Search:
Email:     Password:        
 





Mobil - Mobil “Berotak” AI

By Syulianita (Editor) - 22 April 2020 | telah dibaca 189 kali

Mobil - Mobil "Berotak" AI

Naskah: Rudi Rais Foto: Istimewa

Siapa sangka jika imajinasi Glen A. Larson yang melahirkan serial TV Knight Rider pada tahun 1980-an menjadi kenyataan sekarang?Ya, film serial bergenre action yang sempat digandrungi semua lapisan usia ini bercerita tentang sosok jagoan bernama Michael Knight yang diperankan aktor lawas David Hasselhoff. Di mana dalam aksinya, Michael Knight ditemani mobil super cerdas bernama KITT (Knight Industries Two Thousand), sebuah kendaraan dengan kemampuan luar biasa yang bisa melaju sendiri tanpa orang di balik kemudi dan mengikuti apa saja instruksi pemiliknya.

 

Kini, KITT tak lagi sekadar imaji. Teknologi telah merealisasikan proto tipe mobil tersebut dengan bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Mengacu pada Ensiklopedia Britannica kita dapat mendefinisikan AI ini sebagai kemampuan komputer atau robot yang dikendalikan komputer untuk melakukan tugas yang umumnya terkait dengan (tugas) makhluk cerdas seperti manusia dengan Big data menjadi salah satu aspek penentu perkembangan AI hari ini.

 

Memang, mobil yang sudah ditanami kecerdasan buatan ini tak secara serta merta dapat melakukan apa yang manusia bisa lakukan. Karena sama seperti manusia, mobil dengan AI di dalamnya juga harus “belajar”. Bedanya terletak pada “metode” memasukkan data tentang sesuatu khususnya informasi menyeluruh soal lalu lintas. Proses “pembelajaran” AI dalam mobil tidak hanya terjadi di titik awal saja. Proses penyerapan informasi terus berjalan seiring dengan semakin seringnya ia dipakai.

 

Menurut Dirk Hoheisel, Member of the Board of Management, Robert Bosch dalam acara Bosch Mobility Experience 2017 mengatakan, dengan tiap situasi baru yang dihadapi di jalan, AI juga akan belajar lebih banyak. “Di jaringan, komputer kami akan menyimpan apapun yang dipelajari ketika mobil bergerak. Di lab, para ahli akan mengecek apa saja yang sudah dipelajari itu,” sambung Hoheisel.

 

Lalu, apa saja mobil-mobil cerdas yang sudah disiapkan saat ini ?

 

 

 

Honda NeuV

Pabrikan mobil Jepang ini akan memperkenalkan mobil kecil, serupa citycar yang ‘berotak’ AI dengan mengadaptasi autonomous driving. Citycar cerdas buatan Honda ini dikenal dengan Honda NeuV.

 

Mobil ini memiliki berbagai fitur guna mendukung keamanan berkendara, di antaranya mulai dari mengenali tingkat stres dari ekspresi wajah dan suara pengendara, mempelajari gaya hidup dan preferensi pengendara, menyediakan sugesti pada situasi tertentu, serta mewujudkan komunikasi antara pengendara dengan mobilitasnya. Mobil juga memiliki fitur autonomous car sharing. Dengan demikian, pengguna lain hanya bisa mengaktifkan mobil canggih ini atas autorisasi pemiliknya.

 

 

Daihatsu WakuWaku

Inilah satu dari empat mobil konsep yang diluncurkan Daihatsu pada Tokyo Motor Show 2019. Tampilannya mirip mini Sport Utility Vehicle (SUV) besutan Suzuki, Jimny. Mobil dengan tema “Warm Future Lifestyles” ini memiliki segi tampilan yang terkesan friendly dengan pilihan warna-warna bodi yang memikat. Namun, mampu melibas medan off-road dan pegunungan.

 

Menggendong mesin 660 cc, mobil ini memang dirancang untuk mengakomodasi keperluan kargo untuk piknik, sehingga memiliki interior dan eksterior yang kuat. WakuWaku memiliki enam pintu, meliputi empat pintu samping dan dua pintu belakang--satu pintu bagasi di atap belakang seperti roof box.

 

Suzuki Hanare

Soal mobil konsep, Suzuki memiliki idealisme tersendiri dengan meluncurkan mobil otonom konsep bernama Hanare. Dengan kabin tunggal dan besar, sejatinya Hanare mengusung konsep kendaraan layaknya ruang pribadi yang bergerak.

 

Mobil ini menjawab definisi evolusi mobil di masa depan yang serba efisien dan otomatis dengan sistem robotika canggih dan teknologi kecerdasan buatan. Eksteriornya mengingatkan kita dengan tampang van Volkswagen Combi jadul yang lahir tahun 1950- an. Mengintip interiornya, suasana hommy dan privat

 

langsung terasa. Ada dua tempat duduk lebar pada kedua sisi yang bisa diatur, juga sebuah layar interaktif besar di tengah untuk memberikan perintah rute dan navigasi kepada sistem otonom.

