Baghdad berhasil mereka kuasai. Dalam perjalanan kembali ke Mongolia,  banyak pasukan Mongol menjadi mualaf, masuk agama Islam.

Pada sekitar 1466M, keturunan Jenghis Khan yang bernama Janybek Khan dan Kerey Khan, mendirikan pemerintahan di wilayah Kazakhstan. Dari sinilah masyarakat keturunan Muslim Mongolia, termasuk leluhur Sabina Altynbekova, berinteraksi dengan budaya Asia Tengah.


Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

Komentar:


DAHYAR HALIM

02 July 2015

Wow....Subhanallah...

               

Popular

 

Photo Gallery

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250