Kiprah Kabinet Kerja Di 73 Tahun kemerdekaan Sebuah Pencapaian

Oleh: Andi Nursaiful (Administrator) - 31 October 2014 | telah dibaca 3778 kali

Naskah: Giattri F.P. Foto: Istimewa

Pemerintahan Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan memasuki usia 4 tahun pada 20 Oktober 2018 nanti. Meski 4 tahun bukan waktu yang lama untuk sebuah pemerintahan, namun duet pemimpin nasional itu sudah cukup banyak membuat terobosan dalam pembangunan dan itu mewarnai perjalanan pembangunan Republik Indonesia di usia yang ke-73 tahun.

 

Salah satu yang paling fenomenal adalah pembangunan infrastruktur di beberapa daerah, terutama di daerah-daerah timur Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat, serta Papua. Pemerintahan ini bertekad untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata sehingga mampu menekan angka kemiskinan. Karena Presiden Jokowi sendiri mengakui bahwa persoalan terbesar Indonesia adalah kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Karena itu, katanya, “konektivitas baik antar pulau provinsi kabupaten kota sangat diperlukan. Saya sering merasa sedih kalau kita dibandingkan negara di dekat-dekat kita,” katanya ketika memberikan sambutan di Musyawarah Nasional VI Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

 

Menurut Presiden Jokowi dua hal yang bisa meminimalisir kemiskinan dan kesenjangan ekonomi adalah pemerataan infrastruktur. Dengan tantangan besar mengingat luasnya Indonesia, pemerintah saat ini mengejar hal yang fundamental, yakni infrastruktur. Sebab, peran infrastruktur cukup kompleks mulai dari keterjangkauan harga barang dan logistik, terjaminnya akses masyarakat ke sektor bisnis dan pendidikan, hingga perkembangan ekonomi di daerah-daerah terpencil.

 

Setelah persoalan infrastruktur selesai, prioritas pemerintah selanjutnya adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM). Perubahan teknologi yang masif dan tren teknologi 4.0 hanya bisa didukung dengan keberadaan SDM yang andal. Meski belum seratus persen persoalan kemiskinan teratasi, namun achievement pemerintahan Kabinet Kerja ini tercatat dalam angka data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan Maret 2017 sebesar 10,64 persen, jauh di bawah Maret 2015 yang masih 11,22 persen. Dengan begitu, tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat juga makin berkurang.

 

Di tahun 2017 saja tingkat pengangguran juga telah turun karena dalam tiga tahun, lebih dari 3 juta tenaga kerja baru telah terserap lapangan kerja. Bahkan mencapai titik terendah sejak 18 tahun terakhir. Begitu juga dengan kualitas hidup bangsa Indonesia yang mengalami peningkatan. Angka harapan hidup juga naik. Dengan demikian, indeks kesengsaraan (misery indeks) masyarakat pun mengalami penurunan dari posisi 14,3 di tahun 2014 dan selama pemerintahan Jokowi berada di kisaran 8,63-9,53.

 

Demikian juga dengan layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat ikut mengalami kenaikan. Hal ini didukung oleh akses masyarakat kepada layanan kesehatan yang makin terbuka, dengan distribusi Kartu Indonesia Sehat yang saat ini sudah lebih dari 92 juta kartu diterima penduduk. Akses terhadap sanitasi dan sumber air minum yang layak juga semakin meningkat. Sedikitnya sudah mencapai 67,80 dan 71,14 persen. Capaian tersebut juga didukung melalui pemanfaatan dana desa. Hingga Agustus 2017, sudah 35.845 desa yang sanitasinya diperbaiki. Namun demikian, harus diakui bahwa perekonomian Indonesia masih memiliki tantangan yang cukup serius. Misalnya, stabilitas ekonomi wilayah masih belum merata. Begitu juga dengan tingkat pertumbuhannya yang tidak stabil. Tentu ini merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintahan berikutnya.

 

Dari Pembangunan Fisik Hingga Kebijakan

Dari berbagai data dan informasi yang dirangkum Men’s Obsession dalam kurun waktu menjelang 4 tahun ini sangat banyak pencapaian yang diraih di era kepemimpinan Jokowi-JK baik di bidang pembangunan fisik maupun kebijakan yang dikeluarkan. Pencapaian tersebut adalah:

• Membubarkan PETRAL yang bisa menghemat anggaran sebesar Rp250 miliar/hari.

• Mencabut subsidi BBM, sehingga dananya dapat digunakan untuk berbagai hal yang produktif.

• Meresmikan pembuatan jalan tol Trans Sumatera tahap I dari LampungPalembang-Indralaya.