 

Menariknya, Suzuki Hanare tidak memiliki konsep orientasi depan dan belakang layaknya kendaraan pada umumnya. Motor pada masing- masing roda penggerak dapat bergerak ke kiri-kanan dan maju-mundur. Konsep ini memudahkan untuk menavigasi tempat parkir dan bergerak di tempat sempit.

 

 

BMW Vision Next 100

Perusahaan otomotif Jerman ini sejak beberapa tahun sudah memperkenalkan sebuah mobil sedan konsep masa depan. Produsen mobil premium yang bermarkas di Munich ini memberi nama mobil masa depannya adalah BMW Vision Next 100.

 

Dengan mempunyai desain futuristik merupakan misi BMW memiliki mobil paling cerdas di dunia, sekaligus meningkatkan citra perusahaan sebagai produsen otomotif yang fokus ke masa depan. Seperti dilansir dari Theverge, mobil ini memiliki bentuk gril yang ikonik, desain eksteriornya meminimalkan garis tajam, serta mempunyai kaca depan yang luas.

 

Mobil ini berani menempatkan “Companion” sebagai objek batu permata yang melambangkan kecerdasan, konektivitas dan ketersediaan dari mobil, yang belajar tentang pemilik dari waktu ke waktu. Yang pada akhirnya akan mengerjakan tugas-tugas rutin dan menawarkan nasihat saat mengemudi otonom.

 

Nissan Ariya

 

Nissan Ariya bisa dibilang paket lengkap dari mobil listrik masa depan dengan kecerdasan buatan. Bagaimana tidak? Nissan Ariya dilengkapi teknologi Nissan Intelligent Mobility, yaitu fitur keselamatan berupa sensor yang dapat berpikir dan memprediksi bahaya saat mobil berjalan sehingga pengendara lebih waspada.

 

Crossover ini juga memiliki sistem ProPilot 2.0, sehingga dapat melaju dengan sistem autopilot pada satu jalur di jalan tol dan memberikan informasi navigasi secara realtime kepada pengemudi.

 

Dari segi eksterior, Nissan Ariya mengusung desain sporty dan elegan dengan skema dua warna. Aksen bodi juga dibuat terkesan tajam untuk meningkatkan aerodinamikanya. Sementara itu, kabin dibubuhi desain premium yang luas dengan fitur teknologi tinggi. Meski masih berupa konsep, mobil ini sudah dibekali dua motor listrik.

 

Mitsubishi Mi-Tech

 

Saat jenama lain sibuk menggodok mobil listrik mainstream, Mitsubishi mencoba inovasi melahirkan Mi-Tech, SUV listrik plug-in hybrid (PHEV) tanpa atap yang daya listriknya bersumber dari turbin gas. Uniknya, emisi gas buang mobil ini diklaim tetap bersih meski mengonsumsi bahan bakar selain bensin, seperti solar, minyak tanah, dan alkohol. Mitsubishi Mi-Tech diciptakan dengan sistem 4 roda penggerak yang mampu menjajal medan off-road. Sebagai mobil konsep masa depan, Mi-Tech diguyur dengan seabrek teknologi canggih, seperti Human Machine Interface (HMI) dan MI-PILOT.

 

Lebih detail, fitur HMI berfungsi menampilkan informasi soal kondisi mobil, pengenalan medan, dan panduan rute, sehingga pengemudi dapat membuat keputusan yang akurat. Semua informasi itu disajikan melalui teknologi penginderaan termasuk sensor optik canggih pada kaca depan berteknologi augmented reality (AR). Sementara, teknologi MI-PILOT tidak hanya berfungsi sebagai sistem kemudi dan rem secara otonom, tetapi juga membantu pengemudi melihat potensi tabrakan. Untuk pengoperasian di medan yang sulit, keempat roda dilengkapi sistem putaran 180 derajat dengan mekanisme counter-rotating ban kiri dan kanan.

 

Mazda MX-30

Mazda MX-30 merupakan mobil listrik model SUV yang mengusung desain bahasa Human-Centric dengan menyesuaikan gaya hidup pengendara. Kabin kemudi dirancang terbuka sehingga pengendara bisa lebih santai dan menyatu dengan kendaraannya. Interior juga dirancang dari bahan yang ramah lingkungan, seperti material yang menggunakan serat botol plastik daur ulang dan gabus. Pada pintu juga memakai desain freestyle doors 2 untuk meningkatkan fungsionalitas dan merangsang kreativitas penggunanya.

 

Menyoal teknologi, mobil ini dilengkapi beberapa fitur khas Mazda. Pertama, e-SkyActiv, sebuah teknologi mobil listrik yang efisien untuk mengoptimalkan tenaga dan penggerak motor listrik. Kedua, i-Activsense, mencakup fitur keselamatan membantu pengemudi mengenali potensi bahaya, mencegah tabrakan, dan mengurangi risiko kecelakaan pada situasi yang tidak dapat dihindari.

 

Selain itu, tersemat teknologi rem Smart City Brake Support (SBS) yang membantu pengemudi menghindari tabrakan frontal saat kecepatan lambat, terutama di lalu lintas padat. Dari segi fitur hiburan, ada juga Mazda Connect sebagai alat komunikasi pengendara dan sistem navigasi.

 

 

 

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

             

Popular

   

Photo Gallery

 

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250