Melanjutkan Sukses, Membangun Kutai Kartanegara

Di sisi lain, obsesinya membangun pendidikan di Kukar adalah dengan meningkatkan kualitas guru sehingga bisa melahirkan murid-murid yang brilian. Tapi sayangnya, kendala banyak menghadang. Salah satunya karena geografi wilayah Kukar yang sangat luas, bahkan hingga 4 kali lipat kota Jakarta.
“Dengan kepadatan penduduk yang jaraknya 2 orang per kilometer itu mengharuskan kami untuk membangun banyak sekolah, tapi dengan banyaknya sekolah ini tentu sarana dan prasarananya itu tidak maksimal, guru-gurunya tidak ada yang mau mengajar di daerah terpencil,” keluhnya. Tapi bukan Rita jika tak punya solusi atas setiap masalah. Ia pun melakukan gerakan pemberian insentif bagi guru yang mau mengajar di daerah terpencil. “Saya memberikan insentif yang lebih kepada orang-orang yang mau mengajar di daerah-daerah terpencil, saya melakukan tiga kali kenaikan insentif bagi guru,” katanya. Strategi ini berjalan lancar.
Tak sampai di situ, guru-guru juga diberikan gadget berupa laptop kepada setiap guru untuk semua sekolah di Kukar. Bahkan, bagi yang belum mendapatkan rumah ia perjuangkan untuk mendapatkannya.
Upaya peningkatan kualitas guru juga dilakukan Rita dengan menggandeng Cambridge University untuk melatih 13.000 orang termasuk guru dan murid di dalamnya. “Sekarang ini kami sudah melakukan assesment untuk guru dan murid dan memang ketika di tes kapasitas guru kami hanya 7 orang yang memiliki standar bahasa Inggris, jadi memerlukan formula yang berbeda dengan formula lainnya, jadi orang-orang Cambridge sudah beberapa kali datang ke Kukar untuk memantau apa yang diperlukan di Kukar,” ia serius.

“Ini terobosan saya, mimpi saya dulu itu kuliahnya di Cambridge, tapi tak kesampaian. Jadi saya ingin anak-anak Kukar itu mendapatkan pendidikan yang baik. Kalau ditanya, belajar bahasa Inggris dimana? Cambridge! Iya, kan, universitas terkenal disana, jadi itu harapan saya untuk menghidupkan masalah pendidikan. Kelak harapan saya Kukar bisa menjadi kota pendidikan, seperti Malang dan Bandung,” harapnya. Sekarang ini, di Kukar sudah ada dua universitas yaitu Unikerta yang tahun 2015 nanti akan menjadi universitas negeri serta Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI). Presiden RI saat dijabat Susilo Bambang Yudhoyono telah melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) untuk pembangunan kampus ISBI pada September 2014 lalu. Kampus ISBI ini merupakan perguruan tinggi negeri yang akan dibangun di Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang. ISBI merupakan universitas negeri yang dibiayai oleh APBN. Lokasi kampus ISBI sengaja dipilih di Kukar oleh Kemendikbud lantaran daerah ini memiliki latar belakang sejarah budaya yang paling tua, yakni Kerajaan Kutai.