• Meresmikan dimulainya pembangunan PLTU Batang, Jawa Tengah dengan Kapasitas 2.000.MW yang mangkrak selama empat tahun.

• Dimulainya pengairan Waduk Jatigede, Sumedang yg berfungsi untuk mengendalikan banjir di Indramayu , pengairan sawah sawah di Jawa Barat serta pembangunan PLTA dgn kapasitas 110. MW.

• Dimulainya pembangunan jalur LRT jurusan Cibubur-Cawang dan Bekasi Timur-Cawang.

• Dioperasikannya Bor Raksasa untuk membuat terowongan dalam tanah guna jalur MRT trayek Lebak Bulus-Kebayoran Baru-Senayan-Bundaran Hotel Indonesia.

• Pemerintahan Jokowi menggelontorkan dana sebesar Rp16 triliun untuk membangun infrastruktur di perbatasan Kalimantan dari Kalimantan Utara sampai Kalimantan Barat.

• Pembangunan Pelabuhan Laut dalam di Papua: Sorong, Manokwari, Jayapura dan Merauke serta infrastruktur pembuatan jalan yang menghubungkan kota-kota di Papua.

• Perusahaan Saudi Arabia ARAMCO akan membangun Kilang Minyak serta Storage BBM di Indonesia senilai Rp140 triliun yang selama ini pembangunan Kilang Minyak tidak pernah terwujud sejak era Soeharto.

• Dengan beroperasinya pada bulan November 2015, unit RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) di Cilacap Jateng dan Kilang TPPI di Tuban Jatim, maka Import BBM Premium bisa berkurang 30% atau negara bisa hemat Rp150 M/hari atau setara dengan 10 ribu Barrel per hari.

• Kasus Lumpur Lapindo selesai dalam kurun waktu 8 bulan dan ganti rugi diterima warga Sidoardjo.

• Komite Explorasi Nasional (KEN) yang dibentuk pemerintah Jokowi pada tanggal 12-Juni-2015 telah menemukan cadangan Minyak dan Gas di Indonesia Timur sebesar 5.2.miliar barrell untuk Minyak sebanyak 2.7 miliar barrel dan untuk Gas14.TCF Gas.

• Pemerintah targetkan pekerjaan Tol Trans Papua dirancang sepanjang 4.320 Km (Sorong-Manokwari-Wamena-JayapuraMerauke) (Timika-Oksibil) tersambung pada tahun 2018.

• Izin investasi untuk para investor cukup dengan waktu 3 jam.

• Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres No.115 tahun 2015 untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mengizinkan Satgas Illegal Fishing yang menangkap Kapal Asing Pencuri Ikan bisa langsung menenggelamkan kapal tersebut.

• Dalam kurun waktu 9 bulan Jokowi bisa membayar sebagian hutang negara sebesar Rp293 triliun.

• Dalam waktu 9 bulan Investasi masuk Rp400 triliun.

• Mulai beroperasinya 6 rute Tol Laut Jokowi dari Tanjung Priok – Papua. Tanjung Priok – Natuna. Tanjung Perak – ke seluruh pelabuhan di NTT dan seluruh pelabuhan di Maluku serta seluruh pelabuhan di Papua dan Papua Barat.

• Dalam satu tahun pemerintahan Jokowi sedang proses pekerjaan pembangunan 15 Bandara baru di wilayah terluar Indonesia, di antaranya Bandara di Miangas, Manokwari, Berau, Tual, Palu, Maumere, Tarakan, Aceh Tengah, Wakatobi, dll.

• Pemerintahan Jokowi selama satu tahun dapat menurunkan Import Premium sebesar 37.% dari semula 378.5 ribu BPH turun jadi 236 ribu BPH. Begitu juga dengan Solar importnya turun sebesar 84 % dari semula sejumlah 121.3 ribu BPH turun menjadi 20 ribu BPH.

• Setelah 40 tahun tak ke Indonesia, Presiden Italia menemui Presiden Jokowi tanggal 9/11/15 untuk menandatangani MOU investasi sebesar USD1,055 M. atau setara dengan Rp140 triliun dalam bidang Logistik, Industri Kulit, Industri Otomotif dan Furniture. 

• Presiden Jokowi meresmikan pabrik Pupuk terbesar di Asia Tenggara Pupuk Kaltim 5 Bontang dengan kapasitas produksi Ammonia 825.000 ton per tahun dan produksi Urea 1.155.000 ton per tahun, serta dimulainya pembuatan jalur Kereta Api Trans Borneo.

• Tidak memperpanjang kontrak Freeport yang telah 45 tahun menggali emas di Papua.

