Search:
Email:     Password:        
 





Belinda Rosalina: Wanita Multitalenta

By Syulianita (Editor) - 09 December 2014 | telah dibaca 2297 kali

Naskah: Suci Yulianita Foto : Sutanto

Hasratnya pada dunia seni tak terbendung. Meski latar belakang pendidikannya S3 bidang hukum, ia tak meninggalkan dunia yang telah dijalaninya sejak masih belia itu, bahkan dijadikannya sebagai profesi. Jadilah ia seorang wanita multitalenta yang memiliki 4 profesi sekaligus, desain interior, pelukis, lawyer, juga dosen di Universitas Indonesia.

Ketika ditemui Men’s Obsession di Hotel Amaroossa Grande Bekasi pertengahan November 2014 lalu, Ibu tiga anak ini, bercerita banyak mengenai kehidupan dan suka dukanya bagaimana ia bisa melakoni 4 profesi sekaligus dalam satu waktu. “Saya senang melukis sejak masih SMA, tapi dipaksa orangtua untuk kuliah hukum, eh malah jadi ketagihan, akhirnya saya lanjut sampai S3 dan alhamdulillah lancar,” ia mengawali pembicaraan. 

Ya, Ocha -demikian ia biasa disapa- bercerita awal ketertarikannya pada seni lukis sejak masih belia. Awalnya tak disengaja, kala itu sang ibu yang juga berprofesi sebagai lawyer ini, memberinya satu set peralatan melukis di atas kanvas. Dan Ocha pandai mengisi waktu luangnya dengan kegiatan bermanfaat, salah satunya adalah melukis. Hasil lukisannya dipuji banyak kalangan, bahkan dari kalangan seniman. Dari situ kemudian bakatnya di bidang seni mulai menonjol. Ocha pun semakin percaya diri melukis, melukis dan melukis, hingga terkumpul ratusan lukisan hasil karyanya. 

Ia bahkan pernah menggelar pameran tunggal pada 1995, dan hasilnya memuaskan, “alhamdulillah saat itu semua lukisan saya laku terjual,” kenangnya. Prestasinya itu mendapat apresiasi dari banyak kalangan, Ocha bahkan mendapat kesempatan beasiswa bidang art di salah satu universitas bergengsi di Paris. Namun lantaran ingin meneruskan profesi sang bunda, Ocha melewatkan kesempatan itu, dan mantap meneruskan pendidikan di bidang hukum hingga S3. 

Bakat seninya ia pelajari secara otodidak tanpa pendidikan khusus atau pendidikan formal. Namun, hasil dan prestasinya di bidang seni luar biasa. Tengok saja desain interior hasil karyanya pada beberapa hotel-hotel berbintang dalam jaringan KAGUM Hotels Management. 

Seperti Hotel Amaroossa misalnya, enam hotel Amaroossa yang tersebar di Bandung, Bogor, Jakarta, Bekasi dan Bali merupakan maha karyanya. Hotel bintang empat dengan desain interior mewah ala Eropa ini, juga dipenuhi lukisan-lukisan indah hasil karyanya. Keserasian interior desain, lampu-lampu mewah plus lukisan tersebut sontak mengundang decak kagum para tamu.

Ya, bungsu dari tiga bersaudara ini, mengaku menggemari bidang ini sejak kecil. Kala itu ia memanfaatkan waktu luangnya dengan mengerjakan segala sesuatu yang mengasah kreativitasnya, “sejak kecil saya suka bikin hasil karya sendiri lalu saya jual, seperti bantal, kursi, tas, semua saya jahit sendiri. Bahkan saya pernah membuat rumah Barbie dari kardus karena nggak berani minta orangtua untuk beli rumah Barbie,” lagi-lagi ia mengenang masa kecilnya sembari tersenyum manis. 

Ingin mengabdi pada almameternya, lulusan S2 Hukum Melbourne University dan S3 Hukum Universitas Indonesia ini, juga mengajar ilmu hukum pascasarjana di Universitas Indonesia. “Saya pernah diminta juga untuk mengajar di tempat lain, tapi kayanya susah, waktunya juga nggak ada. Untuk saat ini saya hanya mengajar di UI saja, rasanya ingin mengabdi ke almameter,” ucapnya tulus. 

Hebatnya, di tengah kesibukannya yang padat, penyuka warna ungu, hitam, dan gold ini, pun masih menyempatkan diri menekuni profesinya sebagai lawyer. Hal itu dilakukan selain karena ilmu tertingginya adalah di bidang hukum, juga lantaran ia merasa bergairah ketika mengulik suatu kasus. “Saya suka riset, jadi senang mengerjakan dan mengulik suatu kasus. Daripada kita bikin kasus kan mendingan kita mengurusi kasus orang lain, hehe…” katanya setengah bercanda. 

Memiliki empat profesi sekaligus tak terasa memberatkan baginya, lantaran dilakukan dengan penuh passion dan penuh semangat. Wanita yang pernah bisnis catering dan furniture ini, menjalaninya dengan santai, mengikuti alur hidup yang membawanya, “kadang saat saya ingin fokus di interior tiba-tiba banyak yang minta saya jadi lawyer di pengadilan dan mengajar. Dan pada saat saya ingin fokus mengajar tiba-tiba ada proyek interior. Jadi ya jalani saja, pintar-pintar membagi waktu,” ujarnya santai. 

Meski begitu, Ocha juga tak melupakan perannya sebagai seorang ibu. Ia menyadari bahwa ketiga putra-putrinya yang masih kecil sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang seorang ibu. Dalam hal ini, ia konsisten bahwa untuk hari Sabtu dan Minggu, adalah waktu khusus untuk sang buah hati yang tidak bisa diganggu.

Ke depan, ia pun tidak memiliki mimpi dan obsesi lain selain untuk masa depan ketiga buah hatinya itu. “Saya bekerja keras untuk anak-anak. Jadi saya mau mereka senang, dan saya persiapkan semua dengan maksimal, seperti pendidikan, saya beri yang terbaik, saya datangkan guru les, dan sekolah yang terbaik. Jadi lebih ke persiapan anak-anak yah agar kelak mereka menjadi orang sukses lebih dari ibunya,” tegasnya. Ia pun mengucap syukur melihat putri pertamanya yang baru berusia 9 tahun sudah mulai menunjukkan prestasi luar biasa di bidang akademik. 


Ochagrafi:
Nama Lengkap Belinda Rosalina Lahir Jakarta, 23 April 1978 Pekerjaan/Profesi Lawyer, Dosen, Seniman Pendidikan S3 Hukum Universitas Indonesia (2005-2010), S2 Hukum Melbourne University (lulus tahun 2001), S1 Hukum Universitas Indonesia (lulus tahun 2000) Hobi Melukis, Desain Interior, Memasak, Membaca Keluarga Klea, Bertram, dan Gregory (putra-putri)

Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

                  

Popular

       

Photo Gallery

 

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250