Search:
Email:     Password:        
 





Suling Tanzil, Sang Kolektor Barbie

By Giatri (Editor) - 18 August 2014 | telah dibaca 2505 kali

Barbie memang disukai anak-anak, namun ada juga orang dewasa yang menggandrunginya, Suling Tanzil salah satunya, wanita berusia 48 tahun ini mengoleksi boneka yang diproduksi oleh perusahaan Amerika, Mattel, tersebut sejak tahun 1999. Kini jumlah koleksi boneka-boneka cantiknya telah menyentuh 500 buah.

Wanita yang akrab disapa Aling ini jatuh hati pertama kali pada barbie lantaran ia tertarik ketika melihat koleksi barbie milik seorang teman. Boneka barbie pertamanya berupa bidadari cantik dari seri fantasi. ”Yang aku koleksi yang aku suka. Aku baru beli kalau mukanya cantik dan bajunya bagus. Barbie-barbie zaman awal aku tidak suka karena tidak secantik sekarang,” akunya.

Aling mengaku dalam sebulan ia bisa membeli 10 hingga 12 barbie. Barbie yang ia beli seharga Rp 500.000 hingga ada yang dibanderol sebesar USD 1.000. “Neptune Fantasy, edisi terbatas, desainernya adalah Bob Mackie,” ujarnya.

Wanita asal Bandung, Jawa Barat ini mengaku sudah membatasi pembelian barbie karena jumlah koleksinya kian membengkak. Kehabisan tempat untuk menyimpan barbie, ia pun membuat Phantasia Barbie Gallery, di cafe miliknya, Balcony Resto & Bilique Hotel, kawasan Sersan Bajuri, Bandung. “Namun hanya 350 yang saja simpan disana. sisanya sebanyak 150 barbie saya pajang di kediaman saya,” terangnya.

Babie yang ada di Phantasia ditata dalam diorama seluas masing-masing sekitar 10 meter persegi. Seluruh diorama dibuat di ruang kaca kedap udara juga debu dengan pencahayaan yang cantik.
”Aku ingin share koleksiku dengan orang lain. Banyak orang yang akhirnya ingin lihat. Jika orang yang melihat senang, aku juga senang. Disimpan di rumah lama-lama juga bosan,” ujar Aling.

Senyum cantik bintang film legendaris Elizabeth Taylor terabadikan dalam boneka barbie. Liz berdansa dengan pasangannya, Spencer Tracy, seperti dalam adegan di film Father of the Bride yang dibintanginya tahun 1950. 

Tak jauh dari pasangan Liz-Spencer, penyanyi Elvis Aaron Presley memeluk mesra boneka pengantin abadinya, Priscilla Beaulieu. Masih di satu diorama yang sama, tampak pula penyanyi Olivia Newton-John dan penyanyi Beyonce.

Selain diorama berisi koleksi pasangan pengantin dan penyanyi kelas dunia, Aling masih punya diorama barbie seri bunga, kingdom, dunia fantasi, red carpet Hollywood, shopping world, hingga seri barbie Asia.

Dengan melongok diorama barbie seri bunga, pengunjung pasti terbengong menyaksikan betapa cantik boneka-boneka mungil itu. Ada orangtua sampai-sampai ingin membuatkan anak-anaknya baju seperti barbie bunga lili atau barbie bunga matahari setelah melihat barbie princess of the world itu.

Imajinasi tentang bidadari, peri, dan putri cantik diwujudkan dalam diorama Angel of Beauty. Ada barbie putri duyung yang bermain-main di negeri dongeng nun jauh di bawah laut hingga barbie yang menjadi bidadari kecantikan, kebahagiaan, dandewi matahari yang semuanya bersayap di awan. ”Saya suka melamun, berimajinasi,” tambah Aling.

Koleksi boneka yang menjadi andalah Aling adalah seri artis, tak jarang ia harus berburu ke Amerika, Singapura, dan Hongkong. Harga yang mahal tidak menjadi penghalang untuk memiliki boneka impian. Jika boneka biasa harganya berkisar antara 500 ribuan, maka untuk boneka dengan karakter artis, ia harus merogoh kocek sebesar Rp 2 juta.

Seluruh seri barbie edisi terbatas yang dikoleksi Aling diperoleh dengan beragam cara, antara lain mengajak rekan-rekan sesama pencinta barbie memesan edisi terbaru langsung ke sejumlah negara seperti Singapura, Hongkong, dan Amerika Serikat. Sebagian temannya juga kerap menjadi penyuplai koleksi barbie.

Rasa sayang terhadap bonekanya membuat ibu dari tiga anak ini turun tangan sendiri untuk merawatnya, Empat bulan sekali biasanya ia memeriksa apakah ada koleksi pajangan barbie yang kotor, meskipun barbie dalam diorama seluas masing-masing sekitar 10 meter persegi itu sudah disimpan dalam kondisi vakum.

Cuaca Bandung yang dingin membuat aling jarang membuka diorama boneka hal ini dilakukan agar koleksinya tidak mudah rusak, “untuk menjaga kelembapan boneka itu sendiri, setiap diorama saya taro alat yang namanya humidifiers jadi si boneka gak akan berjamur.” bebernya.

Selain mengoleksi boneka, Aling juga suka mendandani barbie. Beberapa busana barbienya pun dipesan khusus dari designer ternama dunia seperti Vera Wang, Oscar De La Rent dan Van Gough. Ia juga gemar membuat baju untuk boneka-bonekanya, untuk setiap desain aling membuat satu unit baju. 

Akhir-akhir ini, Aling gemar menggunakan kain tradisional batik demi mempercantik si barbie. Modifikasi tata rambut Indonesia pun, dibuat sendiri. Ia bermimpi, suatu hari nanti ada barbie yang khusus mengenakan busana Indonesia.

Untuk masuk ke dalam Phantasia Barbie Gallery diwajibkan bertransaksi minimal Rp 20 ribu perorang di Balcony café yang letaknya di area Phantasia Barbie Gallery. Museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 - 16.00 Selain melihat museum, disini juga tersedia toko barbie yang menjual aneka dan perlengkapan barbie.

Satu barbie yang sudah dilengkapi baju kreasi Aling dibanderol seharga Rp 1 juta, namun untuk barbie berkebaya emas dijual dengan harga 3 juta. Meskipun banyak yang tertarik membeli koleksinya yang harganya terbilang mahal, Aling cukup selektif memilih siapa calon konsumen yang akan membeli boneka dan baju kreasinya. *

Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

                  

Popular

       

Photo Gallery

 

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250