Cover Story: Maman Abdurrahman, Politisi “Hidrokarbon”

Oleh: Syulianita (Editor) - 25 September 2020 | telah dibaca 445 kali

Filosofi Hidrokarbon 

“Kalau saya masuk Golkar karena rekomendasi si A, si B, si C, itu biasa saja. Tetapi, saya ingin melakukan hal yang berbeda dari orang kebanyakan.”

Maman pun membuat gebrakan dengan mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). “AMPI adalah Kawah Candradimuka-nya Golkar. Rata-rata elit politik adalah jebolan sana. Ini aneh dan agak membuat heboh karena saya bukan kader Golkar, belum pernah jadi pengurus AMPI, dan saya tidak kenal dengan orang-orang Golkar. Salah satu lawan kuat saya adalah Dave Laksono, putra Agung Laksono,” ujarnya.

Takdir belum berpihak kepadanya, Maman pun harus menelan pil pahit kegagalan. Namun, ia tidak kecewa. Melainkan ia mengambil pelajaran bahwa di dalam berpolitik itu tidak hanya bermodalkan visi dan misi, tetapi harus punya strata. “Partai ini mengajarkan kita untuk berproses terlebih dahulu,” ujarnya.

Dalam hidupnya, Maman juga mengemban filosofi hidrokarbon. “Minyak dan gas bumi dapat menjadi sesuatu yang berharga karena telah melewati fase kehidupan yang sangat keras. Di dalam bumi kita mengenal tiga indikator: pressure (tekanan) yang besar, temperature (suhu) yang sangat tinggi, dan time. Begitupun dalam kehidupan sehari-hari, kalau kita mendapat tekanan yang begitu besar, energi yang sangat tinggi, dan mengalami waktu yang lama, kita tidak perlu berkecil hati karena pada hakikatnya Allah SWT sedang mempersiapkan kita menjadi sesuatu yang sangat berharga dalam hidup ini,” ungkap suami dari Tina Astari ini.

Pasca itu, Maman akhirnya bergabung di organisasi AMPI DPP Partai Golkar. Dari situlah awal karir politik di Golkar sebagai salah satu pengurus DPP yang saat itu dipimpin Dave Laksono.

“Prinsip saya, selama kita punya kemauan dan keinginan dan didasari dari niat baik pasti akan ada jalan. Yang terpenting adalah setiap kemauan dan keinginan itu jangan pernah mati dan terus berkarya,” ujarnya.

Mungkin karena prinsip itu, kata Maman, DPP Partai Golkar memercayainya sebagai satu di antara figur anak muda dari Kalimantan, khususnya Kalbar di beberapa struktur dan akhirnya menjadi Wasekjend DPP Golkar. Semua urusan pemilu di daerah Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat memang menjadi tanggung

jawabnya. “Partai Golkar adalah partai yang berbasiskan karya, memang harus diakui bukan hal mudah untuk bisa mendapatkan posisi seperti ini di DPP Golkar yang persaingannya luar biasa ketat,” timpalnya.

Pada tahun 2014, Maman maju sebagai calon legislatif dan gagal. “Itu kegagalan yang kesekian kalinya dalam hidup saya. Namun, kita tidak boleh mengutuk kegagalan. Yang ingin saya sampaikan adalah kamu tidak akan merasa berhasil kalau belum merasakan kegagalan. Kamu tidak akan tahu terang kalau belum pergi ke tempat gelap, dan kamu tidak akan tahu rasanya manis kalau belum pernah merasakan pahit. Artinya, gagal itu dibutuhkan untuk sebuah syarat merasakan berhasil,” papar pria yang pernah menjadi Tenaga Ahli Kementerian Sosial RI ini.

Hingga suatu ketika, di Dapil-nya ada anggota yang terlibat kasus ia pun ditunjuk menjadi anggota DPR melalui proses pergantian antar waktu (PAW) pada awal tahun 2018.

“Saya meminta rekomendasi partai untuk ditempatkan di Komisi VII yang membidangi energi, pertambangan, dan sumber daya mineral. Ini sesuai dengan keahlian saya,” ungkapnya.

Pada 2019 lalu, Maman kembali maju dari Dapil Kalbar I. Ia berhasil menjadi satu di antara delapan anggota DPR DPR RI terpilih dari Dapil Kalbar I, dengan mengantongi 108.520 suara, ia mengungguli caleg-caleg lain di Partai Golkar Kalbar.

Ia pun dipercaya menjadi Kapoksi VII Fraksi Golkar. Tak hanya itu, ia juga diberi amanah menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Pusat Partai Golkar dan terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Kalbar.

“Saya berhasil mematahkan stigma Golkar tidak ramah dengan anak muda. Kalau kita memang memiliki kapabilitas, keseriusan, terus mau mengintrospeksi diri, dan tidak pernah menyalahkan orang lain di balik kegagalan kita, Insyaallah semua keberhasilan itu akan datang,” tegas Maman.