Search:
Email:     Password:        
 





Mainan nan Menguntungkan

By Giatri (Editor) - 18 July 2016 | telah dibaca 1802 kali

Naskah : Silvy Riana Putri/ Giattri F.P., Foto : Fikar Azmy

 Bagi Andry Yan, hobi mengoleksi diecast tak hanya sekadar berburu kesenangan, sarana melepas stress dan mengisi waktu luang, tapi juga berbuah bisnis lantaran logam cair yang kemudian dibentuk jadi miniatur mobil ini ternyata juga bernilai ekonomis tinggi bahkan dijadikan barang investasi jangka panjang oleh para kolektor mainan.

Saat ditemui dikediamannya, koleksi diecast Hot Wheels, Andry memenuhi satu ruangan. Kebanyakan koleksi tersebut masih tersimpan apik dalam kotak.

Pria berbadan tambun ini pun menuturkan ihwal kecintannya terhadap diecast. Berakar saat kecil, ayahnya yang berprofesi sebagai tentara selalu membiasakan anak-anaknya untuk merakit atau membuat mainan sendiri.

“Mendiang ayah saya selalu membelikan mainan rakitan atau mengajarkan saya membuat mainan sendiri dari bahan-bahan alami. Beliau juga mencontohkan itu kepada kami. Ia senang merakit sesuatu dari awal, jarang membeli yang sudah jadi. Oleh karena itu, di rumah orang tua masih tersimpan rapi mobil atau pesawat rakitan yang saya rakit dahulu,” jelas pria berdarah Minang ini.

Beranjak remaja, saat Andy duduk di bangku SMA, Andry mulai mengoleksi diecast Hot Wheels lansiran salah satu perusahaan mainan terbesar asal Amerika, Mattel . Awalnya, ia hanya ikut-ikutan teman yang sudah lebih dulu mengoleksi. Namun kebiasaan tersebut berubah menjadi hobi.

Kala itu, mereka rajin berburu diecast di mal kawasan Kuningan. Namun, hobi ini sempat terhenti saat Andry masuk dunia kuliah. Ia teralihkan dengan suasana kampus. Ketika sudah bekerja, ia kembali merasakan nikmatnya main mobil-mobilan ala orang dewasa.

Teman sekantornya yang duduk bersebelahan dengannya rupanya menggunggah memori masa kecil dulunya. Temannya yang memang seorang kolektor diecast Hot Wheels, dalam seminggu bisa menerima tiga sampai empat kiriman. Mau tidak mau, Andry penasaran dan bertanya paket yang rajin diterimanya itu. Ternyata, di laci meja kerjanya penuh dengan koleksi diecast.

“Saya sempat mengejeknya, masa orang dewasa masih main mobil-mobilan. Tetapi saat saya coba sendiri, memang terasa bedanya. Di kala penat atau penuh tekanan dalam pekerjaan, diecast cara ampuh untuk mengembalikan energi positif bagi kami. Daripada kami mengoleksi yang lain, lebih baik fokusnya diarahkan ke mainan,” ujar ayah dua anak ini seraya tertawa.

Pada 2012, Andry kembali ke hobi masa kecilnya. Sebagai kolektor pemula, ia langsung mendapatkan hoki di pembelian pertamanya. Saat ada promo buka kardus Hot Wheels di mal kawasan Kuningan, ia langsung mendapatkan tiga seri Net Rider sekaligus. Keberuntungannya berlanjut ketika dirinya iseng-iseng menjual salah satu Net Rider di media sosial, ternyata harga jualnya jauh di atas harga beli. Naik hingga 300 persen.

Terinspirasi dari sana, Andry mulai mengarahkan hobinya sebagai bisnis sampingan. Alasannya, agar istri tidak merasa keberatan salah satu sudut rumah dipenuhi koleksinya dan tidak menganggu anggaran lainnya.

Lantas pada 2014, Andry pun terjun ke bisnis diecast Hot Wheels. Sebagian besar hasil yang diraup dari pelelangan, ia serahkan kepada istri untuk keperluan lain atau tabungan anak-anak.

“Hobi tetap jalan, istri senang, pemasukan bertambah. Jadi, everybody happy,” tuturnya.

Bisnis sampingan ini, Andry lakoni setiap akhir pekan. Itupun bila tidak ada jadwal bepergian dengan anak-anak ataupun keluarga.

Koleksi diecast Andry kebanyakan sport cars, super treasure hunt, movie cars, dan mobil-mobil buatan Jepang dalam skala 6:4. Andry menjelaskan diecast buatan Mattel umum dikoleksi para kolektor. Tetapi belum banyak yang mengoleksi mobil buatan Jepang karena harga di pasaran cukup tinggi dan diproduksi dalam jumlah terbatas. Modelnya pun unik dan rakitannya rapi.

“Saat ini, saya tengah berburu seri speed machine Mitsubishi Lancer Evolution warna putih, hijau, dan merah marun. Itu sangat jarang ditemui di pelelangan, saya semakin bersemangat berburunya,” tegas Pria kelahiran 14 Januari 1980.

Meski terlihat sedikit protektif dengan koleksinya, Andry membebaskan kedua putranya bermain dengan koleksinya. Ia sudah mengenalkan dan membiasakan keduanya untuk turut menjaga koleksi diecast-nya. Bahkan diam-diam, ia ingin salah satu anaknya menekuni bisnis diecast secara serius.

Disinggung bicara mahal atau tidaknya hobi ini, Andry menjawab tergantung pada kemampuan dan kepuasan masing-masing.

“Semua hobi itu berawal dari rasa suka. Dari sana, tentu kita mencari tahu, menganalisa, dan mengulas jenis apa yang paling disuka. Banyak juga kolektor yang sebenarnya mampu membeli, tetapi tidak menawar lebih tinggi saat di pelelangan. Mungkin saja itu bukan incarannya. Tetapi bagi kolektor yang tetap bertahan menawar menandakan ada keterikatan emosi di sana, mungkin untuk melengkapi koleksinya atau incaran,” pungkasnya.


Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

                  

Popular

       

Photo Gallery

 

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250