Presiden dan Takhayul Politik

Tentang kedekatannya dengan dunia paranormal, Soeharto sendiri mengakui dalam buku biografinya, Ucapan, Pikiran dan Tindakan Saya. Ia mengaku akrab dengan dunia kebatinan dan kejawen.
Soeharto diketahui memiliki sekitar 2000 benda pusak. Salah satunya, Keris Keluk Kemukus yang konon jika dicabut dari sarungnya, maka pemegang pusaka itu bisa menghilang. Ini dikisahkan oleh paranormal Ki Ageng Selo, dukun yang kerap disebut sebagai penasihat spiritual Soeharto.
Menurut paranormal Ki Edan Amongrogo, paranormal kondang di era Orde Baru, Soeharto memiliki batu mirah delima yang banyak membantunya dalam melakukan tugas-tugasnya selama menjabat presiden.

Ia memperkirakan, selama menjabat, Soeharto hanya memiliki 200 dukun yang secara aktif membantunya, termasuk Eyang Tomo, paranormal andalan Soeharto yang meninggal beberapa bulan sebelum Soharto lengser pada 1998.
Soeharto dikabarkan rutin melakukan tapabrata di tempat-tempat yang dikeramatkan, antara lain, Jembe Pitu Cilacap dan Gunung Selok di sekitar Gunung Srandil, Gunung Kemukus, Gunung Arjuno, Kali Garang, Sampangan Semarang, makam Pangeran Purbaya di Desa Maguwaharjo, Berbah, Sleman, dan lain-lain.
Bukan hanya Soeharto, sebab menurut Permadi, hampir semua pemimpin Indonesia sejak zaman Orde Lama sudah menerapkan laku klenik, baik untuk melancarkan kepentingan politik hingga untuk urusan pribadi.
“Bung Karno bawa keris, bawa azimat, dan sebagainya, itu fakta. Terus pak Harto lebih banyak lagi, dia banyak keris dan pegangannya. Habibie pun mengakui pada saya bahwa karena ibu beliau orang Jawa, jadi ada budaya Jawa yang dia pakai. Gus Dur punya cincin yang dikeramatkan, Mega juga punya pusaka yang dikeramatkan turunan dari bapaknya,” ungkap Permadi.

Saat partai ini berdiri, panitia perumusnya ada 9 orang termasuk SBY. Bahkan untuk pendeklarasian, SBY meminta 99 orang. Entah kebetulan atau tidak, saat pendaftaran ke KPU, partai ini juga dapat nomor 9. Setelah menjadi presiden, fanatisme angka 9 masih dipelihara, sampai-sampai jadwal pemungutan suara pemilu legislatif yang tadinya tanggal 5 April 2009 pun mundur menjadi 9 April 2009.
Klenik Menjelang Pilpres
Takhayul dan praktik klenik biasanya kian ramai diberitakan menjelang pilpres. Sehari menjelang deklarasi pasangan capres-cawapres Megawati dan Prabowo pada Pilpres 2009, panitia deklarasi menyelenggarakan ritual Sedekah Bumi.
Dalam ritual ini, tiga ekor kerbau bule disembelih di lokasi acara di TPA Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 23 Mei 2009. Kepala kerbau lalu ditanam di dekat panggung deklarasi di samping zona 3-C. Ketua penyelenggara deklarasi, Mochtar Mohamad, menyatakan bahwa ritual ini dilakukan dengan harapan Indonesia dijauhkan dari bencana dan Mega-Prabowo diberi jalan lapang memimpin negara.
Sebelum pilpres 2004, SBY dikabarkan cukup dekat dengan Kyai Nasihin yang dianggap orang pintar di Pati, Jawa Tengah 9. Bahkan, Nasihin mengaku dialah yang menjodohkan SBY dengan Jusuf Kalla waktu Pilpres 2004.
Sang Kyai kabarnya mengukur wajah Jusuf Kalla dengan meteran, dan hasilnya disampaikan bahwa Jusuf Kalla adalah pasangan yang tepat untuknya. KH Achmad Muzakky Syah, pengasuh Pondok Pesantran Al-Qodiri, Patrang, Jember, Jawa Timur, juga disebut-sebut sebagai guru spiritual SBY lainnya.

Juru bicara larung, Heri Tanadi, mengatakan bahwa kegiatan itu sebagai wujud membuang sial dengan harapan dapat memperoleh hasil terbaik dalam pemilu presiden.
Menjelang Pilpres 2004, mantan panglima TNI Wiranto yang berpasangan dengan Salahuddin Wahid dikabarkan pernah melakukan ritual kungkum di Solo.