• Meresmikan pembuatan jalur rel kereta cepat Makassar-Pare Pare, diharapkan tahun 2019 sudah bisa beroperasi Kereta Api Trans Sulawesi dari Manado ke Makassar.

• Ground breaking pembangunan jalur Kereta Cepat, Jakarta-Bandung di Walini, Bandung Barat.

• Program pembangunan 1juta rumah untuk rakyat, akhir Januari 2016 sudah terbangun 700 ribu unit rumah.

• PLN mulai bulan Februari 2016 menurunkan lagi tarif Listrik dengan daya dari 450.va, 900.va, 1300.va, 2200.va, dan 4400.va.

• Kapal khusus angkut Sapi Camara Nusantara I, berhasil angkut 500 ekor Sapi ke Jakarta dari NTT & NTB, diusahakan setiap bulan bisa mengangkut 1.000 ekor sapi.

• Sejak 50 tahun lalu warga Sulawesi Utara dan Gorontalo kekurangan Listrik, sekarang sudah bisa merasakan aliran listrik selama 24 jam mulai Januari 2016 karena PLTG Apung yang dikirim Jokowi bulan Desember 2015 sudah berfungsi full berdaya 120 MW.

• Sebanyak 2.519 Desa di Indonesia Timur akan mendapatkan aliran Listrik di tahun 2016. (info: Kemen ESDM 18-12-2016).

• Sebanyak 3.898 rumah tangga di Sorong telah bisa menikmati Gas Alam untuk memasak.

• Presiden Jokowi programkan dari tahun 2014-2019 akan membangun 49 waduk di seluruh Indonesia untuk mengairi persawahan, tahun 2015 sedang dikerjakan 13 waduk dan tahun 2016 sedang dikerjakan 8 waduk.

• Waduk yang sedang dikerjakan sejak tahun 2015: Waduk Raknamo-Kupang, Waduk Pidekso-Wonogiri, Waduk Logung-Kudus, Waduk Lolak-Boolang Mongondow, Waduk Kruereto-Aceh, Waduk Passaloreng-Wajo, Waduk TanjuDompu NTB, Waduk Bintang BanoSumbawa Barat, Waduk Mila-Dompu NTB, Waduk Kairan-Lebak, Waduk Tapin-Tapin Kalsel, Waduk Rotiklot-Belu NTT, Waduk Telaga Jawa-Karang Asem Bali.

• Waduk yang mulai dikerjakan tahun 2016: Waduk Rukoh-Aceh, Waduk Sukoharjo-Lampung, Waduk Kuwil Kawangkoan-Sulut, Waduk LadongiSulawesi Tenggara, Waduk Ciawi-Jawa Barat, Waduk Sukamahi-Jawa Barat, Waduk Leuwikeris-Jawa Barat, dan Waduk Cipanas-Jawa Barat.

• Presiden Jokowi Ground Breaking Pembangunan MPP di Kabupaten Bangka untuk pembangkit listrik dengan daya 350.MW guna kebutuhan Regional Sumatera, yaitu Bangka-BelitungLampung-Nias-Duri Riau-Medan.

• Presiden Jokowi meresmikan PLTMG Arun dengan daya listrik 184 MW untuk kebutuhan warga Lhokseumawe.

• Presiden Jokowi Ground Breaking Pembangunan Mobile PP 4×25.MW di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

• Melalui video konferensi Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya PLTU Ketapang dengan daya 20 MW.

• Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya PLTG Paguat Pohuwato di Gorontalo dengan daya 100 MW.

• Presiden Jokowi melakukan ground breaking pembangunan PLTU unit IV Lontar di Kronjo Banten dengan daya 1×315 MW.

• Presiden Jokowi meresmikan pembangunan MPP Jeranjang PLTG berdaya 2×25 MW di Gerung Lombok Barat NTB.

• Jokowi menambah Terminal 3 Bandara Soetta Ultimate International yang bisa mengangkut penumpang 25.juta orang mengungguli Bandara Changi Singapore.

• Setelah Indonesia merdeka 71 tahun baru di era Jokowi warga perbatasan di Krayan Nunukan bisa membeli Solar Pertamina dengan subsidi khusus seharga Rp5.150,- per liter.

• Warga Sungai Mandau, Kabupaten Siak selama 71 tahun baru saat ini menikmati aliran listrik.

• Warga Kabupaten Puncak Jaya Papua selama 71 tahun di era Jokowi ini dibangun SPBU pertama dengan harga Premium yang semula Rp50 ribu, bisa turun ke Rp 6.500 per Liter.